NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Rahasia Mama

Belva baru saja pulang sekolah, dia tampak senyum sumringah karena dia mendapatkan kembali nilai yang bagus. Dia berlari mencari keberadaan Mamanya karena Belva tahu kalau Papanya di jam-jam itu masih berada di kantor. Belva berlari menuju kamar Mamanya, dia membuka pintu tapi pada saat dia hendak bicara, dia mendengar Mamanya sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.

“Sayang, aku ingin sekali cerai dari si tua bangka Ferdi tapi sulit sekali karena dia belum juga mau menanda tangani surat wasiatnya,” seru Mama Venny.

Belva membelalakkan matanya kala mendengar ucapan Mamanya, dia tidak menyangka jika Mamanya sejahat itu. Padahal selama ini Belva tidak pernah melihat kedua orang tuanya bertengkar. Kedua orang tuanya terlihat harmonis selama ini, bahkan keduanya selalu bersikap mesra jika di hadapan Belva.

“Kamu tenang saja, aku akan membujuk Ferdi lagi supaya mau menandatangani surat wasiat karena semua harta Ferdi harus jatuh ke tanganku,” ucap Mama Venny kembali.

Belva menutup mulutnya sendiri dengan deraian air matanya. Belva memutuskan untuk menutup kembali pintu kamar Mamanya. Lalu dia kembali berlari masuk ke dalam kamarnya.

Belva menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan menangis sejadi-jadinya. “Kenapa Mama jahat sekali? Apa kehidupan yang harmonis selama ini merupakan sebuah topeng?” gumam Belva.

Belva benar-benar tidak habis pikir, pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh kedua orang tuanya. Setelah puas menangis, Belva pun mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi, dia keluar dan segera memakai baju.

“Belva, kamu sudah pulang Nak!” seru Mama Venny di depan pintu kamar Belva.

Seketika hati Belva geram mendengar suara Mamanya itu. Padahal selama ini, suara lembut Mamanya merupakan penenang bagi dirinya tapi setelah dia mendengar Mamanya menghubungi seseorang dengan sebutan sayang, membuat Belva merasa jijik mendengar suara lembut itu.

Pintu kamar Belva terbuka. “Sayang, kok kamu gak jawab ucapan Mama,” seru Mama Venny lembut.

“Maaf Ma, gak kedengaran,” dusta Belva.

“Sayang, kamu makan siang dulu sana. Mama mau keluar dulu ya, ada arisan bersama teman-teman Mama,” seru Mama Venny.

Belva mengangguk. Venny menghampiri Belva, lalu mencium kepala Belva. Raut wajah Belva terlihat sangat tidak bersahabat tapi Venny sama sekali tidak curiga.

“Mama pergi dulu ya, kemungkinan Mama akan pulang malam jadi nanti jika makan malam, kamu berdua saja ya sama Papa,” ucap Mama Venny.

Tanpa menunggu jawaban Belva, Venny pun langsung pergi. Belva merasa curiga kepada Mamanya, dia yakin jika Mamanya akan bertemu dengan pria yang tadi Mamanya telepon. “Aku harus ikuti Mama,” gumam Belva.

Dengan cepat, Belva memesan taksi dan memutuskan untuk mengikuti Mamanya. Dia penasaran, siapa yang akan Mamanya temui. Belva tidak ikhlas jika Mamanya mengkhianati Papanya.

Sekedar info, Ferdi dan Venny menikah dengan cara dijodohkan. Ferdi merupakan pria berusia 45 tahun pada saat menikah dengan Venny. Sedangkan Venny baru berusia 25 tahun, sehingga selisih usia mereka 20 tahun.

Belva terus mengikuti mobil Mamanya, hingga Mamanya pun berhenti di sebuah apartemen. “Loh, ngapain Mama ke apartemen?” batin Belva penasaran.

Seorang pria yang usianya tidak jauh dengan Mamanya keluar dari apartemen itu dan mereka pun berpelukan. Belva menutup mulutnya sendiri bahkan air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi. Keduanya lalu masuk ke dalam apartemen itu dengan saling merangkul satu sama lain.

Hati Belva begitu sangat sakit. “Pak, jalan,” seru Belva.

Belva memutuskan untuk pergi ke kantor Papanya. Dia benar-benar merasa kasihan melihat Papanya dikhianati seperti itu oleh Mamanya sendiri. Selama ini Papanya sudah melakukan yang terbaik untuk dirinya dan Mamanya supaya mereka hidup enak dan bahagia.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Belva sampai di kantor Papanya. Setelah membayar taksi, Belva pun keluar dan langsung menuju ruangan Papanya. Semua karyawan di sana tahu jika Belva adalah putri tunggal dari Bos mereka.

“Papa!” Belva berdiri di ambang pintu.

Ferdi sedikit kaget dengan kedatangan putri kesayangannya itu. Ia pun memerintahkan asistennya untuk keluar. Ferdi bangkit dari duduknya dan tersenyum ke arah Belva tapi sebaliknya Belva merasa sangat sakit melihat Papanya.

“Sayang, kok tumben ke kantor Papa? Ada apa?” tanya Papa Ferdi.

Tanpa menjawab, Belva langsung berlari dan memeluk Papanya itu. Lagi-lagi Ferdi terkejut, dan seketika senyum Ferdi terbit lalu menciumi pucuk kepala putrinya. “Ada apa, tumben datang-datang langsung memeluk Papa?” tanya Papa Ferdi lembut.

“Tidak apa-apa, Belva hanya bahagia saja mempunyai Papa yang baik banget seperti Papa,” sahut Belva.

“Kok, Papa merasa putri Papa ini sedang merayu. Coba bilang, kamu sedang ingin apa sekarang?” tanya Papa Ferdi.

Belva melepaskan pelukannya, dia berusaha menahan tangisannya karena dia tidak mau Papanya sedih. “Tidak Pa, Belva tidak mau apa-apa. Belva cuma ingin bilang, kalau Belva mendapatkan nilai terbaik lagi,” sahut Belva.

“oh iya? Alhamdulillah, kalau begitu. Sebagai hadiah, apa yang diinginkan putri kesayangan Papa ini?” seru Papa Ferdi.

“Hadiahnya, Belva ingin makan siang sama Papa,” sahut Belva dengan senyumannya.

“Cuma itu?” tanya Papa Ferdi.

“Iya.”

“Baiklah, sekarang kita pergi ke restoran. Tapi, Papa telepon Mama dulu ya, supaya Mama kamu menyusul,” seru Papa Ferdi.

“Tidak usah, Pa. Hari ini Belva sedang ingin makan berdua sama Papa saja,” dusta Belva.

“Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat,” ajak Papa Ferdi.

Dengan manjanya, Belva merangkul lengan Ferdi keluar dari dalam kantornya. Keduanya makan di sebuah restoran, Belva dan Ferdi sangat bahagia bahkan sesekali Ferdi tertawa mendengar celotehan Belva. Hingga akhirnya keduanya selesai makan, dan seorang pria berjas rapi datang menghampiri mereka.

“Selamat siang, Pak!” seru Irawan.

“Ah, kamu sudah sampai. Silakan duduk,” seru Papa Ferdi.

“Terima kasih, Pak,” sahut Irawan.

“Sayang, perkenalkan ini Pak Irawan pengacara Papa yang sangat Papa percaya. Semua surat-surat dan berkas-berkas penting selama ini dia yang simpan. Papa tidak tahu apa yang terjadi ke depannya, sehingga Papa simpan semuanya di pengacara Papa ini,” jelas Papa Ferdi.

Irawan seusia Mamanya Belva, sudah bertahun-tahun Irawan menjadi pengacara Ferdi sekaligus orang kepercayaan Ferdi.

“Sayang, Pak Irawan ini memegang surat-surat penting dan hampir sembilan puluh persen harta kekayaan Papa berkasnya dia yang pegang. Semua harta itu untukmu, jadi Papa mohon jangan sampai ada satu pun orang yang tahu masalah ini termasuk Mama mu sendiri,” jelas Papa Ferdi.

Belva mengerutkan keningnya. “Kenapa, Pa?” tanya Belva.

“Nanti Papa ceritakan, sebelum usia kamu 21 tahun, semua harta itu biar Pak Irawan yang pegang jadi kalau nanti kamu butuh sesuatu tinggal hubungi Pak Irawan,” seru Papa Ferdi.

Belva hanya bisa mengangguk, sebenarnya dia ingin tahu kenapa Papanya melakukan semua ini. Bahkan ia mengatakan kalau Mamanya pun tidak boleh tahu mengenai masalah harta itu. Belva bingung, tapi dalam hatinya dia bertanya-tanya.

“Apa mungkin Papa sudah tahu mengenai Mama?” batin Belva.

1
yaniSuryani
selamat Hiatus ya author kesayangan,,, ditunggu kembalinya dengan cerita² yg lebih seru lagi 🫰🥰
yaniSuryani
padahal nungguin si amar loh ini,, 😂
yaniSuryani
bagi pak Suharto Belva udah kaya anak sendiri
yaniSuryani
kasian juga ya si amar 🤭
yaniSuryani
ngebentak bentak bos besar kan jadinya,,, malu banget tuh muka 😂😂
yaniSuryani
kukira tadi si anak tiri yang bangkit dari kubur,,, ternyata cuma orang gila 🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
si amar gak jadi ngomong itu ke Belva tentang rasa cinta nya 🤭
yaniSuryani: hooh ya,,, di kirain Belva bakalan bawa Abi k kantor jadi ketemu sama Amar,,, patah hati duluan tuh si Amar 🤣
total 1 replies
ꪶꫝNOVI HI
lanjut 😅
Naysila mom's arga
si abi jangan mudah cemburu dong kasihan belva nunggu kamu lama
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
malu kan anda maya makanya jangan pernah sombonk, kekayaan itu cuma sementara😂
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ngakak sama si Maya ...gimana itu kelanjutannya kok tiba2 dah setahun aja 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
asem dateng2 maen geruduk aja tuh anak manja 🤣
Naysila mom's arga
si maya pd bgt ya 🤣🤣🤣🤣
ꪶꫝNOVI HI
minta di tampol tu maya 😅
Naysila mom's arga
nambah lagi orang gila 1 si tissa udah modiar gantian maya
Riasusi
kk lom up lgi kk poppy 😘😍
yaniSuryani
si Yuri terlalu ugal²an kagat lah mas Amar baru pertama kali ketemu juga 🤣
yaniSuryani
lama ya nungguin setahun,,, dalam waktu setahun pasti banyak yg deketin Belva 🤭
ꪶꫝNOVI HI
main cantik donk yuri 😂
Naysila mom's arga
yuri jodoh amar 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!