Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa di kamar Nomor 7
Karena malam selalu gagal membuka pintu kamar nomer tujuh, nunung pun mencoba di saat siang hari, tapi tetap saja gagal.
" Oh aku punya ide aku harus nunggu pak tarjo masuk dulu ke kamar itu, dan aku harus mencuri anak kunci kamar nomer tujuh." batin nunung.
" Kamu ngapain berdiri di situ ????." Tanya pak terjo yang tiba tiba muncul Tentu saja mengejutkan nunung.
" Tidak kakang, aku baru saja membersihkan kamar nomer satu sampai kamar nomer lima, tapi kunci kamar nomer enam dan tujuh kenapa tidak ada ya kang." tanya nunung tentu saja ia bohong karena di rumah itu ada orang yang datang tiap hari untuk membersihkan rumah pak tarjo,
" Akang kan sudah bilang kamu tidak boleh kerja agar kamu cepat hamil, dan satu lagi kamu tidak boleh musik ke dua kamar itu." ucap pak tarjo seraya memeluk nunung dari belakang.
" ih akang malu tahu tuh ada toni." ucap nunung seraya melepas kan diri dari pelukan pak tarjo,
Toni hanya menunduk saat melihat pemandangan yang ada di depan hidung nya itu,
" Oh iya Toni apa kamu pernah melihat Ica dan fany."
" Maaf juragan fani dan ica itu siapa ya ??." Ucap toni pura pura tidak kenal dengan fani dan ica.
" Kamu tidak kenal fani ??."
" Tidak juragan."
" Fani itu anak saya, sudah beberapa bulan ini saya mencari nya."
" Loh kok bisa hilang juragan, tapi benar saya tidak kenal saya kan gak pernah kesini baru beberapa hari ini saja kesini karena gantiin bapak, dan saya juga sudah lama kerja di kota." ucap toni tentu saja bohong.
" Memang nya bapak kamu sakit apa toni ?." Tanya pak tarjo.
" Gara gara di serang kuntilanak, tubuh nya mendadak lumpuh, dan ada luka sampai sekarang tidak sembuh sembuh juga, kata bapak sih luka itu di sebab kan kuntilanak itu."
Pak tarjo refleks menyentuh punggung nya,
" Kenapa kang punggung nya ??." Tanya nunung sok perhatian.
" Tidak hanya pegal saja, ya sudah akang mau mandi dulu kamu siap kan makan siang."
" Baik kang, ayo toni tolong bantu aku." ucap nunung.
" Baik buk." sahut toni,
" Emang nya kenapa pak terjo cari fani dan ica." Bisik toni saat di dapur.
" Mereka mau di jadi kan tumbal, aku harap kamu kalau tahu mereka ada di mana jangan kasih tahu pak tarjo." bisik nunung,
" Innalillahi." ucap toni.
Toni semakin tahu siapa pak tarjo dan sekejam apa pak tarjo, anak sendiri saja mau di tumbal kan,
" Nung nanti akang pulang ya kamu harus dandan yang cantik, sekarang akang berangkat kerja dulu."
" Iya kang." sahut nunung.
" Tentu saja nunung masih ketakutan jika pak tarjo minta jatah.
Sedang kan toni sore nya pulang karena di susul oleh adik nya.
" Bang cepat." ucap Tedi.
" Emang kenapa sih Ted ??."
" Bapak sekarat bang." sahut Tedi
" Innalillahi." sahut toni.
Toni pun jadi ingat apa yang di kata kan oleh rumi kemarin malam soal nasib ayah nya itu,
Saat tiba di rumah ternyata bapak nya toni sudah meninggal.
Toni hanya terpaku, tedi yang menangis sesenggukan saat melihat ayah nya sudah meninggal, Sedang kan toni hanya diam saja, Tedi dan toni memang kakak beradik tapi tidak satu ayah, toni hanya anak tiri, waktu itu ibu nya menikah, dan ayah kandung toni sudah meninggal, tidak lama menikah ibu nya toni mengandung tedi, Jujur saja toni merasa iri kepada tedi karena ia jadi anak kesayangan ayah tiri nya itu, Sedang kan toni dari kecil sampai besar terus di suruh kerja.
" Nung mana toni ???." Tanya pak tarjo.
" Pulang kang tadi di jemput sama adik nya katanya bapak nya semakin parah, akang tidak menjenguk, bukan nya dia salah satu anak buah akang." ucap nunung.
" Tidak untuk apa ??." Sahut pak terjo.
" Aduh bagai mana ini semoga saja toni datang malam ini kok aku takut ya." batin nunung.
" Ayo nung akang sudah tidak sabar nih." ucap pak tarjo seraya memulai merabah buah dada nunung.
" Sial si tua Bangka ini sudah berani menyentuh itu ku." batin nunung.
" Loh kok malah bengong sih ayo dong sayang biasa nya juga kamu yang lebih agresif." ucap pak tarjo.
" Maaf kang aku sedang halangan." ucap nunung, Tentu saja membuat wajah pak tarjo kecewa.
" Kenapa kamu tidak bilang dari siang kalau gitu aku pulang ke istri ku yang lain." ucap pak tarjo.
" Maaf kang datang nya juga baru sejam yang lalu kang, maaf ya kang." ucap nunung.
Pak tarjo pun langsung keluar dari kamar nunung.
" Alhamdulillah dia percaya, padahal aku bohong." batin nunung lega, ia buru buru mengunci pintu kamar nya.
Nunung pun membuka sedikit pintu jendela kamar nya. " kaka kamu di mana tolong datang lah kok aku merasa takut ya, perasaan ku tidak enak malam ini." batin nunung.
Huusst.. tiba tiba ada angin dingin yang menabrak wajah nya, di barengi dengan bau bunga kantil, nunung tahu itu bau siapa.
" Kaka.." panggil nunung saat melihat wanita itu sudah duduk di sisi ranjang.
" Ada apa nung kenapa kamu tidak melayani pak tarjo malam ini."
" Aku takut kak ." ucap nunung,
" Kak maaf kan aku, aku sampai sekarang belum mampu masuk ke kamar itu, karena anak kunci kamar itu sampai sekarang belum aku temukan juga."
" Iya tidak apa ара."
" Terima kasih kak, kalau boleh tahu siapa nama kaka ??."
" Nama ku sumala."
" Sumala nama yang bagus." puji nunung,
Tidak lama sumala pun pergi, tapi sebelum pergi sumala memberi kan jimat kepada nunung.
Nunung pun menyemat kan gelang pemberian sumala, karena merasa haus nunung pun keluar dari kamar nya, lampu di ruang tenang masih menyala, biasa nya selalu di matikan oleh pak tarjo,
Nunung pun menuju dapur dengan langkah sangat hati hati ia berusaha agar langkah nya tidak menimbulkan suara, karena akan melewati kamar nomer tujuh dan enam,
Saat melewati kamar nomer enam lagi lagi nunung mendengar suara desahan, tapi kali ini nunung enggan mengintip ke kamar itu.
Setelah ambil air minum nunung buru buru kembali ke kamar nya, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasa nya, nunung yakin jika pak tarjo sedang bercinta dengan genderuwo itu.
" Ya allah kenapa nasib ku seperti ini, tolong bantu aku agar aku terbebas dari jeratan pria jahat itu." batin nunung seraya memegangi dada nya.