Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.
dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INFORMASI DARI SISTEM PEMULIHAN AURA
Saat Rian menatap pemandangan yang hancur di depannya,
tiba-tiba sebuah layar semi transparan muncul.
Sistem Pemulihan Aura
"Selamat kepada kalian yang masih bertahan, bahkan menjadi evolver."
"Aku di sini untuk memberikan sebuah informasi kepada kalian lagi."
"Mungkin informasi ini sudah kalian dapatkan dari Pedagang Lintas Dimensi atau dari sebuah Batu Monumen Dungeon."
"Evolver adalah manusia yang sudah bangkit dan mempunyai kekuatan yang bisa menyerap energi langit dan bumi."
"Evolver mempunyai tingkatan, yaitu dari Tingkat 1 sampai Tingkat 7."
"Dari Tingkat 1 sampai Tingkat 3, perubahan fisik cukup kecil, tetapi kekuatannya berkembang sangat pesat."
"Kalian bisa mendapatkan kekuatan unik dan transformasi tubuh ketika kekuatan kalian meningkat."
"Monster ataupun zombie juga begitu. Seiring meningkatnya kekuatan mereka, mereka bisa memanggil kerumunan zombie untuk diperintah."
Suara sistem berhenti sejenak.
Namun layar semi transparan itu belum menghilang.
Semua penyintas di berbagai penjuru dunia yang masih hidup langsung memusatkan perhatian mereka.
Bahkan beberapa orang yang sedang bertarung melawan zombie menghentikan aktivitas mereka sesaat.
Lalu tulisan baru kembali muncul.
"Ketika mencapai Tingkat 4, kalian akan mengalami evolusi besar pertama."
"Pada tahap itu, perbedaan antara manusia biasa dan evolver akan menjadi sangat jelas."
"Setiap langkah peningkatan kekuatan akan memperpanjang umur, memperkuat tubuh, dan meningkatkan kemampuan menyerap energi."
"Mulai hari ketujuh setelah kiamat, zona-zona berbahaya akan mulai terbentuk di seluruh dunia."
"Di dalam zona tersebut terdapat peluang besar, tetapi juga bahaya yang mematikan."
"Semoga kalian beruntung."
Setelah kalimat terakhir muncul, layar perlahan menghilang.
Kesunyian langsung menyelimuti ruangan.
Budi menjadi orang pertama yang membuka suara.
"Tingkat 7?"
"Aku bahkan belum mencapai Tingkat 1."
Rahma tertawa kecil.
"Setidaknya sekarang kita tahu masih ada jalan yang panjang."
Ridho menganggukkan kepala.
Namun ekspresinya terlihat serius.
Jika monster terus berkembang seperti informasi yang baru saja mereka dengar, maka kekuatan mereka saat ini masih jauh dari cukup.
Sementara itu, Rian tetap berdiri di dekat jendela.
Ekspresinya tidak banyak berubah.
Informasi yang diberikan sistem memang penting bagi penyintas biasa.
Namun sebagian besar sudah ia ketahui dari kehidupan sebelumnya.
Yang lebih ia pikirkan adalah bagaimana memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum dunia menjadi semakin kacau.
Di sudut ruangan.
Indah diam-diam memperhatikan Rian.
Sejak tadi, pandangannya hampir tidak pernah lepas dari sosok pemuda itu.
Saat yang lain sibuk membahas informasi dari sistem, Rian justru terlihat tenang.
Seolah semua yang terjadi bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Hal itulah yang membuat Indah semakin penasaran.
Awalnya ia hanya mengagumi kekuatan dan kepemimpinan Rian.
Namun semakin lama, perasaan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.
Ia bahkan mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang Rian.
Cara berbicaranya.
Cara mengambil keputusan.
Bahkan kebiasaan sederhana seperti berdiri di dekat jendela sambil memikirkan sesuatu.
Tanpa sadar, tatapannya kembali tertuju ke arah punggung Rian.
Begitu fokusnya ia memperhatikan sampai tidak menyadari Nadia sedang melihat ke arahnya.
Nadia tersenyum tipis.
Namun memilih tidak mengatakan apa pun.
Sementara itu, Rian yang sama sekali tidak menyadari perhatian tersebut kembali menatap ke luar jendela.
Lampu-lampu kota yang tersisa masih terlihat redup di kejauhan.
Namun di balik ketenangan malam itu, ia tahu sesuatu yang jauh lebih besar sedang mendekat.
Dan ketika hari ketujuh tiba...
Dunia akan kembali berubah.