mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi berpisah
Hari demi hari berlalu hingga akhirnya keputusan yang selama ini ditunggu resmi keluar dari pengadilan. Perceraian Mira dan Pandu telah sah secara hukum. Tidak ada lagi status suami istri di antara mereka.
Pagi ini, Mira duduk di teras kontrakan sambil memandangi anak anak yang mau berangkat sekolah. Di tangannya terdapat salinan putusan pengadilan yang sudah beberapa kali ia baca.
Mira mengembuskan napas panjang.
"Alhamdulillah..." gumamnya pelan.
"akhirnya gua bebas juga. tika kalau tau keputusannya sudah keluar pasti langsung loncat loncat" lirih mira tersenyum geli saat mengingat sahabatnya
***
Sementara di tempat lain, Pandu baru saja pulang dari pekerjaannya. Di tangannya juga terdapat salinan putusan pengadilan yang sama dengan mira.
Pandu menatap kertas tersebut cukup lama sebelum akhirnya memasukkannya ke dalam tas. ia tahu semuanya ini terjadi karena dirinya sendiri yang berselingkuh.
Pandu masuk ke rumah dengan langkah lesu, terlihat dari wajahnya yang lelah, dengan mata panda yang menandakan jika ia kurang tidur.
Bu denok kebetulan berada di ruang tamu, saat melihat anaknya datang, Bu Denok langsung tersenyum.
"Pandu, sini." panggil bu denok, Pandu duduk di samping ibunya.
"Gimana kerjaan hari ini nak?" tanya bu denok basa basi, biasanya ia tidak pernah mengatakan hal tersebut kecuali hari gajian.
"Lumayan bu, pandu akhir akhir ini capek .banyak kerjaan juga." jawab pandu
Pandu kemudian mengeluarkan amplop gajinya dari tasnya.
"ini bu, gaji pandu bulan ini" ucap pandu, menyodorkan amplop tersebut
Mata Bu Denok langsung berbinar ketika melihat amplop tersebut. Dengan tidak sabar bu denok membuka amplop ,namun saat membuka amplop itu, wajahnya langsung berubah.
"Loh?" kaget bu denok
Pandu menghela napas, ia menutup matanya sejenak.
"Itu hanya setengah gaji, Bu." lirih pandu
"Setengah?" teriak bu denok dengan nafas memburunya.
"Iya bu." lirih pandu, Bu Denok langsung menatap anaknya dengan tajam.
"Mana sisanya?" tanya bu denok
"Buat tari bu." gugup pandu, wajah Bu Denok langsung menjadi masam.
"Buat Tari?" geram bu denok
"Iya, Bu. Tari meminta jatahnya bu, buat kebutuhannya ." ucap pandu
Bu Denok meletakkan amplop itu di meja dengan kesal.
"Kenapa harus dikasih banyak? pemborosan itu namanya" kesal bu denok
"bu tolong mengerti, tari akan marah kalau tidak di kasik." ucap pandu mulai merasa pusing
Bu Denok mendecakkan lidah.
"halah kamu itu jangan terlalu manjain istrimu, dulu saja waktu mira jadi istrimu, ibu yang ngatur gajimu." kesal bu denok, pandu langsung terdiam dulu mira sempat protes kalau semua uang di pegang oleh ibunya namun pandu mengatakan dengan tegas jika ibunya yang lebih tahu dan berhak mengatur uangnya.
Pandu belum sempat menjawab ketika suara langkah kaki terdengar dari arah dapur. Tari sejak tadi mendengarkan percakapan mereka.
Ia keluar dengan wajah yang sudah terlihat tidak senang.
"Memangnya kenapa kalau aku dikasih uang, Bu?" tanya tari,nBu Denok langsung menoleh ke arah tari
"Tuh kan, muncul juga orangnya." ucap bu denok
"Aku cuman mau tanya. Salahnya di mana? mas pandu itu suami ku bu sekarang jadi wajar jika mas pandu ngasik uang ke aku" ucap tari menyilangkan tangan di depan dada
"Salahnya karena kamu terlalu banyak minta ,mira aja dulu tidak seperti kamu ." ketus bu denok mendengus
Tari tertawa kecil , lalu ia menatap ibu mertuanya.
"Aku banyak minta? wajar dong bu, aku kan istrinya mas pandu dan jangan samakan aku sama mbak mira yang bodoh itu" ujar tari
"ternyata gini wujud aslimu, kalau tau sifat mu kayak gitu gak akan aku ijinkan pandu untuk menikah sama kamu hanya seorang janda, bisa bisanya pandu berselingkuh sama kamu" ketus bu denok
"maaf ya ibu mertua, jangan lupa anaknya ibu yang tergoda dengan saya dan berani selingkuh sama aku. lagipula jika tau uang mas pandu di setir sama ibunya mana mau aku sama mas pandu" sahut Tari sambil melirik sinis ke arah suaminya.
"pandu lihat istri baru mu ini, berani nya melawan perkataan ibu. " kata bu denok kepada anaknya, pandu hanya memijat keningnya melihat pertengkaran ibu dan istrinya.
"ternyata mira lebih baik daripada istrimu yang sekarang" lanjut bu denok
"Kalau mbak mira lebih baik, kenapa ibu dukung mas pandu untuk menceraikan mbak mira?" ucap telak Tari, ia tersenyum miring melihat bu denok terdiam
"Pokoknya ibu gak mau tau, gaji pandu ibu yang ngatur sama seperti dulu tidak ada perubahan" kata Bu Denok tegas
"kalau aku gak setuju gimana, aku juga berhak dengan uang itu. aku butuh untuk keperluanku sendiri.. " tolak tari
"pandu kamu harus tegas sama istrimu , jangan letoy gitu dong" bentak bu denok
Pandu sangat pusing dengan situasi ini, ia tahu ibunya akan marah jika tidak dituruti tapi pandu tahu tari tidak akan diam begitu saja jika tidak dituruti.
"bu, untuk kali ini ibu ngalah ya. kan gaji ku setengahnya ibu yang pegang" ucap pandu pelan
"Jadi sekarang kamu lebih membela istrimu?" teriak bu denok tampak sangat kecewa
"Bukan begitu bu, tolong mengertilah." bela pandu mengusap wajahnya dengan kasar
"kamu pasti sudah di cuci otaknya sama istrimu ini, dulu kamu tidak pernah melawan ibu. tapi sekarang.. " ucap bu denok lalu bu denok berdiri dan menuju ke kamarnya dengan langkah cepat tak lupa bu denok membanting pintu kamar dengan keras.
Brak!
Pandu memandang ke arah kamar ibunya , ia tahu ibunya pasti marah kepadanya. Sedangkan Tari tersenyum miring.
"huft dasar nenek peyot, enak aja uang mas pandu mau dikuasai sendiri. gak ada untungnya aku goda mas pandu kalau endingnya aku gak dapat apa apa" batin tari kesal. sebenarnya ia ingin semua gaji pandu di serahkan kepadanya namun ia tahu pandu tidak akan setuju.
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca