NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Itu Penyatuan Bayangan?

"Benar," Zhang Tianxia mengangguk. "Saat itu memang terjadi gelombang monster, hanya saja bukan itu yang menjadi penyebab utama jiwa beladiri ku hancur. Saat mengetahui ada gelombang monster, aku ingin melarikan diri. Namun saat itu, dua sosok berjubah hitam menghalangi jalanku."

Dia diam sejenak lalu berkata, "Awalnya aku tidak tahu mereka siapa, aku berfikir mereka mungkin perampok, tapi setelah mereka menyerang dan tepat sebelum aku kehilangan kesadaran, aku mendengar suara mereka sangat akrab. Barulah aku sadar kalau mereka berdua adalah Zhang Wugao dan Zhang Ziyi."

"Setelah itu aku tidak sadarkan diri lagi, dan saat aku sadar seperti inilah yang terjadi. Aku yang seharusnya mati, namun hidup kembali di tubuh putra kalian."

Su Wanyue Merasa sangat marah, dia berkata, "Zhang Wugao bajingan, pantas saja saat itu dia dan anaknya yang datang mengantarmu kembali. Hanya saja saat itu kami tidak menaruh curiga, karena dia berkata menemukanmu saat mencari murid keluarga Zhang yang ada di dalam hutan. Dia beralasan cukup panik karena saat kejadian itu banyak murid keluarga Zhang terjebak dalam hutan, jadi dia harus menyelamatkan semuanya, namun dia tidak menyangka kalau saat bertemu denganmu, kamu sudah dalam kondisi tak sadarkan diri."

Amarah di hati Su Wanyue jelas tidak bisa dia sembunyikan saat mengetahui bahwa anaknya celaka karena Zhang Wugao. Matanya tak kuasa menahan air mata, lalu dia melihat suaminya yang juga tak kalah marahnya.

"Suamiku, apapun yang terjadi, kamu harus membunuh Zhang Wugao." Su Wanyue menatap Zhang Zhenfeng dengan wajah serius.

"Tentu saja suatu hari aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri," Zhang Zhenfeng mengangguk dengan mata dingin. "Jika bukan karena dia, aku tidak akan terkena racun dingin di tubuhku. Aku harus menderita bertahun-tahun menahan sakit dan di permalukan di keluarga. Dan ternyata Zhang Wugao juga membuat anak kami cacat." Niat membunuh terpancar dari tubuhnya. Lalu dia berkata, "Jika aku tidak membunuh Zhang Wugao, maka aku tidak layak di sebut ayah."

. . .

Zhang Zhenfeng dan Su Wanyue kembali ke kamar untuk berlatih, sementara Zhang Tianxia berjalan ke tengah halaman.

Setelah menenangkan diri, dia mengeluarkan pedang kematian dari cincin penyimpanannya. Dia kembali melatih teknik tebasan kematian.

 Zhang Tiangxia mengangkat pedang dan mulai bergerak.

Terakhir kali tebasan kematian yang dia latih sudah mencapai pencapaian kecil, kini dia berharap tebasan kematian akan mengalami peningkatan lagi.

Zhang Tianxia berdiri lalu mengayunkan satu tebasan lurus dari atas ke bawah dengan Qi kematian yang dipusatkan di ujung bilah pedang.

Pencapaian kecil artinya dia sudah bisa melakukan tebasan sepanjang dua meter dan menghancurkan apapun yang di lewati, lalu objek akan terbelah dua, kemudian berubah menjadi layu dan akhirnya menjadi abu lalu menguap di udara.

Tapi terakhir kali Zhang Tianxia hanya bisa membuat pohon yang dia tebas berubah menjadi layu. Belum sampai di tahap berubah menjadi abu lalu menguap di udara.

 Jelas itu masih jauh dari puncak pemahaman kecil, tapi itu juga tidak terlalu jauh dari puncak pemahaman kecil.

Selain tebasan kematian, ada dua teknik lain yang juga berada di pencapaian kecil.

Teknik Tubuh Kematian Abadi dan teknik bayangan kematian yang dia latih sama-sama berada di tahap pencapaian kecil.

Teknik tubuh Kematian abadi memperkuat tubuh fisik menggunakan Qi kematian dari dalam. Saat ini dia sudah merasakan tubuhnya sudah di tempa secara otomatis saat dia pelatihan tertutup selama tujuh hari. Saat itu energi kematian dari dunia bawah yang dia serap menempa tubuhnya secara mandiri, jadi tanpa dia latih, dia sudah berada di pencapaian kecil. Saat ini fisiknya sudah lebih kuat dari baja.

Sementara Teknik bayangan kematian juga dia sudah melatihnya hingga ke puncak pencapaian kecil, saat ini dia tinggal melatih tingkat kedua, yaitu penyatuan bayangan.

Setelah dia bisa melatih teknik kedua dari gerakan bayangan kematian, dia bisa menyatu dengan bayangan apapun di malam atau siang hari.

Yang membuat teknik Penyatuan bayangan ini sangat mematikan adalah, selain kecepatannya yang sangat cepat, tahap kedua ini juga bisa menyatu dengan bayangan apapun. Baik itu bayangan bangunan, pohon, hewan atau bahkan bayangan manusia. Selagi ada bayangan, maka Zhang Tiangxia bisa menyatu dengannya.

Zhang Tiangxia memulai dari tebasan kematian.

Qi kematian yang sangat pekat dan kuat meresap kedalam pedang kematian di tangannya. Pedang itu seolah-olah bersemangat saat merasakan Qi kematian yang begitu padat. Bahkan terakhir kali pedang kematian tidak menunjukkan reaksi seperti ini.

"Humm, apakah ini karena Qi kematian yang aku miliki sudah bertambah banyak dari sebelumnya? jadi ini juga membuat pedang kematian merasa mendapatkan banyak energi." Zhang Tiangxia bergumam kecil.

 Melakukan tebasan pertama, gelombang energi pedang sepanjang dua meter langsung terkondensasi. kemudian energi pedang membela udara dalam radius dua meter yang di lewati.

Zhang Tiangxia mengarahkan tebasan pedangnya ke arah pohon yang berjarak dua meter darinya.

Wushh!

Energi pedang menderu lalu menyayat pohon yang berjarak dua meter darinya, kemudian pohon itu terbelah tanpa menimbulkan suara. Lalu satu tarikan nafas kemudian, warna di pohon itu berubah menjadi layu dan tampak sangat rapuh.

"Belum berhasil." Zhang Tiangxia menggelengkan kepala.

Lalu dia mengulang tebasan kedua lagi.

Kemudian tebasan ketiga.

Lalu tebasan ke empat.

Tebasan kesepuluh.

Tebasan kedua puluh.

. . .

Zhang Tiangxia terus mengulang tanpa berhenti. Sesekali memejamkan mata untuk merasakan aliran Qi di dalam bilah daripada hanya mengandalkan pandangan.

Akhirnya setelah mencoba sangat keras dan pengamatan mendalam, di tebasan kedelapan puluh....

Cess!

Suara lembut terdengar lalu hilang begitu saja seperti menguap dari udara.

Di depannya, pohon yang sebelumnya ada setinggi lima meter, kini tiba-tiba menghilang begitu saja. Seolah-olah itu tidak pernah tumbuh disini sebelumnya.

Jika bukan karena dia melihatnya sendiri, Zhang Tiangxia akan berfikir bahwa pohon itu tidak pernah tumbuh di halaman rumahnya.

"Akhirnya aku berhasil melatih pencapaian kecil hingga ke puncak." Zhang Tiangxia mengangguk puas, kemudian dia menyarungkan perangnya lalu menyimpan kedalam cincin penyimpanan.

"Baiklah, sekarang mari kita melatih gerakan kedua dari teknik bayangan kematian."

Setelah berkata, Zhang Tiangxia langsung berkelebat dengan cepat.

Tubuhnya yang kecil bergerak liar seperti kelinci, namun setiap kali bergerak, tubuhnya akan memunculkan bayangan yang samar.

Kali ini dia sengaja melakukan gerakan teknik pertama yaitu langkah bayangan terlebih dahulu agar membiasakan diri. Setelah tubuhnya terbiasa, dia akan memahami bayangan.

Tiga puluh menit berlalu akhirnya dia menghentikan langkah kakinya. Lalu matanya tertuju pada bayangan pohon yang ada di depannya.

Namun kepalanya berfikir dengan keras.

"Apa itu penyatuan bayangan, bagaimana menyatukan bayangan?"

. . .

1
Abil Amar
ahhh konyol msak khidupn pertma g pham
Abil Amar
aneh alur ceritanya ko msih aj kaget pdhal khidupn sblumnya kultivtor tp msih aj kyk orang tolol bru ngerti kultvasi
Dewa Malaikat
lanjuut thor
Dewa Malaikat
Jangan mandek tengah jalan ya thor
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
syarif ibrahim
hmmm gitu ya🤔.... lanjut deh... 💪
Ibad Moulay
Roh
Ibad Moulay
Rubah 🦊
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
syarif ibrahim
iya ayah betul, aku dibunuh oleh zhang zi yi dan ayahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!