NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*17

Mobil akhirnya berhenti. Sha turun dengan langkah yang berat. Harinya masih panjang. Tantangan hidupnya masih sangat banyak yang harus dia lalui. Terutama, saat masuk ke halaman kampus, semua mata akan tertuju padanya. Dia harus bisa mengabaikan semua pandangan itu agar harinya yang panjang bisa ia lalui dengan baik tanpa terlalu terbebani dengan beban berat yang sedang ia pikul.

"Asha .... " Suara lembut langsung menyentuh telinga Sha saat kakinya baru juga menginjak halaman kampus beberapa langkah.

Gadis itu menoleh pelan. Akhir-akhir ini, suara lembut itu cukup sering ia dengar. Sampai-sampai, ia hafal dengan siapa pemilik dari suara tersebut.

Saat Sha sudah berhasil memutar tubuh, matanya langsung menangkap sosok si pemilik suara. Irza Rahardi, si gemulai sedang berdiri di samping pohon tak jauh dari gerbang kampus.

Ketika mata mereka bertemu, Irza langsung tersenyum manis. Dengan langkah khas gemulai miliknya, pria itu berjalan mendekat sambil terus memegang kotak makanan di tangan.

"Kamu baru datang, Sha? Udah sarapan belum? Kalau belum ... aku punya nasi goreng di sini," ucapnya sambil mengangkat kotak bekal tersebut sedikit lebih tinggi.

Untuk sesaat, Sha terdiam. Benaknya berusaha keras untuk mencerna apa yang sedang ia alami saat ini. Pria gemulai yang ada di depannya terlalu bersemangat mengajaknya bicara. Sementara di sisi yang lain, puluhan pasang mata sedang menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Seolah, mereka adalah tontonan gratis yang sangat menarik untuk dilihat.

"Ee ... Za. Aku .... "

"Kalau udah makan, gak papa juga kok, Sha. Aku bawa buat jaga-jaga aja. Mana tau kamu belum sarapan di rumah," ucap Irza santai. Seolah, dunia hanya ada mereka berdua saja. Puluhan mata itu, tak mengganggunya sedikitpun.

Tentu saja hal itu berbeda dari Asha. Dia yang tidak terbiasa dijadikan pusat perhatian, tentu akan merasa sangat risih ketika mata-mata itu melihatnya dengan tatapan lekat. Sambil berbisik, menjadikan dirinya sebagai bahan gosip lagi. Itu sungguh sangat-sangat mengganggu buat Asha.

Asha berpikir sedikit lebih keras sekarang. Ingin menyingung Irza, kali ini hatinya sangat tidak tega. Tapi jika ia terima, bahan gosip tentang dirinya akan semakin menjadi-jadi.

Namun pada akhirnya, Sha memutuskan untuk menerima. Mengabaikan pandangan orang lain, karena ia sadar, hidup bukan tergantung pandangan orang. Jika ia lukai lagi hati Irza, dialah yang jahat. Karena pria yang ada di depannya, memang tidak sempurna, tapi manik matanya terlihat sangat tulus.

"Sebenarnya ... kebetulan, aku belum sarapan sih tadi di rumah. Gara-gara bangun kesiangan. Hanya makan roti sedikit saja."

Seketika, manik mata Irza terlihat semakin bercahaya. Raut wajahnya pun terlihat semakin cerah. Lebih cerah saat ia pertama menyapa Asha beberapa menit yang lalu.

"Benarkah? Kalo begitu, kebetulan, Sha. Nasi gorengnya buat kamu aja," ucap Irza sambil meraih tangan Asha, lalu meletakkan kotak makanan ke tangan gadis tersebut.

Sentuhan itu cukup mengejutkan Asha. Matanya seketika sedikit melebar. Tangan itu terasa sangat lembut dan cukup hangat. Seolah, Sha baru saja bersentuhan dengan mahluk berbulu lembut yang menggemaskan.

Masih dalam keadaan bingung, Sha berucap sambil terus melihat wajah bahagia Irza.

"Bu-- buat aku?"

Irza mengangguk dengan penuh keyakinan.

"Iya."

"Tapi ... kamu?"

"Aku sudah sarapan. Saat mau berangkat, tiba-tiba ingat kamu saja. Jadi, ku bawa."

"Hah?"

"Iya. Ke-- kenapa? Ada ... yang salah?"

"Ha ... nggak. Tapi ... kamu yakin ini buat aku?"

"Iya, aku yakin. Ini buat Asha."

"He ... terima kasih."

"Sama-sama. Jangan lupa di makan ya,

Sha .... "

Sha hanya bisa nyengir kuda tak nyaman. Masih terasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Entah kenapa, benaknya terasa sulit untuk mencerna apa yang baru saja ia alami. Bak ponsel yang kekurangan jaringan, loading ... terus tanpa henti.

Sha berjalan dengan langkah pelan sambil sesekali melihat kotak bekal yang ada di tangannya. Kotak makanan plastik berwana biru elektrik dipadukan dengan tutup berwarna putih susu.

Gadis itu tidak membuka kotak tersebut. Hanya terus melihat dari luar saja. Isinya masih belum ia ketahui seperti apa. Namun, bukan masalah isi dari kotak tersebut yang sedang Asha pikirkan, melainkan, masalah hatinya yang tiba-tiba terasa hangat saat melihat ekspresi bahagia yang Irza perlihatkan saat tahu bahwa dia siap menerima kotak tersebut.

"Anak itu .... Hah! Apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa bisa begini?"

"Sha." Tiba-tiba saja, suara panggilan datang dari belakang ketika kakinya mencapai lorong menuju kelas.

Asha menoleh. Di belakang sana, ada beberapa anak laki-laki yang sedang berdiri tegak. Salah satu dari laki-laki itu sedang berkacak pinggang.

"Apa?" Sha bertanya dengan malas.

Lelaki yang sedang berkacak pinggang, adalah lelaki yang sama dengan yang baru saja manggil nama Sha. Dia adalah Dimas, anak fakultas pariwisata, namun berbeda lagi jurusannya dengan Sha. Kelas mereka hanya berjarak dua kelas saja. Lorongnya sama.

"Aku ingin bicara," ucap Dimas sambil mendekat di susul beberapa temannya dari belakang.

"Mau bicara soal apa sih? Seolah hariku belum cukup berat saja kamu ini, masih saja mau kau tambah berat, Dimas?"

"Sha."

"Ha. Katakan! Jangan lama-lama, gak berbelit-belit."

"Kamu beneran terima Irza sebagai calon suami?"

Duar! Wajah Sha langsung berubah. Awalnya, Sha sempat berpikir sedikit lebih keras tentang apa yang ingin Dimas bicarakan. Namun pada akhirnya, hal yang sama terdengar. Topik yang setiap saat menghampiri dirinya akhir-akhir ini ternyata tidak tersisih sedikitpun.

"Astaga. Gak ada hal lain ya yang mau dibicarakan sama aku?"

"Jawab aku, Sha."

"Apa yang harus aku jawab? Bukankah seluruh kampus sudah tau akan hal itu? Aku yakin, kamu juga sudah dengar berita itu dengan sangat baik, bukan?"

"Kalau tidak, bagaimana kamu bisa datangi aku hanya untum bahas hal ini sekarang," ucap Sha lagi dengan suara yang lebih pelan kali ini.

Wajah Dimas terlihat sedikit berubah. Sepertinya, emosi dari pria itu sudah sedikit menurun. "Sha, kenapa harus bertunangan dengan Irza? Dia itu gemulai. Masih banyak pria normal lainnya yang bisa kamu ajak bertunangan dengan mu."

"Iya, Sha. Di kampus ini, kamu nggak tersisihkan kok. Masih banyak cowok normal yang ingin sama kamu, Sha." Teman Dimas juga ikut bicara.

"Aku juga mau sama kamu, Sha. Gak perlu Irza kali kalo kamu kebelet mau tunangan, masih bisa cari aku," ucap yang lainnya pula.

"Kalian diam!" Suara Dimas terdengar lantang. Sepertinya, ucapan itu bikin hatinya terasa panas.

Namun, detik berikutnya, Dimas malah berucap. "Mereka benar, Sha. Di kampus ini masih ada banyak cowok normal yang ingin sama kamu. Malahan, mereka siap nikahin kamu secepat apa yang kamu mau."

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!