NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mata Batin / Hantu
Popularitas:727
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

 lalu Dimas menyuruh Putra untuk memanggil Dokter. "Put, tolong panggilkan Dokter."

" Baik Pak." Dengan sigap Putra melangkah keluar ruangan untuk memanggil Dokter dalam keadaan masih lemah Arun masih saja, memohon untuk menolong Leo, sampai-sampai dia mau bangkit dari tempat tidurnya sambil matanya berkaca-kaca.

"Pak Dimas mohon bantu Leo... aku mohon Pak...?" dengan suara yang parau dan sedih Arun memohon ke Dimas.

"Iya Mba Arun, Mba Arun tenang dulu ya... Pasti aku akan menolong Om Leo tapi Mba Arun harus diperiksa Dokter dulu sebentar."

Jawab Dimas menenangkan Arun.

Gak berapa lama kemudian Putra bersama Dokter masuk.

"Bagaiman Mba Arun perasaannya, apa yang keluhkan sekarang?"

tanya Dokter ke Arun.

"Saya sudah baik-baik saja Dok, sudah sehat kok Dok."

Dimas yang mendengar ucapan Arun cuma bisa menghela napas panjang, karena Dimas tau Arun ngomong seperti itu supaya Dokter cepat-cepat pergi dari ruangan itu, dan Dimas tau juga apa yang di fikiran Arun saat ini adalah arwah Leo Omnya Dimas.

Setelah pemeriksaan Arun selesai Dokter pun meninggalkan kamar rawat Arun.

langsung Arun memohon ke Dimas untuk secepatnya menyelematkan Leo sebelum malam hari tiba. Dan Arun menceritakan pertemuannya dengan Leo di Alam arwah paling dasar, dan tempat persembunyian Leo di patung dewi yang ada di gudang.

Dimas dan Putra yang mendengarkan cerita Arun antara percaya dan tidak.

"Pak Dimas janji kan tadi kalau mau nolongin Leo, ayo Pak cepat bantu Dia sebelum gelap...?" Kali Ini Arun sambil meneteskan air matanya

"Pak Dimas... Leo ada di gudang rumah sakit dekat kamar mayat!" seru Arun dengan napas tersengal, matanya memancarkan ketakutan yang luar biasa. "Siang ini kita harus ambil dia sebelum malam hari tiba! Kalau sampai gelap... semua penghuni di sana akan keluar dan kita gak akan bisa lagi masuk!"

"Ayo Pak... ayo kita ke sana sekarang! Kita harus selamatkan Leo!" mohonnya lagi dengan penuh kepanikan.

Dimas terdiam sejenak, menatap Putra yang berdiri di sampingnya. Wajah Putra terlihat serius, meski di matanya masih terselip keraguan akan cerita tentang Alam Arwah dan Patung Dewi itu. Namun melihat ketegaran dan kepanikan Arun, dia memilih untuk percaya.

"Ya sudah Pak Dimas..." Putra mengangguk mantap. "Kita ke sana sekarang saja. Seperti yang diceritakan Mbak Arun. Daripada nanti menyesal terlambat."

"Oke, kalau begitu..." Dimas menghela napas panjang, lalu dengan sigap dia mengangkat tubuh Arun dan menempatkannya ke kursi roda. "Kita bergerak sekarang!"

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Dimas langsung mendorong kursi roda Arun menuju koridor yang mengarah ke bagian paling belakang rumah sakit, area yang jarang sekali orang lewati dekat kamar mayat dan gudang penyimpanan.

Namun perjalanan mereka ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Hei! Mau ke mana kalian?!" tegur seorang perawat yang sedang lewat, matanya membelalak melihat mereka berjalan ke arah terlarang itu. "Itu area terlarang lho! Apalagi gudang di sana sudah lama tidak dipakai, berbahaya!"

"Maaf Sus, kami ada urusan mendesak sekali," jawab Dimas singkat tanpa berhenti.

"Jangan! Dilarang masuk!" teriak perawat lain. "Itu area khusus, bukan tempat sembarangan orang bisa masuk! Apalagi membawa pasien!"

Beberapa petugas lain juga mulai menoleh dan mencoba menghadang jalan mereka. Suasana menjadi sedikit ricuh. Dimas dan Putra harus berkelit, mencari celah, dan berjalan cepat seolah ada sesuatu yang mengejar mereka.

"Maaf ya Bu, kami benar-benar harus lewat sini!" seru Putra sambil membantu Dimas menerobos perhatian orang-orang yang heran dan melarang.

Bagi mereka, waktu adalah nyawa. Matahari semakin condong ke barat, bayang-bayang mulai memanjang. Mereka harus sampai di sana sebelum gerbang malam terbuka dan segel itu tertutup selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!