NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata yang mengamati

Ternyata, pengumuman Baskara tidak hanya mengejutkan para mahasiswa baru, tapi juga memancing riak di jajaran panitia inti. Di sudut ruangan, seorang gadis dengan almamater yang sangat rapi dan papan jalan di tangannya memperhatikan Lara dengan tatapan yang tidak bersahabat.

​Manda, sekretaris umum panitia PKKMB sekaligus mahasiswi berprestasi di jurusan hukum, mengetatkan pegangannya pada pena. Sudah dua tahun ia berada di lingkaran terdekat Baskara, selalu berusaha tampil sempurna agar dilirik oleh sang Ketua, namun Baskara selalu memperlakukannya secara profesional dan dingin—tidak lebih dari sekadar rekan organisasi.

​Melihat bagaimana cara mata Baskara tertuju pada Lara saat pengumuman tadi, insting wanita Manda langsung menangkap sesuatu yang tidak beres. Baskara yang ia kenal tidak pernah memberikan "perhatian khusus" seperti itu pada mahasiswi mana pun, apalagi seorang maba.

​"Ketua kelompok 3 ya..." gumam Manda pelan, matanya menyipit saat memperhatikan wajah polos Lara yang tampak kebingungan. "Cantik, tapi sepertinya terlalu biasa untuk seorang Baskara Langit."

​Randy yang menyadari perubahan raut wajah Manda menyenggol lengannya. "Kenapa, Man? Cemburu ya lihat Baskara nunjuk maba buat jadi pendamping?"

​Manda mendengus sinis. "Cemburu? Nggak penting. Aku cuma heran saja, biasanya Baskara sangat pilih-pilih soal siapa yang mewakili acara besar. Anak itu... apa dia punya 'sesuatu' sampai Baskara segitunya?"

​"Mungkin memang laporannya rapi, Man. Jangan dipikirin lah," jawab Randy santai, meski dalam hati ia tahu bahwa alasan sebenarnya jauh lebih personal.

​Manda tidak menjawab lagi. Ia mulai membuka berkas data mahasiswa baru dan mencari nama Lara Wijaya. Begitu ia melihat alamat rumah Lara yang berada di komplek yang sama dengan Baskara, dan profil orang tuanya yang merupakan pebisnis besar, tangan Manda gemetar karena kesal.

​Ia merasa posisinya terancam. Manda tidak akan membiarkan maba "kemarin sore" itu merebut perhatian Baskara yang sudah ia incar sejak lama.

Kekesalan Manda memuncak saat ia melihat dari kejauhan Baskara memberikan sebuah botol minuman dingin kepada Lara dengan gerakan yang sangat perhatian. Rencana licik pun mulai tersusun di kepalanya. Baginya, jika Lara tidak muncul di acara pembukaan besok, maka posisilah yang akan menggantikan maba itu di samping Baskara.

​Sore itu, saat kegiatan di perpustakaan hampir berakhir, Manda menghampiri Lara yang sedang merapikan tasnya. Ia memasang wajah ramah yang sangat palsu, lengkap dengan senyum profesionalnya sebagai sekretaris panitia.

​"Lara Wijaya, kan?" tanya Manda dengan nada manis.

​Lara mendongak dan langsung berdiri sopan. "Iya, Kak Manda. Ada apa ya?"

​"Begini, tadi Kak Baskara pesan ke saya, katanya ada berkas kelompok 3 yang tertinggal di gudang logistik gedung belakang. Dia minta kamu ambil sekarang karena besok pagi gedung itu akan dikunci untuk persiapan festival," bohong Manda dengan lancar.

​Lara yang polos sama sekali tidak menaruh curiga. "Oh, baik Kak. Gudang yang di dekat lab lama itu ya?"

​"Iya, benar. Cepat ya, soalnya saya mau kunci gerbangnya sebentar lagi," ucap Manda sambil melirik jam tangannya.

​Tanpa curiga, Lara berjalan menuju gedung belakang yang memang sudah sepi karena semua kegiatan dipusatkan di perpustakaan. Begitu Lara masuk ke dalam gudang yang pengap dan penuh tumpukan kardus untuk mencari berkas yang dimaksud, tiba-tiba...

​BRAKK!

​Pintu besi gudang itu dibanting dari luar. Lara tersentak dan langsung berlari ke arah pintu, mencoba memutar knopnya, namun nihil. Pintu itu sudah dikunci dari luar.

​"Kak? Kak Manda? Saya masih di dalam!" teriak Lara sambil menggedor pintu.

​Di luar, Manda berdiri dengan kunci di tangannya. Ia tersenyum sinis. "Maaf ya, Lara. Kamu istirahat di sini dulu sampai acara pembukaan besok selesai. Aku nggak akan membiarkan maba sepertimu merusak reputasi Baskara di hari penting kampus."

​Manda berjalan pergi dengan langkah angkuh, meninggalkan Lara yang mulai ketakutan di dalam ruangan gelap yang hanya diterangi sedikit celah ventilasi. Lara merogoh sakunya, namun jantungnya serasa berhenti—ponselnya tertinggal di atas meja perpustakaan karena tadi ia terlalu terburu-buru.

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!