NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Siang menjelang sore di pusat oleh-oleh itu terasa riuh. Kelompokku yang dipimpin oleh Luna si ketua kelas memilih toko ini demi berburu buah tangan untuk dibawa pulang kepada keluarga di rumah masing-masing. Begitu pun aku. Setelah mendapatkan sebuah gantungan kunci yang menarik perhatian, aku memutuskan untuk memisahkan diri dari kelompok demi kebaikan Luna.

Setelah menjelaskan pada Luna agar dia tidak khawatir saat aku tiba – tiba menghilang, aku pun beranjak akan pergi. Sebelum benar – benar menjauh, aku kembali memberi pesan padanya yang mungkin akan ditanyakan oleh teman – teman kelompok yang lain.

“Aku gak yakin mereka akan khawatir saat aku tiba – tiba menghilang dari kelompok, tapi untuk jaga – jaga, bisa cari alasan bagus untukku? Aku bukan missing in action, kita cuma tidak bergerak bersama saja” bisikku padanya saat kami saling memunggungi

“Kamu orang yang egois” celetuknya, namun aku tidak peduli dengan apa pun yang akan dikatakan olehnya tentangku... karena aku yakin mungkin itu benar...

“Penyendiri itu suka sendirian, jangan khawatirkan aku” timpalku sambil terus berjalan menuju ke kasir dekat dengan pintu keluar

Tiba-tiba, tangan Luna menggenggam lenganku dengan erat hingga memaksaku berbalik. Mata kami saling bertatapan. Sorot mata Luna terlihat tajam dan tegas seperti biasa menatapku. Tampaknya dia belum menyerah tentang diriku. Aku tahu dia memiliki keinginan yang kuat, tetapi kali ini dia hanya akan ikut terperosok bersamaku ke dalam kesendirian jika kami terus bersama.

“Kamu gak paham juga?” tanyaku agak menekannya, namun sorot mata itu masih menunjukkan seberapa bertekadnya dia untuk menginginkanku agar tetap bersama di dalam kelompok.

“Bagiku, study tour ini cuma bakal menyenangkan kalau kita bisa menikmatinya bersama – sama” dengan tegas Luna katakan itu

“Aku senang mendengar itu dari kamu” timpalku

Mendengar betapa gigihnya Luna mempertahankan diriku di dalam kelompok membuatku khawatir. Aku takut ia akan membocorkan rahasiaku dan Elma mengenai Manga bergenre romantis komedi itu demi membersihkan namaku. Aku ragu Luna akan setega itu kepada Elma dengan membeberkan bahwa Manga tersebut sebenarnya milik Elma dan aku hanya mengorbankan diri. Namun, untuk berjaga-jaga, aku harus tetap mengingatkannya.

“Oh iya, kurasa aku gak harus mengingatkan ini. Tapi tolong jangan beritahu siapa pun tentang kejadian soal Elma” pesanku pada Luna, perlahan Luna melepaskan tangannya dari lenganku dan kembali menunduk.

“Kalau masalah itu... bukannya aku udah janji?” timpal Luna

“Memang menyenangkan punya ketua kelas yang hebat” pujiku, Luna pun tiba – tiba memasang ekspresi wajah cemberut untuk menatapku kembali.

“Aku gak setuju dengan cara berpikirmu... gak akan ada hal yang menjadi baik-baik saja jika kamu menerima begitu saja disalahkan oleh orang-orang” tegas Luna mengatakannya, lalu dia menatapku dengan sorot mata tajamnya seperti biasa

“Aku tahu, tapi sampai detik ini aku melihat semua berjalan dengan baik. Menurutku itu sudah cukup” timpalku sambil menghela nafas, Luna kembali terlihat emosi mendengar kalimatku itu.

“Terus gimana sama kamu sendiri?! Aku gak bisa terima!!” dengan membentak Luna mengatakannya, seketika aku membatu mendengarnya berkata seperti itu.

Menurutku, Luna adalah sosok yang sangat blak-blakan hingga aku tidak mampu memikirkan kata apa pun untuk membalas ucapannya kali ini. Aku memilih pergi agar tidak menimbulkan masalah baginya. Keputusan ini tidak akan berdampak apa pun bagiku karena aku sudah terbiasa melakukan segala hal seorang diri. Teman-teman sekelompok kami pun seharusnya tidak akan keberatan dengan langkah ini. Bagiku, ini adalah rencana yang sempurna, meskipun hanya ini satu-satunya jalan keluar yang terpikirkan olehku sejauh ini.

...Namun... satu kalimat dari Luna yang mengatakan ‘Aku gak bisa terima’ langsung mengubah rencanaku yang matang ini sebagai sebuah rencana yang terdengar salah...

Kenapa...? kenapa Luna, Maya, maupun Elma suka sekali mencampuri masalahku? Apa lagi pola pikir kami tidaklah sama, ini adalah sebuah retakan pola pikir yang tidak akan mungkin bisa di satukan dan hanya akan ada konflik yang terjadi di antara kami jika kami saling terlibat satu sama lain.

Untuk sesaat... aku mencoba berpikir keras agar Luna bisa mengerti aku tidak suka di kasihani seperti ini hanya karena aku memilih untuk menjadi seorang penyendiri...

“Bisa apa lagi aku?!” bentakku padanya, Luna tersentak mendengar bentakanku.

Pada akhirnya... hanya ini satu – satunya cara yang terpikirkan olehku setelah sebelumnya aku hanya bisa membatu mendengar kalimat Luna...

“...Cuma ini cara terbaik yang bisa aku pikirkan...” ucapku melanjutkan kalimatku sebelumnya, kali ini aku mengucapkannya dengan nada rendah dan terdengar lebih tenang.

...Aku pun berbalik untuk melanjutkan langkah, meninggalkan pusat oleh-oleh ini dan bersiap menikmati kesendirianku...

“...Sisanya aku serahkan padaku” celetukku sebelum benar – benar melangkah pergi.

“Kamu orangnya... bodoh banget ya...” agak bergumam Luna mengatakannya, meski begitu aku masih sangat bisa mendengarnya.

“Iya kamu benar” timpalku lalu berjalan keluar dari pusat oleh – oleh meninggalkan Luna... tidak... aku tidak hanya meninggalkan dia, namun aku pergi untuk meninggalkan kelompok...

Sepanjang perjalanan, sebuah pertanyaan terus bergema di dalam kepalaku, “Di mana letak kesalahanku?” Namun, sebanyak apa pun aku merenungkannya, jawaban itu tidak kunjung kutemukan. Aku tahu, aku hanya akan menyusahkan orang lain jika tidak segera memisahkan diri dari kelompok. Keberadaanku pasti membuat mereka tidak nyaman, sekaligus memicu kesalahpahaman atas sikap Luna kepadaku. Aku melakukan ini untuk kebaikan Luna... apa aku salah?

...Ini benar – benar menyebalkan, apa aku orang yang dingin? Atau aku hanya tidak pandai dalam berurusan sama orang lain saja? Atau mungkin.... keduanya benar....

Aku berjalan menyusuri jalanan kota yang padat dan sangat ramai. Sepanjang berjalan-jalan sendirian, aku masih saja memikirkan banyak hal yang terjadi dalam kehidupan keduaku ini. Melihat begitu banyak orang lalu-lalang bersama teman, pasangan, atau keluarga mereka di tempat yang belum pernah kudengar sebelumnya, tiba-tiba aku didera kebingungan. Mengapa hal yang biasanya terasa normal bagiku, kini mendadak terasa janggal? Aku merasa... kesepian. Bukankah ini aneh?

Aku ini seorang serigala penyendiri, bukankah sudah seharusnya aku selalu menjaga jarak sama orang lain? Bertemu seseorang adalah hal yang sangat merepotkan untukku, benar – benar menguras mental. Kedua belah pihak akan menderita karena mereka pasti akan berpisah suatu hari nanti, lalu hanya akan ada kenangan yang menyedihkan. Bukankah lebih baik tidak bertemu saja sedari awal?

...Tapi semakin dipikirkan aku malah semakin pusing dan bingung, setidaknya aku harus melupakan semua pemikiran ini dan memikirkannya lagi suatu saat ini...

Aku mengeluarkan ponsel dari saku lalu mencoba mencari sebuah destinasi tidak populer buat anak SMA yang nyaman untuk aku singgahi, aku memilih di tengah kota untuk menghindari teman sekolah ataupun guru melihatku jalan – jalan sendirian. Pasti para guru akan bertanya ‘Mana kelompokmu?’ dan itu akan merepotkan, aku cuma berharap tidak bertemu guru ataupun ada teman sekelas yang melaporkanku ke guru karena aku jalan – jalan sendiri.

Di sana aku mengunjungi beberapa tempat yang menurutku menarik dari segi arsitektur, melihat patung – patung, pura dan lain – lain. Sampai pada akhirnya aku merasa kelelahan, dengan sangat terpaksa aku kembali mendekati tempat titik kumpul di dekat pantai sambil berharap tidak akan ada teman atau guru yang melihatku sedang sendirian.

Di sana, aku bisa melihat beberapa turis dan anak SMA sedang berlalu lalang. Tentu aku tidak akan ditanyai mengapa aku sendirian, selama aku tidak terlibat masalah, kan? Kemampuan menghindari masalah adalah hal yang paling kubanggakan dalam hidup, kecuali jika Maya memintaku melakukan sesuatu yang memicu kekacauan. Sebenarnya, keahlianku itu sudah sempurna, tetapi Maya yang telah menghancurkannya.

“Aah sebuah warung” agak bergumam aku mengatakannya ketika aku melihat sebuah warung yang ada di dekat pantai, aku mendekati warung itu lalu membeli sebuah cola botol untuk menyegarkan tenggorokan.

Setelah menghabiskan minumanku sambil duduk di kursi plastik yang tersedia di warung itu, aku kembali menatap layar ponsel untuk memeriksa waktu. Ternyata, masih tersisa banyak waktu sebelum kami harus kembali ke bus untuk pulang. Namun, kurasa kunjunganku ke tempat-tempat di kota ini sudah cukup. Aku sudah sangat lelah.

Di tengah kesepian itu aku tiba – tiba berpikir ‘Apa ada kafe all you can eat disini?’ jujur saja aku merasa rindu dengan kafe tempat aku sering datangi setiap hari Senin... yaah.. meminum cola seperti ini mendadak aku jadi teringat... Argh!! Apaan, tidak mungkin aku merindukan sebuah pertemuan!

“Yah sudahlah, cari jajanan aja” ucapku pada diriku sendiri sambil berdiri lalu kembali masuk ke dalam warung itu untuk mencari jajanan.

Saat sedang memilih beberapa jajanan, aku merasakan aura yang tidak menyenangkan muncul dari arah belakang. Kupikir jaraknya masih jauh, tetapi entah mengapa bulu kudukku langsung meremang hebat. Aku bisa merasakan tatapan tajam dan sesuatu yang mengintimidasi sedang berjalan mendekat. 'Jangan-jangan itu guru?' Pikiran itu langsung memenuhi benakku. Alasan apa yang harus kuberikan jika dugaan itu benar? Tidak... tidak... aku harus bersikap percaya diri. Jangan sampai aku tampak seperti anak SMA yang kehilangan kelompoknya.

...Duaaakk!!

Aku ditendang oleh seseorang tepat di betis kananku dengan sangat keras

“Aaadduuuhh!!!” teriakku kesakitan, ternyata yang menghampiriku adalah seorang preman yang jahat!!

Aku pun berbalik untuk menatap dan mempertanyakan alasan ia menendangku. Namun, dugaanku keliru. Sosok di hadapanku bukanlah guru ataupun preman, melainkan gadis paling cantik nomor satu di sekolah. Ia adalah orang yang paling tidak ingin kutemui saat ini, dan sialnya, ia sudah berdiri tepat di depanku dengan ekspresi wajah marah khasnya yang selalu berhasil membuatku merasa takut.

“Apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanyaku kepada Maya. Karena terlalu terkejut, aku bahkan sampai berbicara seformal itu kepadanya.

“Harusnya aku yang bilang gitu!! Ke mana Luna dan kelompokmu?!!” tanya Maya dengan bentakan begitu marah, aku pun langsung menoleh kanan – kiri untuk mencari di mana anggota kelompok Maya yang lain namun tidak aku temukan satu pun berada di sekitar kami.

...Dia meninggalkan kelompoknya...

Dalam hati pun aku bertanya ‘Apa yang sedang dia lakukan di sini sendirian?’ Sial... ternyata datang ke tempat ramai seperti ini memang sebuah kesalahan, aku melupakan aku harusnya menghindari Maya daripada murid lain ataupun para guru.

1
Chizuru
cekatan sama pesimis beda tipis gak sih 🤣🤣🤣🤣🤣
SS Star
tuh kan Raka!!! /Sob//Sob/ hasil dari suicide mission lo buat nyelametin orang malah bikin lo berakhir jadi public enemy dibenci satu sekolah, iih kzl!! /Sob//Sob//Sob/ elma juga napa diem bae, gak sadar apa ya kalau dia baru aja bikin raka dapet villain role sewilayah sekolah? gw sekarang literally jadi paham banget gimana perasaan maya, instinct buat nampol raka tuh emang sekuat itu rasanya /Sob//Sob//Brokenheart/
SS Star
iih lowkey kzl bet sama raka!!! /Sob//Sob/ kek gak ada cara buat save elma yang lebih gentle apa ya? /Sob//Sob/ meskipun gw kagum sih dia masih care dan mau bantu elma biar kejadian drop out itu gak keulang, tapi ya mikir dikit kek. minimal cari cara yang lebih cool dan berestetika gito loh/Sob//Sob/ rakaaa!!!
Cece
tragis bgt 🤣.. udahlah reinkarnasi Krn Maya...masih di bully habis2an SMA mayaaa....🤣🤣
You Know me So well
sadizz coeg 🤣🤣
i'm your
ampun dah, kesian bet sama raka/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Fatieh
tutup MBG, biarkan Maya dan Elma yang memasak 🔥🔥🔥
Raudhatul
elma gak enakan orangnya🤣🤣🤣
Chizuru
mayaa badash🤭🤭🤣
BiNtAnG kEjOrA
lanjutkan Maya...jangan berhenti😄😄😄😄
H5 (halima) :v
Maya sadiiiissss 🤣🤣🤣
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!