NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Adrian masih memainkan ujung rambut Mita yang tergerai di dadanya. Sedangkan Mita menikmati pelukan hangat itu sambil sesekali mengusap hidungnya yang memerah karena flu. Tiba-tiba Adrian seperti mengingat sesuatu.

"Oh iya, bentar."

Pria itu melepaskan pelukannya dan berdiri menuju tas selempang hitam yang tadi ia bawa dari hotel. Mita memperhatikannya bingung saat Adrian mengeluarkan dompet tebal, beberapa kartu ATM, dan sebuah map kecil berwarna hitam.

"Mas ngapain?" tanya Mita heran.

Adrian kembali duduk di samping istrinya. Satu per satu benda itu ia taruh di atas kasur.

"Nih." Adrian mengambil tangan Mita dan meletakkan kartu ATM berwarna hitam di telapak tangan istrinya. "Ini ATM utama aku."

Mita langsung mengerjap bingung. "Loh?"

"PIN-nya tanggal lahir kamu."

Mata Mita membulat sempurna.

"Mas serius?"

Adrian mengangguk santai seolah itu bukan hal besar.

"Terus ini." Ia menyerahkan dua kartu lain. "Yang ini rekening khusus tabungan. Yang ini buat operasional rumah."

"Mas..." suara Mita mulai melemah.

"Belum selesai." Adrian mengambil map hitam tadi dan membukanya. "Ini salinan beberapa aset aku. Rumah ini, apartemen, sama mobil."

Mita langsung reflek menggeleng cepat.

"Aku nggak mau, Mas."

"Kenapa?"

"Aku takut."

Adrian tersenyum kecil melihat wajah panik istrinya.

"Takut apanya?"

"Aku baru jadi istri kamu. Masa langsung dikasih semuanya kayak gini."

Adrian menatap Mita lekat sebelum menggenggam kedua tangannya.

"Dengerin aku baik-baik ya." Suaranya lembut tapi serius. "Aku nikahin kamu bukan cuma buat nemenin tidur atau nemenin makan."

Wajah Mita langsung memerah mendengar bagian awal kalimat itu.

"Aku nikahin kamu supaya hidup aku juga jadi hidup kamu." Adrian mengecup jemari istrinya satu per satu. "Apa yang aku punya, ya punya kamu juga."

"Tapi Mas terlalu percaya sama aku."

"Aku memang percaya."Jawaban Adrian terlalu cepat. Terlalu yakin.

Mita sampai kehilangan kata-kata.

"Aku nggak mau rumah tangga kita ada rahasia soal uang, aset, atau apa pun." Adrian mengusap pipi istrinya pelan. "Kalau nanti aku kenapa-kenapa, kamu nggak boleh bingung."

"Mas jangan ngomong aneh."

"Bukan aneh. Ini tanggung jawab." Adrian tersenyum tipis. "Aku cuma mau kamu ngerasa aman."

Mata Mita mulai berkaca-kaca lagi.

"Ya Allah, Sayang..." Adrian langsung tertawa pelan. "Dari kemarin kamu nangis mulu."

"Soalnya kamu bikin terharu."

Adrian mendekatkan wajahnya hingga kening mereka saling menempel.

"Aku serius sama kamu, Mita."

Jantung Mita langsung berdegup tidak karuan.

"Aku mungkin nggak romantis tiap saat. Kadang nyebelin, kadang mulut aku suka ngawur. Tapi aku nggak akan setengah-setengah buat kamu."

Air mata Mita jatuh lagi kali ini bukan karena takut, tapi karena merasa dihargai sedalam itu.

Ia langsung memeluk Adrian erat sampai tubuh pria itu sedikit terdorong ke belakang.

"Makasih, Mas..."

Adrian tertawa kecil sambil mengusap punggung istrinya.

"Hm, gini dong. Dari tadi aku nunggu dipeluk."

Mita memukul dadanya pelan.

"Padahal aku lagi terharu."

"Iya, iya. Tapi serius..." Adrian menatap wajah istrinya penuh sayang. "Kalau nanti kamu mau beli apa pun, nggak usah takut. Mau bantu keluarga juga bilang aja. Semua bisa dibicarain."

"Mas nggak takut aku boros?"

Adrian berpikir beberapa detik lalu mengangguk pelan.

"Takut sih."

Mita langsung manyun.

"Tapi nggak apa-apa." Adrian cepat-cepat menarik pinggang istrinya agar duduk lagi di pangkuannya. "Rezeki aku insyaAllah cukup buat istri aku yang cantik dan agak manja ini."

"Agak manja?"

"Hm." Adrian mencium bibir Mita singkat. "Nggak agak ding, manja banget."

Mita akhirnya tertawa lagi. Tangannya memegang kartu ATM yang masih ada di genggamannya.

Benda kecil itu mungkin cuma kartu biasa. Tapi bagi Mita, itu lebih dari sekadar akses rekening. Itu adalah bentuk kepercayaan. Dan Adrian baru saja menyerahkan seluruh hidupnya tanpa ragu sedikit pun.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Malam mulai turun perlahan. Setelah membereskan sebagian barang bawaan dari hotel, Adrian dan Mita akhirnya rebahan santai di atas ranjang. Lampu kamar sengaja dibuat redup, hanya menyisakan cahaya hangat dari lampu tidur di samping tempat tidur.

Mita tengkurap sambil memainkan ponsel Adrian. Sedangkan pria itu sibuk mengeringkan rambut istrinya pelan menggunakan handuk.

"Mas..." panggil Mita tiba-tiba.

"Hm?"

"Kita honeymoon yuk?"

Adrian terkekeh kecil. "Lah kemarin di hotel bukan honeymoon?"

"Itu mah nikahan." Mita menoleh sambil manyun lucu. "Aku maunya honeymoon beneran."

"Oalah, jadi istriku pengin liburan romantis."

"Iya."

Adrian membuang handuknya ke kursi lalu ikut rebahan di samping Mita. Tangannya langsung menarik pinggang sang istri mendekat. "Mau ke mana emangnya?"

Mita berpikir beberapa detik. "Yang dingin-dingin."

"Puncak?"

"Ah, biasa."

"Bandung?"

"Sering."

Adrian menyipitkan mata. "Luar negeri?"

Mata Mita langsung berbinar."Boleh?"

Adrian tertawa gemas melihat perubahan ekspresi istrinya yang begitu cepat.

"Ya boleh lah. Wong suaminya kerja keras buat apa."

Mita langsung mendekat antusias. "Mas, aku pengin yang romantis banget."

"Wah, definisi romantis menurut Nyonya Mita apa nih?"

Mita mulai menghitung dengan jarinya.

"Hotel bagus, pemandangan cantik, bisa makan malam berdua, jalan sambil pegangan tangan..." suaranya mengecil malu-malu, "...terus quality time."

Adrian menaikkan alis. "Quality time yang mana dulu?"

"Mas!"

Adrian tertawa puas melihat wajah Mita merah.

"Oke, oke. Aku serius." Adrian mengambil tablet dari meja samping ranjang. "Sini kita cari bareng."

Mereka mulai membuka berbagai referensi tempat honeymoon. Adrian sengaja memangku Mita supaya lebih mudah melihat layar bersama.

"Wah ini bagus." Mita menunjuk foto vila di pinggir pantai.

"Maldives?" Adrian membaca namanya pelan.

Mita mengangguk cepat. "Romantis banget nggak sih?"

Adrian memperhatikan foto-foto vila di atas laut dengan lampu temaram dan laut biru jernih.

"Hm..." Adrian mengusap dagunya sok berpikir. "Kayaknya cocok buat bikin anak."

"MAS ADRIAN!"

Adrian ngakak sampai Mita menutup wajahnya dengan bantal.

"Ya ampun, Sayang. Aku cuma bercanda."

"Nggak lucu."

"Lucu ah."

Mita akhirnya ikut tertawa kecil juga.

"Selain Maldives?" tanya Adrian sambil menarik kembali tubuh istrinya ke pelukan.

Mita kembali scrolling layar.

"Ini lucu juga..." Ia menunjukkan deretan lampu kota dan salju.

"Jepang?"

"Kalau winter romantis banget kayak di drama."

Adrian memperhatikan wajah istrinya yang tampak antusias. "Kamu suka Jepang?"

"Iya. Pengin jalan malam sambil pakai coat berdua."

"Hm, terus?"

"Makan ramen."

"Terus?"

"Pegangan tangan."

"Terus?"

Mita melirik Adrian malu-malu. "Ciuman di bawah salju."

Adrian langsung menatap istrinya diam beberapa detik.

"Bahaya nih kalau istri aku udah ngomong gitu."

Mita buru-buru memukul lengannya kecil.

"Aku serius tau!"

"Aku juga serius." Adrian mendekatkan wajahnya pelan. "Kalau honeymoon sama kamu, mau di mana pun tetep bakal romantis."

Mita langsung salah tingkah.

Adrian lalu membuka referensi lain. "Nih ada Swiss juga."

Hamparan pegunungan bersalju dan desa kecil yang tenang langsung memenuhi layar.

Mita sampai melongo kagum. "Mas... Cantik banget."

"Iya." Adrian justru menatap wajah istrinya, bukan layar tablet. "Tapi masih cantikan kamu."

"Mas bisa nggak sih nggak gombal lima menit aja?"

"Nggak bisa."

Mita akhirnya tertawa lagi hingga tubuhnya jatuh ke dada Adrian.

Pria itu langsung memeluknya nyaman sambil mengecup puncak kepala istrinya. "Jadi maunya ke mana?"

Mita diam beberapa saat sebelum mendongak. "Asal sama Mas, sebenarnya di mana aja aku mau."

Kalimat sederhana itu sukses membuat Adrian melemah. Ia menangkup wajah Mita pelan lalu mengecup bibirnya singkat namun hangat.

"Yaudah," bisiknya lirih. "Nanti kita pilih tempat paling indah buat mulai cerita kita."

[]

*enaknya honeymoon kemana ya? 🤔

1
riza
aah... selamat 🥰 penasaran deh sama reaksi Tiara sama rio
riza
gila sih... perasaanku diacak² kamu Thor 🤭
riza
kasian Livy kena karma. Tiara 🤬
riza
sayangnya laki² yg kayak Adrian cuma ada di novel aja 🤭
riza
ini tuh selalu bikin gregetan. bisa aja nih authornya. pas Adrian Mita dibuat baper. Rio dmlivy binbikin gregetan 🥰
riza
karma pelan² datang ke rumah tangga Livy dan Rio
riza
lucu 🤭
riza
merinding 🤭
riza
kak aku tuh suka bgt sama Adrian 🥰 setiap baca, rasanya kaya aku itu Mita nya 🤭
riza
mau Adrian 🥹
milku
bagus ceritanya. bikin senyam senyum sendiri si Adrian dan Mita. pokoknya nggak nyesel deh
milku
selamat ya Mita dan adrian😍
riza
livy keknya stres dia 🤭
riza
mampus
riza
bukan Turing namanya ih
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!