NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Ijab Qabul Embun Solai

Embun langsung memalingkan wajahnya ketika dia mendengar ada langkah kaki datang dari luar kamar itu, dengan cepat kedua tangannya mengusap air matanya yang telah menetes membasahi pipi mungilnya, tinggal matanya yang sembab dan memerah.

“Ceklek” suara handle pintu bersuara ketika dibuka dari luar.

Muncul seorang suster dengan satu orang dokter, dengan menggunakan masker medis menutupi wajah mereka masing masing.

“Maaf nona! Kami datang untuk mengecek keadaan Tuan Muda!” ucap suster dengan sangat tenang dan sopan, sambil dia mengeluarkan alat alat medisnya.

Setelah mereka mengecek keadaan Rido, mereka langsung berpamitan dan langsung meninggalkan tempat itu.

Embun melihat Rido yang sedang tidur tenang, dan mukanya sedikit kotor sehingga dia langsung mengambil tissue basah dan mengelap bagian yang bisa ia jangkau dari pria itu.

Setelah dia lelah membersihkan pria itu, embun ternyata merasakan kecapean yang luar biasa sehingga dia tidak ingat apa apa lagi, dia langsung tidur dengan berbantalkan lengannya, dia berada disamping ranjang pasien Rido.

Embun terbangun karena dia terkejut, dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 7.00 artinya sudah waktunya di pulang kerumah, namun sebelum dia benar benar melangkahkan kakinya dari tempat itu, sudah terlebih dahulu berys datang dengan bersama beberapa orang.

Embun penasaran dengan kedatangan orang orang itu, dia hanya bisa mengamati dengan seksama, ketika mereka mengganti pakaian Rido dengan pakaian Jas pengantin. Sebagian orang datang menghampirinya dan memintanya untuk bersih bersih dikamar mandi rumah sakit, dan setelah itu mereka juga menghiasi wajahnya dengan beberapa mereka bedak cantik.

Para MUA hanya bisa menghiasai para pengantin dengan santai, sementara Berys sigap berdiri di depan pintu mengamati berbagai gerakan yang mungkin tiba tiba saja terjadi.

Tidak menunggu lama para MUA sudah selesai untuk mak-Up para pengantin, sementara Tiaras dan Giancarlo sedang berjalan terburu buru menuju kekamar rawat Rido bersama dengan seorang penghulu, tak lupa juga Bu Wina dan Bu Farel di undang untuk datang ke acara sederhana itu.

Ketika pintu kamar rawat terbuka, mata embun terbelalak kaget ketika melihat Tiaras dan Bu Wina bersama bu Farel, mereka bedandan layaknya berpegian ke acara pesta pernikahan. Sementara Tiaras sangat senang melihat penampilan Embun yang woaow, aduhai sangat luar biasa cantik.

“Waaooww, nak Embun sangat anggun dengan pakaian itu ya! Ternyata Nak Embun sangat cantik hari ini” ucap Tiaras dengan wajah berbinar senang.

“Makaasih nyonya” sahut embun dengan sangat sopan.

Bu Wina dan bu Farel hanya bisa tersenyum kepada Embun, ketika mereka melihat penampilan embun yang bak princes sultan hasanudin.

Penghulu langsung datang menghampiri para pengantin kemudian dia langsung menikahkan pria dan wanita itu, namun ada hal yang menjadi aneh, karena pengantin prianya tidak duduk bersama sama dengan sang wanita sambil membacakan ijab Qabul.

Kita singkat cerita saja ya guys, setelah proses akad nikah selesai, Giancarlo langsung meninggalkan tempat itu, dia juga masih ada bisnisnya yang harus diurus, tinggal Tiaras dan Bu Wina bersama Bu Farel. Mereka menatap embun yang sedang mengelap wajah Rido.

“Nak Embun! Selamat ya, semoha menjadi keluarga yan sakinah dan warohmah, sekarang kamu sudah menikah, jadi kamu harus urus suamimu dengan baik” Ujar Bu Wina dengan santai, yang membuat wajah Embun sedikit kalang kabut termasuk Tiaras.

Bagaimana mereka mau mengaminin pernikahan ini, sementara pernikahan ini adalah pernikahan di atas pernjanjian kontrak, yang tidak tau kapan kapan mereka akan melakukan perceraian.

“Em, terimakasih ibu, kita aminkan saja” Jawab Embun dengan otak kepintarannya dia mengutarakan kata kata, supaya orang orang yang dihadapannya kini tidaklah merasa curiga.

Setelah waktu cukup lama mereka saling bercengkrama, Tiaras juga ikutan nimbrung dengan para ARTnya itu, mereka bagaikan teman se-gosip. Setelah mereka lelah untuk bergosip ria, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang kerumah, terkecuali embun yang tetap tinggal di rumah sakit, namun tiba tiba Tiaras berkata kepadanya.

“nak embun! Bagaimana kalau kamu pulang kerumah dulu, biarkan ibu yang menjaga Rido disini, nanti kamu bisa kembali lagi disini” ucap Tiaras yang dengan sangat lembut, yang membuat semua orang menjadi sangat senang, kemudian dia menggenggam tangan embun dengan penuh kasih sayang.

“sepertinya kamu lelah, kamu bisa pulang untuk berganti pakaian dulu” lanjut Tiaras kepada embun, yang membuat embun hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan oleh sang majikan atau mertua.

Embun yang tidak bisa menolak permintaan itu, dengan langkah pelan dia meninggalkan ruangan itu, kemudian dia berkata kepada sang ibu mertua “Nyonya, saya titip Tuan Muda daulu ya, nanti saya akan kembali lagi”.

Tiara hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan pendapat embun barusan, dia hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan oleh untuk saat ini.

Embun bersama dengan ibu Wina dan bu Farel, mereka berlalu meninggalkan tempat itu, tinggallah Tiaras yang masih duduk disamping Rido.

“nak! Kapan sih kamu sadar, sekarang kamu sudah menikah loh, kamu sekarang sudah punya tanggungjawab, ibu percaya embun adalah anak yang baik dan perhatian sama kamu, ibu berharap kamu bisa menerimanya dengan tangan terbuka dengan segal kekurangannya” ucap Tiaras kepada sang anak yang masih terbujur kaku diatas ranjang pasien rumah sakit itu, kemudian dia menggenggam tangan Rido dengan sangat erat.

“Pernikahan ini memang di atas perjanjian, namun ibu berharap dengan sendirinya kalian rubah perjanjian kontrak itu menjadi pernjanjian kontrak seumur hidup kalian” tambahnya lagi dengan sedikit meneteaskan air mata.

Satu butiran air mata telepas dan membasahi tangan Rido, yang membuat satu jari Rido menjadi bergerak pelan, kita tidak tau sebab jari jarinya itu digerakan, semoga saja air mata itu menjadi sebuah harapan baru.

Ketika Tiaras sedang tenggelam dalam kesedihannya, tiba tiba sebuah suara kaki terdengar dari luar kamar rawat Rido, dan dalam sekejan tanpa adanya permisi “Ceklek” suara handle pintu terbuka.

“Tante! Apakah benar Rido sudah menikah?” Tanya Chika Siregar dengan basa basi, dia membuat wajahnya menjadi sangat prihatin bagaikan sedang dari lubang kesedihan.

Tiaras sangat terkejut ketika dia mendengar pertanyaan dari Chika Siregar, kemudian dengan santai dia tersenyum tipis sambil memicing bibirnya sedikit “Memang benar! Rido sudah menikah! Kenapa apakah kamu keberatan?” sahutnya dengan sangat tegas, keluarlah wibawanya sebagai seorang Nyonya besar keluarga Prasetio.

“Tante,, kenapa dia tega sekali sama saya, padahal saya yang menemaninya dari sejak awal” rengek Chika siregar kepada Tiaras, dia memegang tangan Tiaras sambil dia menggoyang goyangkannya bagaikan seorang anak kecil yang sedang meminta es-krim cokelat.

“Heem, itu adalah pilihan Rido!” jawab Tiara dengan nada ketus, kemudian dia melepaskan tangan Chika dari tangannya dengan pelan.

“Tante! Saya gak terima kalau Rido menikah dengan wanita lain, saya mau tau siapakah wanita itu? Dia harus memberikan penjelasan kepada saya!” seru Chika Siregar dengan nuansa wajah sedihnya, dia menjadi geram karena keberadaannya di tempat itu sepertinya tidak terlalu diharapkan.

“Dia adalah gadis yang baik, dia sangat cantik, lembut dan penuh pengertian, dia adalah mantu idaman banget” ujar Tiaras dengan santai sambil senyuman manis terukir dari sudut bibirnya, yang membuat Chika Siregar menjadi geram dia mengepalkan tinjunya dengan sangat keras.

“Sial! Siapakah wanita itu! Aku harus melenyapkannya agar aku bisa memiliki Rido” gumam Chika dalam hati dengan sangat kesal.

Karena Tiaras tidak terlalu menganggapnya, Chika Siregar merasa terpojok dengan sendirinya yang membuat dia sangat geram dan kesal “Saya Permisi ya Tante” ucapnya dengan kesal sambil dia menghentakan kakinya dilantai, kemudian dia pergi dari ruangan itu.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!