NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dark Romance / Angst / Tamat
Popularitas:128.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Rasa putus asa menyelimuti Jessica Zhou saat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati atas dirinya karena dituduh membunuh kedua orang tuanya demi warisan.

Bandingnya ditolak. Harapan seakan habis.

Hingga kasus itu sampai ke tangan Hakim Li—Adrian Li—yang dijuluki “Hakim Gila” karena ketegasan dan caranya yang tak biasa dalam mencari kebenaran.

Adrian, yang selama ini hanya fokus pada pekerjaannya, dicintai oleh dua wanita: Jessica Zhou dan Holdie Fu. Holdie berambisi tinggi dan berusaha mendapatkan hati pria dingin itu, sementara Jessica memilih memendam perasaannya setelah cintanya ditolak sepuluh tahun lalu.

Kini, nasib Jessica berada di tangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

“Ikut saja sesuai perintahku. Lepaskan dia… dan kita akan membuatnya mengakui semua perbuatannya,” kata Adrian tegas.

Max menatapnya beberapa detik, lalu menghela napas pelan. “Baiklah… tapi ingat, jangan sampai merenggut nyawanya.”

Adrian mengangkat pandangan, sorot matanya tenang namun tajam.

“Tenang saja,” ujarnya singkat. “Aku masih bisa memperhitungkan segalanya.”

Ia berhenti sejenak.

“Tidak akan ada kesalahan.”

Max mengangguk pelan, meski masih ada keraguan di wajahnya.

“Kalau begitu… aku akan segera mengurus pembebasannya,” katanya sebelum berbalik menuju pintu.

Langkahnya terhenti sesaat.

“Kali ini… jangan sampai dia lolos,” ucapnya tanpa menoleh.

Pintu tertutup.

Ruangan kembali hening.

Adrian berdiri sendiri.

Tatapannya mengarah ke luar jendela—

dingin…

dan penuh rencana.

***

Di sisi lain, suasana masih dipenuhi duka.

Jeff berdiri di hadapan Nico, Catty, dan Jessica. Wajahnya tampak lebih tua dan penuh penyesalan.

“Maafkan paman…” ucapnya lirih. “Paman tidak menyangka JJ bisa melakukan hal sekejam ini. Paman bersumpah… tidak terlibat sama sekali.”

Nico mengepalkan tangannya.

“Paman… JJ adalah saudara kami,” suaranya berat. “Kenapa dia melakukan ini? Apa dia tidak merasa bersalah? Selama ini keluarga kami tidak pernah mengabaikannya… lalu kenapa dia harus seperti itu?”

Jeff menunduk dalam.

Tidak ada jawaban.

Jessica yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.

“Paman… apa rencanamu sekarang?” tanyanya pelan.

Jeff menarik napas dalam.

“Jessica… paman tidak pantas dimaafkan,” ucapnya. “Tapi paman juga tidak akan memohon keringanan untuknya. Apa yang dia lakukan… adalah kesalahannya.”

Ia mengangkat wajahnya, penuh tekad.

“Sebagai ayahnya… paman akan bertanggung jawab sepenuhnya.”

Catty langsung menatapnya tajam.

“Bertanggung jawab?” ulangnya. “Dengan cara apa, paman? Apa pun yang paman lakukan… tidak akan bisa mengembalikan papa dan mama kami.”

Suasana kembali hening.

Hanya suara napas yang terasa berat.

Tiba-tiba—

sebuah suara memecah kesunyian.

“Saya adalah pengacara pribadi Tuan Zhou.”

Semua orang menoleh.

Seorang pria berjas rapi berdiri tidak jauh dari mereka.

“Nama saya Albert Lin,” lanjutnya sopan. “Saya ingin bertemu dengan putra dan putri Tuan Zhou. Apakah Tuan Nico, Nona Catty, dan Nona Jessica ada di sini?”

Catty melangkah sedikit maju.

“Kami adalah anak-anaknya,” jawabnya. “Ada apa, Pengacara Lin?”

Albert Lin mengangguk kecil.

“Silakan datang ke kantor saya besok,” ucapnya tenang. “Ada hal penting yang ingin saya sampaikan… terkait peninggalan Tuan Zhou.”

“Baiklah, kami akan datang besok. Terima kasih,” ucap Nico.

Pengacara Lin mengangguk sopan, lalu berbalik dan pergi meninggalkan mereka.

Suasana kembali sunyi.

Jeff menarik napas panjang, lalu menatap ketiga anak itu dengan mata yang dipenuhi rasa bersalah.

“Nico… Catty… Jessica…” suaranya berat. “Selama ini kalian tidak pernah berbeda dengan JJ. Kalian semua… seperti anakku sendiri.”

Ia menunduk.

“Kali ini… paman tidak bisa menebus apa pun,” lanjutnya lirih. “Ini menyangkut dua nyawa… tidak ada yang bisa menggantinya.”

Jessica terdiam.

Tatapannya kosong, namun dalam.

Jeff kembali mengangkat wajahnya, sorot matanya dipenuhi penyesalan.

“Paman hanya bisa… membuat JJ mengakui kesalahannya,” ucapnya pelan. “Dan… paman juga ingin tahu…”

Ia berhenti sejenak.

“Apa alasan dia melakukan semua ini.”

Nico mengepalkan tangannya.

“Alasan?” ulangnya dingin. “Apa pun alasannya… itu tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi.”

***

Keesokan harinya.

Di kantor pengacara.

Ruangan itu sunyi dan formal. Nico, Catty, dan Jessica duduk berdampingan, sementara Pengacara Lin berdiri di depan mereka dengan sebuah map hitam di tangannya.

“Saya akan membacakan isi wasiat dari Tuan Zhou dan Nyonya Zhou,” ucapnya tenang.

Ia membuka map tersebut perlahan.

“Seluruh uang tunai serta aset properti keluarga Zhou… diwariskan dan dibagi rata kepada Tuan Nico Zhou dan Nona Catty Zhou.”

Nico dan Catty saling berpandangan, jelas terkejut dengan pembagian itu.

Pengacara Lin melanjutkan tanpa jeda.

“Untuk saham perusahaan Zhou Group… seluruhnya juga diberikan kepada Tuan Nico Zhou dan Nona Catty Zhou, dengan Tuan Nico sebagai pemegang saham mayoritas dan penerus utama perusahaan.”

Ruangan seketika hening.

Pengacara Lin melanjutkan.

“Untuk Nona Jessica Zhou…” ucapnya perlahan, “Tuan Zhou dan Nyonya Zhou hanya meninggalkan dua unit mobil pribadi milik mereka.”

Kalimat itu jatuh seperti beban.

Hening.

Tidak ada yang langsung berbicara.

Catty tampak tidak percaya. “Ini… tidak masuk akal…”

Nico mengepalkan tangannya. “Apa tidak ada kesalahan?”

Pengacara Lin menggeleng pelan. “Ini adalah wasiat yang sah.”

Semua mata tertuju pada Jessica.

Namun—

Jessica hanya duduk diam.

Wajahnya tenang.

Terlalu tenang.

Beberapa detik berlalu.

Lalu ia tersenyum tipis.

“Aku mengerti,” ucapnya pelan.

Catty langsung menatapnya. “Jessica…”

“Aku tidak butuh itu,” lanjutnya tenang. “Kalian saja yang mengurus semuanya. Dua mobil peninggalan papa dan mama lebih penting bagiku. Karena di mobil itu kita memiliki kenangan yang tidak terlupakan," jawabnya.

Namun tidak ada yang tahu apa sebabnya, kedua orang tua mereka hanya meninggalkan dua mobil yang tidak seberapa dibandingkan dengan warisan yang didapatkan oleh Nico dan Catty.

1
Mitaria Lubis
atau dia juga yg membunuh tentor Adrian Li
awesome moment
leon happy bgts. punya 4 ayah angkat dgn 4 profesi
awesome moment
bukan jess yg diculik tp adrian. troosh jess dipaksa demi adrian
awesome moment
shane bnr2 bisa diandalkan termasuk...menjatuhkan holdie. penjahat sejati adalah org yg sgt sabar
awesome moment
tu kn...mmg rada waras tu holdie
awesome moment
😄😄😄kt2 shane, smuanya palsu. jleb g c
awesome moment
adrian pasti milih mundur drpd baremg holdie
awesome moment
nha...jess, kamu yg adrian pilih
awesome moment
jessi n keberuntungannya gedhe lho👍👍
awesome moment
adrian, lawan ketakutanmu. org2 tersayangmu pergi bukan krn.mu. justru krn mrk sgt syg kamu. spt jess. yg tulus cinta kamu
awesome moment
shane ternyata di pihak adrian maka...holdie bikin lubang utk dirinya sndiri
awesome moment
adrian tau bhw holdie yg mengintimidasi jess sejak 11 tahun lalu. adrian msh berkutat dgn rasa takut kehilangan
awesome moment
😄😄😄takdir mmg hnya utk org yg sabar
awesome moment
😄😄😄😄😄jd ngabrut malahan
awesome moment
makin dekat ke holdie
awesome moment
masalah dtg lg
awesome moment
krn di mobil tu warisan sebenarnya disimpan
awesome moment
JJ hanya pion?
awesome moment
holdie merasa menang pdhl...dia sdh kalah sejak 10 tahun lalu
awesome moment
JJ ternyata. sadis xeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!