Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 29
Yuexin menatap lahan luas yang di tumbuhi ubi kayu, Yuexin dengan mudah menarik batang ubi kayu tersebut lalu memperlihatkan ubi kayu yang besar dan bagus.
"Apakah benda ini bisa di makan ? " tanya pangeran mahkota Zhang, mereka tidak hanya berdua saja. Pangeran kedua Zhang Xinfang dan putri Zhang ran - ran juga turut menemani.
"Bisa, hanya saja ubi kayu ini berbeda dengan ubi jalar, ubi jalar memiliki rasa manis tersendiri tapi tidak dengan ubi kayu. Walupun tidak semanis ubi jalar tapi rasanya cukup enak, ubi kayu bisa di rebus dan di goreng ".
"Putri bisa menjadi kan ubi ini untuk cemilan penurun berat badan tapi lebih baik di konsumsi dengan cara di rebus tapi melihat putri yang sudah kurus sesekali makan di goreng juga boleh. ". Lanjut Yuexin membuat putri Zhang ran - ran mengangguk.
Pangeran mahkota Zhang menyuruh para pengawal nya untuk mencabut semua ubi yang ada di lahan, Yuexin juga menjelaskan cara menanam ubi kayu. Cukup potong batang ubi kayu menjadi beberapa bagian lalu tinggal di tanam ke tanah.
'Ubi kayu , kentang bisa buat aku menghasilkan uang lagi. Kalau aku menjual keripik kentang dan keripik ubi mungkin akan laris'. Batin Yuexin yang penuh dengan uang.
Yuexin memasukkan beberapa batang ubi kayu ke dalam ruang dimensi nya. Sesampainya di halaman istana semua orang telah berkumpul menjadi satu baik para pejabat maupun para masyarakat.
Pangeran mahkota Zhang memperkenalkan ubi kayu kepada mereka semua. Yuexin bertugas mengelola ubi kayu tersebut menjadi beberapa makanan yang simpel.
Yuexin menyiapkan air yang sudah mendidih lalu ia beri sedikit garam dan memasukkan ubi kayu yang sudah dipotong - potong. Kemudian Yuexin menggiling bawang putih, ketumbar dan kunyit, lalu bumbu tersebut ia beri air dan juga bumbu penyedap. Setelah ubi kayu yang di beri bumbu matang ia pun menggoreng nya di minyak yang sudah panas.
Wangi harum dari khas ubi kayu dan rempah - rempah menyapu penciuman mereka.
"Wangi sekali ". ucap mereka semua.
Ubi rebus biasa yang sudah matang Yuexin beri taburan gula pasir dan keju parut, ubi yang sudah di goreng juga sudah matang sepenuh nya.
"Ambil lah " Yuexin menawarkan kepada anak kecil perempuan yang tampak ingin mencicipi ubi tersebut.
"Telimakasih nona " ucapnya dengan cadel.
Yuexin tersenyum lalu ia memberikan nya kepada pangeran mahkota Zhang dan yang lain nya. Bahkan kaisar, permaisuri dan ibu suri turut mencoba nya.
"Emmm ini enak, cocok untuk jadi sumber pangan kita " ucap pangeran kedua Zhang Xinfang.
"Kalian bisa menanam ubi kayu ini dan hasil panen nya bisa di jual kepada ku ya ". Otak bisnis Yuexin selalu bekerja dengan cepat.
"Kau ingin melakukan apa dengan ubi - ubi itu " bisik menteri song.
"Sesuatu yang dapat menghasilkan uang "balasnya dengan berbisik juga.
Kaisar membagi ubi - ubi mentah itu kepada para masyarakat, kunyit yang selalu di jadikan bahan pengobatan serta ketumbar yang tidak ada nilai nya kini memiliki perubahan nya tersendiri.
"Kaisar ini mengucapkan terimakasih kepada mu nak, terimakasih karena telah membantu pangeran mahkota untuk menemukan sesuatu yang baru dan menguntungkan untuk kita semua. Kaisar ini berharap kedepan nya masyarakat kita semakin makmur dan kaisar ingin kedepan nya generasi muda seperti kalian membawa perubahan yang baik juga ".
Yuexin hanya tersenyum, jujur ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Tidak bisa di biarkan, aku tidak boleh kalah dari pangeran mahkota. Cepat kau cari lahan kosong kita yang ada pohon - pohon aneh, siapa tahu ada sumber daya alam nya di sana ". ucap pangeran Zhao Zhenyue menyuruh pengawal pribadinya.
Di dalam kereta kuda menteri song bertanya bagaimana Yuexin tahu kalau ubi kayu tersebut tidak beracun, yuexin hanya menjawab sesuai yang ada di pikiran nya saja.
...----------------...
"Putri Zhao Fenyue ! " Sapa seseorang yang membuat putri Zhao Fenyue tersenyum menyambut kepulangan sosok yang sangat ia kenal.
"Lilyana, akhirnya kau kembali juga ! bagaimana kabar mu ? " tanya putri Zhao Fenyue dengan antusias sementara Bai shuyao hanya diam memperhatikan saja.
"Kabar ku baik, bagaimana kabarmu dan keluarga mu putri ".
"Tentu saja kabar kami baik juga, oh ya Lilyana perkenalkan ini sahabat ku Bai shuyao. Bai shuyao perkenalkan ini sahabat kecil ku dan juga teman kecil kakak ku Lilyana ". Bai shuyao tersenyum tipis.
Lilyana merupakan anak dari seorang tabib terkenal yang sudah meninggal, Lilyana berteman dengan putri Zhao Fenyue karena dulu nya ia sering ikut ayah nya untuk menangani pasien. Lilyana juga sangat ahli dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Ia di juluki dokter wanita muda yang cantik.
Yuexin terus di buntuti oleh pangeran Zhao Zhenyue, kemana pun ia pergi pasti pangeran Zhao Zhenyue mengikutinya.
"Ayolah disana pasti ada sesuatu yang berharga yang bakal buat rakyat semakin makmur. " pangeran Zhao Zhenyue terus memaksa Yuexin sedangkan Yuexin terus melihat - lihat ke arah aksesoris yang sedang di jual.
"Besok saja, aku sedang tidak ingin menangani hal itu pangeran. "
"Tapi kau harus berjanji kepadaku kalau besok kau akan menemani ku ".
"Ya aku berjanji ".
Pangeran Zhao Zhenyue memegang kedua pundak Yuexin dn menatap Yuexin dengan serius membuat detak jantung yuexin berdetak tidak karuan. Pangeran Zhao Zhenyue merasa Yuexin semakin cantik dimatanya.
"kakak , pangeran Zhao Zhenyue" sapa putri Zhao Fenyue dan Lilyana membuat Yuexin malu seperti tertangkap basah. Putri Zhao Fenyue terlihat tampak tidak senang.
"Yuexin kau disini juga, wah gelang pilihan mu cantik sekali " puji Bai shuyao yang kemudian mendekat kepada Yuexin. Bai shuyao merasa kurang nyaman ketika berada di dekat Lilyana.
"Kau tidak ke akademi ? " tanya Yuexin.
"Tidak , aku bukan murid tetap disana, waktu itu aku hanya mencari tabib yang sedang mengajar kakak kedua Li mu itu " jelas Bai shuyao. Yuexin mengira awalnya Bai shuyao adalah seorang pelajar.
"Gelang itu indah sekali "ucap Lilyana dengan lembut.
Putri Zhao Fenyue lantas merebut gelang itu dan memberikan nya kepada Lilyana.
"Gelang ini memang pantas untuk mu, lihatlah terlihat sangat cantik ". Puji putri Zhao Fenyue tanpa rasa bersalah.
"Zhao Fenyue jaga etika mu, perilaku mu sangat tidak baik ! " ucap pangeran Zhao Zhenyue dengan suara pelan namun terdengar tajam.
"Itu benar putri, kau tidak seharusnya mengambil barang yang berada di tangan orang lain ". tegur Bai shuyao.
"Cih, kalian membelanya dan kalian memarahi ku ? " Putri Zhao Fenyue menatap kedua orang terdekat nya dengan tidak percaya.
"Pangeran Zhao Zhenyue, Bai shuyao jangan salahkan putri Zhao Fenyue dia berbuat seperti itu hanya ingin menyenangkan ku ".
"Lantas apakah menurutmu tindakan nya sangat bagus ! dia mengambil barang orang lain hanya demi menyenangkan mu lantas apakah orang yang memegang barang tersebut merasa senang ? " suasana semakin memanas dan canggung.
"Sudah lah hanya sebuah gelang, ambil saja ". Yuexin tidak mempermasalahkan nya namun putri Zhao Fenyue semakin merasa muak.
'Dia seperti tidak suka denganku tapi apa masalah nya terhadap ku ' batin Yuexin bingung.
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁