NovelToon NovelToon
Kunikahi Gadis Yang Mirip Mendiang Istriku

Kunikahi Gadis Yang Mirip Mendiang Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: LebahMaduManis

Aksa bertemu dengan seorang gadis pemilik toko kue yang perlahan memikat perhatiannya. Namun ketertarikan itu bukanlah karena sosok gadis tersebut sepenuhnya, melainkan karena wajahnya yang sangat mirip dengan mendiang sang istri.

Terjebak dalam bayang-bayang masa lalu, Aksa mulai mendekatinya dengan berbagai cara — bahkan tak segan mengambil jalan licik — demi menjadikan gadis itu miliknya. Obsesi yang awalnya lahir dari kerinduan perlahan berubah menjadi hasrat posesif yang menguasai akal sehatnya.

Tanpa disadari, sang gadis pun terseret semakin dalam ke dalam cengkeraman pria dominan itu, masuk ke sebuah lembah gelap yang dipenuhi keinginan, manipulasi, dan ilusi cinta.

akankah Aksa bisa mencintai gadis itu sepenuhnya? apakah gadis itu mampu membuat Aksa jatuh cinta pada dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LebahMaduManis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Hidangan yang Erina masak bersama beberapa pengurus dan anak-anak panti telah siap tersaji. Aroma masakan rumahan yang lezat langsung memenuhi ruangan. Dengan sigap, anak-anak panti menata piring-piring mereka, lalu duduk rapi di kursi masing-masing, mata mereka penuh antisipasi.

Erina bergerak lincah, menuangkan nasi dan lauk dengan porsi yang sama rata ke setiap piring. Sontak, sorakan gembira dan celetukan riang anak-anak panti pecah, seakan kehadiran Erina adalah perayaan yang sudah lama mereka nantikan.

Dari ujung kursi, Aksa mengamati Erina lekat-lekat. Sorot mata Aksa berbinar hangat, memancarkan rasa bangga dan kekaguman yang mendalam. Ia semakin yakin, tak salah memilih Erina sebagai calon pendamping hidupnya. Gadis di hadapannya ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan aura positif yang menular pada siapa saja di sekitarnya.

...****...

Setelah hidangan makan siang selesai, Erina dan Ashanti berjalan beriringan melintasi halaman yang teduh, menuju paviliun kecil di sisi panti. Udara terasa hangat dan tenang, namun pikiran Ashanti justru penuh pertanyaan yang berdesakan, terutama tentang tamu mereka. Di belakang mereka, Aksa dan Rio mengikuti dengan langkah yang lebih santai.

Ashanti merapatkan langkahnya, pandangan matanya menerawang ke arah Erina.

“Erina, aku harus tanya ini” Ashanti memulai, nadanya sedikit berbisik, seolah takut Aksa yang berada di belakang bisa mendengar. “Calon suami kamu yang namanya Pak Aksa itu datang ke sini bawa sangat banyak hadiah untuk anak-anak panti, lho. Mulai dari baju baru, sepatu, perlengkapan sekolah, sampai mainan yang mahal-mahal.”

Erina refleks menghentikan langkahnya. Mata indahnya langsung membulat, menatap Ashanti dengan ekspresi campur aduk antara bingung dan terkejut “Hah?” Erina menekan suaranya. “Calon suami?” Ia sengaja menekan kalimatnya, seakan apa yang baru saja ia dengar adalah sebuah lelucon pahit.

Ashanti menghela napas, kegelisahan terpancar jelas di wajahnya, mengalahkan senyum tipis yang ia paksakan. “Pak Aksa. Dia yang mengenalkan diri secara langsung padaku sebagai calon suamimu,” Ia menjeda sebentar, melirik sekilas ke belakang, memastikan jarak mereka cukup aman “Dia memang gagah, Rin, bahkan sangat berwibawa— tapi, entahlah,” Ashanti merendahkan suaranya lagi, kali ini terdengar lebih serius, penuh kekhawatiran. “Wajahnya… wajahnya terlalu menyeramkan bagiku. Aku sungguh tidak berani menatap matanya lama-lama. Aku takut sekali. Aku takut kalau kelak kalian menikah, dia akan memperlakukanmu dengan kasar.”

Aksa berdeham, sepertinya ia menguping pembicaraan para gadis didepannya, ia sengaja berdeham agar mereka tidak bicara bisik-bisik lagi didepannya.

“Sepertinya panti ini butuh banyak renovasi agar terlihat lebih nyaman” ucap Aksa, mereka sudah sampai di paviliun dan duduk di kursi rotan.

“Betul pak, namun bangunan ini masih layak untuk di tempati, dan masih cukup kokoh juga, hanya saja design bangunannya yang model tempo dulu” cetus Ashanti menjelaskan.

“Saya akan berdonasi dua ratus lima puluh juta untuk merenovasi beberapa bangunan yang sudah usang, juga untuk membuat taman bermain anak-anak panti, agar mereka nyaman disini, bagai mana?“

Mata Ashanti terbelalak, tidak menyangka kedatangan Erina ke panti membawa berkah untuk panti asuhan, karena ia memiliki calon suami yang terlampau tajir dermawan hinggga berdonasi sebanyak itu “waah … Erina, aku harus berguru padamu tentang pria” celetuk Ashanti dalam hatinya.

“Nominal yang sangat banyak, saya sangat senang mendengarnya, tidak saya sangka panti ini kembali memiliki donatur yang royal setelah kepergian mendiang Pak Erwin ayah dari Erina”

“Oh, benarkah?“ timpal Aksa

“Iya, dulu pun yang terahir merenovasi panti ini adalah mendiang Ayah Erina” Ashanti tersenyum simpul “beruntung sekali Erina bisa memiliki calon suami yang sama loyalnya seprti mendiang ayahnya, semoga kasih sayang yang diberikan pun setara” ucap Ashanti, kemudian merekapun tertawa kecil.

Aksa menoleh ke arah Erina yang berada di sebelahnya “Nona, mau sampai kapan disini? Apa kamu tidak akan kembali ke rumah Tante Talia?“

“Nunggu sampai Tante Talia pulang dari luar kota” jawab Erina

“Kapan dia akan kembali?“

“Entahlah Tante Talia tidak memberiku kabar”

Obrolan yang membawa nama Talia seakan-akan merupakan panggilan untuknya, ditengah obrolan itu Erina merasakan getaran dari handphonenya ia membuka kunci ponsel dan menatapnya, Talia mengirimkan pesan Whats App untuknya.

Erina kembali menyimpan ponselnya di saku celananya, Sepertinya Aksa sedikit penasaran dengan pesan apa yang dibaca Erina hingga ia mencuri pandang dengan ekor matanya saat Erina sedang membuka ponselnya.

Sepertinya pria minim ekspresi ini mulai posesif

“Ah panjang umur, Tante Talia baru mengabari, bahwa dia baru sampai dari luar kota” ucap Erina.

“Jadi, kamu akan pulang ke rumah tantemu?“ Tanya Ashanti suaranya merendah seakan menggambarkan kekecewaan jika ia meninggalkan panti.

“Barang-barangku disana, tentu aku harus kembali ke rumah tanteku”

“Kenapa tidak kamu bawa saja barang-barangmu dari sebelum datang kesini, agar kamu bisa lebih lama ada dipanti, anak-anak juga akan ikut sedih jika tahu kamu pulang”

Erina terhenti ia tak bisa menjawab pertanyaan Ashanti, Erina hanya menggaruk lembut pelipisnya.

“Jika kamu akan pulang ke rumah tantemu, mari biar saya antar, Nona,” Aksa menawarkan dengan senyum ramah, namun jauh di lubuk hatinya, itu hanyalah alibi agar ia masih bisa berlama-lama dengan Erina.

​Erina tampak menimbang-nimbang, Ia menggenggam erat ujung bajunya, matanya memancarkan rasa sayang yang mendalam saat memandang bangunan panti. “Tapi rasanya berat, saya harus meninggalkan anak-anak panti,” jawab Erina pelan, nada suaranya sedikit bergetar karena enggan berpisah. “Saya belum puas bermain bersama mereka, terlebih bermain dengan anak-anak yang masih bayi.”

​Aksa mengerti. Ia maju selangkah, menyiratkan kesungguhan. “Tidak apa-apa, Nona,” ujarnya menenangkan. “Kamu ambil barang kamu di rumah tantemu dan kembali ke sini, nanti saya antar lagi.”

​Erina menggelengkan kepala dengan lembut. “Itu merepotkan, Bapak, tidak perlu,” tolak Erina sopan. Ia lalu menambahkan, sedikit memaksakan senyum. “Lagipula, Tante Talia bilang ada hal yang penting untuk dibicarakan, jadi aku tidak bisa langsung balik lagi ke panti.”

​Aksa terdiam sejenak, kecewa namun berusaha menerima. Ia kemudian mengambil keputusan cepat yang membuat Erina terkejut. “Ya sudah kalau begitu, mari saya antarkan,” katanya tegas. “Sekalian saya juga izin pamit pulang Nona Ashanti.” untuk kali pertamanya Aksa melemparkan senyum tipis nyaris tak terlihat pada Ashanti.

“Kalau begitu tunggu saya ambil tas dulu pak”

“silahkan Nona, saya setia menunggu” senyum merekah terukir diwajah tegas Aksa.

...***...

Beberapa anak di panti melambaikan tangannya setelah Erina melangkahkan kakinya keluar dari gerbang panti asuhan “kak Erina, nanti datang lagi ya …” sorak riuh anak-anak, yang juga di temani Ashanti dan beberapa pengurus panti lainnya.

Rio membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Erina, yang juga diikuti oleh Aksa, mereka duduk bersebelahan dalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan panti.

“Pak, terima kasih” ucap Erina suaranya rendah.

“Terima kasih untuk apa lagi?“ Tanya Aksa heran, dengan aksen suaranya yang khas.

“Sudah mau menjadi donatur untuk panti asuhan Kasih Sejati dan dengan nominal yang cukup banyak”

“Tidak apa-apa Nona, saya sudah biasa berdonasi dipanti asuhan, benarkan Rio?“ Aksa seolah meminta Rio untuk meyakinkan ucapannya.

“Benar, Nona Erina, beliau sering berdonasi dipanti asuhan tempat saya tinggal dulu” jelas Rio menimpal

Erina tersenyum menatap lekat pada laki-laki di sampingnya, begitu pula dengan Aksa yang baru tersadar bahwa Erina sedang menatapnya, mereka beradu pandang sepersekian detik sebelum keduanya saling menghalau pandangan.

Perjalanan yang memerlukan waktu kurang lebih satu jam ini, kini telah sampai di titik pemberhentian, sampai dimana Erina harus turun dari mobil yang di kendarai Asisten pribadi Aksa.

Rio hendak keluar membukakan pintu untuk Erina, namun geraknya terjeda.

“Tidak usah Pak Rio, saya buka pintu sendiri” ucap Erina

“Nona jika perlu apapun tolong hubungi saya, tolong jangan canggung dengan saya” pinta Aksa dengan baritonnya yang Khas

Erina tersenyum ramah dan menganggukan sedikit kepalanya, ia berdiri di pinggir jalan hingga mobil yang di naiki Aksa benar-benar pergi.

Erina melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Tantenya dengan perlahan, sampai ia didepan pintu lalu mengetuk pintu kayu yang terbuat dari jati itu berulang kali, hingga terdengar suara handle pintu terbuka.

Erina memundurkan kepalanya seakan terkejut, saat orang di balik pintu membukakan pintu dan hanya terlihat setengah badannya.

Sambutan yang diterima Erina, senyum menyeringai dengan tatapan tajam yang menyeramkan hadir di balik pintu yang tak ia sangkakan, dengan sigap tangan Erina di genggamnya dan menarik dengan segera kedalam rumah.

...****...

...SPAM KOMEN DONG READERS...

1
LebahMadu
terima kasih sudah menjadi pembaca setiaku😍
aliyanila
akhirnyaaa.. sampai ditahap aksa ngajak erina nikahh🤭
aliyanila
ayo lantkan ceritanya, aku penasaran
LebahMadu: siapp.. di tunggu
total 1 replies
LebahMadu
semoga secepatnya bisa banyak pembaca ya , dan terus dukung karya2ku👍
LebahMadu
Terima kasih dan tunggu plotwis2 berikutnya
LebahMadu
Terima kasih sudah mampir 😍
aliyanila
cerita sebagus ini, penulisannya bagus. bisa2nya sepi
aliyanila
tiap babnya bikin penasaran
aliyanila
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!