Katanya jodoh itu adalah cerminan diri.
Tapi ... mengapa pria ini begitu egois dan ketus?
Dinda Gandis (25) desainer baju pengantin, mendapat kesempatan kedua setelah menerima donor jantung milik seorang wanita muda yang kini mengubah hidupnya.
Satu pertemuan tak terduga mengubah takdir keduanya dengan tak terduga.
Johan B. Bastian (33), pengacara sukses yang penuh misterius, terus terusik dengan sifat Dinda yang membawanya pada sosok wanita yang ia cintai dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Vanya Lim" ujar mengulurkan tangan pada Johan yang menatapnya.
"Johan, Johan B. Bastian" ucapnya seraya menyambut uluran tangan Vanya yang kini berada duduk didepannya dan tengah menikmati sepotong roti dan kopi hangat.
Vanya/"ternyata kau dari Indonesia juga, benar-benar mengejutkan!!"
Johan hanya tersenyum simpul, dan sorot matanya tak berhenti menatap Vanya yang terlihat selalu tersenyum cantik.
Vanya yang merupakan mahasiswa tingkat akhir hubungan internasional , seorang anak dari pengusaha sukses di Indonesia. Vanya yang juga seorang aktifis dalam penyuluhan kesehatan dan ia juga masuk kedalam keanggotaan melawan kanker dan penyakit jantung.
Namun entah mengapa Johan sangat menikmati kebersamaannya bersama Vanya yang bisa masuk dengan mudah dikehidupan yang flat. Vanya bisa berbicara nyaman bersama dirinya dalam berbagai bahasan mulai dari yang ringan hingga yang berat.
Dan tanpa Johan sadari ia pun jadi mencintai dunia fotografi dan menjadikan Vanya objek fotonya disetiap moment pertemuan mereka.
Vanya/"kau harus membayar setiap kali mengambil gambar ku mr. Jo!" celetukanya.
Johan tertawa pelan.
Johan/"baiklaaah!! berapa harga yang harus aku bayar??"
Vanya/"ah mudah, bayarlah dengan mentraktir aku dengan makan-makanan enak!!" ujarnya santai.
Johan tak menyangka sesederhana itu bayaran untuk tiap moment mereka. Dan ia terus memperhatikan Vanya yang terlihat tengah melukis kupu-kupu dikertas sketsanya.
Johan/"kau suka kupu-kupu??"
Vanya sedikit terkaget, lalu ia tersenyum.
Vanya/"semua orang pasti menyukai kupu-kupu" jelasnya.
Johan/"tapi aku tidak!!"
Vanya/"kau tau apa!!" celetuknya mengejek.
"selain pasal dan kasus-kasus, kau pasti tidak tau apa-apa?? benar kan??" ujarnya lagi seraya menyelesaikan gambar itu.
Johan tersenyum simpul, padahal ucapnya Vanya simpel tapi entah mengapa begitu membuatnya merasa berbunga-bunga.
🍃🍃🍃
Seiring berjalan waktu, Johan tak menyadari bahwa ia memiliki perasaan pada Vanya yang membuat hidupnya lebih berwarna.
Dan pada satu kesempatan, Johan yang tengah jatuh sakit dikejutkan oleh kedatangan Vanya keapartemen sederhana miliknya.
Johan terkaget dengan kedatangan Vanya yang membawa banyak makan.
Johan/"kau!!" ucapnya terpaku melihat wajah tersenyum Vanya yang dengan tanpa ijin masuk kedalam apartemen Johan.
Vanya/"kau sakit, jelas sebagai teman aku harus menjengukmu kan!!" ujarnya entengnya dengan menaruh semua makanan diatas meja makan sederhana milik Johan.
Lalu seketika ia melihat sekeliling apartemen sederhana milik Johan yang terlihat rapi dan penuh dengan buku-buku tebal yang tersusun rapi diraknya.
Vanya/"apa kau sudah minum obat??bagaimana kau bisa sakit?? apa karena kasus itu lagi!!" ujarnya menebak.
Johan tak menjawab, ia berjalan menghampiri Vanya dengan melewati wanita itu menuju dapur mininya dan menarik sebuah cangkir.
Johan/"apa kau mau kopi mocca??" tawarnya.
Vanya/"ah, biar aku yang buat, kau kan sedang sakit mr. Jo!!" ujarnya mendekat pada sisi Johan, sehingga aroma parfum Vanya yang begitu khas membuat Johan terkesima.
"dimana kopinya??" tanyanya seraya mencoba mencari di rak dapur mini Johan yang terlihat bersih.
Johan/"disini" ucapnya seraya memeraih daun pintu lemari atas yang berada tepat dihadapan Vanya, dan sebagai pria ia pun reflek melindungi kening Vanya dengan telapak tangannya memegang kening Vanya.
Dan dengan cepat Johan meraih toples gula dan meletakkannya dihadapan Vanya yang terlihat terpaku dengan kedekatan tubuh mereka.
Johan/"ini" ucapnya yang mengagetkan Vanya.
Vanya/"ah yaa, terima kasih" ucapnya lalu kembali membuat dua cangkir kopi mocca.
Setelah itu keduanya pun duduk disofa sederhana ruangan yang terlihat luas tanpa banyak funiture.
Vanya/"aku akan pulang!!"
Johan/"???" menatap serius.
Vanya/"jadi cepat lah sembuh dan antarkan aku kebandara!!" celetukanya seraya menyerut gelas kopinya.
Johan terdiam, ia sedikit terkejut dengan kepulangan Vanya keindonesiaan. Memang hal yang wajar ia pulang mengingat studinya pun telah selesai.
Vanya/"ah, rasanya aku malas untuk pulang!!"
Johan hanya diam, mendengar celotehan Vanya, yang benar-benar berat untuk pulang ke Indonesia.
Vanya/"apa kau tak akan pulang?? atau kau akan pindah kewarganegaraan??"
Johan/"aku??" ucapnya kaget.
"entah lah, aku belum berfikir untuk hal itu"
Vanya tertawa kecil.
Johan/"???" bingung.
"kenapa??" ucapnya berlahan.
Vanya/"ah, bukan apa-apa!!" ucapnya dengan masih tertawa kecil.
Johan bingung namun ia terus terkesima dengan wajah cantik Vanya yang menertawai dirinya. Dan berlahan Vanya menarik wajah Johan dan mengehapus crem mocca diwajah pria itu dengan jemari tangannya.
Deg..deg.. jantung Johan berdebar. Ia bahkan tak berkedip ketika raut wajah tersenyum Vanya tepat dihadapannya.
Vanya/"kau seperti anak kecil yang berkumis!!" ucapnya dengan memandang bibir Johan yang ia bersihkan dari crem.
Sebagai pria normal, hasrat Johan pun berdesir. Lalu tangan kanannya meraih jemari Vanya yang menangkup wajahnya, dan berlahan tangan kiri Johan menarik tubuh Vanya untuk mendekat. Dan..
Cup.. ciuman singkat itu membuat Vanya mematung.
Johan/"tak bisakah kau tinggal untuk ku?? aku jatuh cinta padamu!!" ujarnya Johan berat diantara nafasnya dan nafas Vanya.
Vanya/"seharusnya kau mengakuinya lebih awal mr. Jo!!" ucapnya tersenyum bahagia mendengar pengakuan Johan yan mencintai dirinya.
Lalu berlahan Vanya mencium bibir Johan untuk lebih berani, Johan pun menyambut dengan senang pangutan hangat itu. Berlahan kedua saliva mereka bercampur, cumbuan hangat yang tak pernah Johan rasakan, bahkan ini adalah cinta pertamanya yang baru ia rasakan selama hidupnya.
Demi untuk bisa terus bersama, Vanya selama dua minggu sebelum kepulangan ke Indonesia, ia memilih untuk tinggal bersama Johan untuk menghabiskan waktu bersama.
Bahkan mereka merayakan hari jadian mereka yang baru berumur dua minggu itu dengan makan direstoran mewah.
Vanya terlihat sedikit canggung melihat suasana restoran yang terlihat mahal.
Vanya/"apa tidak apa-apa kita makan disini??"
Johan/"makanlaah, aku bisa pastikan tidak ada kas bon disini!!" seraya tertawa.
"kau harus tau bahwa aku seorang pengacara, bukan pengangguran!!" ujarnya membangakan diri.
Vanya tersenyum hangat pada Johan. Ia tau pria ini menyimpan banyak rahasia, namun ia tetap menyukainya. Ia yakin Johan mampu membuatnya bahagia.
Johan/"tersenyumlah!! aku akan menyimpan moment ini!!" ujarnya seraya mengarahkan. kameranya dihadapan Vanya yang terlihat tengah memegang glas sloky wine.
Ketika pulang, Vanya yang terlihat memakai jaket bulu tebalnya terlihat cantik dengan mengulung rambutnya sehingga terkesan keibuan. Johan terus menatap sang kekasih yang besok akan berangkat kembali pulang ke Indonesia.
Vanya/"huuuuufft, cuaca disini terlalu dingin"
Johan/"tapi kau tetap cantik!!" pujinya menatap Vanya.
Vanya/"uuuuhh, kau pasti akan merindukan aku??"
Dan seketika Johan memeluk tubuh Vanya dan menengelamkan wanitanya untuk tetap hangat.
Johan/"dan ini akan jadi hal yang berat untukku!!" lirihnya.
Vanya/"pulang lah!!" pintanya manja.
Johan tak menjawab, ia sedikit berat untuk hal yang satu ini. Namun tiba-tiba ia mengeluarkan sesuatu dari balik tas ranselnya. Vanya melihat dengan bingung, dan menerima dengan kaget.
Sebuah paperbag kosmetik berwarna merah terang.
Johan/"kirimkan aku selalu foto cantikmu!!" pintanya.
Vanya hanya tersenyum, lalu ia menjinjit kecil dan meraih lengan Johan dan..
Cup..kecutpan hangat mendarat dibibir Johan.
Vanya/"kau selalu tau kesukaan ku!!" ujarnya lagi. Namun dengan spontan Johan meraih pinggangnya Vanya lalu menjatuhkan ciuman hangat dibibir wanitanya. Ciuman berhasrat dan menghangatkan keduanya.
sukses
semangat
mksh