"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kediaman keluarga Candra
"Ya sudah, aku ambil saja yang ini." Ucap Riana sambil masuk kembali ke ruang ganti.
Setelah beres Riana langsung keluar dan membawa bajunya ke kasir. "Sama mau yang ini sama jam tangan yang tadi." Ucap Riana sambil menyerahkan bajunya.
"Oh iya mbak, tunggu sebentar." Ucapnya sambil menghitungnya. "Maaf mbak semua jadi 8.000.000 rupiah." Ucap pelayan itu.
Riana menganggukkan kepalanya dan langsung mengambil sebuah kartu kredit di dalam dompetnya. "Saya bayar pake kartu ini." Ucap Riana sambil menyodorkan kartunya.
"Iya, tunggu sebentar yah mbak."Ucap pegawai kasir. "Ini mbak kartu anda dan ini belanjaannya, terima kasih semoga Anda puas dengan pelayanan kami." Ucap pegawai kasir sambil tersenyum.
"Sama-sama mbak, saya permisi dulu." Ucap Riana sambil melenggang pergi.
Jeremi membawakan belanjaannya Riana dan langsung memasukkannya kedalam bagasi. Setelah selesai akhirnya mereka melanjutkan kembali perjalanannya.
Di dalam mobil...
Nampak Riana tengah memandang Jeremi yang sedang menyetir dan Riana sesekali tersenyum melihatnya.
Jeremi merasa tidak nyaman dengan tatapan Riana. "Nona apakah ada yang salah dengan diri saya, sehingga Anda tersenyum melihatnya." Tanya Jeremi.
Sambil tersenyum. "Enggak, aku hanya mengingat masa-masa kita sewaktu di kawah putih." Ucap Riana tanpa memalingkan pandangannya.
Jeremi hanya mengangguk kepalanya dan langsung kembali fokus menyetir.
"Kenapa kamu berbeda sekali dengan waktu itu?" Tanya Riana.
"Saya memang seperti ini." Jawab Jeremi dengan singkat.
Sambil menyunggingkan bibirnya. "Kamu mungkin mempunyai dua kepribadian." Ucap Riana.
"Mungkin saja." Jawab Jeremi.
"Ih, kok kamu jadi nyebelin lagi." Ucap Riana dengan nada kesal.
Riana nampak memalingkan pandangannya. Sedangkan Jeremi memberikan senyuman kecilnya, karena melihat Riana yang tengah marah.
Tak ada pembicaraan lagi di dalam mobil. Riana nampak bosan dan akhirnya tertidur.
1 jam kemudian...
Akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Candra. Nampak semua pelayan menyambutnya dengan hangat.
Jeremi menghentikan mobilnya dan membangun Riana. "Nona kita sudah sampai." Ucap Jeremi sambil menepuk-nepuk pundaknya.
"Emm, kita sudah sampai." Ucap Riana sambil membuka matanya.
Setelah Riana mengumpulkan nyawanya, dia langsung keluar dari mobil dengan wajah yang cemberut.
"Selamat datang kembali Nona muda." Ucap para pelayan.
Riana tak menjawab sambuta mereka, dia langsung masuk ke rumah. Disaat Riana tengah berjalan, nampak pak Candra tengah duduk di sofa menyambut Riana.
"Sayang, akhirnya kamu sudah pulang." Ucap Pak Candra sambil memeluk anaknya.
Sambil membalas pelukannya. "Papah, Kapan papah pulang?" Ucap Riana sambil tersenyum.
Sambil melepaskan pelukannya. "Kemarin, karena Papah cemas dengan keadaan kamu." Ucap Pak Candra sambil mengelus rambutnya.
"Pah, aku baik-baik saja. Di sampingku sekarang ada Jeremi yang selalu menjagaku dan papah tidak perlu khawatir lagi." Ucap Riana sambil tersenyum.
"Sekarang dia dimana?" Tanya Pak Candra.
"Dia sedang membawa barang-barannku di dalam bagasi." Ucap Riana.
Sambil duduk. "Ayo, sekarang kamu duduk dulu." Ajak Pak Candra.
Riana menuruti perkataan Pak Candra. Disaat mereka tengah bercengkrama Jeremi datang dengan membawa koper dan barang belanjaan Riana.
"Jeremi kemarilah." Ucap Pak Candra sambil melambaikan tangannya.
Sambil menghampiri. "Ada apa Pak?" Tanya Jeremi.
"Duduklah dulu, saya ingin mengobrol bersama kalian." Ucap Pak Candra.
"Iya." Ucap Jeremi sambil mendudukkan bokongnya di atas sofa.
Sambil melihat kearah Jeremi. "Terima kasih, karena kamu telah menyelamatkan anak saya." Ucap Pak Candra sambil tersenyum.
"Itu memang sudah tugas saya dan Anda tidak perlu berterima kasih kepadaku." Ucap Jeremi.
"Oh iya, boleh saya tahu kamu berasal dari mana?" Tanya Pak Candra.
"Saya berasal dari Yogyakarta." Ucap Jeremi.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁