NovelToon NovelToon
Mandala Yin Yang

Mandala Yin Yang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Dikhianati oleh wanita yang ia percayai dan ditikam oleh kekasih gelapnya, Che Tian, seorang Saint ahli strategi dari sekte besar, gugur bukan karena lemahnya kekuatan—melainkan karena kekeliruan dalam mempercayai cinta.

Namun kematian bukan akhir bagi Sang Saint.

Ia bereinkarnasi ke tubuh pemuda biasa di desa terpencil. Di dunia yang tak berubah, ia kembali dengan ingatan utuh, pemahaman tak tertandingi tentang strategi dan formasi, serta membawa warisan yang tak dapat dirampas oleh takdir: Diagram Yin Yang, artefak sakti yang dapat berubah menjadi pedang, busur, hingga cermin pemecah ilusi.

Saat dunia kembali bergolak dan kekuatan besar bertarung memperebutkan kendali, Che Tian melangkah di jalan baru: Dao Yin, Jalan Kegelapan dan Strategi. Bukan hanya untuk membalas dendam, tetapi untuk menulis ulang takdir, menggulingkan para "Dewa", dan mendirikan Dao yang belum pernah ada sebelumnya.

"Meskipun aku terjatuh 1000 kali, aku akan bangkit 1001 kali dan menjadi yang terkuat "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Masalah Cinta

Che Tian, Ye Qingxian, dan Lin Haotian berjalan di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Kota ini sangat ramai, pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka, para bangsawan berlalu-lalang dengan kendaraan mewah, sementara murid-murid sekte terkenal berjalan penuh percaya diri dengan pakaian khas mereka.

Tiba-tiba, di sebuah jembatan batu, mereka melihat seorang perempuan berdiri di tepi, tampak putus asa. Rambutnya berantakan, wajahnya basah oleh air mata, dan kakinya sudah setengah melayang di atas sungai yang mengalir deras di bawahnya.

Seketika, Che Tian melangkah maju dan dengan satu gerakan cepat, dia menarik perempuan itu ke belakang sebelum dia sempat melompat.

"Hei, hei, kalau mau bunuh diri, jangan di sini. Kau mengganggu pemandangan," kata Che Tian santai.

Perempuan itu terkejut dan menatapnya dengan mata penuh air mata. "Lepaskan aku! Hidup ini tidak ada artinya lagi!"

"Kenapa?" tanya Ye Qingxian dengan cemas.

Perempuan itu mengusap air matanya dan mulai bercerita dengan suara gemetar. "Aku dulu memiliki kekasih... kami saling mencintai selama bertahun-tahun. Aku selalu menunggu kepulangannya setiap hari, tapi akhirnya dia pergi bersama wanita lain! Aku sudah memberikan segalanya, tapi dia mengkhianatiku!"

Che Tian mendengar itu dan hanya menghela napas. "Astaga... aku kira masalahnya serius. Ternyata hanya urusan cinta."

Perempuan itu menatapnya dengan marah. "Bagimu ini sepele, tapi bagiku ini menyakitkan!"

Che Tian tersenyum dan menepuk bahu Lin Haotian. "Jangan khawatir, masih banyak pria lain di dunia ini. Contohnya, dia."

Lin Haotian yang sedang minum teh langsung tersedak. "Hah?! Kenapa aku?!"

Che Tian menepuk punggungnya sambil berkata, "Kau masih muda, tampan, dan... yah, meskipun tidak terlalu berbakat, tapi setidaknya masih bisa dijual."

Perempuan itu melirik Lin Haotian dengan mata merah. "Semua laki-laki sama saja. Tidak ada yang setia!"

Lin Haotian langsung defensif. "Hei, hei, aku belum pernah punya kekasih sekalipun, bagaimana bisa aku tidak setia?!"

Che Tian terkekeh dan berkata, "Oke, begini saja. Agar kau tidak sedih dan berpikir aneh-aneh, ayo kita pergi ke penginapan. Kau butuh istirahat."

"Penginapan?" tanya perempuan itu.

"Ya, kita semua akan menginap di satu kamar."

Lin Haotian dan Ye Qingxian langsung menoleh ke arah Che Tian dengan ekspresi kaget. "APA?!"

Perempuan itu juga membelalakkan matanya. "Empat orang di satu kamar?! Dua laki-laki dan dua perempuan?!"

Orang-orang di sekitar mereka yang mendengar langsung melirik dengan tatapan aneh.

Seorang pria tua yang kebetulan lewat mengelus janggutnya dan mengangguk. "Anak muda zaman sekarang memang bebas sekali... aku mendukung kalian!"

Che Tian tidak peduli dan langsung menarik mereka semua ke penginapan terdekat.

Begitu sampai di meja resepsionis, seorang pelayan perempuan tersenyum dan bertanya, "Berapa kamar yang ingin dipesan, Tuan?"

Che Tian mengeluarkan satu koin emas dan berkata dengan santai, "Satu kamar."

Lin Haotian hampir pingsan di tempat. "KAU SERIUS?! KITA EMPAT ORANG DAN KAU CUMA PESAN SATU KAMAR?!"

Pelayan itu tersenyum kaku dan melirik mereka dengan curiga. "Tuan, biasanya... pasangan pun memesan dua kamar, kenapa kalian hanya satu?"

Che Tian menjawab santai, "Kami ingin menghemat uang. Lagi pula, kami orang yang bermoral tinggi. Tidak akan terjadi apa-apa."

Ye Qingxian menutup wajahnya dengan kipas, malu. Lin Haotian menatap langit-langit seperti meratapi nasibnya.

Perempuan yang tadinya ingin bunuh diri kini malah lupa kesedihannya dan ikut memikirkan bagaimana mereka akan tidur nanti.

"Baiklah, ini akan menjadi malam yang panjang," gumam Lin Haotian pasrah.

1
Phonik Sialan
Tantainya bagus
👍👍👍👍👍
Laaaaanjuuutkan
Sexsi sekali Bibi Xuan Ho
Pangeran dari Kerajaan mana
Laaaanjuuuuuut
Mcnya harusnya dingin... tdk mudah tergoda cewek
Laaaanjjuuuuut
Booooom Keluar dari Arena
Siapa Gadis itu
Selendang Sutra
Masa gurunya suruh gendong bayi
Akhirnya kembali hidup
Ling Yihan..
Siapa pemuda itu
Cerita cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!