NovelToon NovelToon
Blind Love

Blind Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoelfu

Jika ada perempuan lain yang bisa meluluhkan hati Aksa selain ibu dan adiknya, maka Love lah perempuan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoelfu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Yang Menyerang

Satu tahun telah berlalu begitu cepat. Dan ada perubahan dalam hubungan antara Aksa dan juga Love. Bukan perubahan yang baik pastinya. Karena selama satu bulan belakangan ini, mereka belum lagi saling menghubungi satu sama lain.

Kesibukan keduanya yang mejadi alasan. Love sedang sibuk dengan ujiannya, pun dengan Aksa.

"Belum ada jawaban?" Naura duduk di depan Love dengan membawa sebotol minuman dingin. Mereka duduk di atas rumput taman kampus.

"Belum." Love menjawab lesu. Dia memang berusaha untuk menghubungi kekasihnya itu. Berbulan-bulan yang lalu, komunikasi mereka masih begitu lancar. Tapi entah kenapa, semuanya berubah dalam waktu satu bulan ini.

Love mengatakan kepada Kla tentang sulitnya komunikasi dirinya dengan Aksa, dan Kla pun mengatakan hal yang sama. Bahkan ketika Kla menghubinginya saja, hanya di balas dengan pesan dari Aksa jika dirinya sedang sibuk dan belum bisa menerima panggilan.

Namun berbeda jika sang bunda atau ayahnya yang menghubungi. Sesibuk apapun Aksa, dia akan tetap menerima panggilan tersebut meskipun hanya sebentar.

"Coba deh lo tanya lewat pesan." usul Gea. Love bergeming.

"Udah. Dan nggak ada jawaban." Love benar-benar merasa tak tenang sebetulnya. Tapi mau bagaimana lagi. Yang bisa dia lakukan hanyalah menekan rasa gundahnya di dalam dirinya sendiri.

"Lo nggak curiga sama dia?" Naura mengatakan rasa penasarannya kepada Love.

"Kenapa harus curiga, gue percaya sama dia." iya. Love percaya dengan Aksa. Sebelum satu bulan ini. Tapi sekarang, dia juga merasa sedikit mencurigai Aksa. Namun, dia tak akan mengatakan itu kepada siapapun. Termasuk kedua temannya.

"Gue tahu. Maksud gue, dia di sana dikelilingi cewek-cewek cakep. Bule pula, meskipun iman cowok lo kuat, tapi bisa aja kan dia mencoba-coba untuk 'mencicipi' gimana deket sama si bule itu." analisa Naura ini seperti menyudutkan orang yang sudah menyerah.

Love memasang wajah datarnya berusaha tak terpengaruh meskipun dalam dadanya, jantungnya berdetak keras.

"Gue bisa hadepin bule-bule itu kalau sampai mereka berani deketin pacar gue." kalimat angkuh yang Love ucapkan sama sekali tak singkron dengan matanya yang tiba-tiba sayu. "Gue bisa lakuin apapun. Lo tahu itu." tambahnya. "Gue balik dulu deh. Sampai ketemu besok." pamitnya dan segera berjalan cepat menuju parkir mobil.

Dia memang sudah sering membawa kendaraan sendiri sekarang. Karena SIM, sudah didapatkan.

Love tak langsung mengemudikan mobilnya dan malah menelungkupkan wajahnya di atas stir mobil. Tangannya bergetar mengingat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi tentang Aksa.

"Gue percaya sama dia. Gue percaya." air matanya menetes dan langsung dihapusnya. Menolak untuk menjadi lemah. Sifatnya tak se-kekanak-kanakan satu tahun lalu. Kini Love sudah banyak berubah. Lebih dewasa dalam menyikapi segala masalah yang menimpanya.

Namun sayangnya, Aksa tak menerima panggilannya sampai berbulan-bulan kemudian. Lelaki itu seperti hilang ditelan bumi. Email, chat, atau media apapun yang bisa dihubungi oleh Love sudah gadis itu coba. Dan hasilnya nihil.

Tak ada tanggapan ataupun balasan barang sekata saja, hanya untuk pemberitahuan jika lelaki itu baik-baik saja.

Dan sekuat-kuatnya Love menahan rindu, kegelisahan, atau apapun yang merasuk di dalam hatinya tak lagi bisa dia cegah untuk tak lagi mengeluarkan air mata.

Dalam keheningan malam, dia menangis. Ketika waktu sepertiga malam, dia bersujud dan berkomunikasi kepada Tuhan agar kegalauannya bisa segera berakhir dengan kejelasan yang Aksa berikan kepadanya.

Pagi ini, ketika tak memiliki jadwal kuliah, Love memutuskan untuk pergi jalan-jalan keluar rumah. Dengan mengedarai mobilnya, dia pergi menuju Akeda's Palace. Dia ingin menikmati waktu santainya di sana.

"Kak Love?" sebagian pelayan di sana memang sudah mengetahui jika dia adalah kekasih dari Aksa.

"Hai. Tia." sapa Love.

"Kak Love mau pesan apa?" Tia siap mencatat makanan yang akan dipesan oleh Love.

Love mengatakan makanan dan minuman pesanannya. Setelah Tia pergi, Love hanya menatap ke luar dengan wajah datar. Pikirannya kembali memikirkan perubahan sifat Aksa.

Dalam hati dia bertanya pada dirinya sendiri.

Apakah memang seperti inikah hubungan jarak jauh?

Apakah hubungannya dengan Aksa tidak akan berhasil dan akan putus ditengah jalan? 

Dengan menghela napas panjang, Love mengenyahkan segala pikiran buruk yang menyerangnya. Menghibur dirinya sendiri jika memang Aksa bukanlah jodohnya, maka akan ada lelaki pengganti Aksa yang jauh lebih baik.

"Makanannya, Kak. Silahkan." Tia kembali datang dan membawa makanan yang dipesannya tadi.

"Terima kasih." katanya sambil tersenyum kecil.

Makanan di Akeda's Palace memang sangat jempolan. Kalau tidak, tidak mungkin akan banyak pengunjung yang datang.

"Love?" Love mengangkat kepalanya dan mendapati Leon di sana.

"Bang Leon?" seperti dirinya dan Aksa, Leon dan Biya juga sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Biya maupun Leon. Tanpa ada drama seperti yang Love dan Aksa waktu itu.

Leon menarik kursi di depan Love. "Kok sendiri?" tanya Leon.

"Emangnya sekafe ini bukan manusia?" jawab Love ketus. Leon hanya terkekeh saja mendengar itu. Dia tahu betul tabiat Love.

"Sensi banget sih. Kenapa? Kangen seseorang ya?" goda Leon yang membuat Love memutar bola matanya malas. Dan sama sekali tak menanggapi ucapan Leon.

Tak peduli dengan sikap Love kepadanya, Leon tetap di sana dan malah memesan makanan untuknya sendiri. Dia memang sudah tak lagi bekerja sambilan di sana seperti waktu itu. Karena Leon memang sudah bekerja dan meniti karirnya.

Deringan ponsel Leon terdengar. Melihat siapa yang menghubunginya, Leon tersenyum. "Hei, ma bro Aksa."

Love tanpa menatap Leon, mencengkram erat garpu yang ada di tangannya. Apa-apaan ini. Begitu batinnya. Aksa bisa menghubungi Leon, tapi tak sekalipun penggilannya di terima oleh Aksa.

"Iya gue tahu. Ada Love juga di sini. Mau ngomong?" Love sudah gugup sekali mendengar itu. Beberapa bulan tak mendengar suara Aksa dan mungkin kali ini dia akan bisa berbicara dengan lelaki itu.

"Gitu ya? Ok. Gue tutup dulu kalau gitu."

Apa ini? Jerit Love dalam hati. Aksa tak mau berbicara kepadanya kah?

"Aksa kayaknya sibuk banget." ucap Leon memberi tahu.

"Abang sering dihubungi Aksa?" dan anggukan Leon membuat Love ingin sekali menangis. Tapi dia menahannya.

"Iya. Apalagi kita ada sedikit proyek kecil-kecilan. Jadi ya, sering banget kita telponan. Kenapa? Kamu nggak dilupain sama dia kan?"

Love tak bisa menjawab pertanyaan Leon. Seberapa penting proyek itu dibandingkan dirinya, sampai Aksa begitu tak acuh padanya.

"Love!"

"Enggak lah Bang. Komunikasi kita juga ok kok." Leon tersenyum lega.

"Syukur kalau gitu." Leon hanya tidak tahu jika Love sedang menahan segala kekecewaan yang masuk ke dalam hatinya.

Kesalahan apa yang dia lakukan sampai Aksa menghubungi orang lain tapi tidak mau menerima panggilannya.

Apa yang sebetulnya melatar belakangi berubahnya sifat Aksa yang tiba-tiba seperti sekarang. Berbulan-bulan tak memberinya kabar. Berbulan-bulan mengabaikannya. Berbulan-bulan melupakannya.

Love tak meneruskan makannya karena tenggorokannya terasa tercekik. Berkali-kali menghela napas agar dia tak mengeluarkan air mata di depan umum.

"Aku balik ya, Bang." pamitnya kepada Leon. Dengan bingung Leon menatap Love.

"Loh, kenapa? Makanan kamu masih loh ini." begitu tanya Leon.

Menggelengkan kepala, Love tersenyum tipis. "Aku lupa kalau ada sesuatu yang harus aku urus." Love sungguh merasa sangat gamang sekali sekarang.

Dia bisa saja nekat pergi ke Singapura untuk meminta penjelasan kepada Aksa. Tapi dia tak ingin. Dia takut kenyataan lebih pahit menghantamnya.

"Bawa mobil?" Leon tahu jika Love sedang tak baik-baik saja terlihat mata gadis itu seperti tak bisa fokus melihat pada sesuatu.

"Iya." Love meletakkan uang tunai di atas meja. "Tolong nanti bayarkan ya, Bang."

"Udah nggak usah. Aku aja nanti yang bayar."

Love tak peduli dengan ucapan Leon. Karena dia langsung pergi dari sana dengan berjalan cepat. Meskipun kakinya terasa lemas, tapi dia memaksa agar dia terlihat baik-baik saja.

Bahkan saat sampai di dalam mobil saja, dia hanya terdiam dan tak langsung pergi dari sana

Dalam hati bertanya, inikah akhir dari kisahnya bersama Aksa?

Lalu, kebahagiaan yang pernah dirasakannya waktu itu, apakah hanya akan jadi sebuah kenangan baginya?

"Aksa. Apa yang sebenarnya terjadi?" dan air mata Love kini benar-benar keluar tanpa dikomando. Hatinya terasa remuk tak karuan.

•°•

1
Luar biasa
Azzalea
ini asli nggak ada kelanjutanya kah.... padahal udah nungguin dari lama🥰🥰🥰🥰
Anggra
kykny menarik
Violet Agfa
kakaaakkk... ...kenapa ggak lnjut aGe karyany..... padahal aku tu sring bGt liad plat ny kk, aku ama blind love suuukaaa bGt, ini cerita awaL xG aku bCa pas nemu app inii,,, tapiiii ditungguiiinnn loem ada hilal kLo bakalan ada krya lagiii.. ....
How?
tetap semangat bro
nanae
gondok bacanya.. nangis jdinya
Siti Hidayatun
aduhh bner serem ya... makanya anak2 ak gak da yang boleh liat sinetron. emaknya tiap hari jadi ikutan nonton riko the series sopo jarwo dll..
Siti Hidayatun
kaya ak... anak bru 6 sma 4 th klo langgar peraturan hukum
Siti Hidayatun
keingwt dlu LDR an pdhl tegal jakarta. ak yang dijakarta karena kerja sambil sekolah..beray dan nyesek. tetapi tuhan berkata lain dan kiya tidak berjodoh
Siti Hidayatun
syedih ya Allah
Siti Hidayatun
haaaahaaaa
Siti Hidayatun
serasa masul di dunia novel ini
Siti Hidayatun
kocak
Arshell
gila Aksa, sebelas dua belas sama daka pas waktu masa pacaran. like father like son
Rasya Pertiiwii
uhhhuy,banget dah babang virgo 😂
Dian Amelia
duo asik ya..
Dian Amelia
dalam novel aja kalee, secara biasanya cowok ganteng bengal, cowok pinter cupu....huuu7 wakakakakakak😂😂😂
Dian Amelia
tul..author kalo baca flashback lama mudengnya. l😁
Esti Novita W
Kakak, lanjutannya dimanakah???
Ristiah Anakjawa
aq ikut mewek jadi ea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!