Squel dari Found Love in Kyoto.
Namun, ada yang tidak di sangka. Anthonino menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah ia temui seumur hidupnya. “Sayang?” tanyanya, ia mengerutkan keningnya, mata birunya memandang seluruh wajah Keiko.
“Are you virgin?” tanya pilot itu.
Hening sejenak. “Yess, i’am,” jawab Keiko.
“Shit!”
Ikuti kisah cinta Yamada Keiko yang manis.
Yamada's lover
⚠⚠⚠ SKIP BAGIAN YANG BERTANDA MERAH BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cherryblossom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nameera pulang
“Apa kau akan mengikutiku?” tanya Keiko sedikit ketus.
“Tentu saja.” jawab Anthonino sambil membukakan pintu mobil untuk Keiko.
“Jadi di London di mana kau tinggal?” tanya Keiko ketika Anthonino sedang mengemudikan mobil.
“Sebenarnya aku juga ingin tinggal di mansion kakekmu,” jawab Anthonino dengan nada santainya.
“Itu tidak akan terjadi, dan tolong jangan kau terlalu sok akrab, kenapa kau memanggil Granddad ku seolah olah dia kakekmu!”
“Dia kakek dari istriku, tentu saja ia adalah kakekku.”
Keiko memalingkan wajahnya memandang jalanan kota London dari kaca di samping kanannya, wajahnya terasa panas, entah mengapa setiap kali berdekatan dengan pria yang telah resmi menjadi suaminya Keiko merasa detak jantungnya terasa melompat lompat tak berirama, bahkan ia tidak bisa mengendalikan perasaan aneh yang terus menjalar di dadanya, darahnya kadang terasa berdesir dan kadang ia merasa frustrasi karena perasaan aneh itu.
“Aku akan menjemputmu setelah kau selesai dengan pekerjaanmu,” kata Anthonino sambil menciumi pipi Keiko.
Keiko hanya mengangguk, sesat ia merasa bahagia setiap bersama Anthonino, namun sebentar saja perasaan bahagianya hilang bagai jejeran huruf yang ia tulis di atas pasir lalu tersapu ombak di pantai dan berganti dengan jantungnya terasa amat sangat sakit, mengingat mungkin cepat atau lambat ia akan berpisah dengan pria yang tatapannya membuat perasaannya bergetar.
****
Nameera membuang selimutnya, ia sangat kesal karena sudah satu bulan semua rutenya adalah negara-negara yang membuatnya merasa tidak nyaman. Seperti harus terbang ke Beijing, prancis, Australia, dan belanda. Ia bahkan telah memeriksa rutenya untuk bulan depan dan sama saja, hasilnya nihil, semua negara yang akan di kunjunginya semua adalah negara yang tidak membuatnya bersemangat.
Mengepalkan tinjunya ia segera meraih ponselnya dan memanggil ayahnya, Andrew Tjiptadjaja. Dan seperti dugaannya, panggilan dari Nameera di abaikan oleh ayahnya.
Seperti terbakar emosi Nameera mengemasi barang barangnya, entah karena apa ia mulai merasa muak dengan semua yang terjadi dalam hidupnya.
Ia mulai merasa lelah berada jauh dari keluarganya, ia merasa hidupnya benar-benar tidak beruntung, ia tidak seberuntung Keiko yang memiliki segalanya.
Beberapa jam kemudian ia telah berada di kediaman orang tuanya di Uzbekistan, dengan raut wajah masam ia memasuki rumah orang tuanya dan langsung menuju kamar orang tuanya.
“Mommy, Daddy!” suara Nameera melengking memekakkan telinga.
Zakia ibunya terkejut melihat putrinya yang tiba-tiba muncul di rumah itu.
“Nameera? Kau pulang nak?” sapa Zakia, tentu ia bahagia mendapati putrinya kembali ke tempat tinggal mereka.
“Di mana daddy?” tanya Nameera acuh.
“Daddymu masih di perusahaan,” jawab Zakia
“ini hampir malam dan pria gila itu masih bekerja?” tanya Nameera dengan nada sinis.
“Nameera, jaga bicaramu!” Zakia memperingatkan.
“Dia mengabaikanku sepanjang waktu, aku memanggilnya berulang kali,” keluh Nameera.
“Kau menelefon di tengah malam, Nameera perbedaan waktu, seharusnya kau paham.”
Nameera mendengus, “seharusnya ia bisa memanggilku besok paginya,” keluh Nameera.
“Sayang, bersihkan tubuhmu, mommy akan menyuruh pelayan untuk menyiapakan makan malam kita.” Zakia mengalihkan pembicaraan.
Nameera berbalik menuju kamarnya tanpa menjawab perkataan ibunya.
Malamnya ketika Nameera sedang menuruni tangga untuk menuju ruang makan ia melihat ayahnya baru saja memasuki rumah.
“Daddy...!” panggil Nameera.
“Nameera, kapan kau kembali?” tanya Andrew Tjiptadjaja ayah Nameera.
“Daddy ada yang ingin aku bicarakan,” kata Nameera sambil setengah berlari menghampiri ayahnya.
Andrew memandang putrinya, “Daddy akan mandi terlebih dulu, oke?” kata Andrew sambil melangkah menuju kamar utama rumah itu.
Nameera tampak gusar memandangi langkah ayahnya, mengapa ayahnya tidak mengerti dirinya sama sekali, hanya perlu sedikit waktu untuknya.
SORRY KEMARIN AUTHOR SIBUK BANGET, HARI PERTAMA SIBUK HURU HARA SAMA PARA AUTOR KECE.
HARI KEDUA SIBUK SAMA OLEH OLEH DARI LUAR KOTA ( BACA CUCIAN) SAMPE GAK SEMPAT EDIT NASKAH.
KEDEPANNYA AUTHOR BAKAL BIKIN SERING BUAT PENGUMUNAN SAMA BOCORAN NEXT CHAPTER SEMUA NOVEL ON GOING DI IG AUTHOR, DI INSTAGRAM STORY YA. KARENA FEED IG AUTHOR GA BISA DI PAKE 😆 MALES REPOT HAPUSIN 😆😆😆
INSTAGRAM HANYA SATU 👉👉 @YAMADA.LIVIA
OKE TAP JEMPOL KALIAN 😚😚😚😚