NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pengganti / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Haasaanaa

Aksa yang selalu saja merasakan sakit hati kala jatuh cinta, kini ia harus merasakan sakit hati lagi kala sang kekasih memilih pergi kala pernikahan akan berlangsung besok.

Mau tidak mau demi menjaga martabat keluarga dan Perusahaan, Aksa harus menikahi Adik Iparnya, Yara.

Apakah yang terjadi dengan pernikahan serba terpaksa mereka?
jangan lupa follow, vote, dan like yaa 🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Aksa membawa Yara menuju keruangan nya, dimana di sana langsung disambut oleh Arzan. Tentu saja Arzan heran melihat Aksa bersama dengan Yara, tidak biasanya seorang Aksa membawa Wanita ke tempat kerja.

"Selamat pagi, Tuan.." Sapa Arzan yang hanya mendapatkan anggukan kepala saja dari Aksa.

Lain dengan Yara yang tersenyum manis kepada Arzan, ia memerhatikan sekeliling yang terlihat rapi. Ruangan Aksa yang tertata dengan sangat baik, Buku-buku tersusun sesuai warna. Yara melihat foto pernikahan mereka lagi, ia tersenyum sendiri jadinya.

"Arzan, sekarang Yara adalah sekretaris pribadi ku. Dia tidak bekerja mengenai kantor, tapi bekerja untuk ku. Kau ajarkan dia, hal-hal yang aku sukai dan tidak." Perintah Aksa kepada Arzan yang kini terheran-heran.

Arzan tidak menyangka jika Aksa sampai harus capek-capek menjadikan Yara sebagai pengurus pribadi nya. Padahal Arzan ingat sekali, jika Aksa pernah mengatakan sesak jika terus dekat dengan Yara. Lalu apa maksud semua ini?

Tidak mau berpikir macam-macam, Arzan langsung memberitahu Yara apa yang tidak disuka dan disukai oleh Aksa. Yara mendengarkan dengan baik, ia bahkan mencatat di buku kecil yang diberikan Arzan. Hingga Yara paham, barulah Arzan kembali keruangan nya.

Yara duduk disofa ruangan Aksa, ia tidak menyangka begitu banyak hal yang Aksa tidak sukai. Itu tercatat sampai berlembar lembar membuat Yara bingung bagaimana cara menghafal semua ini. Yara menyimpan buku kecil itu ditas selempang nya, ia memerhatikan Aksa yang tengah sibuk bekerja dengan laptop di hadapan nya.

"Kak, mau kopi?" Tanya Yara, ia ingat kalau sebentar lagi jadwal menanyakan Aksa mau minum kopi atau tidak. Pria itu mengangguk saja seolah berat untuk berhenti fokus dengan benda di hadapan nya.

Yara tidak banyak protes, karna hari pertama bekerja Yara ingin semua dikerjakan dengan cara yang sempurna. Yara langsung menuju pantry khusus CEO, terletak tidak jauh dari ruangan Aksa. Dengan penuh hati-hati Yara membuatkan kopi untuk Aksa, ia harus menjaga citra dengan baik kali ini.

Sementara itu Aksa, ia lega karena tugas yang sulit sudah terselesaikan. Aksa meregangkan otot-otot tangan yang mungkin kaku,sembari matanya melihat keseluruhan ruangan. Hanya ada tas selempang Yara yang tergeletak di meja, ia tersenyum tipis kala mengingat kebahagiaan Yara mendapatkan gaji dua digit.

"Padahal aku bisa memberikan yang lebih banyak lagi, tapi tetap saja.. Yara memang berbeda." Gumam Aksa di dalam hati, ia menyadarkan pikiran nya sendiri.

Pintu ruangan terbuka, terlihat Yara yang masuk dengan secangkir kopi ditangannya.

"Ini kopinya, Kak.." Dengan penuh hati-hati Yara meletakkan kopi itu di meja Aksa.

Aksa mengangguk saja, ia memerhatikan Yara yang pelan-pelan mengaduk kopi itu.

"Kinerja mu cukup bagus, aku kagum dengan itu." Puji Aksa yang langsung membuat Yara tersenyum bahagia. Bahkan mungkin Yara kali ini merasa akan seperti meleleh karna pujian sang suami.

Karna Aksa merupakan sosok yang malas bicara dan memerhatikan orang. Jelas saja Yara terharu dengan pujian itu, ia tahu Aksa tidak sedingin itu jika bisa memahami dengan baik.

Yara ingat, ia langsung berjalan menuju belakang kursi Aksa. Tentu saja Aksa heran, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan istri kecilnya itu. Tiba-tiba saja Aksa terkejut kala tangan Yara mendarat pada pundak nya, dan itu membuat Aksa langsung menegang seketika.

"Kau mau apa?" Aksa berusaha menjauhkan tangan Yara, ia ingat jika Arzan tidak pernah mengerjakan hal seperti yang Yara lakukan.

Yara menatap Aksa dengan tatapan super duper lugu. "Loh, Aku mau mijat, Kakak.. Kata Arzan tadi begitu, kalau Kakak sudah tidak sibuk dengan dokumen.. Aku harus memijat." Perjelas Yara yang langsung membuat Aksa ingin mengutuk asisten pribadinya itu.

Kala Aksa terlihat tidak protes lagi, Yara langsung melanjutkan pekerjaannyapekerjaannya. Memijat Aksa dengan penuh hati-hati, dengan pijatan yang lembut membuat Aksa terlena. Bahkan Aksa sampai memejamkan mata, pijatan Yara cukup nyaman baginya.

Mungkin saja Aksa sampai ingin tertidur jika Yara lebih lama memijat nya. Hanya saja Yara terhenti karena ponsel Aksa yang terus berbunyi. Ia mengangkat panggilan itu, lalu memberikan ponsel Aksa kepada sang pemilik.

"Halo.." Aksa menanggapi panggilan itu sembari menikmati pijatan Yara yang kembali dilakukan.

"Aksa, kau dimana?" Suara itu membuat Aksa langsung melotot sempurna. Ia menatap layar ponsel, ternyata Jake.

"Di kantor, Ayah.." Aksa tahu kalau Jake akan mengomel, ia langsung mematikan panggilan itu sepihak. Kembali menikmati pijatan Yara yang cukup nyaman baginya.

Hingga Aksa tertidur pulas, ia tertidur di bangku kerja. Yara Heran melihat nya, ia berjongkok di hadapan Aksa. Yara tersenyum memandangi wajah tampan Aksa, ia terlena sebentar dengan keindahan sang suami.

Yara seperti bermimpi mendapatkan suami setampan Aksara Pratama. Jujur, Aksa adalah bentuk dari segala doa-doa nya. Yara tidak menyangka, akan mendapatkan suami setampan yang ia bayangkan semasa kecil.

"Suamiku memang tampan, jadi tidak ada waktu untuk memerhatikan pria lain." Gumam Yara didalam hati.

Yara bangkit dengan gerakan perlahan-lahan, Kala Yara ingin pergi dirinya salah fokus dengan sesuatu yang ada diwajah tampan Aksa. Yaitu ada semut diwajah tampan sang suami, Yara tidak mau semut itu menganggu tidur sang suami.

Perlahan Yara melangkah lebih dekat dengan Aksa yang tertidur pulas di bangku kerjanya. Ia lebih dekat lagi untuk lebih mudah menyingkirkan semut itu. Yara melakukannya penuh dengan hati-hati takut Aksa terbangun dari tidurnya.

Akhirnya berhasil barulah Yara menghela napas lega kala sudah berhasil menyingkirkan semut itu. Tapi, kala Yara ingin melangkah pergi.. ada beberapa helai rambutnya nyangkut di kancing kemeja Aksa.

Tentu saja Yara kebingungan, ia takut membangunkan Aksa dari tidurnya. Dengan penuh hati-hati Yara berusaha melepaskan rambutnya dari kancing kemeja Aksa. Tapi, sangat sulit. Yara tidak menyerah, ia terus berusaha melepaskan sangkutan itu sambil berdoa agar Aksa tidak terganggu tidurnya.

Akhirnya berhasil juga, Yara menghela napas lega. Tapi, kala ingin melangkah pergi, kakinya tersandung hingga terjatuh tepat diatas pangkuan Aksa. Seketika Aksa langsung terbangun dari tidurnya karna seperti kejatuhan sesuatu.

Aksa terkejut kala melihat Yara yang sudah berada diatas pangkuannya. Mereka saling tatap satu sama lain, Yara yang terkejut dan malu sekali. Aksa yang tersenyum sinis, sepertinya dirinya salah paham sekarang.

1
Jamayah Tambi
Klu muda2 mcm Yara mau 10 hari Aksa.Sabar je lah.
Jamayah Tambi
Cinta memang bodo amat Boleh membutakan mata dan hati.
Jamayah Tambi
Aksa susah apa.Rumahnya bayak
Jamayah Tambi
Ha dah tercuduk
Jamayah Tambi
Tak lumpuh pun.Hanya pura2 lumpuh.Yg lumpuh itu hatinya yg tidak pernah baik
Jamayah Tambi
Itu yg terbaik.Guna kerusi roda bagaimana bisa naik tangga.Adakah jeruso ruloda Hera boleh terbang mcm dron.Tak pikir ke Aksa.
Jamayah Tambi
Wow.Ada rumah kenapa dlm mobil
Jamayah Tambi
Salah kau juga Yara yg bawa masuk ular ke rumah tanggamu
Jamayah Tambi
Usir saja.Tak guna simpan ular dlm rumah.Nanti akam membelit
Jamayah Tambi
Kalau nak rumahtangga mu aman tilong keluarkan Hera dari rumah kalin.Kan ada rumah lain.Jangan biarkan Heta berleluasa menganggu rumah tangga kalian
Jamayah Tambi
Kau jgn perasan Hera yg Aksa masih mau dgn mu.Seujung ku pun tiada lagi rasa itu pada mu.Hanya kasihan.
Jamayah Tambi
Cakap tak filter dua laki bini ni
Jamayah Tambi
Bodo amat kau Yara.
Jamayah Tambi
Baik sangay orang.Bagi Appertment jr cukup.Dia kan tinggal dorang.Bagi seoram pembantu sudah.Bg juga bisnes kedai runcit cukup untu ada pendapatan sendiri
PNC
kok ga di gampar,ditendang,dicekik dl lah setidaknya

mana sebutan laki laki kok diucap kyk gitu kok diem aza
Jamayah Tambi
Jangan kerana kasihan kau kutip balik sampah tu.Nak kitar semula pun dah runyai
Jamayah Tambi
Gola klu kau nk kutip lagi perempuan kotor tu.
Jamayah Tambi
Baru nk senang tp ada je yg menghalang
Jamayah Tambi
Kenapa pulak Aksa ni
Jamayah Tambi
Klu Lovie yg bicara dgn mu bagaimana.Haruskah Yara cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!