NovelToon NovelToon
Pilihan Hati

Pilihan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:175k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Kisah Islami
Cerita Melankolis
Kali ini saya persembahkan untuk kalian semua para pembaca setia saya, semoga kalian semua terhibur.

Siapa yang mau memilih kesedihan,kalau kita di suguhkan bahagia dan sedih, pastilah semua orang akan memilih bahagia.

Arafa, seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan penuh lika liku kehidupan dan kepedihan, namun karena semua itu, dia menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi kenyataan hidup yang memang harus ia jalani.

Ikuti terus kisah Arafa, sampai dia menemukan kebahagiaan dan sang pujaan hati.

SUDAH MASUK MUSIM 2..

Kesabaran Ara dan David musim 2 ini akan di uji, keinginan mereka untuk memiliki anak harus tertunda cukup lama. Bagaimana cara mereka melaluinya? 😊

Baca juga karyaku yg lain, bisa dilihat lewat sentuhan lembut ke avaku😁😁.. Terima kasih😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Tidaklah baik kalau meninggalkan yang pasti untuk mengejar yang masih mungkin, karena kemungkinan belum tentu bisa menjadi kepastian.

________________

Tiada rasa penyesalan dalam diri David untuk membantu Ara bersatu dengan Afka. Mencintai memang tidak harus memiliki, dan salah Afka jika dia meninggalkan wanita yang ia cintai dan juga mencintainya, namun pasti itu ada sebab kenapa Afka melakukan hal itu.

Baru kemarin David mengenal Afka maupun Ara, akan tetapi, baru sekarang ia menyadari betapa besar cinta mereka berdua, tanpa mereka ungkapkan, semua sudah jelas terlihat di kedua mata David.

Langkah David semakin mendekat menuju pintu depan rumah Afka yang terlihat sepi. Pintu depannya tertutup rapat, daun kering melayang melambai jatuh dan mendarat ke tanah dengan perlahan.

Kaki David masih mendekat ke arah pintu dan punggung jari tengahnya mengetuk pintu pelan.

"Assalamu'alaikum" salam David.

Belum ada jawaban. David mengetuk dan mengucapkan salam kembali.

"Kemana pemilik rumahnya?" gumam David sambil menengok ke sekeliling rumah. Masih tidak ada orang.

Tak mau menunggu lama, David pun hendak melangkah menuju motornya yang ia parkir di bawah pohon mangga, sebuah mobil masuk ke halaman rumah dengan perlahan . David memandang mobil tersebut berharap kalau itu adalah Afka.

Terlihat beberapa orang keluar dari mobil tersebut. Mereka tak lain adalah Ahwan bersama istri dan kedua anaknya. Orang-orang yang masih asing di mata David.

"Assalamu'alaikum" sapa Ahwan dengan ramah kepada David.

"Waalaikumsalam" jawab David. Mereka berdua saling berjabat tangan.

"Ehmm maaf Mas, saya temannya Afka, apa Afka ada?"

Ahwan terdiam sejenak kemudian menyuruh istri dan kedua anaknya untuk masuk ke dalam. Kemudian ia meminta David untuk duduk di kursi yang berada di teras rumahnya.

**

Seperti tidak bisa tenang, Arafa berjalan ke sana kemari, kadang ke depan, ke ruang tamu, kembali lagi ke kamar. Suasana hatinya seperti tidak menentu.

"Kenapa Mbak?" sapa bu Siti kepada Arafa yang sedang mondar-mandir.

"Menunggu Mas David Bu Siti. Tapi sampai sekarang kok belum sampai rumah ya?" jari jemari Ara saling m3rem4s satu sama lain. Kepalanya membawa pandangannya keluar rumah melalui kaca jendela.

"Kalau urusannya sudah selesai, Tuan pasti akan datang kemari." Kata bu Siti, namun ia segera menutup mulutnya.

"Tuan?" tanya Ara terkejut.

Karena merasa salah bicara, membuat bu Siti jadi salah tingkah, ia tersenyum canggung dan sedikit gelagapan menjawab pertanyaan dari Arafa.

"E... maksudku Mas David. Maaf tadi saya salah memanggil. Maklum Mbak saya cuma pesuruh yang selalu memanggil majikan saya dengan sebutan Tuan."

Hanya senyuman tidak percaya yang di berikan Ara kepada Bu Siti. Ia menjadi berpikiran kalau yang menyuruh Bu Siti untuk merawat ibunya adalah David, kalau saja Afka yang menyuruh, pasti dari dulu Afka sudah melakukannya.

"Ooo iya, tidak apa-apa bu Siti, bu Siti bisa kembali ke belakang, aku akan ke kamar Ibu!"

Setelah Siti melangkah jauh dari hadapannya, sekali lagi Ara melihat ke arah kamar kos David, namun belum juga ada tanda-tanda bahwa David sudah kembali. Arafa memutuskan untuk menemui Ibunya yang saat ini tertidur.

**

Dalam perjalanan pulang, David mengingat perkataan kakak Afka yang mengatakan bahwa, saat ini Afka tidak bisa di temui.

Tidak ada penjelasan panjang lebar dari apa yang di katakan Ahwan kepada David. Dimana Afka berada, kenapa tidak bisa di temui, semua tidak di jawab oleh Ahwan.

"Aku sangat yakin, Afka menyembunyikan sesuatu yang rumit. Lalu apa yang bisa ku katakan kepada Ara?" gumam David sambil memukul setir motor kirinya.

David memelankan laju motornya sambil berpikir alasan yang tepat untuk ia katakan kepada Ara, sampai ia benar-benar mengetahui dimana dan apa alasan Afka sebenarnya menolak dan menjauhi Arafa.

"Kalau hanya untuk mengalah demi diriku, itu jelas tidak mungkin."

Kini David memfokuskan dirinya berkendara menatap jalanan yang semakin ramai kendaraan yang lewat.

Sepelan apapun ia mengendarai motornya, semakin lama ia akan sampai juga pada tujuannya. Masih belum terpikir alasan apa yang akan ia berikan kepada Arafa, namun dia sudah mantap untuk menghadapi pertanyaan Arafa.

Mendengar suara motor David, Arafa segera berlari keluar rumah dan menatap David yang sedang melepas helm di depan kamar kosnya sambil tersenyum.

"Kau tersenyum kepadaku, namun kau menanti berita tentang orang lain gadis manis" gumam David sambil membalas senyum Arafa.

Langkah David semakin mendekati Ara, gadis yang masih menjadi penghuni hatinya. Semakin dekat, namun terasa semakin jauh untuk bisa di raih.

"Caramu menungguku sudah seperti menunggu kekasih yang datang dari jauh saja Ara" David tertawa kecil. Ia berusaha membuat gadis di depannya bisa bersikap santai saat tahu bahwa berita yang ia tunggu adalah berita yang membuat ia akan kecewa.

"Ehmmm maaf Mas David," Ara tersenyum, ia mengarahkan tangan kanannya ke arah kursi rotan di teras, "duduklah, aku akan buatkan minum dulu!"

"Aku sudah minum tadi, tidak perlu repot-repot" David menolak.

Langit sudah menunjukkan lukisan indah berwarna oranye yang begitu indah untuk di pandang, cahayanya menembus dedaunan tinggi yang kini menerpa wajah Ara yang terlihat kecewa. Wajahnya tidak memancarkan sinar seperti yang di tunjukkan matahari sore itu.

Mendengar berita yang di bawakan David tanpa rekayasa itu, membuat Arafa murung dan menjadi merasa bersalah.

"Aku merasa tidak mengatakan apapun, tapi kenapa Afka menjauhiku?" kepala Ara tertunduk.

"Seharusnya aku tidak jujur tadi" gumam David dalam hati.

"Afka pergi belum tentu karena dirimu. Kau jangan menyalahkan dirimu seperti itu" seru David.

"Aku mengenal Afka sudah lama Mas David, dia tidak pernah ada urusan di luar rumah, kesibukannya hanya di rumah saja membantu usaha kakak iparnya."

"Berarti memang ada yang di sembunyikan oleh pria itu" gumam David kembali.

"Kau jangan cemas, kita pasti akan mengetahui keberadaan Afka kembali" kata David menenangkan Ara.

Arafa mengangguk, namun pikirannya masih belum beranjak dari Afka.

"Kenapa dengan Afka? aku sudah mulai menyukainya, tapi kenapa ia malah menjauh? Afka kau dimana?" batin Ara.

Mereka berdua masih bermain dengan pikirannya masing-masing, hingga terdengar suara motor Risky memasuki halaman rumah Sifa, dan Risky terlihat turun dari motor dengan tergesa-gesa. David dan Ara hanya menoleh ke arah Risky tanpa memanggilnya.

Terlihat Risky sedang mengetuk pintu rumah Sifa dengan cepat.

"Bu, Ibunya Sifa, tolong bukakan pintu!" teriak Risky.

"Risky " panggil David. Risky segera menoleh ke arahanya, lalu mendekati Ara dan juga David.

"Ada apa?" tanya David penasaran.

"Sifa keserempet motor, sekarang dia di rumah sakit" Ara dan David langsung berdiri bersamaan, mereka begitu terkejut dengan ucapan Risky.

"Apa kau tidak berbohong?" tanya Ara sambil membulatkan matanya.

"Astaga, mana ada aku berbohong untuk urusan seperti ini" celetuk Risky yang sedikit kesal dengan ucapan Ara.

"Sudah - sudah, kita akan ke rumah sakit. Ara tolong kabari Ibunya Sifa kalau beliau ada di rumah nanti!"

"Baik Mas David"

Tanpa menunggu, Risky dan David menuju ke rumah sakit dengan mengendarai motor Risky.

1
dee zahira
bagus karya yg bagus
Slebor Ngarep
bagus kak
RN
bagus kk cerita nya 👍
Erin D'Fungky -PUCUK🌱SQUAD🐛-
😘😘😘😘😘😘😘
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
Aku suka
Erin D'Fungky -PUCUK🌱SQUAD🐛-
ara mulai cembokur nih
Erin D'Fungky -PUCUK🌱SQUAD🐛-
diantara 2 pilihan
°αηggιє ησєямα ⏤͟͟͞R❣️
afika dara salma
keren namanya
kenapa klo bahas afka selalu sedih😭
🌹S RosEMarY 🌹🕌
heemm... David penasaran ya sama Ara ☺️ pertemuan yg membuat hati berkesan dan berharap untuk lebih mengenal ... wkwkwkwk... 😅
Lanjut Thor...

NEXT ... ❤️❤️
꧁🌴~CZ~T|Mb€®~🌴꧂: Amiinn😊
total 3 replies
🌹S RosEMarY 🌹🕌
no Komen...
lanjut baca part selanjutnya 👍🏻👍🏻❤️❤️
🌹S RosEMarY 🌹🕌
Astaghfirullah...
jadi ingat Almarhumah Ibu ...😭😭😭
Alfatihah yg Insya Allah tak pernah putus untukmu , Ibuku 🙏🏻🙏🏻😭😭
sungguh... tanpa terasa menetes saat baca flashback 😭😭

NEXT...
🌹S RosEMarY 🌹🕌
Masya Allah...
ceritanya menyayat hti 😭

NEXT ...
Vidonqi Aizin M
masih banyak episode yg blm q baca
jd penasaran...
nyicil dulu ini thor..
Radin Zakiyah Musbich
awesome ❤️❤️❤️

ijin promo thor 🙏

jgn lupa baca novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍭🍭🍭

kisah cinta beda agama,

jgn lupa tinggalkan jejak dg like and comment ya 🙏😁
🍃🥀Fatymah🥀🍃
Hadir kak 😍
Hania
salam semangat dari
*SENYUM ANYA
*MAHABBAH RINDU
Risna
Afika dara salma
nama yang bagus
Darah Biru (Bangsawan)
cepat banget end nya
Wichan606
Ceritamu Bagus Thor jangan lupa semangat up ya.

Salam mengundang like ke karya aku
I Love You Mr Mafia
Sky Blue Love
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!