Putri Kasandra adalah seorang gadis yang bekerja dengan seseorang di mana dirinya ditugaskan untuk membunuh penjahat, membantu mengambil barang - barang yang di curi oleh para penjahat dan lain sebagainya.
Putri Kasandra bersedia melakukan apapun asalkan bayarannya tinggi dan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Selain bisa bela diri, Putri Kasandra sangat pintar dalam bidang medis dan bisa menguasai semua jenis senjata.
Namun suatu ketika dirinya melakukan misi di mana sebuah peninggalan kuno di curi dan tanpa sengaja menjatuhkannya hingga akhirnya dirinya terlempar ke dunia lain di mana dirinya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sering di bully dan di tindas.
Mampukah Putri Kasandra membantu pemilik tubuh melawan mereka mengingat dirinya masuk ke jaman kuno yang sangat jauh dengan kehidupan sebelumnya? Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelayan Gesha Meninggal Dunia
Putri Kasandra sangat terkejut membuat Putri Kasandra berusaha menghindari ular berbisa tersebut.
Dalam kondisi krisis tiba - tiba muncul pisau berukuran kecil ke arah ular tersebut hingga menancap di leher ular berbisa tersebut. Ular berbisa itupun mati ketika pisau berukuran kecil menancap ke lehernya.
"Ular kesayanganku!" Teriak pria tersebut dengan wajah sangat terkejut.
'Siapa yang melakukan ini?' Tanya Putri Kasandra dan Arnold dalam hati dengan wajah tak kalah terkejutnya.
Tiba - tiba muncul seorang pria tampan siapa lagi kalau bukan Pangeran William. Pangeran William mengarahkan pedangnya ke arah pria tersebut.
"Pangeran William ... Kamu benar - benar datang ke sini!" Ucap pria tersebut dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.
Jleb
"Akhhhhhhh ....." Teriak pria tersebut.
Tanpa banyak bicara Pangeran William menghunus pedangnya ke arah dada pria tersebut hingga menembus ke jantungnya. Pria itupun berteriak kesakitan dan tidak membutuhkan waktu lama pria itupun mati seketika.
Putri Kasandra melihat Pangeran William berdiri membelakangi dirinya sambil menatap ke arah jasad pria yang terbaring kaku di tanah.
"Kasandra, kamu baik - baik saja?" Tanya Pangeran William sambil memalingkan wajahnya ke samping.
Pangeran William sangat terkejut melihat perubahan wajah Putri Kasandra terlebih Putri Kasandra tidak menjawab pertanyaannya.
Putri Kasandra berjalan dan melewati Pangeran William dan pengawal Arnold tanpa mengeluarkan suara sama sekali.
"Apa yang terjadi dengan Kasandra?" Tanya Pangeran William dengan wajah masih terkejut.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Pengawal Arnold.
Putri Kasandra membungkukkan tubuhnya kemudian memegang leher ular berbisa yang sudah mati.
"Berikan senjatamu!" Perintah Putri Kasandra.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Pangeran William dengan wajah terkejut karena Putri Kasandra mengangkat ular berbisa itu dengan tangan kosong.
"Aku akan kembali untuk membunuh mereka, tentu saja." Ucap Putri Kasandra sambil memalingkan wajahnya ke arah Pangeran William dengan tatapan membunuh.
Pangeran William mengeluarkan gulungan kulit binang yang berisi sembilan pisau berukuaran kecil yang sangat tajam kemudian diberikan ke Putri Kasandra.
Putri Kasandra menekan tubuh ular berbisa tersebut hingga mengeluarkan racun berbisa. Racun berbisa tersebut diteteskan ke sembilan pisau tersebut yang paling ujung.
"Ambil ini dan serang mereka dengan menggunakan pisau ini." Ucap Putri Kasandra sambil memberikan gulungan kulit binatang tersebut.
Tanpa menjawab Pangeran William menerima gulungan kulit binatang tersebut.
"Maaf atas apa yang Aku lakukan tapi Aku harus menyelamatkan Gesha. Aku harap Pengawal Arnold bersedia ikut denganku." Ucap Putri Kasandra sambil menatap ke arah Pengawal Arnold.
"Oke." Jawab Pengawal Arnold dengan singkat.
'Sekarang Pangeran William ada di sini dan Aku tidak bisa membawa Putri Kasandra pergi secara langsung.' Sambung Pengawal Arnold dalam hati.
"Aku bisa membunuh mereka tanpa perlu menggunakan ini." Ucap Pangeran William ketika Putri Kasandra sedang menatap dirinya.
"Aku sangat senang William bersedia membantuku tetapi Aku ingin mereka merasakan racun mereka sendiri." Ucap Putri Kasandra dengan nada penuh amarah terhadap para penjahat yang ingin membunuh dirinya.
Pangeran William menatap Putri Kasandra dan Putri Kasandra membalas menatap Pangeran William. Hal itu membuat Pangeran William menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Jangan menaruh terlalu banyak racun di atasnya karena bisa membahayakan dirimu." Ucap Pangeran William yang tidak ingin Putri Kasandra mati terkena racun ular.
"Sekarang kita pergi selamatkan Gesha." Ucap Putri Kasandra tanpa menjawab ucapan Pangeran William.
Putri Kasandra membalikkan badannya dan berlari menuju ke arah pelayan Gesha yang di serang oleh para penjahat. Pangeran William dan Pengawal Arnold yang tidak ingin terjadi sesuatu dengan Putri Kasandra berlari mengejarnya bersamaan hujan yang sangat deras dan petir saling bersahutan.
"Cepatlah!" Teriak Putri Kasandra tanpa memperdulikan hujan deras membasahi pakaiannya.
Hingga mereka bertiga menghentikan langkahnya dan melihat Pelayan Gesha berbaring dengan bersandar di pohon berukuran besar. Hujan deras dan petir saling bersahutan seakan tahu apa yang dirasakan oleh Putri Kasandra.
Banyak luka tusukan pedang pada tubuh Pelayan Gesha membuat Putri Kasandra duduk berlutut dan menatap Pelayan Gesha dengan mata berkaca - kaca.
"Gesha, kamu tidak apa - apakan? Ayo kita pulang." Ajak Putri Kasandra sambil tersenyum namun air matanya tidak berhenti keluar.
Pangeran William dan Pengawal Arnold hanya terdiam sambil menatap ke arah Putri Kasandra yang memegang ke dua bahu Pelayan Gesha dengan wajah ikut sedih.
"Gesha." Panggil Putri Kasandra sambil memeluk tubuh kaku pelayan Gesha.
Putri Kasandra sangat terkejut ketika melihat di punggung pelayan Gesha tertancap pedang.
"Geshaaaaaa .... Bangunnnnnnn .... Kamu tidak boleh tinggalkan Aku sendiri ... Hiks .... Hiks ... Hiks ..." Teriak Putri Kasandra sambil terisak.
Putri Kasandra ingat bagaimana Pelayan Gesha selalu bersamanya dan menghiburnya ketika dirinya sedang sakit dan terluka akibat ulah Ibu Tirinya dan Adik tirinya.
'Kasandra ... Kamu tidak bisa menyelamatkannya Gesha. Kamu juga tidak bisa menyelamatkan kedua orang tuamu dan adikmu yang sangat menyayangimu di kehidupan modernmu.' Ucap Putri Kasandra sambil berdiri dengan tubuh gemetar.
Tubuh gemetar bukan karena rasa dingin karena hujan deras melainkan amarah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi orang - orang yang menyayangi dirinya.
Putri Kasandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah Pangeran William yang masih berdiri menatap Putri Kasandra tanpa memperdulikan tubuhnya yang basah kuyup.
"William, kamu tahu siapa mereka, kan?" Tanya Putri Kasandra sambil menarik pakaian Pangeran William.
Pangeran William sangat terkejut apa yang dilakukan oleh Putri Kasandra karena baru kali ini ada yang berani menarik pakaian yang melekat di dadanya.
"Katakan padaku siapa mereka dan Aku berjanji Aku akan melakukan apapun yang kamu ingin Aku lakukan!" Teriak Putri Kasandra dengan air mata tidak berhenti keluar.
"Ok." Jawab Pangeran William dengan singkat sambil memegang tangan Putri Kasandra yang masih memegang pakaiannya.
Tidak berapa lama hujan berhenti, Pengawal Arnold membawa jasad Pelayan Gesha diikuti Putri Kasandra dan Pangeran William. Mereka menuju ke makam Putri Cinta Kasih sekaligus Ibunya Putri Kasandra.
Pelayan Gesha dimakamkan berdampingan dengan Putri Cinta Kasih agar menemani Ibunya seperti yang dikatakan Pelayan Gesha.
Putri Kasandra meminta Pengawal Arnold untuk pergi dan mengabarkan kalau pelayan Gesha meninggal dunia.
Awalnya Pelayan Arnold tidak setuju tapi Putri Kasandra mengatakan kalau dirinya aman bersama Pangeran William. Akhirnya Pengawal Arnold pergi meninggalkan mereka berdua.
Putri Kasandra menatap nisan Ibunya dan pelayan setianya dengan wajah sedih karena kehilangan orang yang disayanginya.
"Ayo kita pergi." Ajak Pangeran William sambil menjentikkan jarinya.
Tidak berapa lama muncul penjaga bayangan sambil membawa seekor kuda. Putri Kasandra duduk di depan sedangkan Pangeran duduk di belakangnya sambil memegang tali.
"Kita pergi dari sini." Ucap Pangeran William mengulangi ucapannya karena Putri Kasandra diam saja.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Pangeran William menggerakan kedua tangannya yang memegang tali yang terhubung dengan kuda kesayangannya.
Kuda itupun mengerti dan langsung jalan sedangkan Putri Kasandra hanya diam sambil menatap ke arah depan namun pandangannya kosong karena saat ini dirinya masih sedih.
"Mereka pembunuh bayaran dan Aku tahu siapa ketuanya." Ucap Pangeran William.