NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kesayanganku

Istri Kecil Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:374.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siska Dewi Annisa

Dosenku istriku season 2
(Sebelum membaca kisah ini diharapkan membaca karyaku yang berjudul DOSENKU ISTRIKU)
Kisah ini dimulai ketika Nicholas Allendra, atau pria periang yang akrab dipanggil Nico dihadapkan pada sebuah pilihan antara mengejar cinta pertamanya atau menuruti kemauan sang Mama yaitu menikahi Diana, gadis lugu yang masih berusia sembilan belas tahun.
Tak ingin semakin menyakiti perasaan Mamanya akhirnya Nico menerima pernikahan tersebut. Dia harus siap menerima setiap tingkah kekanakan dan manjanya Diana. Juga menerima berbagai olokan dari teman-temannya.
"Kita memang menikah, kita suami istri tapi tetap saja aku menganggap mu seperti adik kecilku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Dewi Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Demam tinggi

Diana sempat diam mematung beberapa saat ketika dirinya melihat gadis yang mungkin usianya diatasnya. Monica memiliki paras cantik namun make up yang dikenakan sedikit berlebihan bahkan warna rambutnya tampak terang berwarna pirang.

"Kak Nico apa kabar?" ucapan yang keluar dari mulut Monica itu seketika membuat Diana sadar dari lamunannya.

"Hmm.. baik." jawab Nico singkat.

"Kak, Monica boleh kan ikut menginap di sini bersamaku? soalnya orang tuanya lagi keluar negeri. Nggak mungkin aku tinggal sendirian kan kasian." ucap Ciara sedikit memohon.

"Boleh dong sayang. Malah Bagus biar makin rame ada Monica." Belum sempat Nico ataupun Diana menjawab rupanya Tante Mila sudah menjawabnya lebih dulu.

Tentu saja Diana terkejut dengan ucapan mereka. Tapi ingin mengusir saat ini juga tidak mungkin. Diana tetap harus menjaga sikap di depan banyak orang.

Yang bisa saat ini dilakukannya hanyalah mend esah pelan sambil melingkarkan tangannya pada lengan Nico.

"Kamu lelah sayang?" NIco yang menyadari perubahan sikap Diana langsung bertanya.

"Sedikit.." balas Diana manja. Dia sengaja memperlihatkan hal itu pada semua orang.

"Yaudah habis ini langsung istirahat ya, kan capek seharian sibuk terus." Nico mengusap lembut puncak kepala Diana.

"Tapi mau ditemani.." Diana kembali bersikap manja. Hal itu semakin membuat Tante Mila, Ciara dan Monica merasa jengah. Apalagi Nico juga tampak bucin kepada Diana.

Jika tadinya Diana tak dianggap oleh mereka kini dia sengaja menggoda dengan mengalihkan perhatian Nico sepenuhnya dan berganti seolah ketiga orang itu tak dianggap ada.

"Pasti kakak temani dong sayang." Jawab Nico.

"Ehmm.. kok panggil kakak sih? bukankah kalian ini suami istri?" celetuk Monica mencoba mencari perhatian.

"Ya memang, itu panggilan sayang kami. Memangnya nggak boleh manggil suami dengan sebutan Kakak." jawab Diana ketus.

"Ya nggak etis aja, kayak kalian nggak cocok begitu." Monica masih mencoba untuk mengompori.

"Yaudah, nanti deh aku pikirin ma manggil apa. Honey, baby, hubby? apa ya?" Diana sengaja menggodanya. Sementara Nico hanya tersenyum gemas melihat tingkah istrinya.

Diana tersenyum puas melihat ketiga orang itu tampak tidak suka kepadanya.

"Ini baru permulaan. Besok-besok berani mendekati suamiku maka akan rasakan akibatnya." Batin Diana.

Setelah acara selesai baru Diana dan Nico bergegas menuju ke dalam kamar mereka. Rasanya memang lelah seharian ini mengurus banyak hal.

Diana sejak tadi terlihat murung setelah mendengarkan ucapan tante Mila ditambah malamnya datang seorang wanita bernama Monica membuatnya semakin pusing.

Namun dia tak mungkin berdiam diri. Diana harus mengatakan semuanya kepada Nico. Dia tak mau menunda-nunda lagi sebelum masalah semakin besar.

Saat dia hendak bicara Diana terkejut melihat suaminya yang sudah tertidur pulas.

"Hmm.. Padahal yang tadi bilang capek aku. Malah molor duluan?" gumam Diana yang akhirnya membetulkan posisi tidur Nico agar nyaman.

"Good Night sayang, i love you." Diana mengusap lembut wajah Nico lalu mengecupnya.

Namun tangannya merasakan bahwa kening Nico sedikit hangat. Mungkin karena kelelahan membuat suaminya itu sedikit demam.

Hingga tengah malam Diana merasakan sesuatu yang mengusik tidurnya. Saat membuka mata Diana menoleh ke arah suaminya yang terus bergerak gelisah.

Diana segera menyalakan lampu tidur yang ada di nakas dan melihat Nico sudah bercucuran keringat sambil merintih.

"Kak.. kakak kenapa? Bangun kak.. Ya ampun panas banget." Diana memegang kening Nico dan demamnya menjadi semakin tinggi.

Diana bergegas mencari obat pada kotak obat dan mencari waslap untuk mengompres kening suaminya.

"Maa.. Mama.. Jangan tinggalin aku..."

"Aku rindu mama..."

"Kenapa harus pergi sekarang. Aku masih butuh mama.."

Nico terus mengigau membuat Diana semakin panik.

"Sayang.. Bangun sayang. Minum obat dulu yuk." Diana mencoba untuk membangunkan Nico.

Dia juga mengusap peluh yang ada pada wajah Nico kemudian mengompres keningnya.

Setelah beberapa kali usaha barulah Nico mulai membuka mata. Nico menatap Diana dengan begitu sedih. Lalu dia memeluk istrinya itu dengan begitu erat.

"Diana.." Nico menenggelamkan kepalanya di perut Diana.

"Kakak demam. Minum obat ya.." Ucap Diana lirih.

"jangan tinggalin aku ya.. Mama Diana.. Mama.." Nico masih larut dalam kesedihannya.

"Sssttt... Aku disini nggak akan tinggalin kakak." Diana terus mengusap rambut belakang Nico dengan lembut.

"Diana, kenapa mama pergi? Apa dia tidak lagi menyayangiku?" Nico menatap Diana dengan kedua netra yang sudah berembun.

"Mama bukannya tidak sayang, tapi ini semua sudah jalannya dari Tuhan. Kak, yang kuat ya.. Pasti bisa." Diana berusaha menenangkan Nico.

Memang beberapa hari Nico tampak selalu tegar dan biasa saja. Padahal di dalam lubuk hatinya dia masih belum sepenuhnya menerima kepergian Mama Vania.

Nico terus merengek seperti anak kecil. Diana hanya bisa memaklumi. Membayangkan dirinya ditinggal pergi oleh ibu yang melahirkan dirinya rasanya pasti sangat hancur.

Setelah beberapa saat membujuk Nico akhirnya Diana berhasil memberikan obat penurun panas untuk suaminya.

Ini pertama kali dirinya melihat Nico sakit. Biasanya Nico akan selalu ceria dan tak pernah menunjukkan rasa sedihnya.

Sekalinya bersedih dia harus dibarengi dengan sakit. Diana semaki kalut dibuatnya.

"Sayang tidur lagi ya, biar cepet turun demamnya."

"Nggak bisa, kepalanya berisik." suara Nico terdengar parau.

"Terus gimana? Mau ke rumah sakit aja?" tanya Diana.

"Nggak mau. Disini aja." Nico semakin mengeratkan pelukannya pada Diana.

"Mau dibuatkan sesuatu?" sungguh Diana belum pernah mengurus orang sakit demam begini. Biasanya Bapak dan ibunya saat sakit hanya minta dibuatkan teh hangat setelah itu minum obat dan tidur. Tak pernah serewel ini.

"aku minta peluk aja terus." Gumam Nico.

Diana pun menurutinya. Posisinya saat ini setengah duduk karena kepala Nico mendusel di perutnya. Diana bersandar pada head board dengan kedua tangannya memeluk bahu Nico sambil mengusapnya lembut.

Tak jarang Diana sambil memijat kepala Nico agar suaminya itu segera tidur dan berhenti mengigau. Rasa kantuk bahkan mulai melanda dirinya namun baru saja terpejam tiba-tiba mendengar Nico meracau membuatnya harus terjaga kembali.

****

Tak terasa malam telah berganti pagi. Diana masih dengan posisinya sejak semalam mulai terbangun. Entah jam berapa keduanya tertidur.

Diana merasakan kebas di pahanya karena kepala Nico yang tidur di atasnya. Entah sejak kapan pria itu merubah posisi tidurnya. Sementara Diana sendiri juga merasa pegal sekali punggungnya.

Diana langsung mengecek suhu tubuh Nico dengan termometer yang sejak semalam dia gunakan.

Angka menunjukkan 38°C artinya pria itu masih demam namun tak setinggi semalam hingga 39,4°C.

Diana yang sudah tak tahan ingin ke kamar mandi pun akhirnya dengan hati-hati memindahkan kepala Nico agar beralaskan bantal.

Cukup lama karena dia harus ekstra hati-hati agar tidak membangunkan Nico. Setelah berhasil barulah dia bergegas ke kamar mandi.

Diana keluar kamar dan turun menuju dapur setelah membersihkan diri. Berulang kali dia menguap bahkan kedua kelopak matanya tampak sayu dan menghitam akibat begadang semalaman.

"Diana, kamu kenapa sayang? Kok sepertinya kurang tidur." ucap Tante Maya yang juga berada di dapur.

"Iya tante, semalam kak Nico demam. Dia mengigau terus manggil Mama. Aku jadi jagain sampai mau tidur lagi." jawab Diana dengan lesu.

"Yaampun, kasian sekali. Kamu pasti kurang tidur sayang, yaudah ayo sarapan dulu setelah itu kamu tidur lagi biar nggak ngantuk." Tante Maya pun meminta Diana untuk duduk saja dan tidak perlu membantu tante Maya menyiapkan sarapan.

Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Hanya Nico yang tak ada membuat semua orang mencarinya.

"Nico kemana Diana? Kok tumben belum turun?" tanya Papa Nathan.

"Kak Nico sakit Pa, semalam demam tinggi." jawab Diana.

"Terus gimana sekarang? Masih sakit?" Papa Nathan terkejut mendapat kabar tersebut.

"Masih Pa, padahal semalam Diana udah kasih obat penurun panas sama dikompres. Tapi demamnya masih tinggi. Kak Nico nggak mau ke rumah sakit lagi." Ujar Diana lesu.

"Apa? Kak Nico sakit? Kamu gimana sih kok bisa suami kamu sakit? Pasti nggak becus jadi istri." tiba-tina Ciara menyerobot ucapan Diana.

"Kok nyalahin aku?" jujur saja Diana yang semalaman merawat Nico merasa tak terima dikatai Ciara.

"Udah-udah, ayo Monica kita samperin kak Nico. Dia pasti butuh bantuan. Suami sakit malah dibiarin." Ciaa langsung menarik lengan Monica menuju kamar Nico.

Tante Mila diam-diam melempar senyum sinis saat melihat kekesalan Diana.

Diana langsung meletakkan sendoknya padahal dia belum selesai makan. Dia langsung berdiri dengan kesal.

Sementara itu Ciara dan Monica langsung menyerobot masuk ke dalam kamar Nico. Dimana Nico masih tertidur pulas.

"Kak Nico.. Yaampun kasian banget." Ucap Monica dan Ciara yang seolah ingin membangunkan Nico. Mereka sengaja karena ingin mencari perhatian.

"Kak Nico pasti belum sarapan. Bangunin aja kali ya terus kamu suapin biar cepet sembuh." dengan tak tahu malunya Ciara meminta Monica untuk menyuapi Nico.

Diana yang tiba di kamarnya langsung menarik lengan dua gadis itu dengan keras. Dia menyeretnya keluar lapu menutup pintu kamarnya dengan rapat agar Nico tak terbangun.

"Diana apa-apaan sih." Ciara melepas tangannya dari cengkraman Diana.

"Kalian yang apa-apaan. Sembarangan masuk kamar orang. Nggak lihat apa Suamiku sedang istirahat." tegur Diana kesal.

"Kak Nico kan juga kakak sepupuku. Sebelum ada kamu aku bebas tuh masuk kamarnya soalnya aku adiknya." Ciara yang memang berwatak seperti tante Mila sangat pandai mengeles.

"Kami cuma mau lihat keadaan Kak Nico kok, apa salahnya kalau kami khawatir. lagian kamu berlebihan banget deh." Monica ikut menyahut.

Semakin murka lah Diana saat wanita asing yang bernama Monica itu ikut campur. Namun saat dia hendak menjawabnya tiba-tiba Tante Mila menghampiri.

"Apa-apaan ini? Pagi-pagi sudah ribut." tante Mila datang dengan ekspresi yang tak bersahabat.

"Ini nih Ma, songong banget baru jadi menantu orang kaya tingkahnya udah selangit." Ciara langsung mencibir Diana.

"Aku wajar marah karena kalian sudah kurang ajar masuk ke dalam kamar pribadi kami. Suamiku sakit semalaman nggak tidur. Biarin dia istirahat jangan diganggu dulu bisa kan? Aku sudah merawatnya semalaman sampai nggak tidur apa kalian tau? Dan kamu Monica, kamu bukan siapa-siapa di sini jadi tolong jangan ikut campur pada rumah tanggaku. Aku peringatkan kamu jangan sembarangan mendekati suamiku karena aku tahu niatmu untuk merusak rumah tanggaku kan?" Diana sudah jengah akan tingkah mereka kini dia tak sanggup lagi menahan rasa kesalnya.

PPLAAAKKK...

Tiba-tiba saja tante Mila langsung menampar pipi Diana dengan keras.

...****************...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
orhor knp cerita y jd mbuler pwrasaan ga da hbs² y mslh nico mlkkn kslh trs, hrs y org kl udh b²rp x punya pengalaman kslhn kn justru berusaha utk ga teledor lg lah inh masa trs²an kn aneh orhor... jd crta y d situ² aja ga maju² alur y. mf kl komen ku kurang brknan tp cm ngutarain aja ganjalan cerita y orhor.🙏
Syaefulhidayat Jomblo selalu
/Rose/bsgus novelnya aku sukaa aku suka/Rose/
Renesme
Bagus kak Author. Semangat berkarya terus 👍
Maliq Ebrahim
yah ka ko udahan ceritain donk anak anak Nico sama Dion donk
Naya En-lish
Very Gooooooooodddddd
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
alhamdulillah.. akhir yang bahagia untuk keluarga nico dan diana...

makasih thor sudah memberikan karya yang sangat menarik..semangat terus berkarya thor
mifta churohmah
oh akhirnyq selamat bahagia nico and diana, makasih thor.
dewi rofiqoh
Selamat nico diana,
Rizky Tria
selamat Nico & Diana atas kelahiran bayi kembarnya.. jd bisa sama Hana ngerawat anak"nya ya biar ga repot Diana nya 😊
Esther
selamat NicoDiana dapat baby kembar🥰😍.

terimakasih untuk ceritanya thor
NAJ L
luar biasa
Aisyah farhana
happy selalu yahh kalian selamat
dewi rofiqoh
Taqdir kita hanya Alloh yang tahu. Kedepannya bagaimana dan akan ada apa? Kita hanya mampu berusaha sebaik mungkin
.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
selamat untuk nico dan diana yang sukses membangun usaha kulinernya..
turut berduka cita dan berbela sungkawa juga buat Bianca
Wiyanti Yanti
selalu bahagia nico dan diana
Aisyah farhana
semakin mantap meniti masa depan yah Nico n Diana selangkah lagi menuju halal bahagia selalu
LANY SUSANA
oo... Shaka ga bs punya ank ya, kasihan juga ya
kenapa ga mau adopsi???
Eno Rusmawati
bisa ga seh sehari up nya 2 kali
LANY SUSANA
kan ada CCTV kenapa ga di liat ya mlh percaya Bianca
🥀
buat novel tntng hana dan shaka dong ka biar mereka ada cerita novel sendiri, karena hubungan mereka tuh menarik
LANY SUSANA: setuju kisah Shaka Hana
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!