NovelToon NovelToon
JEJAK LUKA

JEJAK LUKA

Status: tamat
Genre:Obsesi / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Cinta Terlarang / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:65.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Setiap tindakan kekerasan yang dilakukan, baik disengaja atau tidak, akan berakibat pada gangguan atau kerusakan psikis dan atau fisik seseorang.

Karya ini mengisahkan tentang seorang wanita yang dikaruniai wajah cantik, bertubuh indah dan molek. Namun berada pada tempat dan lingkungan yang salah, hingga mengalami pelecehan dan tindak kekerasan demi kekerasan. Semua itu meninggalkan jejak yang melukai dari waktu ke waktu.

'JEJAK LUKA' ini dikisahkan, agar kita bisa berhati-hati dan waspada pada orang yang ada di sekitar kita. Baik saudara atau yang kau anggap teman baik.

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan selalu bahagia. ❤️ U.

🙏🏻Selamat membaca 💟

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Jejak Luka 23.

...~•Happy Reading•~...

Setelah kejadian di malam itu, Enni tidak menerima tamu untuk beberapa waktu lamanya. Mami Sinna membiarkan dia memulihkan kondisi kesehatan psikis dan fisik, agar bisa terima dan melayani tamu dengan baik.

Mami Sinna khawatir, Enni jadi trauma jika ada tindakan kasar yang dilakukan pelanggan padanya. Sehingga Mami Sinna meminta dokter mendampingi dan mengobati, serta mengawasinya. Enni tidak diizinkan untuk bertemu dengan penghuni lain, sampai dinyatakan pulih oleh dokter.

Jadi Enni hanya di kamar dan olah raga untuk mengisi waktu dalam proses pemulihan. Dia juga merapikan semua pakaian yang diberikan Mami Sinna, agar bisa mengalihkan pikirannya dari peristiwa yang baru dialami.

Dokter memberikan berbagai nasehat dan terapi cara menyembuhkan trauma pada Enni, agar dia bisa melupakan semua yang terjadi dan tidak sakit di tempat itu.

Enni mengikuti semua yang dikatakan dokter, supaya bisa cepat pulih. Sebab dia tidak enak dengan Mami Sinna yang sudah menolongnya dari tindakan rudapaksa seorang pria jahat.

Beberapa waktu kemudian, dokter mengatakan kepada Mami Sinna bahwa Enni sudah pulih. Jadi dia sudah bisa bekerja kembali. Mami Sinna merasa lega dan melihat perubahan pada diri Enni. Dia terlihat lebih dewasa dalam sikap dan ucapan.

Dokter menyarankan juga, agar dia bisa kembali kumpul dengan yang lain. Agar tidak merasa terisolasi dari pergaulan dengan sesama temannya.

Setelah bekerja lagi, Enni tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya atau masa depannya. Dia benar-benar pasrah dengan nasibnya dan mulai menyibukan diri dengan berbagai pelanggan yang selalu memilihnya.

Dia sedikit lega, sebab tidak pernah bertemu dengan pria yang pernah kasar padanya, atau pria yang seperti itu. Sehingga perlahan dia sudah berlaku seperti biasa dan mulai merawat tubuhnya, sesuai petunjuk Mami Sinna.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Tanpa terasa, banyak waktu telah berlalu dan dia sering menunggu di kamar (sebab sudah dibooking oleh pelangan). Malam ini dia kembali dipajang bersama kelima wanita lainnya dalam ruang pamer merak untuk siap dilihat dan dipilih oleh pelangan yang datang ke tempat itu.

Jadi kalau dilihat dari luar, mereka bagaikan barang yang sedang di pajang dalam etalase toko untuk dijual. Apa pun tindakan mereka terlihat oleh setiap pelanggan yang datang untuk melihat dan memilih salah satu dari antara mereka yang sesuai dengan selera.

"Senang, yaa... Dapat banyak pelanggan, sampai ngga perlu dipajang." Meta tidak bisa tahan untuk bersikap manis di dekat Enni. Hatinya jadi panas melihat perubahan Enni yang makin cantik dan anggun.

Meta lama tidak melihat Enni berada dalam ruang pamer merak. Sehingga dia mengira Enni sudah dibooking sebelumnya, jadi hanya menunggu pelanggan di kamar.

Apa yang dipikirkan Meta ada benarnya, sebab Enni sudah dibooking sebelumnya. Tapi Meta juga tidak tahu dari sekian lama Enni tidak dipajang di ruang merak, karena sedang dalam proses pemulihan.

Mami Sinna melarang Enni menceritakan kejadian yang dia alami kepada penghuni lain, agar tidak membuat keributan dan khawatir yang berlebihan. Atau timbul rasa curiga terhadap pelanggan, hingga tidak tenang dalam melayani.

"Ngga senang, Mba. Kalau Mba mau, ambil saja." Ucap Enni serius, sebab dia merasakan aura permusuhan Meta terhadapnya. Dia tidak mau mereka ribut gara-gara rebutan pelanggan.

Apa yang dikatakan Enni bukan hanya dari mulutnya, tapi juga hatinya. Jadi ketika ada yang datang, Enni membalikan badan dan sengaja menunduk untuk membetulkan sepatunya. Dia memberikan kesempatan kepada kelima wanita yang ada dalam ruangan itu dipilih terlebih dulu.

Tapi apa yang dilakukan oleh Enni diperhatikan oleh Mami Sinna. Sebab sudah berkali-kali dan berhari-hari dia lakukan itu. Mami Sinna mulai curiga ada terjadi sesuatu antara Enni dengan kelima penghuni yang lama. Hal itu membuat Mami Sinna memanggilnya.

"Winda, kau ada masalah?" Mami Sinna juga berpikir, mungkin Enni masih bermasalah untuk melayani tamu.

"Ngga, Mami Sin..." Enni merasa tidak enak hati, ditegur.

"Kalau begitu, duduk yang benar. Jangan membelakangi jendela kaca." Ucap Mami Sinna serius dan tegas. Enni menganguk pelan, lalu diminta masuk kembali ke ruang pamer merak untuk siap dipilih.

Semua aktivitas itu dia jalani dari hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun. Hanya ada kegiatan olah raga untuk menjaga kebugaran, selain makan, minum dan juga belajar mempercantik diri.

Semua itu membuat penampilan Enni berbeda dari yang lain. Dia mendapat pelajaran memoles penampilan dengan cara menata busana dan berdandan. Sebab kadang dia harus malayani tamu-tamu khusus yang diminta secara khusus kepada Mami Sinna.

Hal itu membuat dia tidak kekurangan apa pun, jika sudah berbicara seputar uang. Dia mendapatkan banyak uang tips dari para tamu khusus yang dilayani. Melihat semua yang dia miliki, dia teringat pada Prita dan apa yang diajarkannya.

Walau tinggal dalam satu rumah, mereka tidak pernah bertemu. Sebab kelompok mereka benar-benar dipisahkan oleh Mami Sinna dan kesibukan di tempat itu membuat tidak ada waktu untuk bercengkrama satu dengan yang lain.

Ketika ada waktu luang, dia minta izin dari Mami Sinna untuk bertemu Prita. Ketika diberikan akses, dia naik ke lantai atas untuk mencari kamar yang pernah diberikan Prita.

Dia berdiri di depan kamar sambil memegang dada, berharap tidak mengganggu. Dia mengetuk pintu kamar sesuai petunjuk Prita, lalu menunggu. Saat pintu terbuka, Prita tertegun melihat perubahan Enni yang berdiri di depannya.

Enni bukan lagi gadis belia yang terlihat polos seperti saat pertama kali bertemu dengannya. Dia terlihat dewasa dan sangat cantik. Sehingga Prita langsung menariknya untuk masuk ke dalam kamar, lalu memeluknya.

"Angin apa yang membuatmu datang ke sini? Aku kira kau sudah lupa denganku, setelah jadi primadona di tempat ini." Ucap Prita dengan hati senang, sebab Enni masih mengingatnya.

Prita sering mendengar penghuni nuri membicarakan Enni yang telah jadi primadona dan diperlakukan khusus oleh Mami Sina dari Dina yang suka ngegosip. Ada yang mengatakan kepadanya, bahwa Enni jadi rebutan para pelanggan yang datang ke tempat merak.

"Angin rindu, Mba. Aku ngga bisa ke sini, sebab selalu dibuat sibuk sama Mami Sin. Padahal aku ingin sekali bicara dengan Mba Prita." Ucap Enni sambil membalas pelukan Prita. Dia bisa bersikap lepas dan sedikit manja pada Prita.

"Ayoo, duduk di sini." Prita mengajak Enni duduk di tempat tidur, lalu Prita mengambil air mineral untuknya.

Enni makin mengerti yang dijelaskan Prita padanya tentang nuri dan merak saat melihat perbedaan kamar yang ditempati Prita. Perabot, luas dan fasilitas kamar mereka sangat berbeda jauh.

"Makasih, Mba." Enni menerima minuman yang diberikan Prita.

"Apa semuanya lancar dan baik-baik saja?" Tanya Prita sambil duduk di dekat Enni. Dia curiga, Enni sedang kesulitan.

"Lumayan lancar, Mba." Enni tidak mau membicarakan peristiwa kekerasan yang pernah dialami beberapa waktu lalu. Dia tidak mau Prita khawatir, juga itu adalah perintah Mami Sinna untuk tidak diceritakan.

"Begini, Mba. Boleh tau, Mba simpan uang di mana? Atau ngga simpan uang?" Tanya Enni serius, sebab itu sangat menganggunya.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

1
zc❖Erti
nunggu rafa up er ganti baca ini tor
derita anak pertama kalau orang tua tinggal 1 dan tidak perhatian lagi jadi banyak pikiran.
tinggalkan saja kekasihmu nes sekarang sudah selingkuh kedepan pasti selingkuh lagi.
selingkuh seperti penyakit tak ada obat
zc❖Erti : aamiin
total 2 replies
Endang Sulistia
keren
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: 👍🏻❣️Makasih sudah hadir di sini dan dukungannya Kak. Sehat & bahagia selalu 🙏😍🤗
total 1 replies
Endang Sulistia
dah mulai nyesek thor...tapi penasaran
Endang Sulistia
mampir..
nyesek banget ada korban rudapaksa..
Betty
bagus
Yuni Asih
kakaknya bloon,,gregetan sm kakaknya
Gendhis
sampe pangling lohh si lusina sama enni
Gendhis
wkwkwkkwk, junior nyaa udah gak bisa tegak lagi,ehhh,🙈🙈🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Gendhis: 🤣🤣🤣🤣🤣ahh iyaaa
total 3 replies
Gendhis
sokorinnn,sakit gak tuh di tendang bijinya 🤣🤣🤣🙈🙈🙈🙈
Gendhis
tak pernah sepi pelanggan si eni
Gendhis
curhat nihh pak🙄🙄
Gendhis
pake helm biar gk kena tilang 🙈🙈🙈
Gendhis
yang di lihat apa ya kira2🙈🙈🙈
Gendhis
helehhhh padahal ini kelakuan bojomu
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: itsd Kak. 👍 makasih 4 all 🙏😍🤗
total 1 replies
Gendhis
culek aja lahh itu mata
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
Bambut That
dan akhirnya semua salah ayah
Bambut That
nah betul mulut harimau
Bambut That
adeuuuuhhhh, jatuh ke mulut harimau ni kayak nya
Bambut That
hahahhahha, komodo
Bambut That
hahahhaha, ngeri pemainnya kasssaaaar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!