Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin Pelik
Setelah melakukan meeting bersama Michael, Kevin pergi bersama Petter untuk melihat pembangunan Novotel kedua di kota London. Masalah Frans juga akan diatasi oleh Michael sebagai CEO Novotel Inggris, jadi Kevin tak perlu khawatir soal itu.
Michael sedang bekerja di ruang kantornya, tapi tiba-tiba suara ponselnya berdering. Ternyata itu dari Indonesia, Dion lah yang menghubunginya.
"Ada apa lagi, bukankah ini sudah larut di Indonesia." pikir Michael sebelum mengangkat ponselnya.
"Halo pak Presdir." jawab Michael.
"Apa aku mengganggu pekerjaanmu?" tanya Dion.
"Tentu saja tidak Dion, apa yang membuatmu menghubungiku di larut malam seperti ini?"
"Di Inggris masih siang." jawab Dion.
"Yang aku maksud disana tuan Pranadja." ujar Michael.
Dion akhirnya tertawa. "Urgent Michael, aku akan ke Inggris lusa." ujar Dion setelah menghentikan tawanya.
Michael terkejut. "Apa maksudmu?"
Dion menceritakan semuanya kepada Michael, berkali kali Michael meremaskan tangannya. Ia sangat tahu apa yang akan dihadapi sahabatnya kedepannya.
"Lalu bagaimana dengan Kevin?" tanya Michael.
"Kami akan menghadapinya Michael, tolong rahasiakan kedatangan kami dari para pemegang saham dan juga Kevin. Biarkan kami datang kesana dengan tenang, kami hanya ingin berbicara dengan Kevin." pinta Dion.
"Tentu saja, kau tak perlu khawatir. Bagaimana tanggapan Amora?" tanya Michael lagi.
"Kau pasti sudah menebaknya, tentu saja istriku sangat membenci pria yang pernah menculiknya, tapi aku malah membuatnya stres sekarang, ia berada pada dua pilihan yang berat."
"Aku sangat mengerti Dion, tapi aku sarankan padamu agar lebih perlahan menjelaskan semuanya pada Kevin. Ia benar benar berubah sejak bersama chef Vero."
"Sampai batas mana mereka berhubungan?" tanya Dion.
"Aku masih belum memastikannya, tapi pagi ini putramu sarapan bersama wanita itu. Dan aku pikir hubungan keduanya sudah pada tahap yang jauh. Jangan kalian hancurkan perasaan Kevin hanya karena dendam lama." pinta Michael.
"Sebenarnya kau berada di pihak siapa Michael?"
"Tentu saja aku berada di pihakmu, itulah mengapa aku tak ingin melihat Kevin hancur lagi. Ia baru saja melupakan pengusiran kalian, aku harap kalian lebih bersabar menghadapinya kali ini." jawab Michael.
"Aku akan membutuhkan bantuanmu Michael, aku tak tahu lagi harus bagaimana sekarang. Mengapa aku harus berurusan lagi dengan pria bernama Steven itu."
"Aku juga sangat terkejut setelah mendengar semuanya darimu, aku selama ini tak tahu apapun soal keluarga chef Vero. Jika dari awal aku mengetahuinya, aku bisa menjaga putramu agar menjauh darinya." ujar Michael.
"Kau jangan menyalahkan dirimu Michael, kau bahkan tak tahu seperti apa pria yang menculik Amora. Kita berteman setelah Kevin baru lahir. Kau hanya tahu ceritaku saja."
"Baiklah Dion, aku akan mengatur segalanya disini tanpa diketahui orang lain soal kedatanganmu. Kau beristirahatlah, kau tidak muda lagi kawan." ejek Michael.
Dion mengumpat membuat Michael tertawa. "Tunggu pembalasanku lusa tuan Michael." ancamnya.
"Aku sangat takut tuan Pranadja." jawab Michael sambil tertawa.
"Baiklah, aku tutup teleponnya." ujar Dion seraya menutup ponselnya.
Michael menghela nafasnya dalam-dalam, ia tahu Kevin sangat membenci penculik ibunya. Tapi orang yang sangat ia benci adalah ayah dari wanita yang ia cintai. Bukan hanya Amora yang berada di dua pilihan tapi juga Kevin. Ia harus memilih antara ibunya dan chef Vero. Michael menghela nafasnya lagi dan lagi, lalu memanggil asistennya.
Cristin masuk menemui Michael.
"Ada yang bisa aku bantu pak?" tanya Cristin.
"Suruh room service yang biasa bertugas membersihkan ruangan pak Presdir." jawab Michael.
"Apa pak Presdir akan datang?" tanya Cristin.
"Jangan banyak bertanya Cristin, kerjakan saja tugasmu." kata Michael.
Cristin seketika menundukkan kepalanya. "Baik pak." jawabnya seraya pamit keluar.
Michael pun melanjutkan pekerjaannya.
*****
INDONESIA
Keesokan harinya, Dion dan Amora mengumpulkan seluruh keluarga Pranadja di rumah Diana dan William. Kedua orang tua mereka sudah sangat tua, tapi beruntung Tuhan masih memberi mereka umur yang panjang. Anak anak Dion dan Amora pun sudah ikut berkumpul.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Diana dengan suara tuanya.
"Maafkan aku mi, pi, ada masalah yang mendesak soal Kevin." jawab Dion.
"Ada apa lagi dengan cucuku itu Dion?" sambung William.
"Kami membatalkan meeting hari ini pi karena kalian mengatakan ada hal penting." ujar Kairo.
"Kak Kay benar." sahut Amila.
"Mami bahkan meminta izin untuk si kembar dari sekolahnya. Jika ini tidak penting, untuk apa mami melakukan hal itu." jawab Amora kepada anak anaknya.
Mereka menatap Dion dan Amora dengan serius. Dion menarik nafasnya lalu memulai pembicaraan.
"Kakak kalian tidak melakukan kesalahan apapun selama di Inggris, bahkan ia sudah lebih baik dengan sikap arogannya. Kakak kalian jatuh cinta pada chef Novotel Inggris." ujar Dion.
"Bukankah itu kabar baik." kata Kairo.
"Jangan memotong ucapan papi Kai." ujar Amora.
"Baiklah." jawab Kairo.
"Kalian masih ingat kan soal penculikan mami saat kami masih pacaran dulu?" tanya Dion.
Semuanya mengangguk termasuk orang tuanya.
"Aku tak akan pernah melupakan kejadian itu Dion, ia telah membuat calon menantuku sulit saat itu." jawab Diana.
"Ini masalahnya mi, pi... Setelah aku selidiki siapa chef Veronica itu, ternyata ia adalah putri dari sang penculik." jawab Dion.
"APA....???" hampir semuanya terkejut mendengarnya.
"Apa kak Kevin sudah tahu?" tanya Amila.
Mereka menggeleng. "Itulah sebabnya kami akan ke Inggris besok." kata Dion.
"Kami ikut." pinta si kembar.
"Tidak sayang, kami mungkin akan lama disana karena masalah ini. Jadi kalian tetaplah bersama oma dan opa." kata Amora.
"Mami, papi...apa yang harus kami lakukan?" tanya Dion pada orang tuanya.
"Ya Tuhan, cobaan apalagi ini buat Kevin. Bagaimana kalian akan menjelaskannya, pengusiran kalian saja sudah membuatnya terluka." jawab William.
Amora sedih mendengarnya. "Papi benar, tapi aku tak ingin berbesanan dengan pria itu. Di lain sisi aku juga tak ingin melukai perasaan Kevin lagi."
Diana menggenggam tangan Amora. "Kalian harus menjelaskan dengan perlahan, Kevin juga sangat membenci pria yang pernah menyakitimu Amor. Sebelum terlambat dan perasaannya lebih jauh, keputusan kalian untuk ke Inggris sangat tepat."
"Bagaimana jika kak Kevin tak mau melepaskan wanita itu?" tanya Kairo.
"Jangan memperkeruh masalah Kai, kita belum tahu. Kau malah menambah kesedihan mami mu." jawab Dion.
"Maaf, Kai tidak bermaksud seperti itu. Tapi kak Kevin sangat keras kepala. Walaupun ia membenci orang itu, tapi putrinya tidak ada hubungannya dengan masalah itu." ujar Kairo.
"Apa yang kau lakukan jika kau adalah Kevin Kai?" tanya Amora.
Kairo terdiam sejenak. "Jika hubunganku akan menyakiti mami, maka aku lebih baik mengorbankan kebahagiaanku." jawabnya.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama mi." sahut Amila.
"Kami juga." ujar si kembar.
"Kami bukan orang tua yang egois yang akan mengorbankan kebahagiaan putra putri kami." kata Dion.
"Apa maksud papi?" tanya Kairo.
"Semalaman kami sudah berbicara, kami akan ke Inggris bukan untuk memisahkan Kevin dan wanita itu. Kami hanya akan memberitahunya secara langsung tentang siapa chef itu, selanjutnya kami hanya akan menyerahkan keputusan itu pada Kevin. Jika ia ingin tetap bersama wanita itu, kemungkinan kami tak menginginkan kakak kalian kembali." jawab Dion.
"Mami tidak setuju." ujar Diana. "Keputusan kalian memang bijak, tapi kalian tak bisa membuang cucuku di Inggris untuk selamanya."
"Aku juga tak ingin kehilangan kak Kevin." kata Amila.
Si kembar sontak menangis mendengarnya. Kairo menenangkan mereka.
"Mengapa mami dan papi harus seperti itu?" tanya Kairo. "Tak bisakah dendam lama berakhir begitu saja demi kebaikan kak Kevin."
Dion berdiri, wajahnya merah karena marah. "Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu Kai, kau tak tahu seperti apa mami saat di culik." bentaknya.
"Tenanglah Dion." pinta Amora.
"Bukankah pria itu tak menyakiti mami, ia menculik mami dan memaksa mami karena mencintainya, itu yang kalian ceritakan." ujar Kairo ikut emosi.
"Pria itu hampir memperkosa mami mu, dan hampir menghancurkan bisnis hotel." teriak Dion.
"Papi..." teriak Amora. "Mengapa kau mengatakan hal itu pada anak anak?" sambungnya.
Dion menyesali ucapannya, mereka memang tak pernah menceritakan kejadian sebenarnya pada anak anak mereka.
Amila memeluk si kembar sambil ikut menangis, keadaan semakin rumit setelah mengetahui kebenarannya.
"Maaf mi, Kai menyesal." ujar Kairo sedih.
"Tidak sayang, lupakan saja. Kita tidak seharusnya bertengkar seperti ini." jawab Amora.
"Dion, ikut papi." ajak William pada putranya.
Dion mengikuti William meninggalkan mereka semua.
Diana menenangkan cucu cucunya. "Sudahlah, biarkan orang tua kalian yang mengatasi Kevin. Amila, Gia, Gio hentikan tangisan kalian, lebih baik bantu oma menyiapkan makan siang."
Ketiganya menghapus air mata mereka seraya mengangguk. Diana mengajak mereka menuju dapur, karena Diana lebih senang memasak sendiri daripada dibantu pelayan. Sedangkan Amora hanya bisa berbicara pada putra keduanya Kairo.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat