"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30
Resty menyiapkan sendiri sarapan untuk suaminya. Walaupun di rumah itu ada banyak Art untuk melayang kebutuhan nya dan keluarga, Tetapi dirinya tidak mau mengandalkan Art, Untuk urusan menyiapkan kebutuhan sang Suami dan putri nya.
"Bula. Nanti tolong antar kan ke kamar ya sarapan untuk mas Bagas. Aku mau mandi dulu. " Resty berlalu menuju kamar nya saat mendapat jawaban dari sang Art kesayangan nya Bula.
"Mas. Ayo bangun, sudah jam 7 ini. Nanti telat loh kekantor nya, " Resty membelai rambut suaminya yang tidur miring sembari memeluk Baby Tiara yang juga masih terlelap. Resty tersenyum simpul. Melihat pemandangan itu.
"Sebentar sayang, mas masih ngantuk. " Sahut Bagas dengan suara serak khas bangun tidur.
Resty meraih ponsel yang ada di atas Nakas di samping lampu tidak di sisi kanan tempat tidak nya. Dengan iseng dirinya memotret kedua orang tercintanya itu. Resty beberapa kali mengambil gambar kedua nya.
Namun, entah mengapa tidak terbesit sedikit pun untuk mengambil foto bertiga. Dengan dirinya.
Setelah luas memotret suami dan putri nya, Resty kembali membangun kan Bagas, dengan sedikit mengguncang bahu sang suami. Bagas pun akhirnya menurut untuk bangun. Dan segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelumnya menyempatkan dulu mencuri kecupan di bibir Resty yang merespon dengan memukul manja lengannya, karena terkejut.
"Sayang hari ini aku libur ngantor. Aku ingin bermanja-manja dengar istri dan anak ku. " Ucap Bagas sebelum menutup pintu kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Bagas keluar dengan tubuh segar dan fresh, Bagas segera memakai pakaian yang telah di siapkan sang istri untuk nya. Kemudahan mendekati Resty yang tengah menata sarapan di atas meja di bantu oleh Bula Kepala Art di rumah itu.
"Terima kasih ya Bula. "
"Sama-sama Non. Permisi! "
Bula pun berlalu dari kamar majikan nya. Untuk melanjutkan pekerjaan nya,
"Tumben mas nggak ke kantor hari ini. Biasanya juga paling Anti bolos. Biar sakit tetap berangkat kerja. " Ucap Resty sembari menyodorkan segelas air hangat kepada suaminya itu.
Bagas terkekeh mendengar perkataan Resty yang bernada cibiran itu.
" Nggak apa-apa kan sekali-kali bolos kerja, Besok kan Aku harus keluar kota. Jadi hari ini mau puas-puasin bersama Putri dan istri tercinta ku ini, " Jelas Bagas seraya tersenyum miring.
Sepanjang hari Bagas menghabiskan waktu nya bermain dengan Putri kecil nya yang baru genap berusia satu bulan. Bagas selalu memangku nya menciumi seluruh wajah imut Putri nya.
Malam sebelum Bagas berangkat keluar kota. Bagas lebih banyak menggendong baby Tiara, menimang nya penuh sayang. Sepanjang malam juga bagas terus memeluk sang istri. Seakan dirinya takut jika tidak akan bisa memeluk kedua wanita tercintanya itu.
Bagas bahkan tidak membiarkan Resty keluar dari kamar nya selama seharian ini, Dengan alasan jika dirinya ingin menghabiskan waktu lebih banyak sebelum dirinya berangkat keluar kota esok hari. Bagas tidak lepas memeluk kedua orang yang begitu ia cintai selain Sang Ibu tentunya.
Pagi menjelang. Resty seperti biasa bangun lebih awal untuk membuat kan sarapan sang suami. Membangun kan Bagas yang nampak lesu dan bermalas-malasan untuk bangun. Walaupun akhirnya Pria satu anak itu akhir nya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah Bagas berlalu Resty pun Menyiapkan Pakaian yang akan di kenakan oleh suaminya, kemudian Resty memindahkan Baby Tiara kedalam Box nya.
"Sayang jaga diri baik-baik di rumah ya. Nanti aku suruh Buana untuk menyuruh beberapa orang untuk berjaga disini. " Bagas berkata-kata sembari memeluk istri nya,
"Iya mas. Mas juga hati-hati ya. dan nggak usah nyuruh orang ih. Selama ini juga aman-aman aja kok. Lagian di rumah kan banyak orang. " Tolak Resty, yang tidak ingin ada pengawal di rumah nya.
Dengan berat hati Bagas meninggalkan istri dan anak nya, Rasanya ingin sekali membatalkan keberangkatan nya. Namum tanggung jawab nya sebagai pemimpin perusahaan tidak bisa mengabaikan masalah yang tengah mendera anak anak perusahaan nya yang berada di luar kotak.
*
*
*
"Bagaimana? Tawaran ku ini cukup menarik bukan, kamu akan mendapatkan ke untungan berlipat ganda. Kamu bisa mendapatkan Bagas sebagai suami mu seutuhnya. Dan kamu juga bisa menikmati kekayaan nya. "
Sera memijat kepalanya dengan mata tertutup. Menimbang-nimbang perkataan seseorang yang menawarkan sesuatu yang menggiurkan.
"Jika kamu setuju. Kita langsung bergerak saat ini juga. Karena kesempatan baik tidak akan datang dua kali. " Angkasa tersenyum miring memperhatikan raut muka Sera yang nampak tengah mempertimbangkan perkataan nya.
"Baiklah Tuan. saya setuju dengan tawaran Tuan. Jadi apa yang harus saya lakukan? "
Angkasa menarik sudut bibir nya. Kala berjabat tangan dengan Sera. Akhirnya setelah sekian lama dirinya bisa menguasai harta kekayaan sang Kakak yang telah tiada.
🍒🍒🍒🍒🍒
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya akak²😘😘
rindu tiara