NovelToon NovelToon
Raja Pedang Beracun : Menghindari Kematian (Book I)

Raja Pedang Beracun : Menghindari Kematian (Book I)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Den

Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.

Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.

Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...

****

Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran II

Pertempuran antara aliansi Sekte aliran putih dan netral melawan Sekte Tujuh Pedang diawali dengan pertarungan antara kultivator yang berada pada praktik Penempaan Qi dan Pembentukan Inti Jiwa.

Anggota sekte Tujuh Pedang sendiri hanya berjumlah lima ribu kultivator yang berada pada praktik Penempaan Qi, dua ribu pada praktik Pembentukan Inti Jiwa dan sekitar lima ratus kultivator gabungan praktik Pembentukan Jiwa dan pembentukan Jiwa Murni.

Dibandingkan dengan pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral yang berjumlah lebih dari tiga puluh ribu, tentunya pertempuran ini berat sebelah.

Di tambah empat kultivator yang berada pada praktik Pembentukan Jiwa tingkat lima akhir dari aliansi itu, tentunya membuat posisi sekte Tujuh Pedang sangat tidak di untungkan.

Benar saja, hanya dalam beberapa jam, anggota sekte Tujuh Pedang sudah kewalahan. Tidak sedikit dari mereka yang terbunuh. Walaupun demikian, anggota aliansi juga ada yang tewas walaupun tidak sebanyak anggota sekte Tujuh Pedang.

Melihat hal tersebut, para petinggi Sekte Tujuh Pedang merapatkan giginya, yang mereka pikirkan sekarang ialah mereka harus bertahan dari serangan ini walaupun bisa di bilang itu mustahil.

Tidak semua anggota sekte sebenarnya setia ataupun ingin bertarung, jika mereka diberikan kesempatan memilih maka mereka akan memilih pergi dan berkhianat. Tetapi hal tersebut tidak bisa mereka lakukan, karena aliansi Sekte aliran putih dan netral akan membunuh semua anggota sekte Tujuh Pedang.

Yang mereka hanya bisa lakukan bertarung dan mencoba peruntungan untuk membuat celah lalu pergi.

Mereka juga mengutuk keras Ye Xiu karena mereka dengar pemuda tersebut lah yang menjadi dalang dari semua ini dan berkhianat.

Tetapi mereka lebih geram kepada Liu Kang, karena pemuda tersebut lah yang membuat situasi seperti ini.

Melihat anggota mereka yang berada pada praktik Penempaan Qi dan Pembentukan Inti Jiwa sudah mulai banyak yang terbunuh, mau tidak mau para tetua yang berada pada praktik Pembentukan Jiwa harus ikut turun tangan.

"Kakak, biarkan aku maju terlebih dahulu." Tetua Yun menghampiri Patriak Xiao An.

Karena berpikir memang ini waktunya untuk mereka ikut campur, Patriak Xiao An memperbolehkan tetua Yun untuk turun tangan.

Tetapi dia juga mengatakan adiknya tersebut harus membawa dua tetua lainnya yang juga berada pada praktik Pembentukan Jiwa.

Tetua Yun mengangguk, dia kemudian mengajak dua tetua lainnya untuk maju ke medan pertempuran.

*****

Para petinggi yang memimpin pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral juga sama seperti sekte Tujuh Pedang. Pada awal pertempuran mereka memilih untuk menerjunkan anggota mereka yang berada pada praktik Penempaan Qi dan Pembentukan Inti Jiwa.

Sementara kultivator yang berada pada praktik Pembentukan Jiwa hanya berdiri dan menyaksikan jalan pertempuran.

Setelah beberapa jam, para petinggi aliansi itu tersenyum lebar karena mendapati kelompok mereka berhasil menyudutkan sekte Tujuh Pedang.

Walaupun demikian, mereka juga cukup terkejut dan kagum karena sekte Tujuh Pedang mampu bertahan sejauh ini.

Saat mereka masih menyaksikan jalannya pertarungan, tiba-tiba saja mereka menangkap tiga orang anggota sekte Tujuh Pedang yang mereka kenali.

"Tetua sekte Tujuh Pedang sudah mulai bergerak, tampaknya sudah saatnya juga kita melemaskan otot-otot kita." Tetua dari sekte Pedang Seribu menunjuk ke arah Tetua Yun dan dua tetua lainnya.

"Kau benar, biar aku, kau tetua Leng dan tetua Lu yang menghadapi mereka. Sementara tetua Shen urus Patriak Xiao An." Ucap tetua Jun dari sekte Tombak Surgawi.

Setelah membagi tugas, mereka langsung melesat menuju tetua Yun dan dua tetua lainnya. Sementara tetua Shen mendekati Patriak Xiao An.

*****

"Sekte Tujuh Pedang sungguh menyedihkan, tampaknya hari ini tidak ada dari kalian yang akan tersisa. Sebaiknya kalian menyerah, mungkin kami akan memberikan sedikit keringanan dalam mencabut nyawa kalian!" Tetua Shen berseru lantang kepada Patriak Xiao An.

"Pantang bagi kami untuk menyerah. Lagipula kami tidak salah dalam hal ini. Kalianlah yang terlalu menyedihkan sampai-sampai menyerang sekte se aliran." Balas Patriak Xiao An dengan tenang.

"Kau pikir jika kalian tidak menyembunyikan anak iblis itu kami akan menyerang sekte kecil seperti ini!" Tetua Shen mendengus kesal, dia tidak setuju dengan perkataan Patriak Xiao An.

"Lihatlah, aku baru bicara seperti itu kau sudah marah. Karena memang pada kenyataannya kalianlah yang salah.

Kalian terus mengejar Liu Kang dan senior Liu Zeng, tetapi kalian sendiri tidak mempunyai bukti yang kuat bahwa mereka mempelajari manual praktik yang kalian katakan dan sebarkan di Benua Matahari Barat ini.

Apakah kalian tidak berpikir bahwa ada yang memanfaatkan kalian dalam hal ini?" Patriak Xiao An mengatakan semua yang mengganjal dalam hatinya.

Perkataan Patriak Xiao An sangat tepat, aliansi Sekte aliran putih dan netral ini tidak mempunyai bukti yang kuat dalam kasus ini. Tetapi untuk menutupi rasa malu mereka. Mereka melakukan hal seperti ini. Tentu saja jika mereka berhasil memusnahkan sekte Tujuh Pedang mereka akan menyebarkan berita bohong.

"Tidak perlu banyak bicara lagi, jika kalian ingin memusnahkan sekte Tujuh Pedang jangan harap akan dapat melakukannya dengan mudah selama aku masih hidup.

Aku juga ingin melihat kemampuan dari salah satu Tetua sekte terkuat Benua Matahari Barat ini!" Patriak Xiao An mencabut pedangnya dan menghunuskannya kepada tetua Shen.

"Kau akan menyaksikannya sebentar lagi." Tetua Shen mendengus kesal dan mencabut pedangnya juga.

Partarungan antara kultivator praktik Pembentukan Jiwa tingkat lima akhir, akhirnya terjadi.

Walaupun tidak mengguncang bumi dan langit terlalu dahsyat, pertarungan antara kultivator praktik Pembentukan Jiwa tingkat lima akhir tidak jauh dari itu.

Setiap serangan dari mereka, berhasil menciptakan ledakan-ledakan di sekitar mereka.

Bahkan kultivator yang berada pada praktik Penempaan Qi dan Pembentukan Inti Jiwa harus menjaga jarak mereka agar tidak terkena sasaran serangan itu.

"Seni Tujuh Pedang : Tujuh Pedang Menghunus Semesta!"

Patriak Xiao An melemparkan pedangnya ke atas, seketika itu juga pedangnya berubah menjadi tujuh.

Patriak Xiao An mengendalikannya dengan Qi miliknya. Pedang itu melesat dengan cepat ke arah Tetua Shen.

Setiap yang di lalui oleh tujuh pedang itu akan terjadi ledakan-ledakan yang keras.

Melihat hal tersebut, tetua Shen tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan jurus pedangnya.

"Seni Pedang Surgawi : Pedang Surgawi Memecah Karang!"

Tetua Shen bergerak dengan cepat dan lincah. Setiap gerakannya berhasil menangkis serangan-serangan dari tujuh pedang tersebut.

Tring

Akhirnya tetua Shen berhasil memukul mundur pedang itu dan kembali ke tangan Patriak Xiao An.

Patriak Xiao An menangkapnya dengan mudah. Tidak hanya sampai disitu, kali ini dia menggunakan sihir elemen angin.

"Seni Angin : Nafas Naga!"

Patriak Xiao An menarik nafas dalam-dalam, seketika Qi yang berada di sekitarnya memasuki tubuhnya. Dia menahannya sebentar lalu menghembuskannya kembali dan menyerang tetua Shen.

Woooshhh

Angin itu begitu kencang, sampai-sampai kultivator yang berada pada praktik Penempaan Qi di sekitar mereka ikut melayang ke udara.

Walaupun demikian, anehnya yang terkena serangan tersebut hanya pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral sementara anggota sekte Tujuh Pedang tidak terkena.

Melihat hal tersebut, tetua Shen mendengus kesal. Dia baru menyadari bahwa Patriak Xiao An mengalihkan perhatiannya dan menyerang pasukan aliansi mereka untuk mengurangi dan membantu anggotanya.

"Jangan senang dulu!"

"Seni Api : Api Dewa Surgawi!" Tetua Shen membalas serangan Patriak Xiao An.

1
Daryus Effendi
gak cocok terlalu berbelit belit,males bacanya
Ecoyyy: iyakah bang
total 1 replies
Erwin Syah
Luar biasa
Tigor H Napitupulu
good
Anggraini Nacita
ku pikir walit mncari istri🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂
Anggraini Nacita
yg benar aj torrent🤣😂🤣😂🤣😂
Andri Andri
katanya gu long pengguna tombak,kok jadi permainan pedang...gak nyambung....
Emil Hanafie
ceritanya terlalu panjang utk satu episod, author terlalu banyak mengkupas satu masalah, sehingga timbul kejenuhan membaca kupasan kupasan nya
Eer_27
mati suri
🥸🥸
alamat da ni bisa jadi kayak novel2 yg sebelum2 nya. putus di tengah jalan...kecewa penonton🤣
🥸🥸
ayo istri 2 bos biar gk kecewa penonton
🥸🥸
bis kapan bertarung nya?? masa nunggu perang besar baru kkiarkan ilmu nya🤣
🥸🥸
mungkin ka istri nya lebih. dari 1 thor??? masalahnya uda ada gadis yg menunggu nya anak patriak & gadis yg slalu brsama2 dgn dia
Adi
terlalu berbelit"
mario karta
🥙🥚🍳🍳🥘🥘🍲🍲🍜🥗🥗🍝🍜🍛🍛
Abi Mulyana
harta yg paling berharga adalah kebenaran dan kebaikan yg tulus
Abi Mulyana
nama jurusnya ga bagus
Abi Mulyana
rasa iri jadi benci dan benci jadi dendam dan dendam butuh pelampiasan...
Abi Mulyana
walet berebut makanan
walet musim kawin
Kultivator
sipppp
Anggara
capek nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!