NovelToon NovelToon
Black Buster

Black Buster

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:97.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Sweet

'Buster' sebuah kelompok penjahat yang membuat kekacauan di seluruh dunia. Dan dunia sekarang telah memasuki era kekacauan.

Menceritakan petualangan Azka Endorphane, lelaki berusia 19 tahun dan kekuatan 'Link' tebasan miliknya. Sejak kecil, Azka selalu di kucilkan oleh tempat tinggalnya karena status sosial.

Seperti sebuah takdir, Azka memulai petualangannya sebagai Buster untuk menemukan tempat paling misterius bernama 'Final Valley' demi impiannya sejak kecil.

Lalu seperti apa kisah dan petualangannya?

Follow ig author: @mistersweet

Chapter awal sudah di revisi dari segi penulisan.

Update Chapter: 1-2 Hari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 "Hidden Hope"

Beberapa hari setelah pertarungan melawan Clint Buster, seluruh warga desa Corael sangat sibuk untuk membangun kembali desa mereka.

Clint yang dikalahkan oleh Azka dibawa pergi oleh anak buahnya yang pada saat itu sedang bersembunyi. Mereka pergi karena takut penduduk desa Corael akan membawa Clint ke Markas Lancer.

Suasana pagi di desa Corael kini tampak sibuk dengan pekerjaan mereka. Meskipun sebagian besar desa mereka rata dengan tanah, wajah mereka sama sekali tak terlihat sedih. Dengan perginya Clint beserta anak buahnya sudah membuat mereka sangat bersyukur.

“Ah, kenyang banget.” Levin memegang perutnya yang membuncit sehabis makan.

Levin dan Tricia menyelesaikan makan mereka di salah satu rumah tanpa atap. Rumah itu adalah rumah milik Vina beserta kakeknya saat masih hidup. Atap rumahnya telah hancur oleh tembakan Clint sebelumnya.

“Makanan buatanmu sangat enak,” ucap Tricia.

Vina datang dan mengambil tumpukan piring di meja Levin dan Tricia.

“Aku selalu membantu kakek saat dikedai,” jawab Vina tersenyum manis.

Vina sekarang tak lagi memikirkan kedai kakeknya yang hancur. Ucapan Azka sebelumnya telah membuat Vina menyadari kalau masih ada kenangan yang berharga didesa Corael.

“Levin, kenapa makanmu banyak sekali?” tanya Tricia heran.

“Tentu saja aku kelaparan,” jawab Levin polos.

Tricia heran dengan tumpukan piring yang begitu banyak dihadapan Levin. Padahal Levin baru saja memakan sesuatu sebelum memakan makanan milik Vina.

“Tidak apa, Levin memang begitu.” Vina tertawa kecil melihat Levin.

Vina tau kalau Levin memiliki nafsu makan yang besar karena dia selalu makan di kedainya.

“Oh iya, Trisla—”

“Tricia!” potong Tricia.

“Tricia, apa Azka masih belum bangun?”

“Sepertinya belum.”

Tricia sebenarnya khawatir dengan keadaan Azka sekarang. Sebelumnya Azka terkena beberapa tembakan hingga melubangi tubuhnya. Memang tembakan itu tidak mengenai bagian vitalnya tapi tetap saja luka luka itu membuatnya kehilangan banyak darah.

“Apa Azka tak akan bangun lagi?” Vina tertunduk sedih.

Brak!

Levin tiba tiba memukul meja dengan wajah kesal, “Tidak!”

Tricia dan Vina terkejut saat Levin memukul meja dengan keras.

“Dia tidak boleh mati! aku bahkan belum menjadi Buster bersama kalian!”

Tricia memasang wajah malas, “Jadi itu yang kau pikirkan?”

Tricia mengira kalau pria berambut pirang itu sangat mengkhawatirkan Azka.

“Tapi … aku yakin kalau Azka akan baik baik saja.”

Levin menatap Tricia dengan tatapan meyakinkan. Levin sangat yakin kalau Azka tidak akan mati semudah itu. Saat pertama kali Azka berkata ingin pergi ke Final Valley, Levin yakin kalau Azka memiliki ambisi yang besar.

Karena sama sama memiliki impian yang besar, Levin merasa kalau ia akan sangat cocok dengan Azka. Apalagi Levin tau kalau Azka adalah orang yang sangat baik meskipun tatapannya seperti orang jahat.

***

Setelah beberapa lama Tricia masih menunggu kabar tentang Azka yang sedang diobati oleh orang orang desa.

“Apa yang kau lakukan disini dasar berandalan!”

“Apa itu?” tanya Tricia.

Terdengar suara teriakan beberapa orang dari luar, karena penasaran Tricia dan Vina lalu mengintip dari balik jendela.

Ternyata suara itu berasal dari beberapa orang warga yang sedang membangun rumah. Mereka terlihat kesal saat Levin mendatanginya.

“Aku hanya ingin membantu kalian,” ucap Levin dengan polos.

“Tidak! Kau itu hanya berandalan yang bisanya merusak!”

“Pergilah dari sini Levin!”

Mereka tampak kesal sambil mengusir Levin untuk pergi.

“Eh … padahal aku bisa membangunnya lebih cepat.”

Levin dengan polos mengambil beberapa papan kayu. Ia memaku beberapa papan tersebut tapi secara tak sengaja ia malah menghancurkan papan tersebut karena pukulan palunya terlalu kuat.

“Sialann! Apa yang kau lakukan Levin?!” Teriak orang orang itu dengan kesal.

“Hehehe … maaf.” Levin menggaruk kepalanya dengan polos.

“Pergi kau dari sini dasar berandalan sialan!”

Levin lalu pergi dengan wajah polos. Ia sepertinya tak sadar kalau ia hanya menambah beban orang orang desa.

Tricia yang melihat dari balik jendela hanya bisa terdiam dengan wajah masam.

“Apa yang sebenarnya dia lakukan?” tanya Tricia sambil melihat Levin menuju ketempatnya.

“Hahahaha … itulah Levin.” Vina tertawa terbahak melihat kekonyolan Levin.

Tricia sepertinya paham dengan maksud perkataan Vina tentang Levin yang tak pernah dianggap. Mungkin alasan warga desa Corael tidak menganggapnya karena ia selalu membuat masalah bagi orang orang.

***

Didalam tenda, Azka masih tak terbaring tak sadarkan. Setelah diobati oleh beberapa warga desa, tubuh bagian atasnya dipenuhi oleh perban.

Tak lama kemudian, Azka membuka matanya dengan lemah.

“Kau sudah bangun bocah dagger hitam?”

Suara yang sudah tidak asing, Azka lalu menatap lemah seseorang yang memanggilnya.

“Pak kepala desa ….”

“Syukurlah kau sudah sadar.”

Hardy merasa lega melihat Azka akhirnya siuman. Pria tua itu sudah menunggunya cukup lama.

“Dimana ini?” tanya Azka melihat sekeliling tenda dengan kebingungan.

“Ini tenda milik penduduk desa. Mereka membuatnya untukmu agar kau bisa dirawat.”

Azka terdiam sekaligus bingung. Sudah berapa lama ia tak sadarkan diri?

“Wajar saja kau kebingungan. Kau tak sadarkan diri selama dua hari.”

“Dua hari?”

Pantas saja ada yang aneh, ternyata dia koma selama dua hari. Tapi wajar saja, luka tembak dari Clint cukup membuatnya kehilangan banyak darah.

Bisa dibilang ini adalah luka terparah sejak luka yang dia alami saat salah satu Lancer melemparinya dengan peledak sihir.

“Aku benar benar berterima kasih. Berkat dirimu, desa ini bebas dari genggaman Clint Buster.” Hardy merasa bersyukur karena Azka berhasil mengalahkan Clint dan anak buahnya.

“Aku hanya menepati janjiku pada bocah itu.”

“Ya, Vina pasti senang ketika tau kau terbangun,” kata Hardy tampak senang.

Azka hanya terdiam mendengarnya.

“Tapi, aku tak menyangka kalau ada kelompok Buster yang baik seperti kalian.”

Selama ini Hardy tak pernah tau kalau ada kelompok Buster yang baik seperti Azka dan Tricia. Padahal Buster adalah kelompok jahat yang selalu menjarah kota, membunuh dan kekejaman lainnya.

Tapi, Azka sangat berbeda dari Buster kebanyakan. Dia bahkan rela terluka demi menyelamatkan desa yang baru ia datangi.

“Aku tidak berpikir sejauh itu.” Azka memasang ekspresi datar.

Azka tidak pernah merasa kalau dirinya orang baik, Azka hanya melakukan apa yang ingin ia lakukan.

“42 tahun yang lalu desa Corael hanyalah tanah lapang yang luas. Pada saat itu aku bersama warga yang lain bekerja bersama sama untuk membangun rumah dan toko dan akhirnya terbentuklah desa ini.”

Azka hanya diam mendengar cerita dari Hardy. Azka seakan tak tertarik mendengar cerita bagaimana desa Corael terbentuk. Satu satunya yang ia pikirkan adalah desa Corael mirip seperti desa Torbe yang terletak di luar wilayah kerajaan Oleander.

“Kau pernah berkata kalau tujuanmu adalah Final Valley,” ucap Hardy.

“Ya.”

“Bawalah Levin bersamamu,”

“Kenapa aku harus melakukan itu?”

Azka berpikir kalau kepala desa hanya berniat untuk mengusir Levin dari desanya.

“Kalian berdua memiliki ambisi yang sama bukan?”

“Harus kuakui dia memiliki impian yang hebat.”

Azka sebenarnya tertarik dengan impiannya tentang menjadi petarung terkuat, tapi ia sama sekali tak berniat untuk berteman dengannya. Azka masih sulit untuk percaya kepada orang lain sejak pengkhianatan anggotanya di pasukan Lancer.

“Dia selalu berkata kalau dia ingin menjadi petarung terkuat. Bahkan penduduk desa sampai muak mendengarnya. Tapi, dia anak yang sangat baik.” Hardy tersenyum saat menceritakan Levin.

“Baik? Bukannya kau bilang dia adalah berandalan yang menganggu desa?”

Azka sebenarnya curiga kalau Hardy sangat mengenal Levin. Tapi, Azka hanya ingin memastikan dugaannya.

“Dia memang dianggap seperti berandalan tapi dibalik semua itu, Levin selalu melindungi desa Corael dari ancaman Buster dan penjahat lainnya.”

Azka memasang tatapan datar saat mendengarnya.

“Levin sendiri datang kedesa ini saat masih kecil. Aku tidak mengetahui dia berasal dari mana atau siapa orang tuanya. Tapi sejak kedatangannya ke desa ini, dia selalu mengajak orang orang untuk bertarung dengannya.”

“Bertarung?” tanya Azka.

“Ya, dia selalu mengatakan kalau dia akan menjadi petarung terkuat oleh karena itu dia selalu menantang orang orang untuk bertarung. Karena dia selalu menang dan membuat orang babak belur akhirnya dia dipanggil sebagai berandalan.”

Azka terdiam, pantas saja Levin selalu dipanggil berandalan.

“Awalnya penduduk desa sangat membencinya. Tapi, saat mereka tau kalau Levin selalu bertarung melindungi desa, rasa benci dari penduduk pun mulai menghilang.”

Hardy pun bercerita kalau seluruh penduduk desa Corael sangat mengerti dengan impian yang dimiliki Levin. Oleh karena itu mereka berpura pura membenci Levin dan terus memanggilnya berandalan.

Mereka sengaja melakukan itu agar Levin berhenti melindungi desa Corael dan bisa pergi mencapai impiannya.

Hardy terdiam mengingat masa kecil Levin yang pada saat itu terlihat berantakan setelah bertarung.

“Aku akan membuktikan pada kalian semua kalau aku bisa menjadi petarung terkuat!"

Teriakan Levin kecil yang begitu ceria masih teringat jelas diingatan Hardy. Kepala desa itu hanya tersenyum kecil saat menceritakan Levin yang sebenarnya.

Azka yang mendengar cerita dari Hardy tampak sedikit terkejut. Selama ini penduduk desa sengaja membenci Levin agar bisa ia bisa pergi meraih impiannya.

“Anak itu …,” gumam Azka pelan.

Setelah mengetahui kebenarannya, Azka menatap langit langit tenda dengan wajah datar. Levin yang selalu memaksa ikut dengannya masih teringat jelas dipikiran Azka.

Hardy kembali menatap Azka dengan ramah, “Aku yakin kalian berdua pasti akan akrab.”

Tatapan kakek tua itu mirip seperti seorang kakek yang peduli pada cucunya.

Perkataan Hardy yang mengatakan kalau mereka akan akrab membuat Azka terdiam. Apakah mereka bisa menjadi teman?

To be Continued...

1
Eclairs5888
Ijin promosi dan kasih rate 5 ya Thor....


Delapan Pusaka : Amarah Harimau
Anya Forger
kayak nico robin
M Haitami
Feel nya kena bet jir
kimzky
Iyo Iyo
kimzky
ooke
kimzky
cerita fiksi yang sederhana,tapi menarik untuk di baca,,oke Thor 👍
kimzky
,oke
aurel
cerita mu bagus aku suka dan juga udah kasi like kalau berkenang yuk mampir di cerita aku " pengorbanan cinta mentari " jangan lupa tingal kan jejak salam kenal dari liana
Andariasrtka
keren banget sih asli
Akaki tsunayoshi
entah kenapa kok gue kepikiran sama cerita one piece
Mr. Sweet: sebenernya si wajar untuk itungannya pasukan jahat pasti ada pasukan baiknya kan? wkwkwk

Terima kasih banyak untuk like dan votenya🙏
total 3 replies
cicaheum》
yah lanjut trs dong,semoga bisa dilanjut terus ya
Mr. Sweet: thank u, besok black buster chapter barunya uo kok
total 3 replies
Bima
akhirnya setelah sekian lama
Nur Asiah
lama banget sih kak up nya
Mr. Sweet: siapp terima kasih supportnya🙏
total 3 replies
Mr. Ganz~`
like mendarat di karya terbaik kakak.... tetap semangat😍😍😍....dan jaga kesehatan , juga jangan sombong... untuk like dan komen back ya..yahahahaha...... keren..... Uyehhhh 🤣🤣🤣

~ Two world ~
kurosaki
terlalu banyak flashback tor kalo bisa dikurangi flashback nya👍
Mr. Sweet: kalo di pikir pikir emang iya sih, kedepannya udah di kurangi kok,
makasih buat masukannya🙏
total 1 replies
Neil Dragneel
kalo menurutku sih thor, di awal awal emang agak ngebosenin dan alurnya biasa aja. Mungkin banyak pembaca yang stop di situ, tapi sejauh ini makin bagus dan ceritanya seru,
kalo dari penulisan sih menurutku udah bagus cuma emg agak monoton aja thor, kadang gadapet feelnya gitu.
Tapi sejauh ini udah bagus, gue yakin alur kedepan pasti lebih seru.
jangan sampe berhenti nulis thor, gue masih ngikutin dan pengen tau tamatnya gimana.
Pokoknya semangat thor jangan pantang menyerah!
Neil Dragneel: sama sama thor, kalo bisa update tiap hari thor biar ga nunggu
total 2 replies
Monkey D Dragon
dua cewek saling gelut wkwk
Ulin Silitonga
asyikk ada ilustrasinya, kukira rambunya si Azka hitam ternyata di bilang hijau gelap😂
Mr. Sweet: udah dari awal soalnya, susah nyari yang kayak gua imajinasiin makanya pake itu aja wkwk
total 1 replies
Monkey D Dragon
thank you thor ada ilustrasinya juga, jadi enak ngebayangin Azka sama tricia wkwk
Mr. Sweet: wkwkw siapp
total 1 replies
Monkey D Dragon
yang penting konsisten aja thor jangan berhenti nulis, justru menurut gua alur ceritanya simple tapi seru, keep it up🔥
Mr. Sweet: makasih banget ya, besok chapter barunya baru di up sorry lama🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!