NovelToon NovelToon
Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:383.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puspa Herliyah

Adinda Sekar Arum, seorang bupati kabupaten M, memiliki paras ayu, dan berjiwa kepemimpinan yang sangat disukai oleh Masyarakat Kabupaten M.

Kisah nya, berawal memiliki seorang Ajudan baru, yang menggantikan Ajudan lama nya. Yudha Indra Perkasa.

Ajudan yang membuat jantung Adinda, berdetak kencang, dan selalu ingin dekat dengan Ajudan tampan nya.


** Adinda Sekar Arum

Kamu, bagai cahaya yang mampu, membuat hidup lebih cerah, dan mampu memayungi raga ini, kemana langkah ini bergerak.

*** Yudha Indra Perkasa

Cahaya mu terpancar aura kepemimpinan, hingga membuat raga ini, untuk selalu menjaga dan melindungi kamu.


Apakah, kisah cinta Bupati dan Ajudan akan bersatu?

Atau ada kisah lama di antara mereka, yang membuat mereka sulit bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kangen Om Yudha

"Sayang, kamu kenapa nakal? jangan buat Papi panik dong. " ucap Rafael dengan membelai rambut Mauren.

"Mauren, mau tinggal sama Mami." ucap Mauren dengan cemberut.

"Why? "

"Papi suka marah - marah, Mauren tidak suka Papi selalu marah - marah. "

"Sorry, Papi minta maaf. Sekarang kita pulang, Mauren mau apa saja, akan Papi turutin."

"No..!!! "

Adinda hanya diam, dan menatap kedua nya. Sedang kan Rafael, langsung menatap ke arah Adinda.

"Kenapa kamu tatap saya? " tanya Adinda ketus.

"Mauren, kamu masuk kamar dulu ya. " ucap Rafael pada Mauren.

"Papi, mau menghajar Mami lagi? "

Rafael tersenyum dan mengusap wajah Mauren yang kini sedang menatap Papi nya dengan kesal.

"Papi nggak akan marahin Mami, kata siapa Papi marahin Mami. Papi hanya, ingin bicara serius antara orang dewasa. "

"No, Papi itu bohong. " Mauren lalu duduk dekat Mami nya, dan memegang tangan Adinda.

"Papi bicara saja, Mauren akan tetap disini."

"Sayang, Papi tidak akan marahin Mami kok, kamu masuk kamar atau main sama Om Yudha dan Om Aksana."

"No Mami, tidak mau."

"Kamu lihat kan, anak nya sendiri yang minta. Lebih baik, kamu pulang. Mauren hanya, ingin ikut dengan Mami nya. "

"Keputusan pengadilan belum keluar, jadi Mauren harus pulang. "

"Anak nya saja tidak mau, kamu mau paksa dia? silahkan, kalau Mauren mau."

"Sayang, pulang yuk. " bujuk Rafael.

"No Papi.. !! " teriak Mauren.

"Lebih baik, kamu jangan paksa dia. Anak, kalau ingin minta sama Papi nya, pasti akan sama Papi nya, kalau sedang ingin sama Mami nya, pasti sama Mami nya. Jadi lebih baik, kamu mengalah dulu."

"Baik, saya sabar sekarang. Besok saya, akan jemput Mauren. " ucap Rafael, sambil mengecup kening Mauren dan lalu pergi.

"Mami, Mauren hanya ingin sama Mami. Tidak mau, ikut sama Papi."

"Iya sayang, kamu akan sama Mami."

"I love you Mami. " ucap Mauren sambil memeluk tubuh Mami nya.

"I love you too. " ucap Adinda membalas pelukan Mauren.

****

"Kamu kapan dinas? masih di rumah saja."

"Sabar bu, orang namanya juga sedang di rumah kan."

"Ya sampai kapan, masa masih di rumah saja. Jadi ibu tidak suka, sama atasan kamu." ucap Ibu Nuha.

"Ibu, jangan begitu. Masih kerja kok, tidak di pecat. Santai saja, jangan berpikir yang tidak - tidak. "

"Namanya juga, seorang ibu pasti lah, berpikir yang negatif. Mana ada, melihat anak nya seperti ini malah berpikir positif terus. "

"Tenang ya Bu, Yudha pasti kembali dinas."

"Iya, ibu akan menuruti apa kata kamu, tapi bila kamu terbukti di pecat, ibu akan minta bantuan KOMNASHAM. "

Yudha tersenyum dan mengangguk kan kepala nya, melihat wajah Ibu Nuha, yang sedang dilanda kekesalan.

****

"Mami, om Yudha kemana? " tanya Mauren.

"Om Yudha, sedang cuti. " jawab Adinda.

"Cuti itu apa Mami? " tanya kembali Adinda.

"Cuti itu, sedang liburan. "

"Oh, kirain cuti itu apa. Tapi Mauren kangen sama Om Yudha. "

"Nanti ya, tunggu Om Yudha selesai cuti, baru bisa ketemu. "

"Nggak mau Mami, ingin sekarang." rengek Mauren.

****

"Om....!!! " panggil Mauren, saat sampai di rumah Yudha. Terlihat Yudha sedang berada di pinggir tambak nya yang tidak jauh dari rumah Yudha.

"Mauren." ucap Yudha langsung menyambut Yudha.

"Om, kangen. "

"Oh iya, Mauren sama siapa? "

"Sama Mami. " tunjuk Mauren.

"Berdua? "

"Iya."

"Kenapa tidak minta di antar Pak Danang? "

"Saya hanya ingin, tidak ada orang lain." ucap Adinda.

"Masuk yuk, di dalam banyak kue. " ajak Yudha.

"Bukan permen atau cokelat. "

"Yups benar. "

Saat masuk, Ibu Nuha menatap Adinda dan Mauren, senyum tipis menyambut kedua nya. Yudha menatap tidak enak, pada Adinda saat Ibu nya hanya melemparkan sebuah senyuman.

"Mauren mau minum apa? "

"Mauren mau minum air putih dingin saja Om."

"Kalau Mami nya, mau minum apa? "

"Ah.. samain saja. "

Yudha langsung mengambil air putih dingin dalam botol, dan membawa ke ruang tamu, dengan dua gelas untuk Mauren dan Adinda.

"Mauren kangen sama kamu. "

"Oh iya, ternyata Mauren kangen sama Om ya."

"Om libur nya, jangan lama - lama, Mauren kan sekarang sama Mami lagi. Mauren nanti ingin, Om yang antar sekolah Mauren."ucap Mauren.

" Bukan saya loh, yang ajarkan dia bicara seperti ini. " ucap Adinda dan Yudha tersenyum.

"Nanti, kalau Om sudah selesai liburan, Om antar jemput Mauren lagi. "

"Janji ya Om. "

"Janji sayang. "

"Yes.. !!! "

Yudha tersenyum sambil membelai rambut Mauren, dan Adinda tersenyum bahagia melihat kedua nya sangat begitu akrab.

"Dia cocok, menjadi Papi sambung nya Mauren." ucap Adinda dalam hati nya.

Yudha mengajak Adinda dan Mauren melihat tambak ikan nya, karena rumah Yudha dekat dengan pantai. Sehingga banyak, warga sekitar rumah nya yang memiliki tambak.

"Yudha mengajarkan Mauren memancing ikan, Mauren tertawa saat kail pancing nya terdapat satu ekor ikan.

" Mami.. dapat Mami...!!! " teriak Mauren.

"Hebat sayang...!! " ucap Adinda.

"Sini, om lepasin dulu nanti taruh di ember."

"Ikan apa? " tanya Adinda.

"Ikan Nila sama gabus." jawab Yudha.

"Kalau ingin makan ikan, tinggal mancing dong."

"Kalau sudah siap panen, kalau masih kecil ya belum siap di panen."

"Tapi ini besar. "

"Kan, emang saat nya panen."

****

Mauren berhasil mendapatkan ikan hasil pancingan nya, sebanyak 5 ekor. Yudha membakar ikan tersebut di tepi tambak. Sedang kan Adinda dan Mauren menunggu di sebuah gubug kecil, sambil membuat racikan sambal untuk Yudha dan dirinya, sedangkan Mauren hanya bumbu kecap dan kacang.

"Nih jadi. " ucap Yudha.

"Asik...!! " ucap Mauren.

"Om ambilkan ya, soal nya panas. " ucap Yudha, memotong daging ikan nya untuk Mauren dan Adinda.

"Rasa nya enak ya, kalau ikan masih seger."

"Iya, beda sama ikan yang sudah di bekukan." ucap Yudha.

Dari jauh, Elisa menatap mereka bersama Ibu Nuri, hingga Elsa dengan menghentak kan kaki nya langsung masuk kedalam rumah Ibu Nuri.

"Tidak mungkin, kalau mereka tidak ada apa - apa. " ucap Elisa.

"Yudha mengatakan tidak memiliki hubungan apa - apa. " ucap Ibu Nuha.

"Ibu ini bagaimana sih, masa tidak punya hubungan spesial. Coba lihat, seperti layak nya keluarga. Mereka bahagia sekali. "

"Tenang saja, status nya kan masih istri orang."

"Ibu ini bagaimana sih, bisa saja setelah cerai mereka menikah. "

"Ibu akan bantu kamu, untuk dapat kan Yudha. "

"Janji ya bu, saya itu sangat mencintai Mas Yudha. "

"Ibu Janji, akan bantu kamu. Percaya, sama ibu."

Sedang kan Mauren makan sendiri dengan lahap, sesekali Yudha membersihkan sisa makanan di sudut mulut Mauren.

Adinda tersenyum, saat melihat keakraban Yudha dan Mauren, sadar Adinda memperhatikan nya Yudha menoleh ke arah Adinda dengan tersenyum.

.

.

1
Rubiyanti
Luar biasa
Senja
kasian dinda. apa ketularan penyakit dari suaminya yang suka ganti2 pasangan.
ceritanya bagus bisa ikut getem2 👍
susi 2020
😘🥰
susi 2020
😘😍
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
x😘😘
susi 2020
🥰🥰🔥
susi 2020
🤩😘🤩
altanum
ceritanya beda dengan yg lain.terus semangat berkarya thor...
Puspa Herliyah: makasih.. 🥰🥰
total 1 replies
wah.. si ajudan sdh punya pacar kah 😂
wkkwkw.. 🤣
pertanyaan apa ini kata yudha😂😂 jelas² pria.. mau bukti nya bu 🤣🤣
Adhyta Wahyuningsih
👍👍🥰
Fay Tahir Daeng Palallo
Bupati ganjen
Aris Budianto
Kecewa
Puspa Herliyah: baru buka sudah kecewa!!! kan belum baca sampai tamat.. kalau kasih rating itu baca sampai tamat dulu.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
rafael playboy cap kapak, lah apa kabar si yudha yg mantannya juga kececeran.. sama aja toh...
aira aira
bu bupati tau aja yg bening
Nurmila Karyadi
kerreennn mbk tetap semangat💪💪💪💪🥰🥰🥰
SEPTi
masih ada teka teki ini
Lilik Utami
Ya ampun beruntung banget adinda punya suami yudha bertanggung jawab,mau menerima mauren juga sayang sama dia dan sekarang dia mau belikan tempat tinggal buat kamu dan anak2 kalian
Pokoknya yudha the best👍👍👍
Rafael sabar ya smoga kamu bisa mengambil hikmah dari masalah kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!