seorang gadis desa, Monic Maheswari himawan,yang mendapatkan beasiswa di ibu kota, begitu bahagia... dan bercita cita menjadi orang sukses untuk merubah per ekonomian keluarganya.
tapi siapa sangka, cinta bisa merubah segalanya. dia di pertemukan dangan pria yang hanya ingin menjadikannya sebagai mainan saja. dan dengan polosnya si gadis desapun menerima ajakannya untuk berpacaran, tanpa dia sadar jika dirinya hanya sebuah mainan.
Reno Darmawan. pria kaya raya yang tidak memiliki hati, dan menganggap semua wanita hanya pion, dengan tega menjadikan gadis polos sebagai sebuah hiburan, tanpa dia sadar jika dirinya sudah terbiasa dengan kehadiran seorang Monic maheswari, gadis dengan kelemah lebutannya dan perhatiannya. tapi sayangnya akibat kebodohannya dia kehilangan cintanya.
apakah mereka akan kembali bersama. atau akan hidup dengan pasangan masing masing. dan apakah Monic akan memaafkan seorang Reno darmawan.
(wa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-30
Monic dan Sofia hari ini mulai bekerja, mereka berdua berjalan menuju tepat OB berada, Mereka hanya perlu beradaptasi dengan lingkungan kerja saja, kalau masalah pekerjaan mereka sudah sangat paham, Sofia sedang membuatkan minuman untuk para staf yang meminta di buatkan minuman. Sedangkan Monic sendiri sedang mebersihkan kaca dan lain lainnya, Setelah mereka selesai mereka kembali untuk meminta tugas kembali.
"eh ada neng Momon sama neng Fi Fi," ujar teman kerja sesama OBnya, Sambil menaik turunkan alisnya di sertai senyum narsisnya, Monic dan Sofia hanya menanggapi dengan senyuman dan geleng kepala, Tapi Monic dan Sofia tidak merasa terganggu, anggap saja hiburan saat bekerja.
Disisi lain Jonathan sedang menahan amarah, karna sang kekasih malah memperpanjang kontraknya untuk 1 tahun lagi, Jo merasa di permainkan oleh kekasihnya sendiri, Setiap di ajak serius jawabannya setelah kontrak selesai, seperti itu terus, Bagaimana mau selesai jika setiap kontrak habis selalu di perpanjang, Jo bertekat setelah ini dia tak akan peduli pada sang kekasih, terserah mau bagaimana saja, Jo akan mencari hiburan sendiri di sini, Sampai kekasihnya kembali dengan sendirinya.
"Fi antar Kopi ini di lantai 8, di ruangan CEO." perintah bu indah pada Sofia.
Monic menjawil lengan sang sahabat ketika bu indah memanggil untuk mengantar kopi ke ruangan CEO.
"Baik bu," Sofia segera bergegas mengantar kopi keruangan CEO di lantai delapan, Dia menakan lift untuk ke lantai delapan, lift pun terbuka, Sofia segera keluar dari lift dan brukkk
"Maaf tuan maaf," Sofia segera mengelap jas Jonathan dengan lap kaca yang berada di pundaknya, Sofia gemetar, Sofia bahkan belum melihat siapa yang di tabraknya, Ketika mendongak betapa terkejutnya Sofia, hilang sudah pekerjaannya kali ini, kenapa selalu bertemu dengan keadaan yang selalu menyulitkannya.
"Apa kau buta!! Apa matamu ada di belakang kepalamu hah!! Kenapa kau selalu ceroboh sekali, kenapa orang sepertimu bisa di terima bekerja. Bahkan melihatmu rasanya saya muak" setelah memaki Sofia dengan sadisnya Jo langsung pergi dengan amarah yang bertambah, Belum selesai dengan masalah sang kekasih, di tambah lagi dengan OB gila menurutnya.
Sedangkan Sofia langsung menangis, Dia kembali ke pantry sambil berderai airmata, kenapa bisa ada orang se kejam itu dalam berkata kata, sepertinya maaf tidak berarti buat orang seperti Jo itu.
Monic yang melihat Sofia menangis bingung, Ada apa dengan temannya ini, kenapa tiba tiba nangis begitu, Monic berjalan menghampiri Sofia Dan dia bertanya, "ada apa Fi?" tanya Monic sambil menyatukan alisnya, "Apa ada yang mengganggumu di sini, atau bagaimana" lanjut Monic, Bagaimana tak bingung tiba tiba Sofia menangis sampai seseguk,an begitu.
"Mon apa kamu tau, aku tadi ketemu orang yang pernah aku tabrak di tempat kerja kita yang dulu Dia ada di sini Mon, dan tadi aku tidak sengaja menumpahkan kopi di jasnya, Bagaimana ini Mon?" Sofia takut masalahnya berkepanjangan Meski tidak sengaja di akan tetap salah bukan, kalau cuman di hukum tak apa,semoga saja gak sampai di keluarkan dari tempat kerjanya.
"Biar aku yang antar kopinya, kamu tenangkan dulu dirimu itu, jangan panik, semua akan baik baik saja," sebenarnya Monic tak yakin, tapi dia akan berusaha membantu Sofia sebisanya..
Monic berjalan menuju ruang CEO untuk mengantar kopi, sambil berfikir bagaimana caranya bicara dengan atasannya, dia berharap bertemu orang yang di tabrak Sofia tadi, Dia akan berusaha meminta maaf kembali kepada atasannya itu atas nama sang sahabat, Monic harus bisa membantu Sofia, Walau bagaimanapun Sofia satu satunya sahabat yang selalu ada untuknya di masa masa sulit.
Tok
Tok
Tok
"Masuk," setelah terdengar suara dari dalam Monic segera membuka pintu.
Monic menunduk "Permisi tuan, saya kesini untuk megantar kopi." kebetulan sekali di sana ada Jonathan,Reno sedang menghadap ke belakang. Tapi Reno tau kalau itu Monic, dia sangat hafal dengan suara itu. dia tidak menoleh, Reno tetap menghadap belakang, Reno ingin tau apa yang akan Monic bicarakan, Jika dia menoleh sudah bisa di pastika Monic akan segera kelaur dari ruangannya.
"taruh saja di meja." Jo yang menjawab karna dia tau kalau Reno memang sengaja untuk tidak memperlihatkan wajahnya.
"Baik tuan, maaf tuan saya mau minta maaf atas apa yang terjadi kepada tuan, yang di sebabkan teman saya tuan. Tolong teman saya jangan di pecat ya tuan" Mohon Monic, hanya ini yang bisa iya lakukan untuk sang teman.
Jo mengulum senyumnya, sepertinya dia punya mainan baru untuk menghilangkan kesalnya "emang anda bisa memberi apa pada saya??" tantang Jo.
"maaf tuan saya tak punya apa apa tuan, Bahkan saya tidak punya uang untuk mengganti rugi."
"ck.... Ada syaratnya, Tidak akan gratis, Syaratnya anda harus menuruti apapun titah CEO kita" tunjuk Jo pada Reno. Monic pun melihat kemana arah telunjuk Jo Dan dia paham sekarang."dan sekarang kamu harus meminta maaf padanya, karna dia CEO di sini.
Kemaruk Lo
Kasian bener Monic pacaran sama buaya darat macam Reno
Yg ada Reno makin membuat Monic terluka,Tauuu