Akibat kecelakaan yang dialaminya, Ryan Jamaluddin justru kembali ke masa lalu, di mana waktu itu dia sedang di rawat di rumah sakit dengan kesulitan ayahnya untuk biaya pengobatannya.
Mampukah Ryan Jamaluddin untuk mengubah kehidupan keluarganya di masa lalu, agar ayahnya tidak menderita dan diremehkan orang lain, termasuk sang Paman?
Lalu misteri pembunuh ibu dan ayahnya di masa lalu juga harus dipecahkan. Apakah Ryan Jamaluddin mampu melakukan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Moonton
"Kenapa Nona Elly tiba-tiba memujiku seperti ini? Apakah ini cara Nona Elly menyemangati bawahannya sebelum pertemuan penting agar tidak tegang?" batin Ryan.
"Terima kasih Nona Elly. Suatu kehormatan bagiku, bisa menerima pujian dari gadis secantik Nona Elly." Senyum Ryan pada Elly.
Hal ini membuat Ryan tampak lebih tampan ribuan kali lipat di mata Elly. Terlebih lagi, Ryan balas memuji Elly, yang membuatnya sangat senang.
"A-apakah Aku cantik?"
"Tentu saja Nona, semua orang bisa melihatnya."
Deg deg deg
Irama jantung Elly menjadi lebih kencang dari biasanya. Wajah Elly pun merona. "A-ayo kita ke ruang meeting."
"Baik Nona." Setelah mengucapkannya, Ryan segera mengambil beberapa dokumen dan membawanya ke ruang Meeting bersama Elly.
Setibanya di ruang meeting, Alex telah duduk di sana dengan wajah sombongnya, seakan-akan dia adalah pemilik perusahaan ST ini saja. Bahkan saat Elly masuk pun, Alex tidak menyalaminya. Baginya, Leo memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada Elly.
Di belakang Elly, Ryan menyusul masuk dengan wajah penuh keyakinan dan percaya diri.
Melihat mereka berdua masuk, Wakil dari Moonton, Xiao Yan dan Lin Dong langsung berdiri dari kursinya. Dia menjabat tangan Elly dan Juga Ryan.
"I'm Ryan, the one who has contacted you. And this is my boss, Miss Elly." (Aku Ryan, orang yang telah menghubungi kalian. Dan ini atasanku, Nona Elly.)
"Nice to meet you." ujar Elly.
"I am Xiao Yan and this is Lin Dong. We are representative of Moonton. Nice to meet you too, Ryan and Miss Elly." (Aku Xiao Yan, dan ini Lin Dong. Kami adalah perwakilan dari Moonton. Salam kenal, Ryan dan Nona Elly.)
Setelah perkenalan singkat, Xiao Yan mulai mempresentasikan perusahaannya.
Shanghai Moonton Technology Co. Ltd. atau biasa disebut Moonton, merupakan sebuah perusahaan Start Up yang baru didirikan April 2014. Perusahaan ini mendaftarkan dirinya sebagai perusahaan pembuat game mobile.
Mereka memiliki 2 game yang akan di rilis tahun 2015 dan 2016. Yaitu Magic Rush: Hero and Friends, sebuah permainan bergenre Tower Defense, dan Mobile Legend: Boom Boom, permainan Multiplayer online battle arena.
Xiao Yan memberi penjabaran mengenai Strategi go to market yang mereka gunakan, proyeksi Revenue, dan juga sumber Revenue.
Karena game ini masih belum di produksi, Xia Yan belum bisa menunjukkan traksi pengguna dan juga traksi pemasukan kotor.
Traction atau traksi adalah data atau grafik dari kemajuan di awal tahap perkembangan perusahaan Start Up. Dari traksi, investor dapat mengetahui apakah produk sebuah Start Up ini layak atau tidak mereka beli investasi.
Maka dari itu, banyak yang menentang keinginan Ryan untuk berinvestasi pada Moonton, yang bahkan produknya saja masih belum ada.
Investasi pada Start Up sama dengan berjudi. Jika berhasil maka keuntungan yang didapat besar, jika gagal maka uang tersebut akan hilang.
Dan investasi Start Up di Indonesia tahun 2014 masih sangat jarang. Banyak investor yang belum percaya pada Start Up.
Tapi berbeda dengan Ryan. Ia sudah mengetahui perusahaan Start Up apa saja yang akan sukses 10 tahun dari sekarang. Dan ini termasuk Moonton.
Moonton meraih kesuksesan dalam game Mobile Legend: Boom Boom. Bahkan, saat Ryan mati, game ini dimainkan oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Maka dari itu, Ryan mengincar hak kelola game Mobile Legend: Boom Boom untuk region Indonesia.
Saat sesi presentasi usai, Laura masih belum tiba. Alhasil, Alex mulai mencecar Xiao Yan dan Lin Dong dengan kasar.
"This is bullshit! How can you be sure that you will achieve such a large Revenue in the third year after the launch of the game?"
(Ini semua omong kosong! Bagaimana kalian bisa yakin bisa meraih Revenue sebesar itu di tahun ketiga setelah peluncuran gamenya?)
"The game isn't finished yet. But you are already sure of this. You've clearly come to trick us!" (Gamenya saja belum jadi. Tapi kalian sudah seyakin ini. Jelas-jelas kalian datang untuk menipu kami!)
Alex benar-benar sangat bersemangat dalam menjatuhkan Moonton.
Xiao Yan dan Lin Dong pun hanya bisa menunduk dan tidak bisa berkutik. Karena semua yang dikatakan Alex memang logis.
Hingga akhirnya, pintu ruang meeting terbuka secara tiba-tiba.
Clek!
Bersamaan dengan suara daun pintu di putar, dari balik pintu, Laura dan Ammy masuk ke dalam ruang meeting.
Alex yang sedari tadi terus mencecar Xiao Yan dan Lin Dong langsung menghentikan ucapannya.
"Sorry we're late. The streets of Jakarta are very busy, so I can't be there on time. Have you finished your presentation?" ucap Laura sembari duduk di kursi yang masih kosong.
(Maaf kami terlambat. Jalanan Jakarta sangat macet, sehingga saya tidak dapat hadir tepat waktu. Apakah kalian sudah selesai presentasi?)
"Yes, we have finished the presentation. Now Mr. Alex is evaluating our company." jawab Lin Dong. (Ya, kami sudah selesai presentasi. Sekarang Pak Alex sedang memberi penilaian pada perusahaan kami.)
"Can you show the slides about the business model, revenue sources, and projections? I'd like to take a quick look at it to judge your company." Pinta Laura.
(Bisakah kalian menunjukkan slide mengenai bisnis model, sumber revenue, dan proyeksi? Saya ingin melihatnya sebentar untuk menilainya.)
"Oke, we'll show you, miss…" (Baik, akan kami tampilkan, Nona…)
"Laura, and this is Ammy, the owner of this company." (Laura, dan ini Ammy, pemilik perusahaan ini.)
"Oh, it's an honor to be able to introduce our company directly in front of the owner of the company." (Oh, ini adalah sebuah kehormatan bisa memperkenalkan perusahaan kami langsung di depan pemilik perusahaan.)
Setelah itu, Xiao Yan mulai menunjukkan slide yang menjelaskan mengenai bagaimana bisnis model mereka hingga proyeksi revenue 5 tahun ke depan.
Alex tidak pernah menduga bahwa Ryan akan mengundang Laura. Siapa di kantor ini yang tidak mengenal Laura. Di hari pertamanya kemarin saja, dia telah membuat seorang petugas keamanan dipecat.
Laura juga sudah sangat terkenal di dunia fashion. Sebagai pemilik brand ternama di dunia, hal yang wajar jika semua orang mengenalnya.
15 menit kemudian, Xiao Yan selesai menunjukkan slide tersebut.
Laura kemudian berbicara pada Ammy. "Ammy, bagaimana menurutmu?"
"Ini perusahaan yang menjanjikan. Tapi game yang mereka buat belum jadi. Jika Saya berinvestasi sekarang, maka itu sama saja Saya bermain judi."
"Kalau Kamu tidak mau, Saya bersedia menjadi investornya. Karena Aku yakin game yang mereka buat akan sukses."
Mendengar Laura, Ammy jadi kembali memikirkan investasi ini.
Di sisi lain, Alex sudah berkeringat dingin mendengar percakapan Laura dan Ammy.
jangan lupa mampir ya kak. biar tambah semangat iklan sbg sponsor
E tapi 2014 ada taruhan bola ya. Aku lupa loh
Diriku tandain buat baca chapter pertama
penasaran !!