NovelToon NovelToon
Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee

Status: tamat
Genre:Single Mom / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Tamat
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: pinkanmiliar

Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.

Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.

Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.

Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?

*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe

Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.

Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelicikan Hye Ri

Pagi ini, kembali Celia dikejutkan dengan kedatangan Ji Hyo. Gadis yang selalu tersenyum itu membuat Celia tak enak hati. Entah apa yang membuatnya ingin dekat dengan Celia.

"Bukankah sudah pernah aku bilang, aku ingin tahu wanita seperti apa yang disukai Oppa Kang Joon." Ji Hyo menjawab tanpa beban.

Karena tak memiliki alasan untuk menolak kehadiran Ji Hyo, Celia pun menerimanya. Bahkan kini Ji Hyo ikut ke warung dan membantu Celia.

Sang Mi hanya menggeleng pelan dengan tingkah manja Ji Hyo. "Semoga saja gadis ini tidak jahat seperti Hye Ri. Aku hanya ingin putriku hidup dengan tenang, Tuhan," batin Sang Mi.

Namun lama kelamaan kehadiran Ji Hyo membuat kacau suasana warung. Karena tidak hati-hati, Ji Hyo menumpahkan kuah sup ke pakaian pelanggan dan membuat pelanggan itu murka.

Celia yang awalnya menerima kini tak bisa lagi membiarkan Ji Hyo lebih lama berada disana. Akhirnya Celia memutuskan untuk menghubungi Kang Joon.

Joon yang sedang bekerja tak bisa menolak permintaan Celia untuk segera menjemput Ji Hyo. Sebenarnya Joon ingin menyuruh Hwan yang datang menjemput. Tapi karena Ji Hyo bersikukuh tidak akan pergi jika bukan Joon sendiri yang menjemput, maka jadilah Joon kini terpaksa meninggalkan pekerjaannya dan meminta Hwan menggantikan posisinya sementara waktu.

"Jangan bermain-main lagi, Ji Hyo!" tegur Joon ketika tiba di warung milik Sang Mi.

"Oppa! Aku tidak punya maksud yang buruk pada Celia. Aku hanya ingin mengenalnya saja. Aku ingin menjadi temannya. Oppa tahu sendiri jika selama ini aku tidak memiliki teman dekat. Aku hanya punya Oppa saja!" Kata-kata Ji Hyo terdengar menyedihkan di telinga Celia. Gadis ini memang tidak jahat. Ia hanya butuh seseorang untuk berada di sampingnya.

"Besok kau bisa datang lagi kemari. Tapi sekarang kau pulanglah dulu. Aku dan ibuku sedang bekerja. Datanglah ketika kami sudah di rumah." Celia mengatakan sesuatu yang membuat Joon melongo. Tapi tidak dengan Ji Hyo.

Gadis itu sangat senang dengan kalimat yang dilontarkan Celia. Secara refleks, Ji Hyo langsung memeluk Celia.

"Terima kasih, Celia. Terima kasih!"

Akhirnya Joon mengantar Ji Hyo untuk kembali ke rumahnya. Selama perjalanan, Joon hanya diam. Sungguh ia tak bisa berkata-kata dengan apa yang dilakukan oleh gadis di sampingnya ini.

"Aku akan mengantarmu pulang." Joon berucap datar dan terkesan dingin.

"Oppa! Jangan antarkan aku pulang. Aku tidak mau kembali ke rumah. Hmm, bagaimana kalau aku ikut denganmu saja di kantor?"

Joon melirik tajam Ji Hyo. "Aku sedang bekerja, bukan bermain-main. Jika kau ingin bermain-main, maka pergilah ke taman hiburan atau mall."

Ji Hyo mengerucutkan bibirnya. "Iya, iya. Maaf Oppa. Aku kembali ke rumah saja kalau begitu."

Joon menggeleng pelan dan kembali fokus pada jalanan di depannya.

Sementara itu, sejak tadi ponsel Hye Ri terus bergetar. Tapi Hye Ri tak berniat menjawab panggilan itu. Ia hanya menatap malas benda pipih di mejanya itu.

Getaran ponsel yang terus mengganggu konsentrasinya, akhirnya membuat Hye Ri terpaksa menjawab panggilan itu. Panggilan yang berasal dari ibunya.

"Halo, ada apa lagi, Bu? Bukankah sudah kubilang..."

"Hye Ri! Ini gawat!"

Mata Hye Ri membelalak. Dari nada suaranya, ibunya bicara dengan panik dan gugup.

"Ibu! Ada apa? Bicara yang jelas!" Hye Ri akhirnya mulai penasaran.

"Ternyata Sang Mi mengetahui perbuatan ibu."

"Perbuatan? Perbuatan apa?" Hye Ri bingung.

"Ini ... Soal anak yang kau lahirkan."

Hye Ri langsung tertegun tak percaya.

"Sang Mi melihat ibu saat dulu membuang bayimu." Suara Hye Mi terdengar ketakutan.

"Memangnya ibu buang kemana bayi itu?" Tanpa rasa bersalah Hye Ri bertanya dengan santai.

"Di depan rumah Sang Mi."

"APA?!" Hye Ri sangat kesal mendengar cerita sang ibu mengenai kedatangan Sang Mi malam itu. Bahkan Hye Mi bercerita tentang ancaman Sang Mi jika Hye Ri masih saja mengganggu hubungan Celia dan Joon.

"AARRGGH!" teriak Hye Ri kesal. "Sialan! Kenapa jadi seperti ini? Belum juga aku hidup tenang, sekarang muncul masalah baru!" gerutu Hye Ri tak kunjung padam.

Usai bekerja, Hye Ri sengaja pulang ke rumah lamanya dan bertemu dengan Hye Mi. Hye Ri ingin mendengar dari Hye Mi langsung mengenai Sang Mi.

Hye Mi menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi. Hye Ri mengepalkan tangan dan ingin sekali menampar ibunya itu. Namun ia urungkan, karena tahu itu hanya akan memperkeruh suasana.

"Apa yang ibu pikirkan hingga membuang anak itu di depan rumah bibi Sang Mi? Bukankah itu terlalu kentara dengan identitas bayi itu?" Suara Hye Ri terdengar pelan namun penuh penekanan. Sorot matanya menunjukkan sesuatu hal yang lain. Lebih tepatnya, kemarahan.

Hye Mi yang merasa ketakutan, langsung memohon maaf pada sang putri. Meski kata maaf pun dirasa percuma. Karena kini semua sudah mulai terbongkar.

*

*

*

Hye Ri memutar otak agar semua perjuangan yang sudah ia lakukan tidak segera terbongkar. Hye Ri memilih pergi dari rumah ibunya dan kembali melajukan mobilnya.

Saat melewati jalanan sepi, Hye Ri melihat Sang Mi yang kerepotan membawa barang belanjaan. Seketika senyum seringai tercetak di wajahnya.

"Bibi Sang Mi... Berani sekali kau mengancamku! Kau dan putrimu itu sama-sama benalu dalam kehidupanku. Bagaimana bisa kalian membesarkan anak yang bukan darah daging kalian? Kau bahkan sudah mengetahui jika anak itu adalah anakku. Kau tetap nekat membesarkannya. Atau mungkin ... Ini adalah rencanamu untuk mengacaukan hidupku? Dasar wanita tua tidak tahu diri. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu!"

Dengan tatapan penuh kemarahan, Hye Ri menginjak pedal gas mobilnya dengan dalam. Ia melaju dengan kecepatan tinggi menuju seseorang yang akan menyeberang jalan.

Sontak dari arah berlawanan, Sang Mi begitu terkejut melihat sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.

"Aaakkhh!" Sang Mi berteriak ketika mobil itu menabrak tubuh rentanya.

Tubuh Sang Mi terguling. Barang belanjaan yang dibawanya pun jatuh berserakan. Darah segar mulai mengucur dari kepala Sang Mi. Wanita tua itu ingin meminta tolong. Tapi suaranya tak kunjung keluar.

Sementara mobil yang menabrak Sang Mi masih terhenti tepat di depan tubuh Sang Mi. Hye Ri ketakutan saat melihat bibinya yang mulai berlumuran darah.

Bahkan mata Sang Mi sempat bersitatap dengan mata Hye Ri. Dengan tangan gemetar, Hye Ri mencoba melajukan lagi mobilnya.

Hye Ri sempat melihat jika Sang Mi melafalkan namanya sebelum matanya tertutup. Hye Ri langsung tancap gas dan pergi meninggalkan tubuh Sang Mi tergeletak dijalanan.

Di sisi lain, Jae Joong baru saja berbelanja kebutuhan dirinya selama seminggu. Jae Joong sengaja berbelanja banyak agar dirinya tidak perlu selalu keluar rumah. Cukup memasak di rumah setelah pulang kerja.

Tiba-tiba matanya tertuju pada sesosok tubuh yang tergeletak di jalan. Jalanan itu memang agak sepi. Dan lampu penerangan jalan juga temaram.

Dengan langkah cepat, Jae Joong menghampiri tubuh yang tergeletak itu. Jae Joong memekik kaget.

"Astaga! Apa dia korban tabrak lari?" gumam Jae Joong, lalu membalikkan tubuh wanita itu.

"Hah?! Bibi?" Jae Joong kembali memekik kaget. Ia memeriksa kondisi tubuh Sang Mi.

"Bibi! Bibi Sang Mi! Bangun, Bi!" Jae Joong menepuk pelan pipi Sang Mi.

Tak ingin membuang waktu, Jae Joong segera mengangkat tubuh Sang Mi dan membawanya ke klinik terdekat.

*

*

*

Joon berjalan terburu-buru menuruni anak tangga. Ia bertemu dengan Ae Gyo yang bertanya padanya.

"Kang Joon, kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Ae Gyo.

"Bu, aku harus segera pergi. Celia menghubungi. Terjadi sesuatu dengannya," jawab Joon dengan wajah panik.

Ae Gyo hanya mengangguk dan mempersilakan putranya untuk pergi. Joon melajukan mobilnya dengan cukup kencang. Setelah mendapat telepon dari Celia mengenai kondisi Sang Mi, Joon langsung ingin menemui istrinya itu.

Terdengar suara Celia yang menangis saat menghubunginya tadi. Membuat Joon tak bisa berpikir jernih untuk saat ini. Joon juga meminta tolong pada Hwan untuk segera ke rumah Celia dan menjaga Mi Ran. Tidak mungkin gadis kecil itu ia bawa ke rumah sakit, pikirnya.

Di rumah sakit, Celia dan Jae Joong menunggu kabar tentang Sang Mi yang sedang berada di ruang UGD. Mereka duduk di kursi tunggu depan ruangan itu. Celia masih meneteskan air matanya. Jae Joong terus menenangkan Celia dan menguatkan wanita itu.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya seorang dokter datang menemui mereka.

"Keluarga Nyonya Ju Sang Mi!" panggil dokter.

"Iya, Dokter. Bagaimana keadaan ibu saya?" Celia langsung berdiri di ikuti oleh Jae Joong.

"Maaf, Nona. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, Tuhan berkehendak lain."

Kata-kata dokter membuat tubuh Celia luruh. Beruntung Jae Joong langsung sigap menangkapnya. Jae Joong memegangi lengan Celia dan menenangkannya.

"Ibu... Hiks hiks. Ibu, maafkan aku..." Celia histeris.

Jae Joong ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Celia. Ia juga pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang tua yang amat kita sayangi.

"Celia, duduklah dulu! Tenangkan dirimu!" Jae Joong memapah Celia untuk duduk di bangku tunggu depan ruang UGD.

"Ibu... Maafkan aku..." Celia terus bergumam.

Tubuh lemahnya membuat ia butuh sandaran yang bisa menenangkan hatinya. Celia menyandarkan kepalanya di dada Jae Joong.

Tak kuasa menolak, Jae Joong mendekap Celia dan mengelus lengannya lembut. Jae Joong memberikan kata-kata penyemangat untuk Celia.

"Tegarlah Celia! Ibumu kini sudah tenang. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengannya!"

Tanpa mereka sadari dari arah yang tidak terlalu jauh, Joon tertegun melihat pemandangan yang membuatnya mengepalkan tangan. Joon bahkan tak mengira jika Celia sedekat itu dengan Jae Joong hingga harus berpelukan di depan umum.

Berbagai macam tanya mulai berkecamuk di hatinya. "Ada hubungan apa Jae Joong dan Celia? Kenapa mereka terlihat tidak biasa?"

1
Ran Aulia
terimakasih author , 👍👍👍👍
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
ɴᴏᴠɪ
Akhirnya semua bahagia ya, penasaran mak adiknya Mi Ran cowo atau cewe jadinya neh 🤭🤭
ɴᴏᴠɪ: twins ya makk cewe cowo 🤭🤭
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
bener bgt kalo mau mati nunggu km donorin dulu buat Mi Ran ,terus pergi deh dengen tenang
ɴᴏᴠɪ: astaga aku jg gak sadar mak 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Arief Arief
apa g ada kelanjutannya 😢😢😢
Emak Femes: masih berlanjut kak
belum end
tenang saja 😊😊😊
total 1 replies
ɴᴏᴠɪ
km gak salah Jae Jong, tp yg salah si Hye Ri..kalo km gak bongkar semua masih enak² aja si Hye Ri hidupnya.padahal udh banyak dosa dia
ɴᴏᴠɪ
semoga.Byung Man gpp ya, biang masalah semau si Hye Ri neh kapan seh dia dapat karmanya 🤧🤧
nctzen💋
wowwww kejutannya kerennn
ɴᴏᴠɪ
yeay akhirnya kasian deh lo, makanya jgn jahat jadi orang 😜😜
ɴᴏᴠɪ
Pasti Jae Joong yg kasih pesan ,gak sabar nunggu kehancuran Hye Ri 🤣
Anna Kusbandiana
tamatnya kok nggantung siihhh....
Emak Femes: belom end kak 😁😁
masih berlanjut kok
🙏🙏
total 1 replies
ɴᴏᴠɪ
lanjutkan Jae joong aku suka kalo km bongkar kedok si jahat Hye Ri..
ɴᴏᴠɪ
pasti ini si rubah betina Hye Ri, heran ya sama anak sendiri gak ada rasa sayang atau empati gitu 🤧🤧
ɴᴏᴠɪ: sebel aku mak sama si Hye Ri 🤧🤧🤧
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
sukurin kamu Hye Ri sampe di doain sama mertua kayak gitu, beneran gak bakalan bisa punya anak loh tau rasa 😜
ɴᴏᴠɪ
boleh gak aku jahat dikit, si Hye Ri knp gak mati aja ya jadi orang kog kayak gitu kejamnya 🤧🤧 padahal dia tau Mi Ran anak kandungnya tp gak ada rasa sayang ya sama anaknya 🙄🙄
Emak Femes: Boleh boleh
tp asal gak melanggar hukum aja kak, hehehe
total 1 replies
pat_pat
emak, how are you? msh ingat ga sm petrik yg unyu ini?😘
pat_pat: wkwk emak ga keliatan lg si di tempatku🤣
aku baik ma, emak sendiri gmn?
ohh itu tmn emak yg dubbing?
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
semua kebusukkan km akan segera terbongkar Hye Ri tunggu aja, pasti mertua km nyesel punya mantu kayak km 😜
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺
ɴᴏᴠɪ: kasian Mi Ran mak 🥺🥺
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
yeay akhirnya Celia diakui jg jadi menantu Byung Man , siap² aja Hye Ri karma buat km lagi otw 😋
Alya
akhirnya cellia bisa kembali ke keluargi lee... semoga hy rie tidak terlalu berani sama cellia
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
tunggu ah Hye ri.. karma itu tak semanis kurma 😁
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
akhirnya tabir kebenaran terungkap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!