NovelToon NovelToon
DUCHESS ALEXA

DUCHESS ALEXA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: $MONEY

Aku yang baru saja menginginkan kehidupan normal setelah bebas dari penjara tiba-tiba terbangun di tubuh seorang Duchess jahat yang selalu hidup berfoya-foya dan menindas yang lemah. Bahkan Duke suaminya sendiri pun ia tindas, hanya karena pernikahan mereka yang terjalin karena pernikahan politik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon $MONEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Budak Kecil

Setelah membuat kesepakatan dengan Jack yang tidak terlalu mempersulit ini itu. Aku dan tuan kesatria segera keluar dari tempat yang dipenuhi oleh orang-orang berwajah sangar ini. Sepertinya urusanku sudah selesai semua untuk hari ini, hanya tersisa tumpukan berkas di ruang kerja saja lagi yang harus ku kerjakan nanti malam. Langit juga sudah sore dengan warna emasnya di ufuk barat di kejauhan sana.

Saat keluar dari gang sepi tempat markas guild informasi Jack, aku kembali di hadapan kan dengan hiruk pikuk manusia yang masih beraktifitas di sore hari seperti ini. Baru saja kuda melangkah beberapa meter dari gang barusan, tiba-tiba seorang anak dengan penampilan kumuh dan luka-luka ditubuhnya berlari menabrak kan diri ke arah kuda.

Sepertinya anak itu ingin mati dengan menabrak kan diri ke kuda yang sedang kunaiki dengan santai ini. Mulutku tidak bisa tidak menganga saat kaget mendapati salah satu kaki kuda menginjak anak itu, yang hanya meringis tanpa suara dengan tubuh yang meringkuk menahan sakit.

"Dasar budak sialan... Rasakan itu, kenapa mau mati di injak kuda yang pastinya akan sangat sakit dan bukannya memilih menahan sedikit rasa sakit yang tuan mu berikan ini..." Bangsawan yang mengejar budak kecil yang sedang meringis kesakitan di samping kudaku mengangkat cambuk siap pukul ke arah budak kecil itu

"Cttaass... Aakkhhh..." anak itu berteriak meningkahi suara cambuk yang terasa ngilu di telinga

"Terimalah akibatnya... Siapa yang mengijinkan mu lari saat aku sedang bersenang-senang barusan... Ahaha..." bangsawan itu tertawa dan terus melayangkan pecutan cambuk yang dilapisi gerigi-gerigi kecil yang membuat kulit budak kecil itu teriris

"Aakkhhh.... A,ampun tuan... ampun..." teriaknya memelas

Aku yang entah kenapa merasa biasa saja melihat penyiksaan yang terjadi di depanku hanya diam memperhatikan sekaligus menghitung jumlah pecutan yang di terima budak itu. Bukannya merasa iba pada budak itu, tapi aku hanya merasa kasihan pada tangan bangsawan yang sibuk mengayunkan tangannya mencambuk budak itu, apakah tidak pegal?. Kulihat budak kecil itu masih bertahan dengan posisinya yang melindungi kepala dari ancaman cambuk yang terus memberikannya luka.

"To,tolong... Ampun tuan, ampun.... Akkgghhh..." ringis anak itu menatapku seakan-akan meminta tolong

Aku turun dari kuda yang diikuti oleh tuan kesatria yang sigap berdiri ke sampingku. Saat aku melangkah mendekati budak kecil itu, bangsawan yang sejak tadi asik memberikan pecutan di tubuh budak kecil itu segera menghentikan aksinya. Aku berjongkok mengamati wajah budak kecil yang cukup tampan walaupun wajahnya dipenuhi bekas luka sayatan.

"Apa anda berniat menjual budak ini kepada saya tuan?" tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari tatapan penuh ambisi budak ini

Orang-orang yang juga melihat perbuatan keji barusan terdiam hening, padahal beberapa saat yang lalu mereka masih sibuk berbisik-bisik ria mengasihani budak kecil ini.

"Apakah anda bercanda nyonya... Anda tidak perlu membelinya dari saya, karena saya akan memberikan budak ini dengan sukarela kepada anda... Tapi dengan satu syarat!"

Aku menatap ke arah bangsawan itu "Apa syaratnya?"

"Ekhmm... Anda harus meluangkan waktu anda satu hari menemani saya makan..."

"Apakah anda sedang meremehkan saya!"

Dia terdiam saat aku berdiri dan menatapnya tajam "Ji,jika memang anda tidak bisa melakukan syarat itu... Ma,maka saya tidak akan memberikan budak ini, bahkan jika anda beli sekalipun..."

"50 keping emas apakah cukup?"

Matanya yang tiba-tiba bersinar mendengar uang benar-benar menggambarkan keserakahan "Ekhmm... Saya..."

"30 keping emas, saya tidak suka basa-basi dalam berdiskusi tuan!" potongku

"Ji,jika anda memaksa, maka silahkan saja ambil budak itu dengan harga yang anda sebutkan barusan!" bangsawan itu terlihat melirik-lirik ke sekeliling

Sialnya aku lupa jika semua kantong uangku sudah kubagi-bagikan di pemukiman kumuh. Tapi tidak di duga-duga, tuan kesatria melangkah maju dan memberikan kantong uang yang dimilikinya pada bangsawan serakah itu. Dengan wajah sumringah bangsawan itu segera pergi meninggalkan kerumunan dengan membawa sekantong uang keping emas.

"Setelah kembali ke kediaman, melaporlah pada kepala pelayan!"

Tuan kesatria menundukkan kepalanya tanda mengiyakan apa yang kukatakan "Baik nyonya!"

"Hei! Siapa namamu?" tanyaku pada budak kecil yang berusaha bangkit berdiri

"Bi, biasanya tuan pemilik memanggil saya 'kotoran' nyonya!" sahutnya yang mungkin mendengar jika tuan kesatria memanggil ku dengan Nyonya barusan

"Apa kau menyukai nama itu?" aku menanyakan hal yang konyol bukan, dan tentu saja budak kecil itu terdiam

"Jika nyonya bertanya maka sudah menjadi kewajiban mu menjawab!" kata tuan kesatria membentak budak itu

"Ti,tidak... Saya tidak menyukai nama itu Nyonya..." jawabnya tergesa-gesa

"El! Itu nama barumu!"

"Terimakasih nyonya... El!" dia terlihat senang hanya karena sebuah nama asal ucap seperti itu, lucu memang

Awalnya aku akan membiarkan anak kecil itu mengikuti ku kembali ke kediaman dengan berjalan kaki. Tapi tuan kesatria merasa tidak tega, hingga mengangkat tubuh anak itu naik ke atas kuda bersamanya. Aku hanya bisa entah tersenyum atau menyeringai yang kulakukan saat ini, yang jelas budak itu kini bebas dari tuan yang hanya bisa terus-terusan menyiksa dan melukai tubuh serta mental kecilnya.

Walaupun ia sudah kubeli dan kubawa pulang ke kediaman, tapi aku akan lepas tangan pada hidupnya. Sekarang terserah padanya saja ingin hidup bagaimana di kediaman Duke Flanthefus, karena itu hidupnya maka harus dia sendiri yang menentukan nasib hidup yang akan di jalaninya. Tapi beda lagi ceritanya jika suatu saat ia menjadi sosok yang menonjol, mungkin saja aku akan menaruh perhatian padanya, yang mungkin saja kan suatu saat nanti berguna bagiku.

Sesampainya di kediaman aku segera mengantar kuda kembali ke kandangnya yang di ikuti oleh budak dan juga tuan kesatria. Kulihat budak, oh maksudnya anak kecil itu sedang menatap takjub ke sekelilingnya. Mungkin pemandangan kediaman ini terlihat sangat memukau bagi orang-orang yang hidup dalam kekangan seperti dirinya, malang sekali nasibmu anak kecil.

"Sekarang kau akan tinggal di kediaman ini sebagai rakyat bebas... Selagi kau hidup tanpa melewati batas bagiku, hidupmu akan baik-baik saja di kediaman ini... Dan membaur lah bersama para pelayan di kediaman ini, karena aku hanya akan melihatmu lagi jika suatu saat kau berguna ataupun kubutuhkan saja..."

"Terimakasih nyonya!" matanya berkaca-kaca penuh haru

"Di kediaman ini aku tidak akan membelamu jika kau terlibat masalah, karena aku berharap kau bisa melindungi dirimu sendiri... Berdoa saja semua pelayan di kediaman ini adalah orang-orang baik!" Kataku menepuk pundak anak itu

"Baik nyonya, saya akan mengingat pesan anda!" sahutnya tegas

Jadi begini, aku saja belum tentu bisa melindungi diriku sendiri bagaimana bisa aku melindungi orang lain. Aku tidak ingin terlihat konyol dengan mencoba melindungi orang lain sedangkan diriku sendiri saja aku masih bingung harus bagaimana melindunginya. Lagipula aku tidak menyangka jika akan menyelamatkan anak ini dari belenggu bangsawan serakah itu, Seharusnya lady Rose yang menyelamatkan anak ini, tapi mungkin itu bukan hari ini tapi hari-hari yang akan datang.

Tapi aku sempat juga berpikir, bagaiman jika bukan anak ini yang nantinya diselamatkan oleh lady Rose? Kan budak yang bernasib menyedihkan seperti anak ini bukan hanya dia seorang. Dunia itu adil hanya kepada orang yang merasa jika ia beruntung dilahirkan ke dunia. Bukan kepada orang-orang yang hanya bisa mengeluh karena hidup tidak bahagia setiap saat. Biasanya orang yang selalu menyalahkan takdir lah yang selalu menganggap dunia dan kehidupan itu tidak adil padanya.

1
netizen nyinyir
udah 2025 thorrrr
Greynyx: hai kak, mampir yuk ke karya baru aku yang judulnya, "Kematian Pertamaku Melahirkan Seorang Monster ", klik aja profil ku kak, pasti muncul karya nya 🙏🤗
total 1 replies
Yuli
/Toasted/
Yuni Anto
segera up donk thooor lama up nich... q menanti terus kelanjutanny
Greynyx: halo kakak, mumpung karya ini ga up lagi, coba yuk mampir di karya baru aku, yang judulnya "Kematian Pertamaku Melahirkan Seorang Monster ", klik aja profil ku kak, pasti ada🙏🤗
total 1 replies
miu-miu
update juga senangnya
eva
sugoooiii
Missy Karinawati
akhirnya mati juga... Kaya nya author sistem kebut deh ceritanya di tulis
Missy Karinawati
jir... jadi gak srek bacany...
padahal di tunggu2 update nya🙏🙏🙏
Missy Karinawati
akhirnya update juga🤭🤭
m°w~°p✿ ⁰
setelah sekian lama akhirnya up juga 🥰
Sulati Cus
jd inget cut pat kai
Aizzah
Plss lanjut Thor 💞🥺🥺
Aizzah: tajuk masih sama? thor aplikasi apa thor?
total 2 replies
Anonim
Plis Lanjut 🥺Thor semangat 😇🥺
kopi*hitam: pindah aplikasi ka untuk kelanjutannya, di aplikasi "F***O" ya, makasih banyak dukungannya KA🤗🙏💐
total 2 replies
est
lanjottt tor
Hye
pasti si philip kurus pas pulang perang nanti .....heheheh
Emeralda Narindra Garindri
👍
Emeralda Narindra Garindri
Seru.... Next Tor❤️
*********
thoooooooooooooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrŕrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrŕrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
kapan up ?
*********: eh udah ketemu ding kak..
makasih..
total 3 replies
Irmha febyollah
kok lama kk ya update nya..
Author Asvara
next thor..
ceritanya seru.
ku beri sekuntum mawar untkmu thor.
*********
up lg thoor... selalu mnunggu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!