menceritakan kisah cinta anak bram sanjaya
putra Bram sanjaya dan putri Bram sanjaya adalah anak kembar dari pasangan Wina wijaya dan Bram sanjaya, mereka terlahir kembar namun mempunyai karakter yang berbeda, putra yang dingin dan spontan, tidak memikirkan perasaan lawan bicara nya ketika mengutarakan sesuatu. tegas dalam sikap, dan bertanggung jawab sedangkan putri adalah gadis periang, suka memasak seperti mamanya, Abimanyu sang adik juga tak kalah keren, manja dengan sang mama jika tidak ada kakak dan adik nya, suka bercanda, dan spontan. dan Bianca, adalah gadis yang ceria, spontan, keras kepala, cerdas, dewasa walau usia nya masih sangat muda, dan tegas,. serta tidak mau di bantah.
siapakah yang bisa mendapatkan cinta anak anak Bram sanjaya
yuk ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
" sayang.. " ucap abi memanggil Utari,
" em.. " jawab Utari singkat yang baru saja keluar dari kamar mandi dan menganti bajunya dengan kaos tanpa lengan dan celana pendek dan rambut terurai
" seksi.. " gumam abi " semakin hari semakin berisi, mengemaskan " Gumam abi lagi dan langsung mendekat ke arah Utari dan langsung mencium nya
" eumm abi.. aku tidak bisa bernafas " ucap Utari saat ciuman abi terlepas
" kamu terlalu seksi sayang " ucap abi sembari mengusap pipi Utari, Utari yang memandang abi langsung mencium bibir abi tanpa permisi
" ayo.. aku menginginkannya " ucap Utari tiba tiba, abi yang mendapat angin segar pun langsung membuka kaos nya dan terjadilah.
🔸
" mama.. " panggil juna pada Wina yang sedang asyik makan bakso bersama Bram dan kakak kakak nya
" astaga kamu dari mana basah kuyup ?" tanya Wina
" dari rumah Rama ma, " jawab juna santai
" sudah sana mandi setelah itu makan bakso " perintah Wina
" asyik.. " jawab juna kegirangan dan langsung masuk ke kamar
"ma, putra mau ke kamar " ucap putra dingin lalu menarik lisa, lisa hanya menurut saja karena mereka memang sedang bermasalah
" ma.. pa..lisa ikut putra " ucap lisa sembari berjalan mengikuti langkah putra, menuju lantai atas
dan sampai lantai atas saat melewati kamar abi terdengar suara abi dan Utari di sela permainan nya .
" pelan abi.. " ucap Utari
" ini sudah pelan sayang " jawab abi sampai terdengar di balik pintu
" astaga..., suara mereka berdua.. ck.." ucap putra dalam hati dan melihat lisa dan tetap berjalan
" putra.. aku mau tinggal di sini saja.. " ucap lisa saat sudah sampai di kamar
" jangan mulai lagi lisa.. " ucap putra dingin
" aku di rumah permata kesepian putra , tidak ada siapa siapa selain asisten rumah tangga, sedangkan kamu akhir akhir ini pulang larut malam terkadang jam 2 pagi kamu baru pulang, kamu pikir aku tidak kesepian setelah pulang mengajar " ucap lisa sedikit emosi
" cukup lisa..! kita akan tetap di rumah kita sendiri! " jawab putra sedikit emosi
" kamu egois putra... " jawab lisa tak kalah emosi, dan meneteskan air mata lalu duduk di tempat tidur
" maaf.. aku hanya ingin menata rumah tangga kita berdua sayang " ucap putra lembut dan menahan emosi nya. dan memeluk lisa.
" tapi aku kesepian putra, aku kesepian, dahulu aku kesepian tanpa orang tua , dan kini aku menikah dengan mu berharap tidak kesepian tapi ternyata tetap sama saja" ucap lisa lirih
" baiklah, kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu, sampai pekerjaan ku tidak terlalu padat " ucap putra lembut dan langsung memeluk lisa.
🔸
tak terasa sore menjelang namun hujan tak kunjung reda, Utari dan abi pun turun dengan rambut mereka yang basah, mereka turun karena rasa lapar,
" eum.. rumah sepi.. apa kakak kakak sudah pulang " tanya Utari pada abi saat sudah berada di ruang makan,
" semua masih tidur sayang apa lagi putri tidur sama suami brondong nya, pasti sampai magrib,"
" hah.. suami brondong, memang nya kak putri kalau tidur bawa brondong, brondong jagung ? " tanya Utari polos, seketika abi tertawa sampai memegang perutnya
" abi kenapa tertawa.. ? " ucap Utari sedikit kesal karena ucapan di tertawakan
" bukan Utari, jadi usia Damian itu lebih muda dari putri, jadi orang menyebutnya putri suka brondong, begitu sayang.. " ucap abi menjelaskan namun masih sedikit tertawa.
" oh.. aku pikir kak putri kalau mau tidur bawa brondong jagung, ternyata brondong nya kak Damian, " ucap lirih putri
" sudah ayo makan, dari siang kita belum makan nasi, "
" eum.. tapi aku mau makan pakai telur mata sapi saja, sama kecap seperti enak "
"em.. baik lah aku buatkan untuk mu " ucap abi lalu tersenyum
" baiklah tapi aku akan menemani mu di dapur "
" ayo.. " ajak abi, lalu mereka bergegas menuju dapur.
abi dan Utari pun asyik memasak berdua, saling bercanda, dan tertawa hingga Wina keluar dari kamar,
" astaga.. kalian berdua , mama pikir apa.. ? " ucap Wina saat melihat abi dan Utari di dapur
" mama.. ! " ucap Utari gugup karena Utari sedang memeluk abi dari belakang
" mama pikir kita rampok " jawab abi santai sembari membawa telur mata sapi permintaan Utari
" mama.. " ucap Utari salah tingkah dan menyunggingkan senyuman nya ke arah Wina lalu mengikuti langkah abi begitu juga Wina langsung keluar dari dapur dan mengikuti langkah Utari
" mama tidak biasanya mandi jam segini " tanya abi saat melihat wina masih mengunakan handuk di rambutnya dan berjalan di melewati ruang makan
" kamu seperti tidak tau papa mu saja, " ucap Wina santai dan berdiri didekat meja makan
" mama sama papa sama saja, " ucap abi di iringi tawa " tua tua makin menjadi, " ucap nya sekali lagi
" sudah jangan membahasnya, kamu juga sudah paham bukan, dan kenapa Utari hanya makan pakai telur dan kecap saja " ucap Wina heran
" em.. Utari lagi mau seperti ini ma, " ucap Utari yang sedang makan
" ya sudah.. lanjutkan papa mu seperti nya memanggil " ucap Wina sembari berjalan ke kamar karena bram memanggilnya
" jangan di lanjut ma, ingat umur " canda abi dan tertawa
" abi.. !! " teriak Wina sembari masih tetap berjalan menuju kamar, sedangkan abi hanya tertawa
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like, komen
Terima kasih😘💕
gak lanjut lagi nich thor?