NovelToon NovelToon
The Nick'S Life

The Nick'S Life

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:635.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'Adrianz

Nick, usia 24 tahun. Memiliki wajah tampan, otak encer dan karir cemerlang. Namun semua itu tak membuat hidupnya bahagia. Hidupnya mulai terasa indah ketika bertemu dengan seorang gadis bernama Azizah.

Bersama Azizah dia merasakan artinya cinta. Namun sayang, orang tua Azizah tak merestui hubungan mereka. Demi bisa bersama, keduanya nekad melakukan hal terlarang yang berbuah petaka.

Nick dan Azizah berpisah dengan cara tak terduga. Kecelakaan tragis yang menimpa dirinya juga Azizah telah mengubah hidup pria itu seratus delapan puluh derajat.

Mampukah Nick menata hidupnya kembali? Apakah dia akan bersatu kembali dengan Azizah atau menemukan tambatan hati yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Adrianz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Goodbye

Diah bergegas keluar dari kamar begitu mendengar suara bel di unit apartemennya. Dilihatnya sebentar siapa yang berkunjung. Begitu mengetahui orang yang dikenalnya, wanita itu segera membukakan pintu. Begitu pintu terbuka lebar.

PLAK!!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Wanita itu. Saking kerasnya tamparan, tubuh Diah sampai terhuyung ke belakang dan sudut bibirnya terluka hingga mengeluarkan darah. Dengan kasar tamu yang ternyata adalah Burhan, salah satu pria kekasih Diah menutup pintu. Pria itu terus maju ke arah Diah yang beringsut mundur.

“Dasar perempuan mur*han!!!”

Burhan melemparkan lembaran foto yang baru saja dikeluarkan dari saku jasnya. Seketika foto-foto kebersamaan Diah dengan Sakurta dan John Smith berserakan. Burhan merangsek maju kemudian mencengkeram leher Diah.

“Beraninya kamu bermain dengan lelaki lain di belakangku!!”

BUGH

Diah menendang dengan kuat sel*ngk*ngan Burhan membuat pria itu menjerit kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Dia memegangi senjata pusakanya yang terkena tendangan maut Diah. Wanita itu kembali menendang Burhan sampai tubuhnya terjungkal lalu menginjak dada pria itu.

“Kalau aku wanita mur*han, lalu apa sebutan untukmu? Sejak awal aku mengatakan sudah menjalin hubungan dengan seseorang tapi kamu terus saja memaksaku. Sekarang kamu berteriak marah seolah dibohongi, cih... dasar maling teriak maling.”

Diah meludah tepat di wajah Burhan. Dengan kasar pria itu mengusap ludah yang mendarat tepat di keningnya. Ingin rasanya dia membalas Diah, namun burung perkututnya masih terasa nyeri.

“Wanita brengsek!! Kembalikan semua yang telah kuberikan!!”

Diah tak membalas ucapan Burhan. Wanita itu masuk ke dalam kamar dan tak lama keluar kembali. Dilemparkannya kunci mobil beserta surat-suratnya ke arah Burhan yang masih tergeletak di lantai.

“Ambil kembali mobilmu!! Tapi untuk semua uang yang sudah kamu berikan tidak akan kukembalikan sepeser pun. Anggap itu sebagai bayaran karena sudah mensejahterakan burungmu yang payah itu.”

Diah menarik tangan Burhan kemudian menyeretnya ke arah pintu. Dia mendorong tubuh Burhan hingga keluar unit apartemennya, kemudian menutup pintu rapat-rapat. Diah bersandar di pintu seraya meraba pipinya yang terasa nyeri.

Perlahan tubuhnya merosot turun ke bawah, sekuat apapun dia menahan akhirnya tangis itu pecah juga. Perjuangan hidup yang tak mudah hingga dirinya harus menggadaikan diri pada lelaki lain sungguh bukan pilihan hidupnya. Tapi takdir seakan terus mempermainkannya. Diah kerap bertemu dengan lelaki yang hanya menginginkan fisiknya saja. Tapi tak pernah menunjukkan kepedulian apa lagi perlindungan untuknya.

Laki-laki yang dia inginkan menjadi pendamping hidup selamanya justru memilih kembali ke negara asalnya. Sekuat apapun Diah mencoba melupakan, namun perasaan cinta untuk Bryan masih tersimpan rapat di hatinya. Selama ini dirinya mencoba mencari sosok pengganti Bryan namun tak pernah menemukannya.

Perlahan Diah bangkit lalu beranjak menuju kamarnya. Dia harus membersihkan diri dan memulas wajahnya agar tak terlihat bekas tamparan Burhan. Hari ini wanita tersebut akan menjemput Nick pulang dari rumah sakit.

Diah baru saja selesai berdandan, ketika terdengar seseorang memasuki unit apartemennya. Belum sempat wanita itu keluar kamar, John Smith sudah masuk ke dalam kamar. Sejenak pria berkebangsaan Australia itu memandangi Diah kemudian mengajak wanita itu duduk di sisi ranjang.

“What happened? (ada apa?).”

“Nothing (ngga ada apa-apa).”

“Don’t lie. Look at your face, did somebody hurt you? (jangan bohong. Lihat wajahmu, apa seseorang melukaimu?).”

Diah tak dapat menahan airmatanya, wanita itu menangis dalam pelukan John. Hanya pada pria itu Diah bisa menampilkan dirinya yang sebenarnya. John adalah teman kerja Diah dahulu. John meminta Diah berhenti bekerja dan sebagai gantinya dia yang akan membiayai hidup Diah juga Nick.

Awalnya mereka hidup bersama hanya sebagai teman. Tapi kemudian John yang frustrasi saat mengetahui istrinya selingkuh, mulai melampiaskan hasratnya pada Diah. Merasa berhutang budi, Diah pun memenuhi keinginan John. Bahkan John tak melarang kalau Diah memiliki kekasih lain asalkan setiap dirinya datang, waktu Diah hanyalah untuknya.

“Tell me Diah, what happened to you. (katakan Diah, apa yang terjadi padamu).”

Dengan terbata Diah menceritakan apa yang baru saja menimpanya. John mengepalkan tangannya erat mendengar cerita teman ranjangnya itu. Diah juga mengatakan tentang keputusannya untuk menjalani kehidupan baru bersama Nick. Dia akan melepaskan semua lelaki yang berhubungan dengannya, termasuk John.

“I’m sorry John, I have to do this, for Nick. (Maaf John, aku harus melakukan ini, demi Nick).”

“It’s okay Diah, I understand. Actually my contract is over. I have to go back to Perth as soon as possible. Nick has grown up and he can protect you now. Thank you for all of our time we spent together. You accompany me during my bad time. I wish you’ll be happy soon. (Ngga masalah Diah, aku mengerti. Sebenarnya kontrakku sudah selesai. Aku harus kembali ke Perth secepatnya. Nick sudah dewasa dan dia bisa melindungimu sekarang. Terima kasih atas waktu yang kita habiskan bersama. Kamu menemaniku selama masa burukku. Aku harap kamu akan bahagia secepatnya).”

“Thank you John, thank you. Please me give me time to move until Nick recovery (terima kasih John, terima kasih. Tolong beri aku waktu untuk pindah sampai Nick pulih).”

“You don’t have to move. I bought this apartemen for you. You can stay here whenever you want. (kamu tidak perlu pindah. Aku membeli apartemen ini untukmu. Kamu bisa tinggal di sini sampai kapanpun).”

Tangis Diah kembali pecah, berpisah dengan John seperti berpisah dengan sahabat saja. John mendekap Diah dengan erat. Sesekali ciuman mendarat di puncak kepala wanita itu. Harus diakui perasaan sayang memang telah tumbuh di hatinya. Tujuh tahun kenal, lima tahun hidup bersama, empat tahun berbagi ranjang dan keringat pastinya memberikan bekas yang mendalam pada pria itu. Namun John tahu kalau dalam hati Diah masih ada nama Bryan di sana. Itulah yang membuat pria itu tak pernah beranjak maju memperjelas hubungan mereka. Dan kini saatnya dia melepas wanita itu.

John melepaskan pelukannya, kemudian berjalan menuju lemari. Dia harus berkemas karena akan meninggalkan Indonesia malam ini juga. Diah membantu pria itu berkemas. Sambil terus berderai airmata, Diah memasukkan barang-barang John satu per satu.

🍂🍂🍂

Jam empat sore Diah tiba di rumah sakit bersama dengan John. Dia baru saja mendapat kabar kalau Nick sudah siap pulang. Fahrul yang telah mengurus semua biaya dan juga administrasinya. Keduanya bergegas menuju ruangan Nick.

Semua sahabat Nick juga Iza dan Meta berkumpul di ruangan ketika Diah dan John datang. Nick cukup terkejut melihat kedatangan John. Pria itu menyalami satu per satu sahabat Nick kemudian berhenti di depan Nick.

“Sorry I just heared about you (maaf aku baru tahu tentangmu).”

“It’s okay John (ngga apa-apa John).”

“I have to saying goodbye cause this is my last day in Indonesia. I have to go back to Perth this night. Please take care of your mom. You’re the only one that she had. (aku harus mengucapkan selamat tinggal karena ini adalah hari terakhirku di Indonesia. Aku harus kembali ke Perth malam ini. tolong jaga ibumu. Kamu adalah hal satu-satunya yang dia miliki).”

“Of course I will, she’s my mom. (tentu saja, dia ibuku).”

“Have a good life Nick. I hope you and Iza will be together soon (hiduplah dengan baik Nick. Aku berharap kamu dan Iza dapat bersatu secepatnya).”

“Thanks.”

John menyalami Nick kemudian memeluknya ala lelaki. Beberapa kali John menepuk punggung Nick pelan. Sebenarnya pria itu berharap Nick bisa memanggilnya dengan sebutan daddy. Namun hanya ada satu daddy dalam hati Nick, yakni Bryan. John melepaskan pelukannya kemudian meraih pinggang Diah. Keduanya lebih dulu meninggalkan kamar.

Diah mengantarkan John sampai ke mobil yang disewanya. Pria itu meminta sang supir memberikannya waktu berdua bersama Diah. John terus menggenggam tangan Diah saat keduanya duduk di kursi penumpang.

“Take care of your self Diah. (jaga dirimu baik-baik, Diah).”

“I will.”

“I’m gonna miss you. (aku akan merindukanmu).”

“Me too, John (aku juga, John).”

John menangkup wajah Diah kemudian membenamkan bibirnya di bibir wanita yang telah menorehkan banyak kenangan dihidupnya. Diah melingkarkan tangannya ke leher John, pria itu mulai me**mat bibir Diah. Cukup lama keduanya berbagi l**atan, hisapan dan saliva hingga akhirnya John mengakhiri ciumannya.

“I love you Diah,” bisik John setelah mengakhiri ciumannya.

Diah tak menjawab apapun, hanya isak tangis yang keluar dari bibirnya. Rasa sedih harus kehilangan sahabat terbaiknya sekaligus penyesalan karena tak bisa membalas cinta pria itu membaur menjadi satu. John mengusap airmata di wajah Diah kemudian mencium kedua mata yang masih basah itu.

“Whenever you miss me, you can come to me (kapanpun kamu merindukanku, kamu bisa datang padaku),” lirih Diah.

“Thank you.”

“Bye John.”

“Bye.”

Diah kembali mencium bibir John namun hanya sebentar saja, kemudian melepaskan tautannya. Setelah menghapus airmatanya, wanita itu turun dari mobil. Dia memberi kode pada sang supir untuk menaiki mobil. Tak lama kendaraan roda empat itu bergerak meninggalkan dirinya.

Diah terus menatap mobil yang membawa sahabat sekaligus teman ranjangnya sampai keluar area rumah sakit. Seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Namun Diah terus meyakinkan dirinya kalau ini adalah yang terbaik untuknya juga Nick.

Lamunan Diah terhenti ketika mendengar suara Nick memanggilnya. Dengan langkah panjang, wanita itu menghampiri sang anak yang tengah menunggunya di depan lobi rumah sakit. Karena banyak menangis, Diah tak menyadari kalau make up untuk menutupi lebam di pipi dan sudut bibirnya menghilang.

“Sudah siap untuk pulang?” tanya Diah.

Nick memandangi Diah lekat-lekat. Pipi sang mama nampak lebam, begitu pula dengan sudut bibirnya yang terlihat terluka. Bukan hanya Nick, Denis juga ikut memperhatikan Diah. Tanpa sadar tangan pria itu mengepal kencang. Nick mengajak Diah sedikit menjaih dari yang lain.

“Siapa yang melakukannya mom?”

“Apa sayang? Melakukan apa?”

“Jangan pura-pura mom. Siapa yang udah buat pipi mommy lebam dan bibir mommy luka seperti ini. Siapa mom?!”

Suara Nick mulai meninggi. Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras menahan amarah melihat sang mama tercinta terluka. Diah segera memeluk Nick untuk meredakan emosi sang anak.

“Mommy ngga apa-apa sayang. Ayo lebih baik kita pulang.”

“Mommy cerita atau aku akan cari tahu sendiri siapa bajingan itu!”

“Burhan...” lirih Diah sambil berusaha menahan tangis.

“Brengsek!!”

“Nick.. please...”

Diah tak dapat melanjutkan ucapannya. Airmatanya kembali berderai. Tangannya memeluk erat punggung sang anak. Nick balas memeluk Diah, membiarkan ibunya itu menangis dalam pelukannya. Tak lama Diah mengurai pelukannya, Nick membantu menghapus airmata Diah. Kemudian keduanya kembali ke tempat semula.

“Be.. tolong anterin mommy pulang. Ar, tolong antar Iza sama Meta pulang.”

“Nick.. kamu mau kemana?” tanya Diah cemas.

“Aku harus ketemu bajingan itu ma.”

“Nick jangan.. kamu baru aja sembuh. Please Nick..”

“Aku harus memberinya pelajaran mom, supaya dia ngga seenaknya memperlakukan mommy.”

“Tenang aja mom. Aku bakal temenin Nick,” sahut Denis.

Nick dan Denis beranjak pergi menuju tempat parkir di mana motor Denis berada. Diah nampak panik. Wanita itu segera menghampiri Iza.

“Zi.. tolong cegah Nick.. tolong Zi.. kalian juga jangan diam aja..”

Iza segera berlari menyusul Nick diikuti oleh yang lain. Sedang Arnav masih menemani Diah dan Meta. Iza menambah kecepatannya berlari kemudian menarik lengan kaos Nick hingga pria itu menghentikan langkahnya.

“Nick berhenti, kamu mau kemana?”

“Aku harus pergi Zi.”

“Pergi kemana?”

“Aku harus ketemu bajingan yang udah nyiksa mommy.”

“Kekerasan ngga harus dibalas kekerasan.”

“Harus Zi, harus!! Dia mommy-ku!! Aku ngga akan melepaskan orang yang sudah berani menyakitinya.”

Iza terkesiap, belum pernah dirinya melihat Nick seemosional ini. Tanpa sadar gadis itu beringsut mundur. Abe dan Fahrul yang juga ada di sana tak bisa menghentikan sahabatnya itu. Jika Nick sudah emosi, maka tak ada satu pun yang bisa mencegahnya.

“Aku minta maaf Zi.. untuk yang satu ini, aku ngga bisa nurutin permintaanmu. Be, bawa Iza pergi. Gue titip mommy. Jangan tinggalin mommy sampai gue pulang.”

“Ok bro.”

Nick melanjutkan langkahnya menuju parkiran motor. Di sana Denis sudah menunggu dengan tunggangannya. Tak lama kendaraan roda dua itu melesat meninggalkan rumah sakit.

🍂🍂🍂

Motor yang dikendarai Denis berhenti di depan sebuah rumah mewah yang diyakini adalah kediaman Burhan. Tempat pertama yang dituju Nick untuk mencari keberadaan pria itu adalah rumahnya sendiri. Kedatangan Nick segera dihadang oleh security.

“Mau cari siapa mas?”

“Burhannya ada?”

“Maaf, mas siapa?”

“Banyak bacot lo. BURHAN!!! Keluar lo!!!”

Nick berteriak kencang kemudian menerobos masuk ke dalam rumah. Sang security tak mampu menahan Nick karena terhalang oleh Denis. Nick terus masuk ke dalam rumah yang tak tertutup pintunya.

“BURHAN!!!”

Semua yang ada di dalam rumah terkejut mendengar teriakan kencang Nick. Seketika penghuni rumah keluar dari tempatnya masing-masing. Mereka mendapati Nick berada di ruang tamu.

“Siapa kamu? Ada apa kamu mencari suami saya?” tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan istri dari Burhan.

“Mana suamimu nyonya? Aku harus buat perhitungan dengannya.”

“Ada apa ini?!!”

Burhan yang mendengar suara ribut-ribut segera keluar dari kamarnya. Dia terkejut melihat Nick berada di rumahnya. Seketika nyalinya ciut melihat Nick yang dipenuhi amarah.

Melihat kehadiran Burhan, Nick segera mendekat kemudian menarik leher kaos pria itu membuat semua orang yang melihatnya menjerit. Tanpa mempedulikan keadaan sekitar, Nick segera melayangkan bogemnya ke wajah pria itu. Bukan hanya sekali tapi tiga kali berturut pukulan dihantamkan ke wajah Burhan hingga pria itu jatuh tersungkur.

“Sekali lagi lo berani nyentuh nyokap gue, gue bakal abisin lo!!”

Puas menghajar Burhan, Nick beranjak pergi. Tanpa bertanya Denis segera menjalankan kendaraannya. Pria itu sudah tahu kalau Nick telah memberikan balasan yang pantas untuk Burhan.

🍂🍂🍂

Akhirnya bisa up lagi..

So sorry ya kemarin ngga bisa up, banyak urusan di RL. Mudah²an part ini bisa mengobati kerinduan kalian sama Nick yang ganteng, seganteng diriku😎

1
Kas Mi
d rendang thor😄🤣🤭
Kas Mi
apalagi aku thor g mungkin..nope bu diah aj aku g punya😄🤣
Kas Mi
/Good//Good//Good/
Kas Mi
kan g d ksih sodium nick mnis.y🤣😄
Kas Mi
aku baru engeh klw bca kisah bpk.y zayn..thor aku lp klw arnav bpk.y siapa?
Kas Mi
buseet dah jadwal mma.y kya dokter praktek aj thor🤣😄
sri murlini
kpn bikin karya lg tor
🅵🆉🆁 αժɾíαղ: Cek akun Ichageul. aku banyak bikin karya di akun itu
total 1 replies
🌸ReeN🌸
bener2 bagus bgt ceritanya, sahabat sejati yg bener2 setia apapun yg terjadi, recomended bgt
🌸ReeN🌸
aku kira namanya jarvis, bukan anak pertama meta sama ridho namanya jarvis ya
Oky Uchy
aku baru baca novel ini krna penasaran dg kisah cinta org tuanya attar,zayn dan kawan2 ternyata seru ya kak....
Intan Pakpahan
The Ramadhan😁
Intan Pakpahan
ohhh disini awal ktmu keluarga Ramadhan yach...
Intan Pakpahan
mampir sini abis dr Azzam, lannjjottt Nick😁
Euis Sri
ada,.jadi kangen ama Rizal Poppy Sarah Regan
Nabila hasir
akhirnya arnav souldout juga.
Nabila hasir
author sedihnya itu nick ma iza kenapa nyesek banget.
padahal nabila cuman baca.padahal cuman crita.
sampek anakku nanya di sampingku.
emak nangisi apa.nangis kenapa??
ini baca crita online.
heheheheh
Nabila hasir
di antara sahabat nick.hanya arnav yg gak sejodoh ma pasangannya.arnav ma meta berpisah
Nabila hasir
kok sedih ma arnav
Nabila hasir
ternyata meta ma ridho.
arnav kasik jodoh pasangan juga donk .
Nabila hasir
author piye iki.
nbila nangis trus bacanya ini.
😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!