NovelToon NovelToon
My Revenge

My Revenge

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Balas Dendam / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:15.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.

Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.

Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.

Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.


Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.

Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.

Apakah Amanda akan menerimanya?

Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Amanda sedang memandangi Edward yang hendak menyuapinya makan, sekarang dia sangat malu dan tidak enak hati, kenapa Edward begitu tampak perhatian kepadanya?

Bahkan Edward tidak mengijinkannya pulang dan mengambilkan barang-barangnya dari rumahnya.

Edward bahkan selalu menemaninya dan mengerjakan pekerjaannya diruangan tempatnya menginap.

Amanda dibuat semakin heran, ada apa dengan Edward? Kenapa tiba-tiba begitu perhatian padanya?

Bahkan saat ini Edward bersikeras untuk menyuapinya makan, hal itu semakin membuat Amanda bingung. Dia takut jika dia akan jatuh cinta pada Edward karena dia tahu Edward tidak mungkin mencintainya.

Dia tidak mau memiliki perasaan pada pria yang hanya manganggapnya sebagai pemuas nafsu saja.

"Edward, kau benar-benar tidak perlu melakukan hal ini!" Amanda menahan tangan Edward yang sedang memegangi sendok yang dipenuhi makanan yang disendokinya.

"Tidak perlu malu Amanda, aku ingin melakukannya jadi kau tidak perlu menahanku."

"Tapi Edward, kau tidak perlu menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal seperti ini." tolaknya lagi.

Edward diam saja, walaupun awalnya Amanda menolak tapi dia membuka mulutnya untuk menerima makanan yang disuapi oleh Edward.

"Edward, dimana Natalie?"

Amanda penasaran kemana Natalie? Apa wanita itu dipenjara atau dipecat oleh Edward? Tapi bisa saja Natalie masih berada dirumah Edward.

"Kau tidak perlu kawatir Amanda, saat kau kembali kau tidak akan melihatnya lagi."

"Apa kau memecatnya? Atau kau menjebloskannya kedalam penjara?" tanyanya penasaran.

"Anggap saja demikian." jawab Edward dengan datar.

Apa maksudnya?

Walaupun dia sangat penasaran tapi Amanda tidak bertanya lagi, Amanda menatap kearah Edward yang tampak serius. Dia sangat ingin melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.

Apa maksud Edward jika dia salah paham? Sebenarnya Edward menganggap dirinyag sebagai apanya? Entah kenapa dia semakin penasaran.

"Edward."

Edward hanya diam saja, pria itu menyeka pinggir bibir Amanda dengan selembar tisu karena terdapat makanan disana.

"Sebenarnya aku ini apamu? Jika kau tidak menganggap aku sebagai teman diatas ranjang saja lalu aku ini apamu?"

Edward menatap Amanda dengan tajam, pria itu meletakkan mangkuk yang dipegangnya diatas meja, setelah itu Edward memegangi kedua tangan Amanda dan menatap Amanda dengan serius.

"Katakan padaku Amanda, kau ingin menjadi apaku? Kau ingin menjadi pacarku atau kau ingin langsung menjadi istriku?" tanyanya tanpa basa basi.

Mata Amanda membulat, wajahnya merah padam saat mendengarnya. Apa yang Edward katakan?

Amanda memalingkan wajahnya yang merona, sepertinya Edward hanya bercanda dan menggodanya saja.

"Ini sama sekali tidak lucu Edward, sudah aku katakan jangan bercanda dengan wajah seriusmu itu karena itu sangat tidak cocok denganmu." katanya sambil tersipu malu.

"Amanda lihat aku." Edward memegangi dagu Amanda agar wanita itu menatap matanya.

"Apa aku terlihat sedang bercanda saat ini? Aku bukan tipe pria humoris jadi aku tidak pernah bercanda dengan setiap ucapanku."

"Bukankah aku sudah katakan dari awal bahwa aku menginginkanmu tapi kenapa kau tidak mengerti?"

Amanda menatap mata Edward dalam-dalam, pria tanpa Ekspresi itu memang sulit ditebak. Apa dia sedang serius? Atau sedang bercanda!

"Tidak perlu menggodaku Edward, aku tidak akan tergoda lagi untuk kesekian kalinya." Amanda kembali membuang pandangannya.

"Kenapa kau beranggapan aku menggodamu Amanda? Apa kau pikir aku pria penggoda?"

"Tidak, bukan begitu!"

"Apa kau akan percaya dengan apa yang aku katakan Amanda?"

Amanda kembali melihat kearah Edward, tapi tidak lama kemudian dia mengangguk dengan pelan.

"Aku percaya Edward."

"Baguslah, jadi dengarkan baik-baik Amanda." Edward kembali memegangi kedua tangan Amanda dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.

Dia ingin mengutarakan isi hatinya tapi terasa sangat sulit, padahal dia sudah belajar dari adiknya, seharusnya dia mencatat setiap perkataan adiknya dan mempelajarinya sampai dia hapal diluar kepala.

Entah kenapa sekarang terasa sulit tapi dia akan berusaha, berusaha membuat Amanda percaya bahwa dia sangat membutuhkannya, membuat Amanda percaya bahwa masih ada yang mencintainya.

Edward mencoba mengingat saran adiknya sedangkan Amanda masih menunggu perkataan Edward dan melihat pria itu dengan heran, apa yang mau dikatakan oleh Edward?

"Edward, apa yang ingin kau katakan?"

"Amanda kau bilang tidak ada orang yang menginginkanmu didunia ini tapi aku menginginkanmu, kau bilang orang yang paling kau cintai telah rela menjualmu tapi aku tidak akan pernah menukarmu dengan apapun yang ada didunia ini."

"Edward apa maksudmu?"

Edward mengusap Walah Amanda dengan lembut.

"Sejak malam itu aku menginginkanmu Amanda! Walaupun kau tidak dijebak dan masih berhubungan dengan Zack aku pasti akan merebutmu darinya."

"Kenapa?" wajah Amanda mulai merona dan pertanyaan seperti itu keluar dari binirnya tanpa dia sadari.

"Karena aku menyukaimu Amanda."

"Apa?" Wajah Amanda langsung memerah.

Amanda menarik tangannya untuk menutupi wajahnya yang memerah, apa ini pernyataan cinta Edward Jackson? Kenapa dia jadi malu seperti ini dan kenapa Jantungnya harus berdebar tidak karuan saat mendengar pengakuan pria itu?

"Ja..jangan menggodaku."

"Jadi Amanda, jangan menyia-nyiakan hidupmu karena aku membutuhkanmu. Pikirkanlah kau ingin jadi pacarku atau kau mau langsung jadi istriku." setelah berkata demikian Edward segera bangkit berdiri keluar dari ruangan itu.

Amanda melihat kepergian Edward sambil bertanya dalam hati:

"Apa pria itu serius dengan ucapannya?"

Tapi dengan tampang dinginnya dia yakin Edward tidak sedang bercanda, apa ini tujuan Edward membantunya bebas dari penjara?

Wajah Amanda kembali merona, menjadi pacar dulu atau langsung menjadi istri?

Amanda menggeleng pelan, " Apa yang aku pikirkan? Selama dendamku belum terbalas bagaimana aku bisa menjadi istri Edward?"

Amanda hendak membaringkan diri tapi pada saat itu ponselnya berbunyi, Amanda mengurungkan niatnya dan meraih ponselnya yang memang dia letakkan tidak jauh darinya.

Saat melihat nama dilayar ponselnya Amanda langsung tersenyum dengan licik, dia berharap umpannya sudah ditangkap.

"Zack, ada apa kau mencariku?" tanyanya basa basi.

"Amanda sayang, aku ingin membicarakan bisnis denganmu apa kau ada waktu?"

"Maaf Zack, untuk saat ini aku tidak bisa."

"Kenapa, apa kau sedang sibuk sayang?"

"Aku sedang dirawat Zack karena keracunan makanan."

"Benarkah? Amanda katakan dimana kau dirawat aku akan segera pergi menjengukmu." terdengar nada kawatir dari sauara Zack.

Senyum Amanda semakin lebar, dia ingin Zack segera datang.

"Aku dirawat di rumah sakit St. Francis Medical Center Zack, datanglah kemari aku tunggu."

"Tentu Amanda."

"Aku harap kedatangmu tidak mengecewakan aku Zack."

"Tentu Amanda, tunggulah aku."

Amanda meletakkan ponselnya kembali disini ranjang dan kembali merebahkan dirinya.

Amanda melihat langit-langit rumah sakit sedangkan dia sedang memikirkan perkataan Edward. Benarkah pria itu menyukainya?

Jawaban apa yang harus dia berikan pada Edward nanti?

Amanda memejamkan matanya berusaha mencari jawaban dalam hatinya, apakah dia menyukai Edward Jackson?

1
Banyu Biru
i like it 😊
Banyu Biru
🤭🤭
Banyu Biru
baca lagi 😍
Efa Ernawati
thank author...🥰
Rita Wati
Kl yg tua, buaya bilang dagingnya alot. pahit. Kl yg kena AIDS apa rasa dagingnya??
Rita Wati
Udah jadi menantu, bukan calon
Rita Wati
Nenek Xia Yu cuma akting, generasi selanjutnya calon menantu disambut dgn lemparan pisau & tendangan maut
Rita Wati
Mau mati aja masih diajak jalan2🤣🤣
Rita Wati
Politiknya dong yg bodoh tdk bisa menemukan kamera sbg brg bukti
Rita Wati: #polisi
total 1 replies
Tari Elvia
luar biasa
YANGGI Yanggi
👏👏
YANGGI Yanggi
👏👏👏
YANGGI Yanggi
good
YANGGI Yanggi
👏👏👏
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wahh kejam juga amanda
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wooohh ayahnya juga payah nih, bodoh bgt bisa kepincut ular betina
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
Poor Zack karena kebodohannya harus kehilangan semuanyaa
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wkwkwkkk utk yg satu ini harusnya kamu paham Zack 🤣
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
dasar bodoh memang gampang sekali dipemgaruhi
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
gampang bener ngomong begituu...
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!