NovelToon NovelToon
Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Dosen / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: susi similikity

Follow IG author. similikity.s
Fb. Susi

Sebelum membaca, mohon lihat dulu deskripsi. Jika kepolosan atau ke oonan tokoh hanya mode penyamaran. Jadi jangan membuly dulu sebelum baca sampai tuntas dan tau jalan ceritanya

Bocil skip aja, jika ada yang hm taulah. Tapi hanya sedikit saja kok, iya sedikit.
Yang paling banyak mah ngakak nya dan satu lagi bila kesal dengan pemeran jangan mengumpat author, umpat saja pemerannya ya.

Bagaimana jadinya jika seorang mahasiswi di jodohkan dengan Dosennya sendiri?

Itu lah yang terjadi kepada Stela Anandira Wirawan. Seorang gadis cantik imut, manja dan juga polos, tapi di balik ke polosannya itu menyimpan sebuah rahasia yang membuat orang tercengang bila mengetahuinya. Dia juga sama sekali tidak pernah pacaran, lalu sekarang dia harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orangtuanya, yang mengharuskan mereka untuk segera menikah.


Rayen Alfarizi wardana. Dia adalah seorang Dosen muda yang begitu dingin dan juga tegas, seumur hidupnya dia sama sekali belum pernah pacaran, karna prinsipnya dia tidak akan menjalani hubungan selain yang namanya pernikahan dan kini dirinya harus menerima perjodohan dengan wanita pilihan sang kakek sebelum meninggal, wanita yang sama sekali tidak ia kenali.

Seperti apakah bapak Dosen muda itu menyikapi sikap istrinya yang manja dan juga kekanak-kanakan? dan juga sangat polos saking polosnya orang sering mengatainya oon. Hobinya adalah membuat orang kesal dengan pertanyaan-pertanyaan absrudnya.

Apakah bapak dosen akan sabar menghadapi sikap istrinya?
dan bagaimana sikap mereka dikampus?

penasaran? yuk ikuti cerita mereka.!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi similikity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepasang mata.

"Kamu tau? apa kesalahan kamu?"

"Aku, gak punya salah bapak dosen. akunya gak telat kok."Jawab Ella polos.

"Stela, kita ini lagi berdua. tidak ada orang, jadi jangan panggil kakak, bapak dosen. dan yang kakak tanyakan. bukan kesalahan kamu saat kuliah."jelas Ray.

"Lalu, yang kak Ray tanyakan itu masalah apa? orang akunya gak punya salah juga."kesal Ella.

"Yakin?"Ray menaikan sebelah alisnya.

"Yakin lah,"

"Kamu kesini, naik apa?"tanya Ray bersidekap dada.

"Naik motor. hehe."Jawab Ella cengengesan.

"Siapa yang ngijinin, kamu naik motor?"Ray menatap tajam Ella.

"Engga ada."Ella menggelengkan kepalanya.

"Terus, kenapa kamu naik motor?"

"Aku, kangen aja sama si Moci. udah lama aku gak pake dia."ucap Ella jujur.

"Siapa, Moci?"

"Motornya aku, kak Ray."

"Oh, Moci. kayak nama makanan aja."ejek Ray.

"Biarin aja, orang Moci itu makanan kesukaan aku. jadi motor aku juga di namain Moci."ujar Ella.

"Eh, kenapa malah bahas Moci."ucap Ray jadi lupa tujuan utamanya, membawa Ella kesini.

"Terus, kak Ray mau bahas apa sih? akunya laper ini, mau kekantin."Ella berjalan dan menundukan dirinya disopa.

"Kakak belum selesai bicara, jadi kamu belum boleh keluar."tegas Ray.

"Ah, kak Ray mah jahat. masa akunya dibiarin kelaperan."Ella mengerucutkan bibirnya.

"Kamu tidak boleh keluar, dengan pakaian seperti ini."Ray mendekati Ella yang duduk disopa, lalu duduk disebelah nya.

"Emang, pakaiannya aku, kenapa kak Ray? perasaan bagus kok."ucap Ella menatap Ray.

"Pakaian kamu, kekurangan bahan. lagian ngapain juga kamu pake pakaian kayak gini? ini terlalu terbuka Ell."protes Ray.

"Kak Ray mah, bawel euy. lagian yang pake nya juga aku. kenapa kak Ray yang repot sih."cebik Ella.

"Kakak ini, suami kamu Ell. kakak gak rela tubuh kamu dipandang orang lain. kamu ngerti kan sayang."ucap Ray lembut lalu dia mengusap kepala Ella.

"Emang kenapa? kalau tubuh aku dipandang orang. kan mereka punya mata kak Ray. masa iya ngomong sama aku, mandang nya kearah lain. jadi kaya orang teleng dong."ujar Ella menatap lekat netra sang suami.

"Ell, dengerin kakak..."

"Orang dari tadi, juga dengerin kok. kalau gak di dengerin. akunya gak mungkin jawab dong kak Ray."Ella langsung memotong ucapan Ray.

"Kakak belum selesai ngomong Ell."geram Ray.

"Yaudah, selesain aja. kenapa jadi marah."ucap Ella.

"Karna, kamu motong ucapan kakak Ell."

"Aku gak motong, kak Ray."ucap Ella.

"Lah, tadi apa?"

"Cuma nyabotase, doang."ucapnya enteng.

"Sama aja, maemunah."kesal Ray.

"Na......"

"Diem, gausah protes. sekarang kakak mau lanjutin omongan yang tadi. Ella dengerin ya? gak boleh protes gak boleh nyela. pokonya Ella diem aja, ok."Ella pun menganguk.

"Bagus, jadi gini Ella kesayangan nya kakak. sekarang itu Ella udah jadi istri kakak. jadi otomatis tubuh Ella juga punya kakak. jadi Ella gak boleh memakai pakaian yang terbuka seperti ini. sebisa mungkin Ella harus memakai pakaian yang tertutup, selain kakak gak rela tubuh indah kamu dipandang oleh orang lain. memakai pakaian seperti ini, juga dapat memancing kejahatan."jelas Ray menatap manik mata istrinya.

"Stop, gausah bicara. kamu pasti mau proteskan? kalo kamu gak lagi mancing. nah kakak jelasin, maksud kakak itu bukan mancing seperti yang ada pikiran kamu. mancing di empang. tapi mancing kejahatan dengan tubuh kamu."Ray menaruh telunjuk saat Ella hendak bicara, karna dia tau istrinya akan protes soal memancing.

"Kamu gak, mau kan. dijahatin orang?"Ella menggeleng.

"Makannya, nurut ya sama kakak. gak usah pake baju kaya gini lagi."Ella mengangguk.

"Good. sekarang kamu duduk disini. kakak pesen makanan dulu."ucap Ray dia pun berjalan ke mejanya lalu mengambil ponselnya, dan dia pun memesan makanan.

"Kakak, udah pesen makanan di kafe depan. tunggu ya. bentar lagi dateng."Ella pun mengangguk.

"Kakak pesen, ayam goreng krispi kamu suka kan?"Ella mengangguk lagi.

"Kamu kenapa sih? marah sama kakak?"tanya Ray. Ella menggeleng.

"Kalau gak marah? kenapa dari tadi diem aja?"tanya Ray lagi.

"Ih, kan kakak yang suruh akunya diem. ngomong salah, diem juga salah. jadi pusing deh akunya."gerutu Ella.

"Astaga, maksud kakak diemnya itu tadi, pas kakak ngejelasin. bukan seterusnya."ucap Ray.

"Oh, ngomong dong dari tadi. kan akunya jadi pegel mingkem mulu."

"Kamu nya aja. yang gak konek."ujar Ray.

Tok tok tok, pintu ruangan Ray diketuk. Ray pun beranjak dari duduknya lalu membuka pintu dan ternyata pegawai kafe yang datang membawa makanan sekaligus barang pesanan Ray.

Setelah Ray membawa makanan, dan pesenan nya. diapun masuk kembali kedalam ruangannya.

"Yuk, makan dulu."Ray menaruh makanan itu dimeja kecil yang ada diruangan nya.

"Ayok, akunya laper banget ini."seru Ella.

Mereka pun, makan siang bersama. setelah selesai makan siang Ray menyerahkan sebuah paper bag pada Ella.

"Apa ini?"tanya Ella.

"Dres, kamu ganti pakaian kamu pake itu."perintah Ray.

"Gantinya dimana?"

"Di sini aja."

"Gak mau ah, malu tau."cebik Ella.

"Orang kakak udah lihat semuanya, kenapa harus malu?"ucap Ray.

"Pokonya, aku gak mau ganti disini."kekeuh Ella.

"Yaudah, kamu ganti diruangan tempat kakak istirahat sana."Ray menunjuk sebuah pintu.

Ella pun melangkah ke pintu yang ditunjukan Ray, dan ternyata disana ada sebuah kamar tidur dan juga kamar mandi yang lumayan besar lah. Ella buru-buru mengganti pakaian nya, dengan dress. lalu mengganti sepatu nya dengan sepatu yang ada di paper bag itu. tak hanya dress dan sepatu ternyata ada tas kecil juga. setelah selesai berganti pakaian lalu Ella mencepol tinggi rambutnya dan segera keluar dari ruangan itu.

"Cantik."satu kata yang keluar dari mulut Ray saat melihat Ella keluar.

"Kak Ray, kenapa ada sepatu dan tas nya juga?"tanya Ella menghampiri Ray.

"Sengaja, kan kita mau jalan."Jawab Ray.

"Serius? emang kak Ray gak ngajar lagi?"

"Enggak, yuk kita berangkat."ajak Ray.

"Tapi, nanti ada orang yang liat kita gimana?"tanya Ella.

"Kamu tenang aja, jam segini. biasanya koridor sepi."ujar Ray.

"Beneran?"Ella memastikan.

"Iya, ayok."Ray menggandeng tangan Ella keluar.

"Gausah, gandengan. nanti ada yang lihat."Ella menarik tangan nya dari genggaman Ray.

"Hm."

Merekapun berjalan melewati koridor kampus. benar kata Ray, ternyata koridor sepi jam segini.

Setelah sampai diparkiran, Ella dan Ray pun masuk kedalam mobil. lalu Ray melajukan mobilnya perlahan keluar dari area kampus.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. sejak mereka keluar dari ruangan hingga masuk kedalam mobil.

Jangan lupa tinggalkan jejak guys😊

Salam hangat dari author, Susi similikity💕💕

1
Dewi Lestari
semangat nulis nya
Ragil Berkah
bikin ngakak celoteh loe Ell
Ragil Berkah
sumpah Thor ceritanya bikin ngakak dari awal
Ntan_anjai
kenapa yaa udh ku download semua tapi ga bisa dibaca loding kalo ga buka pakek wifi/kuota
Suyati Yati
iyap betul itu
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
RAY STELA
Angreini Nening
tahan pak dosen 🤣🤣🤣🤣🥰
Rupiah Piah
Luar biasa
Alfiyah Hasna
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Alfiyah Hasna
ya Allah,bukan ya alah
Alfiyah Hasna
oon nya udh ketulungan,anak SD ja th minuman keras lah ni dah kuliyah masa g th ngapain ja di sekolah.
Alfiyah Hasna
dewasa dan tak bisa di tindas
Alfiyah Hasna
pitaran dikit la kan udh anak kuliahan kok kesan seperti anak umur lima THN ja
Evi Yolanda
thorrr ya Allah Thor sumpahhh ngakak bgt dr awal
Sri Sulasih
lucu deh ela polos banget
𝐷𝑒𝑙𝑖𝑦𝑎🌷
aku pun ikut pusing sih Sama Ella..
𝐷𝑒𝑙𝑖𝑦𝑎🌷
aku pun ikut pusing sih Sama Ella
Rebecca Naomi Kayama 5a
lama² bacanya bosan Thor bertele tele yg membosankan krn terlalu oon masa ada mahasiswa se oon itu,,,walaupun dia lg nyamar tp gak sgitunyalah masa iya seorang mahasiswa sepolos polos ny pun tdk tau alat kelamin
Hilman damara
kak kasih boncap nya dong besar nya zura gitu lanjutkan kak dan tetap semangat oke
Hilman damara
Alhamdulillah akhirnya kakak up lagi seneng banget jadi nya lanjutkan kak dan tetap semangat oke semoga lancar lahirnya ella
Camut gemoy: Terimakasih udah setia menunggu dan mau baca updatan terbaru Ella🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!