Warning!!! 21++
Buku kedua dari Kutukan Cinta sang Casanova.
Selamat datang di dunia tawa yang membahagiakan.
Siapkan jantung dan hati anti baper. Sakit perut akibat tertawa setelah baca ini tidak di tanggung BPJS..
Hidup adalah pilihan, dan Alex memilih tak ingin repot dengan kerumitan yang di nama kan cinta apalagi sebuah hubungan yang mengikat yang di sebut pernikahan.
Namun Alex harus menelan kembali kata-katanya saat ia harus terperangkap dengan seorang gadis belia dan masih berseragam putih abu-abu.
Lalu apakah Alex akan kembali melontarkan kata antipatinya terhadap sebuah rasa asing dalam dirinya. sebuah rasa yang membuatnya kesepian dalam keramaian. sebuah rasa yang ia sebut Cinta. hingga keadaan berbalik, alam seolah mentertawakannya saat rasa ingin memiliki mendapatkan penolakan.
Tekad Alex untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar pantas bersanding dengan gadis baik itu pun membutuhkan pembuktian.
Simak kisah mereka dan jangan lupa Bahagia.
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chanda Kirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menganggu saja.
Happy Reading...
Sejak melihat Mr. Andrew berjalan bersama Sherryl, mood Alex tak lagi bagus. separuh pekerjaannya masih menumpuk. sedangkan waktu sudah mulai sore. sebentar lagi jam kantor kan habis dan sebentar lagi Dewa pasti akan menceramahinya panjang lebar.
Berkali-kali Alex menekan kan pada dirinya, lupakan Sherryl lupakan gadis kecil pencuri ciuman, tapi semakin keras ia berusaha bayangan Sheryl yang tersenyum ceria makin menyiksanya.
Menyiksa hati dan perasaannya. sangat merepotkan.
Dari pada ia melamun sendirian di ruang sepi ini, mungkin lebih baik ia pulang saja. akan sangat menyenangkan menggoda dan menjahili gadis yang saat ini pasti sedang membersihkan apartemen nya. Dan sebelum ia meninggalkan kursinya, Ponselnya berbunyi. nama Rosalinda tertera di layar yang berkedip itu.
Alex menjawab telpon dengan segera. tak biasanya Rosalinda akan menelponnya.kebiasaan wanita itu hanya mengirimkan pesan singkat dan akan merajuk jika Alex akan datang terlambat.
"Ya kenapa?'
".."
"Sekarang ada di mana?"
".."
"Emang ada apa sih?"
".."
"Ya sudah, tunggu sebentar. aku meluncur."
Dengan cepat Alex menyambar kunci mobilnya dan memakai jasnya sambil berjalan tanpa mengancingkannya.
Ada rasa khawatir pendengar wanita yang menelponnya itu menangis.
Yang tadinya Alex ingin cepat cepat menemui Sheryl, kini ia harus mengurungkannya karena harus menemui wanita yang ia beri nama Rosalinda di kontak ponselnya.
Alex mengendarai mobilnya cepat. tapi mulutnya juga tak kalah cepat saat ia mendumel kesal.
Bisa-bisanya wanita itu menganggunya di saat ia sedang galau.
Setelah beberapa saat Alex tiba di apartemen tujuannya.karena masih hafal paswordnya, ia langsung masuk begitu saja. dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang wanita cantik yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menangis sesegukan. sangat dramatis. membuat Alex memiringkan bibirnya. tersenyum mengejek.
"Mau ngapain mewek di sini?" tanya Alex tak begitu peduli. melihat wanita itu cerewet dan banyak tingkah sudah biasa baginya. tapi saat melihatnya menangis seperti itu, nurani Alex sebagai pria baik tak sampai hati membiarkannya.
Alex mendekat lalu duduk di samping nya dan memeluknya.
"Ada apa sih?"
Alex berkata lembut. sebuah kebiasaan yang orang tak ketahui. kecuali wanita itu.
"Aku sakit hati," jawabnya tersedu.
Sret..
Sret...
Wanita yang Alex panggil dengan sebutan Rosalinda itu membuang ingusnya dengan tisu. lalu melemparnya sembarangan di lantai. membuat lantai yang biasanya bersih itu tampak seperti pasar. penuh tisu bekas.
Alex memandang jijik tisu-tisu itu. tapi sekarang bukan saat yang tepat untuk memarahinya. jika tidak, bisa di pastikan lampu meja pun akan mendarat di punggungnya.
Tentu saja Alex tak ingin itu terjadi.
"Sakit hati kenapa?" tanya Alex berusaha sabar. menghadapi wanita penuh drama yang adalah Mamanya itu sering kali membuatnya harus mengkonsumsi paracetamol untuk meredakan nyeri di kepalanya.
Jika Alex menganggap istri bosnya adalah wanita cerewet, maka wanita yang sedang berada di pelukannya ini sepuluh kali lebih cerewet. rusuh dan berisik nya ampun-ampunan. itulah mengapa Alex memilih tinggal sendiri di apartemen yang di belikan oleh ayah tirinya yang ia panggil babe.
"Besok bokap lo mau kawin." jawabnya sesegukan.
Alex tersenyum miring. pintar sekali nih mak-mak. jago acting.
"Bokap siapa?" tanya Alex pura-pura.
"Emang lo punya berapa bokap?" tanya wanita itu membuat Alex ingin sekali menguburnya hidup-hidup.
Pura-pura lupa apa memang pikun sih dia ini.
Bukankah ia pernah menjadi korban laki-laki nyaman yang membuatnya terpesona hingga terbentuk lah Alex yang tampan rupawan ini.
"Ada daddy sama babe, mana yang mau kawin."
"Ya babe lo lah, mana peduli mama sama daddy lo itu."
"Emang aku percaya?" cibir Alex membuat mama yang ia beri julukan Rosalinda itu nyengir.
"Emang Mama punya hak apa buat larang daddy lo yang masih tampan itu buat kawin lagi?"
"Ya kali aja dengan alasan gue gak mau punya adek."
"Tapi bentar lagi lo bakal punya adek."
"Babe kan gak mungkin punya anak Ma."
"Iya itu kalo babe lo nikah sama enyak-enyak, lah kan dia kawin nya sama janda dua anak."
"Apa???" mata Alex membola.
"Sakit hati ini Alex, bantuin Mama." tangisnya kembali pecah.
"Gimana aku bisa bantu, Ma?"
"Larang gitu, apa gimana terserah elo. apa elo aja yang gantiin babe buat nikahin tuh janda."
"Whaaat?" Alex histeris tak percaya. bagaimana mungkin ketampanannya di sandingkan dengan janda dua anak.
Benar-benar jauh dari standar.
"What apa?"
"What memang apa?".
" What memang apa maksud lo apa Alex?"
Bingung sendiri wanita itu. Alex sengaja dingin mempermainkannya.
"Udah belibet lidah gue, mau gak lo gantiin babe nikahin wanita itu?"
"Kagak?" Jawab Alex tegas.
"Tega lo Lex," si Mama berucap lemah. kembali menangis.
"Ya masa' gue yang tampan ini dapetnya second sih ma?" protes Alex kesal.
"Bukannya lo juga second?" tanya mama membuat Alex nyengir. memperlihatkan lesung pipi di kedua pipinya dan deretan gigi putihnya.
"Ya udah kapan kawinnya?"
"Kawinnya besok malem. tapi nikahnya besok pagi."
"Jam berapa?"
"Jam sepuluh."
"Oke aku akan datang, tapi sebagai tamu."
"Kalau gitu lo datangnya jam sembilan saja."
"Mau ngapain?"
"Bantu mama terima tamu."
"Oke."
"Ya sudah mama langsung pulang sekarang."
Alex melongo takjub. cuma untuk mengundang ke pernikahan suaminya saja, Wanita itu masih harus berakting.
"Dasar drama Queen!"
***
.