NovelToon NovelToon
R: GODS DESTINY

R: GODS DESTINY

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:178.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Levifq

Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.

"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 Gejolak.

"dimana ini?".. Li Hui membuka matanya dan mendapati dirinya sedang tertidur disebuah kasur. Dia melirik sekitarnya dan mendapati bahwa ternyata tempat itu adalah ruangannya.

"ahk!...." kepalanya berdengung ketika dia mencoba untuk berdiri.

"apa yang terjadi denganku semalam?..." gumam Li Hui.

Ingatannya semalam hanya terbatas sampai ketika matanya tiba-tiba berdetak hebat dan terasa sangat menyakitkan, dan sesudah itu semuanya menjadi gelap.

"apa aku melewatkan sesuatu?..."

'krieet!' suara pintu terbuka.

Terlihat Shu Juan membuka pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan." kau sudah bangun Huier?"

"tetua" Ucap Li Hui sambil berdiri.

"apa kau merasa sesuatu yang aneh ditubuhmu Huier? " Tanya Shu Juan setelah duduk disamping Li Hui.

"tidak ada..hanya saja kepalaku terasa sedikit sakit apa ada sesuatu yang terjadi semalam tetua?." ucap Li Hui.

Shu Juan diam selama beberapa saat, sebelum berkata " banyak.. dan kemungkinan semalam adalah hari yang paling menegangkan sejauh aku hadir disekte ini."

"benarkah?..apa itu ada hubungannya denganku?.."

"ya!.." jawab Shu Juan sembari menganggukkan kepalanya.

Dia masih ingat semalam ketika dua orang tamu tidak diundang tiba-tiba datang ke pondok bambu, dan mengatakan akan membawa Li Hui bersama mereka. Tentu saja Patriak Qifan sangat marah dan menyuruh mereka untuk pergi.

Tetapi bukannya menurut, kedua orang itu malah mengatakan bahwa mereka berasal dari Sekte Lembah Bambu, dan menyuruh patriak Qifan supaya menurut saja karena ini adalah perintah dari patriak mereka sendiri.

Karena merasa terhina, amarah patriak Qifan sudah tidak bisa terbendung lagi. Meskipun dia sedikit terkejut ketika mereka mengatakan berasal dari Sekte Lembah Bambu, tetapi kini mereka sedang berada di sekte Bintang Biru.

Jadi meskipun Sekte Lembah Bambu merupakan Sekte Kelas Menengah, dia tidak merasakan takut sama sekali.

Tidak hanya patriak Qifan, Grand Elder Meng juga ikut terlibat, sampai akhirnya kedua orang itu melarikan diri, dan berkata bahwa ini tidak akan berakhir semudah ini.

Setelah masalah pertama selesai, masalah yang lain kembali muncul. Yaitu kabar terlukanya Xiao Yun dan hampir tewasnya salah satu calon murid, dan pelakunya adalah Li Hui.

Berita mengejutkan itu menyebar bagaikan kobaran api yang melintas diatas minyak, sehingga desas-desus buruk mengenai Li Hui sudah menyebar didalam sekte. Tetapi hal yang sebenarnya terjadi, tidak pernah keluar dari mulut orang-orang yang berkumpul ditempat kejadian, meskipun teman-teman Li Hui merasa sangat geram. Tentu saja Shu Juan tidak menceritakan itu kepada Li Hui.

"apakah itu buruk tetua?.. " Tanya Li Hui

"kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu semuanya sudah beres sekarang" balas Shu Juan

Li Hui hanya dia mendengar itu, dia ingin sekali tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi dia segera mengurung niatnya.

Setelah beberapa menit bercerita, Shu Juan meminta izin untuk pergi dan menyuruh Li Hui untuk beristirahat sedikit lebih lama lagi. Dia juga mengatakan bahwa Pemuda berambut putih itu telah memenangkan peringkat pertama, meskipun banyak yang menunjukkan keberatan dan mengatakan bahwa Li Hui adalah seorang pembunuh, tetapi keputusan Patriak Qifan sudah bulat dan tidak bisa diganti gugat lagi.

Siang harinya, seorang tetua datang kekediaman Li Hui untuk mengantarkan hadiah yang telah dia menangkan. Sebuah buku bercahaya redup yang merupakan Manual Kultivasi Earth-Tier, dan sebuah kota kecil yang didalamnya terdapat Fire Rock Pill.

Untuk Spirit Tool Mortal High-Tier, Patriak mengatakan bahwa Li Hui bisa memilihnya secara langsung.

Li Hui mengatakan terimakasih saat tetua tersebut pergi, lalu dia mencoba untuk membuka manual tersebut. Petunjuk-petunjuk mengenai kultivasi dan cara berkultivasi setelah ranah Konsolidasi ditunjukkan didalam manual itu.

Setelah melihat lembar demi lembar, Li Hui kembali menutup manual tersebut dan mengambil kotak yang berisi Fire Rock Pill. Pil ini adalah pil yang sangat berharga bagi cultivator yang memiliki elemen api, khususnya bagi yang berada di ranah Konsolidasi.

Li Hui kembali meletakkannya kedalam kotak setelah melihatnya, dia memutuskan untuk menyerapnya setelah menembus peringkat keenam.

**

Hari itu, Li Hui habiskan dengan berkultivasi sampai dia tidak sadar bahwa tiga hari sudah terlewati. Pada hari ketiga, ketika langit sudah menggelap, ledakan energy terjadi di tubuh Li Hui, lalu energy berwarna emas itu keluar tubuhnya dan mengelilinginya.

Hingga beberapa saat kemudian, energy itu kembali terserap dengan cepat kedalam tubuhnya, dan guncangan hebat kembali terjadi dalam waktu yang lama, sampai akhirnya mereda setelah 15 detik.

Satu jam kemudian, Li Hui akhirnya membuka matanya. Dia merasa pandangannya semakin jernih dan tenaganya juga bertambah lebih kuat.

"akhirnya.." ucap Li Hui. setelah beberapa minggu menunggu, akhirnya dia bisa menembus peringkat keenam.

"setelah ini adalah untuk melatih beberapa teknik yang berguna.. Sepertinya aku harus mempelajari teknik berpedang terlebih dahulu.. " gumamnya, dia juga memutuskan untuk melatih perubahan elemen disela-sela latihannya.

Satu hari kembali berlalu.

tok! Tok! Tok!

Terdengar seseorang mengetuk pintu, lalu Li Hui membukanya dan mendapati bahwa orang itu adalah Shu Juan.

"Tetua.." Sapa Li Hui

"apa semuanya baik-baik saja Huier?.."

"maksud tetua?"

"sudah beberapa hari berlalu tetapi kamu belum mengambil hadiahmu yang tersisa.."ucap Shu Juan

"ah..aku lupa akan hal itu.. "ucap Li Hui sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

"sebaiknya kamu mengambilnya hari ini Huier, Patriak juga ingin berjumpa denganmu.."

"baik tetua.."

"baiklah, aku akan pergi dulu. Kita akan berjumpa lagi diruangan patriak"

"baik!.."

Shu Juan memutar tubuhnya dan keluar dari ruangan itu. setelah beberapa langkah dia kembali menghentikan langkahnya dan menatap kearah pintu ruangan Li Hui yang tertutup." Huier baru saja mencapai peringkat keenam sungguh bakat yang mengerikan"

**

"patriak." Hormat Li Hui sambil membungkukkan tubuhnya.

Didalam ruangan itu hanya terdapat Patriak Qifen, Grand Elder Meng, dan beberapa tetua termasuk Shu Juan dan Tetua Ge.

"berdirilah apa kondisimu sudah membaik? "ucap Patriak Qifen sembari memperhatikan Li Hui dengan seksama. Meskipun dia sudah mendengar dari Shu Juan, tetapi dia masih sedikit terkejut setelah melihatnya secara langsung.

"saya baik-baik saja patriak.."balas Li Hui.

"baguslah kalau begitu.. begini, kami memanggilmu karena ingin membahas sesuatu."bUcap Patriak Qifen

Li Hui tentu tahu apa yang akan dibahas mereka, jadi dia hanya berdiri diam sembari mendengarkan.

“Huier, apakah kamu tahu apa yang terjadi sekitar lima hari yang lalu?.. "Tanya Patriak Qifen.

"apakah patriak bertanya mengenai malam itu?.. "balas Li Hui

"benar.."

"malam itu kami dihadang oleh kelompok Xiao Yun, dan dia menantangku untuk bertarung. Tetapi disaat kami ditengah pertarungan, pandanganku tiba-tiba menggelap dan aku kehilangan kesadaran." Jawab Li Hui.

"apakah kamu hilang kesadaran disaat bertarung dengan Xiao Que dan yang lainnya?.." Tanya Patriak Qifen lagi

Mendengar itu Li Hui mengerutkan keningnya, karena seingatnya dia hanya bertarung dengan Xiao Yun. "kenapa saya bertarung dengan Xiao Que, saya hanya bertarung dengan Xiao Yun karena dia yang menantangku..”

"jadi kau tidak pernah bertarung dengan Xiao Que?.."

"aku tidak pernah bertarung dengan Xiao Que.." balas Li Hui, tetapi didetik berikutnya dia menjadi sadar bahwa sepertinya ada yang terjadi setelah dia hilang kesadaran.

Mendengar itu Patriak Qifan menatap kearah Grand Elder lalu kearah Tetua Ge. Lalu Tetua Ge melangkah kedepan dan berkata. "apa kau pernah melihatku disuatu tempat?"

"saya minta maaf, saya belum pernah berjumpa dengan tetua.." Ucap Li Hui.

"kejadian ini sangat aneh..dan jika apa yang dikatakan oleh tetua Ge benar, maka Huier tidak bisa disalahkan secara sepihak disini." Ucap Patriak Qifan.

Pagi hari setelah Seleksi tahap kedua selesai, tetua Ge datang menemui Patriak Qifan dan menceritakan semua hal yang dia lihat mengenai kejadian dimalam sebelumnya.

Tetua Ge berkata bahwa Li Hui sepertinya bergerak diluar kesadarannya ketika bertarung dengan Xiao Yun dan yang lainnya, pada malam itu dia melihat gerakan Li Hui sangat aneh, dan dia juga bisa melihat dengan jelas ketika kedua mata Li Hui bersinar, hal itu mirip seperti mata kucing ketika dimalam hari, tetapi milik Li Hui jauh lebih terang.

Selain itu, dia juga merasakan semacam tekanan yang aneh keluar dari tubuh LI Hui. Dia beranggapan bahwa tekanan tersebut bisa mempengaruhi mental seseorang yang merasakannya, khususnya bagi orang yang memiliki tingkat praktik yang lebih rendah dari Li Hui.

"bagaimana patriak bisa menyimpulkan hal itu?. meskipun dia tidak sadar akan apa yang dia lakukan, tetapi itu masih lah tubuhnya sendiri." ucap Grand Elder Meng

"itulah yang kumaksud Grand Elder, tetapi kita juga harus melihat apa penyebab dari semua itu bukan?" ucap Patriak Qifan

"lalu apa yang kita katakana kepada Ketua klan cabang Xiao?.."

Satu hari yang lalu, ketua klan cabang xiao datang kesekte Bintang Biru dengan raut wajah tidak bersahabat. Karena luka yang terdapat ditubuh Xiao Yun cukup parah, mereka ingin menuntut keadilan akan hal itu.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka ingin menghukum Li Hui secara pribadi, karena orang yang dia lukai adalah keturunan langsung dari ketua klan cabang Xiao.

"aku akan mengundangnya kemari besok, dan berbicara dengannya secara baik-baik.." ucap Patriak Qifan.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Ana Suryana
Biasa
Repianik
sayangnya tingkatan cultivasi nya pakai bahasa inggris
Doel
Ayo up lagi...Lama bgt...
Nani Nuwa
dah lama nggak Update
Nani Nuwa
ditunggu kelanjutannya
Oo Oo
bagus novelnya thor..tetap semangat menulis dan rajin2lah promosi di novel yg populer.. jgn lupa rutin update.
Iwan Setiawan Aja
lawas banar hanyar cungul....
Kokoro No Tomo
lama jg baru update thor
Kokoro No Tomo
kenapa nih ? koq macet..!?!
Kokoro No Tomo
lama gak nongol thor
Taurus Wew
nah ini yg pinter, jg sdr sj gk bs mlh mau bawa wuming 🤣🤣🤣🤣
Kokoro No Tomo
terima kasih dan tetap menjadi orang baik.
Oo Oo
ceritanya bagus..tp krn up nya lama,byk udah lupa alur dan cerita sebelum.
ayo author semangat.
Kokoro No Tomo
mantap
Kokoro No Tomo
cerdas
Oo Oo
mantap
Gian Dido
Aiiiiis... Kentaaaaaaaaaaaaang thoooooooor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
Gian Dido
Giliran.. Kepala desa.. Semangaaaaaaaat thoooooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!