NovelToon NovelToon
Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Vuspita sari

Bukan novel romantis yang membuat setiap pembaca menjadi halu... Tapi cerita keikhlasan yang mampu membuat hati setiap insan menjadi luluh.

Cerita dimana sosok yang mengajarkan keikhlasan dan ketulusan dari dua sisi manusia, baik dalam segi cinta maupun persahabatan. Yaa, entah itu memang sahabat atau lebih pantas disebut pengkhianat.

Ini kisah seorang gadis yang melewati rintangan hijranya. Gadis keras kepala yang berusaha menjadi lembut bagaikan Aisyah dan Khadijah.

Dimana bertemu seorang Ateis dan juga pria islam namun hanya dalam KTP.
.
.
.
.
Saya menunggu komentar anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DGR

“Ingat Umi.” Jawab Mereka serentak.

“Bagus kalo gitu. Ini kak Rindu mau kasih hadia buat kita semua. Ayoo sini Rindu.” Umi Ira melambaikan tangan mengisyaratkan Rindu untuk mendekat.

Semua anak-anak menatap Rindu senang dan bahagia. “Wah. banyak banget hadianya.” Ucap mereka antusias.

“Iya. Apa ya hadianya.” Sahut mereka.

Rinduu mendekat dan tersenyum “Assalamu’alaikum adik-adik.” Ucap Rindu rama sambil melambaikan Tangan.

“Waalaikum salam kak Rindu.” Jawab Mereka semangat.

“Kakak mau kasih hadia buat kalian. ayoo sini ambil hadianya. Tapi yang rapi yaa.” Jawab Rindu semangat.

Suara anak-anak menjadi riush. Dengan semangat mereka mendekat.

Rinu dengan antusiasnya memberikan hadia. Mulai dari miniatur mini, buku-buku, untuk anak laki-laki. Sedangkan buat perempuan ia memberikan Jilbab, Boneka dan banyak lainnya. Sedangkan anak berumur diatas 15tahun Rindu beri baju nya. Karena ukuran tubuh mereka sama.

“Wah bagus-bagus banget ya.”

“Iya bulunya lembut banget”

“Baju aku juga. Ini baju terbaik aku”

“ini miniatur yang selalu aku pengenin."

“Aku juga udah mimpiin buat punya buku herry potter sendiri”

“pasti ini barang-barang mahal semua.” sahut mereka

Semua sahutan terdengar. Entah mengapa hati Rindu menjadi rungan. Ia bahkan lupa kapan terakhir ia sebahagia ini. ‘ternyata berbagi itu indah’ ucapnya dalam hati..

“Rindu. Terimakasih ya udah bikin anak-anak bahagia.” Ucap Umi Ira membuyarkan lamunan Rindu.

Rindu menatap Umi Ira lembut. “Iya umi.” Jawanya.

“Kamu tau. Apa yang kita miliki itu akan hilang dan hangus dimakan waktu.” Ucap Umi Ira lembut. “Tapi apa yang kita beri pada orang lain akan selalu abadi dan mengaliri sungai amal yang laur biasa besarnya.” lanjutnya.

“Apa yang kamu miliki akan hilang tanpa tersisa. Tapi apa yang kau berikan pada orang lain?. Itulah milikmu sebenarnya. Kekayaan, harta, barang. Apapun itu?. Tak akan berguna diakhirat nanti. Tapi. Apa yang kita beri, itulah yang akan menolong kita” lanjutnya.

Rundu tersenyum tenang. Ia akan belajar lebih untuk menjadi pribadi yang baik. Tapi suara dari belakang mereka memecahkan pembicaraan.

“Umi disini. Wahyu cari kemana-mana nggak ketemu.” Ucapnya lembut. Ia mencium punggung tangan Umi Ira.

“Ada apa cari Umi?” Tanya Umi Ira.

“Tadi kata bik iyem. Umi nyuruh Wahyu nganterin ketring dirumah pak Jono. Nggak jadi?” Tanyanya.

“Asstagfirullahhan’azim. Umi lupa. Kamu tunggu disini dulu ya ” Ucapnya tergesa-gesa, ia menatap Rindu sejenak. “ Kamu tunggu disini dulu ya Rindu. Umi ambil pesenan tetangga dulu. Kamu kenalan aja dulu sama anak Umi.” Ia menepuk punggung Rindu lembut lalu pergi.

Sejenak tatapan Rindu jatuh kepada Wahyu anak Umi Ira. Pria itu memakai baju koko putih, celana cingkrang. Ada janggut halus diwajahnya. Wajahnya teduh.

Rindu tak tau harus berbuat apa. Ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Hay. Aku Rindu” Ucap Rindu gugup. Faktanya ia baru kali ini mengajak orang berkenalan, ia sama sekali tak pernah mendekati orang lain duluan membuatnya canggung.

Sekilas Wahyu menatap Rindu, dan matanya kembali menatap kebawa. Ia menyatukan tangannya dan melerakkannya didepan dada. “Afwan. Ane Wahyu” Jawabnya.

Rindu tercengang tanganya tak diterima. Sontak membuat ia menarik tangannya gugup. Ia menggigit kuku telunjuk tangan kanannya. Ia baru kali ini meminta kenalan dan itu ditolak!.

“Gini ya rasanya kalo salam ditolak. Berarti orang yang gue tolak kenalan sakit.” Gumamnya dalam hati.

“Maaf ya.. ane nggak bisa terima salam ukhty.” Jawab Wahyu lembut.

Erindu mengernyit bingung. “Kenapa?”

Wahyu terdiam sesaat. “karena kita bukan mahrom.” Jawabnya singkat.

“Bukannya cuman salaman. Kita nggak zina...!” Jawab Rindu tegas.

Wahyu menjawab tenang. “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak besi, sungguh lebih baik baginya dari pada menyentuh wanita yang bukan mahrom dari hadist thoproni. Atau lebih baik kita menyentu bara api dari pada menyentu orang yag bukan mahrom. Salaman itu termasuk Zina. Zina ada yang besar dan ada yang kecil. Zina besar itu seperti bersetubuh, pelukan, ciuman kepada yang bukan mahrom. Sedangkan zina kecil itu seperti bersentuhan tangan, zina mata, saat kamu menatap orang yang bukan mahrommu terlalu lama maka akan menimbulkan zina mata. Saat kamu mencintai mahluk ciptaan Allah melebihi batas, maka kamu melakukan zina hati dan banyak lainnya.” Jawabnya.

“Jadi kalo natap orang itu zina?” Tanya Rindu tak percaya.

“Lebih baik mata kita ditusuk besi panas atau dicongkel dari pada menatap lawan jenis dengan tatapan pesona atau lebih dari syariaat.”

Sontak membuat Rindu memegang bibirnya. Ia tahu masalah bukan mahrom dan zina. Tapi ia sama sekali tak tahu jika menatap juga zina!

Wahyu terdiam sesaat. “Allah sangat memuliakan mahluknya bukan?. Tak sembarangan orang yang bisa menyentu kita?. Begitu juga dengan kita untuk meenolak bersalaman, betapa terhormatnya kita!. Betapa mulyanya kita?.” Lanjutnya.

Rindu mengerjabkan matanya seperti orang bodoh. Ia tak tau harus berkata apa semua itu benar adanya. Semua itu bahkan indah terdengar ditelinga Rindu. Tapi suara Umi Ira membawa paksa Rindu sadar kembali.

“Ini nak. Kamu hati-hati ya.” Ucapnya sambil memberi kantong pelastik yang berisi katring.

Wahyu tersenyum lembut dan menerima plastik tersebut. “Iya udah mi.Wahyu pergi dulu ya. Assalamu’alaikum.” Ucapnya sambil menyalami tangan Umi Ira. Umi Ira pun mengelus puncuki kepala putranya lembut. Tanpa melirik Rindu, Wahyu melangkah ringan kelura dari ruangan itu.

Rindu masih terdiam hingga suara Umi Ira membuatnya menatapnya. “Kamu kenapa diem aja?” Tanya Umi Ira.

Rindu mengerjabkan mata. “Anu mii. Saya mau nanya. Kalo saling menatap itu haram ya?, Zina ya?” Tanya Rindu. Masa iya hal itu juga haram?!” Batinnya.

Umi Ira tersenyum lembut.”Sini kita duduk dulu.” Ajaknya. Rindu hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti Umi Ira. Mereka duduk dikursi tak jauh dari anak-anak yang bermain hadia dari Rindu.

Umi Ira memegang tangan Rindu. “Kamu tau nggak kenapa itu Zina?” Tanyanya. Rindu menggeleng.

“Kalo nggak boleh tatapan, gimana mau ngomong atau ngorol Mi?” Ucap Rindu.

Umi Ira terkekeh pelan. “Semua ajaran agama kita itu Indah nak. Allah buat kita tak boleh bersalaman sembarangan kepada sembarangan orang. Itu karena kita mahal, kita mulia..!” Jawabnya. “Kamu tauh ratu elisabert?” Tanyanya. Rindu menganggukan kepalanya. “Nggak semua orang yang bisa menyentuhnya bukan?, tak sembarangan orang bisa bersalaman dengannya bukan?. “ Lanjutnya.

“Kamu tau raja atau ratu? Apa seluruh orang bisa menyentuhnya? Apa seluruh boleh mengangkat kepalanya menatap ia secara langsung?” Umi Ira menggelengkan kepalanya. “Tidak nak. Mereka memuliakan mereka. Mereka mulia, mereka dihargai. Seperti itulah agama kita memuliakan kita. Seperti itulah Allah menyayangi kita”

“Tapi kalo tatapan mata gimana umi?” Tanya Rindu.

**Alhamdulillah bisa update meskipun nggak banyak yang like dan komen. apa lagi vote hadeh...

tapi semoga bermanfaat bagi prmbaca.

Like. komen dan vote ya**....

1
nana
bisa bikin kebawa suasana keren
nana
padahal udah ke 2x nya baca ni nover pertama baca 2021 lalu sekarang baca ulang lagi tetep aja mewekkk....huaa.....😭😭
NO NAME
tor d lanjutin lagi donk tentang cerita kek gini nuansa islami tapi pemerannya rindu juga kek sama bang rey..hehehe..aku suka ceritanya yang banyak mengandung positiv vibesnya. keren
Bunda Fariz
Luar biasaas
ibeth wati
kenapa rindu tak mau menjelaskan apa pun agar tak ada kesalahpahaman
ibeth wati
makin kesini makin nyesek bacanya pingin g lanjut tp kok penasaran
ibeth wati
temen laknat kek mereka ini mereka yg enak" nyalahin rindu ..g respect sama teman kek gitu
Reader
keren gess ceritanya
Sutrisni Sutrisno
semangat berkarya 🦾
tapi saat ngetik tulisan yg pake bhs arab,tolong diperhatikan lg.
karna 1 huruf yg salah ketik bisa beda maknanya
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Fayulan Fayulan
sdh ku baca 2 tahun yang lalu,, tapi kangen pengen baca lagi. ..
نور✨
Luar biasa
safira
wah..enaknya klu rindu itu nyata..bisa temanan..bagus bangat dapat teman soleha..panutan yg bagus bangat/Drool/
safira
bagus bangat thor..terbaik
safira
aamiin ya robbalalamin
safira
saya dukung dokter rey..klu habib blom nikah aja gk ada kepercayaan apa lagi klu udh nikah..emang gk ada aman²nya..
safira
menyetil hati bangat thor..baru kali ini baca novel cam nyata..menguras air mata..sampe ingat dosa sendiri aja..terbaik thor..
safira
Subhanallah../Sob/
safira
bagus bangat thor..banyak bawang..dan banyak pengajaran..rasa kecil diri..dengan perjuangan rindu..betul keren bangat..terbaik thor😍👍
Arya Mada
sumpah Thor,di bab² ini aku mewek trus,minta rindunya di bikin sehat aja boleh ga thor/Sob//Sob//Sob/
Arya Mada
dokter key aja deh Thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!