Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 (Rencana Bepergian)
Satria berjalan menuju ke ruangannya, saat melihat duo somplak yang sudah menatap tajam ke arahnya, dirinya langsung berbelok arah melesat masuk ke Toilet umum di dekat ruangan sekretaris nya dan tentu saja hal itu tidak akan di biarkan terjadi begitu saja
"Anjir, main ngepot aja itu Satria" ucap Andre
"Kita kejar yok" ucap Rio yang sudah dongkol karena ditinggal makan siang
Sampai di toilet, keduanya langsung masuk dan melihat Satria keluar dari toilet kemudian membasuh tangannya di wastafel dengan gaya cueknya, kedua temannya kini sudah berada di samping kiri dan kanan tubuh Satria dengan tatapan tajam
"Kalian kenapa?, Tampang kayak preman mau nagih hutang" Tanya Satria
"Dasar Sapi, dari mana loe, janji mau makan bareng, udah di tunggu malah ngilang" ucap Rio kesal
"Tau nggak, kita nunggu loe sampek perut kembung, nambah minuman mulu" ucap Andre
"Hahaha"
Satria malah ngakak, bukannya menjawab dan merasa bersalah sudah membuat duo gesrek murka
"Eh malah ngakak, gak ada prihatinnya sama teman" ucap Andre
"Kalian juga aneh, emang maunya makan gue suapin?"
"Anjir, ngapain minta suap elo, kurang kerjaan" jawab Rio
"Lah terus ngapain gak pesen makan aja, malah nungguin gue datang" ucap Satria
"Ya kan kita temenan, sapi, mangkanya kita nungguin Lo, sebagai sahabat kan susah seneng bareng"
"Elah, gak mau gue, masak mau seneng sama Ira ngajak kalian, yang ada malah terjadi huru hara"
"Eh Bang*sat, jadi loe tadi lagi seneng-seneng diatas penderitaan kita?" Ucap Andre
"Iya, habis makan gue, emang kenapa?"
"Anj*ing, loe habis makan Ira!" Teriak Rio
"Di mana?" Sahut Andre
Sontak semua orang yang berlalu lalang di toilet langsung terkejut mendengar teriakan orang penting di perusahaan itu
PLAK PLAK
Satria langsung menabok kepala kedua sahabatnya kemudian berlalu pergi menuju ruangan kerjanya, sementara Rio dan Andre yang baru menyadari di lihat oleh banyak karyawan segera tersenyum dan merapikan jasnya kemudian melangkah pergi menyusul Satria
Sampai di ruangan Satria keduanya duduk di sofa dengan wajah masam, Satria sebenarnya ingin tertawa melihat wajah menji*jikkan kedua sahabatnya, namun dirinya tidak tega, akhirnya Satria membuka percakapan
"Sorry, aku tadi makan siang beneran sama Ira, bukan ngelakuin hal yang aneh-aneh, emang kalian gak jadi makan?"
"Ya makan lah, tapi gak kenyang-kenyang" ucap Rio
"Hah, kok bisa?" Tanya Satria heran
"Mikirin kamu, jadi emosi, lapar lagi kita" ucap Andre
"Hahaha, sudah ah, jijik gue ma kalian pada, serasa gue ini kekasih kalian aja, ada hal penting yang mau aku ceritain nih, soal kerjasama perusahaan yang menurutku keuntungannya lumayan" ucap Satria yang kini dalam mode serius pakek banget
Rio dan Andre langsung membenarkan duduknya juga wajahnya, kini ketiganya sudah berada di dalam keseriusan dalam menangani masalah perusahaan, Satria menceritakan tentang kerja sama yang diinginkan oleh perusahaan Imelda, sejenak kedua sahabat Satria berpikir dan menimbang kemungkinan positif dan negatifnya hingga keduanya akhirnya menyetujui usulan Satria untuk menerima kontrak kerjasama selama dua tahun dengan perusahaan Imelda
"Oke, aku hubungi Imelda ya Sat, biar secepatnya masalah kontrak di selesaikan" ucap Rio
"Ok" jawab Satria
"Aku akan mempersiapkan surat-surat dan file yang di butuhkan" ucap Andre
"Hem, tapi aku minta bantuan kalian, aku akan sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan Imelda, kalian saja yang mewakili, kecuali ada sesuatu yang mengharuskan aku turun tangan sendiri" ucap Satria
"Siap, kita paham kok soal itu, soalnya si Imelda sepertinya masih suka sama loe" ucap Andre
*
Ira kini sudah berkutat dengan pekerjaannya kembali, pikiranya sudah bisa fokus dan dengan lancar menyelesaikan satu per satu tugasnya, hingga tak lama kemudian dirinya tersenyum puas, beberapa detik kemudian masuklah Ronald di ruangan Ira kemudian menyapanya
"Hai Ir, sudah kelar surat yang diminta kak Agam?"
"Sudah pak, ini, mungkin sekalian pak Ronald cek dulu" ucap Ira
Ronald segera mengambil surat dan File yang di berikan, membaca dan menelitinya perlahan kemudian tersenyum saat melihat ada kata yang salah, Daniel mendekat di samping Ira kemudian menunjukkan bagian yang perlu di perbaiki, tanpa sadar muka Ronald sangat dekat dengan telinga Ira hingga Ronald makin terkesima melihat kecantikan wajah Ira dari samping
"Sudah ini ya pak, mungkin ada lagi?" Tanya Ira
Ira yang merasa tidak ada jawaban dari pertanyaan nya segera menoleh dan sangat terkejut kini bibirnya hampir bersentuhan dengan Ronald, dirinya terdiam mematung saat tatapan Ronald menembus manik matanya, entah apa yang terjadi, Ronald reflek memiringkan kepalanya dan ingin mencium Bibir Ira, beruntung Ira segera sadar dan mundur seketika
"Maaf pak, saya permisi ke kamar mandi dulu" ucap Ira langsung beranjak dari duduknya
Sementara Ronald langsung tersentak dan menarik nafas panjang untuk menenangkan jantung dan pikirannya
"****, apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku bisa sebodoh ini" batin Ronald kemudian keluar dari ruangan Ira
Di dalam kamar mandi Ira menarik nafas panjang berkali-kali untuk mengurasi rasa gemetaran di tubuhnya, dirinya sangat takut dengan apa yang hampir saja terjadi, berulang kali Ira membasuh bibirnya yang hampir saja bersentuhan dengan Ronald
"Ya Alloh, bisa gila aku lama-lama ketakutan kayak gini, tenang Ira, ini tidak di sengaja, tenang Ir" ucap lirih Ira ngomong sendiri untuk menenangkan dirinya
Ronald masuk ke dalam ruangannya kemudian duduk terdiam sambil memejamkan mata, tak lama disusul dengan Agam yang masuk dan heran melihat ekspresi adiknya
"Kenapa Ron, ada masalah?" Tanya Agam
"Gak ada kak, aku hanya capek saja, ada apa kakak kesini?"
"Ini kontrak kerjasama kita, sudah di ACC semuanya, Tiga hari lagi kita akan ke Kalimantan untuk melihat proyek yang akan dilakukan di sana" ucap Agam
"Hanya kita berdua?"
"Tentu saja tidak, aku akan membawa empat orang lagi bersama kita, Ira dan tiga orang dari Devisi pengembangan"
"Jadi Ira akan ikut?"
"Iya, kita tidak lama disana, paling cuma 3 hari, aku juga sudah memberitahu Satria suaminya untuk mengijinkan Ira ikut dengan kita"
"Lalu, apa Ira juga menyetujuinya?"
"Tentu saja, memangnya kenapa, dia sudah terbiasa kerja di luar kota bersamaku sebelum menikah, aku rasa sekarang juga tidak ada masalah" ucap Agama
"Hem, baiklah kak, aku akan menyiapkan segalanya" jawab Ronald
Agam segera keruang Ira untuk memastikan kembali kesiapan Ira ikut dalam rombongan ke Kalimantan nanti
"Bagaimana Ira, kamu siap ya, tiga hari lagi kita berangkat, semua berkas harus kamu persiapkan mulai sekarang, jangan sampai ada yang tertinggal"
"Siap pak"
"Suamimu juga sudah aku beri kabar dan dia mengijinkan kalau kamu bersedia ikut, apa kau sudah menghubunginya?"
"Belum pak, sebentar lagi jam pulang, saya bisa membicarakan hal ini ke Satria nanti"
"Hem, baiklah, kalau Suamimu tidak mengijinkan jangan memaksa, akan aku Carikan ganti untuk sementara di sana"
"Iya pak Agam, saya akan segera menghubungi bapak kalau saya berhalangan ikut"
Agam tersenyum sambil mengangguk, kemudian meninggalkan Ira yang sudah bersiap-siap untuk pulang karena sudah jam empat sore
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️