NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Telat Haid

 Malam ini ditengah malam tepat tepi jalan besar keluargaku beserta para rombongan sedang menanti bus travel yang akan menjemput kami untuk berlibur ke pantai anyer.

"Itu dia bus nya!"seru salah satu menunjuk bus yang melaju dari kejauhan ke arah kami.

"ayo mas..bus nya sudah sampai!"seruku menggandeng Mas Bram yang terlihat sudah mengantuk membawa tas ransel dipunggungnya berisi perbekalan kami didalamnya.

"kenapa harus malam malam begini si!"ucapnya pelan sambil sesekali menguap.

"namanya juga pake travel mas...lagian kan juga harganya murah!"sahutku .

satu demi satu keluargaku dan para rombongan lain naik kedalam bus travel berwarna purple itu begitupun kami.

Aku memilih kursi yang berdekatan dengan jendela bus agar bisa memandang kearah luar dari balik kaca jendela yang tertutup.

Kudekap tubuhku yang terasa dingin karena udara malam dan AC yang menyala diatasku dan menyandarkan kepalaku pada mas Bram.

kulihat ia tertidur dengan cepat dan kuberikan kain pantai untuk melapisi tubuhnya yang terbalut jaket yang tidak begitu tebal.

  Tidak terasa perjalanan kami memakan waktu Berjam jam lamanya,terdengar suara sayup desiran ombak pantai yang membuatku terbangun dari tidur saat di bus tadi,para penumpang bersiap untuk turun dan keluar dari bus.

"kita sudah sampai....!!"ucapku membangunkan Mas Bram yang masih tertidur .

"ayo turun...!!"seru Nency ,kakakku mengajak keluargaku untuk keluar bus.

    Kami pun segera berjalan menuju saung saung yang berderetan tepat di pesisir pantai dengan ombak yang besar.

Langit tampak masih gelap,aku melirik jam di layar handphoneku yang menunjukkan pukul setengah lima pagi,Akupun bersama kakak dan adikku berjalan menuju mushola yang ada di sebelah kanan saung untuk mengambil wudhu dan solat subuh yang sebentar lagi berkumandang.

Matahari terbit dari ufuk timur ,pantai yang tertutup gelap kini telah menampakan keindahannya yang berwarna biru,sebelum turun kepantai kami menyantap bekal yang kami bawa dari rumah bersama sama dengan keluargaku dan para rombongan lain menikmati sarapan dipagi itu.

Dengan wajah yang sedikit pucat karena kurang tidur aku mengajak keponakanku Dinda dan juga Ibra untuk menikmati keindahan pantai anyer yang menggoda.

"ayoo...cepat.....!!"seruku menggandeng tangan mereka berdua bersama yang lain diikuti Mas Bram yang berjalan di sampingku.

kami berlarian disana Dengan bertelanjang kaki ,berfoto foto, bermain pasir dan berkejar kejaran dengan ombak yang menggulung.

"Res kenalin ini adek gue...namanya Vayala!"seru KA nency menghampiriku bersama beberapa sahabatnya yang tersenyum melihatku.

"kamu lagi hamil ya...udah berapa bulan?"tanya salah satunya dari mereka melihat perutku yang terlihat sedikit buncit.

"owh..enggak kok kak...mungkin karna banyak makan jadi gede Perutnya!"sahutku tertawa.

"sorry kirain kamu lagi hamil...biar cepet dapet momongan ya!"seru mereka lagi .

Memang sudah beberapa bulan aku belum haid lagi,ditambah perutku yang memang terasa sedikit membesar dan terkadang mual..aku sudah beberapa kali melakukan test pack tapi hasilnya selalu negatif.

"Mungkin aku harus segera periksa ke dokter kandungan mana tau aku beneran hamil"ucapku dalam hati mumpung Mas Bram masih punya uang simpenan sisa bonus gajinya bulan lalu.

Setelah puas bermain dipantai dengan pakaian yang sudah basah ,kami segera pergi ke kamar mandi umum untuk mandi dan mengganti pakaian yang bersih.

Kemudian keluargaku dan para rombongan segera kembali menuju bus kami yang terparkir di belakang pantai karena sudah jam pulang.

"sudah puas main airnya!"tanyanya yang duduk bersantai di kursi bus.

"sudah dong...seru banget ya...!"ucapku senang.

"kapan kapan kita kesini lagi yuk mas berdua sambil bulan madu,kita kan belum pernah bulan madu sejak nikah..dekat dekat sini banyak hotel loh aku liat tadi"ucapku lagi.

Dulu mas Bram sebelum kami menikah pernah menjanjikanku akan mengajakku ke Bali untuk berbulan madu disana jika ia mendapat bonus besar dari kerjaannya tapi sampai saat ini dia malah sering sibuk dan lupa semua janjinya,padahal dengan pekerjan dan gajinya sekarang ia bisa mengajakku pergi.

"Hmm..."."Mas ...aku Udah beberapa bulan enggak haid..perutku rasanya engga enak agak mual...gimana klo kita kedokter....takutnya aku beneran hamil "ucapku membujuk Mas Bram.

"Yaudah pulang dari sini kita ke dokter kandungan ya..siapa tau aja beneran hamil"sahutnya pelan.

Aku berharap penantianku selama hampir dua tahun ini membuahkan hasil,bisa memberikan keturunan untuk suaminya.

Sore hari kami tiba dirumah setelah itu Mas Bram mengambil motor dan mengajakku untuk keklinik dokter kandungan terdekat.

dengan perasaan dag Dig dug kami masuk keruangan setelah menunggu satu antrean pasien yang baru saja berobat.

"ibu tolong berbaring dulu ya....biar saya USG dulu supaya kelihatan apa ada janinnya!"seru dokter setelah kami berkonsultasi padanya.

Dengan cairan bening yang di oleskan dibawah perutku dokter mulai mendeteksi dengan alat USG dan melihat ke arah layar monitor didepan kami.

"ini ibu enggak hamil...tapi ada miom di rahimnya kanan dan kiri "ucapnya .

"apa dok...jadi saya tidak hamil...apa penyebabnya dok?"tanyaku merasa kecewa .

"sampai sekarang tidak ada yang tahu kenapa miom itu bisa tumbuh,tapi ukurannya masih bisa dikecilkan dengan jaga pola makan,makanan sehat dan berolahraga,ibu tidak haid karena salah satunya dari faktor ini ,nanti saya kasih obat untuk perlancar haid !"ucap dokter lagi menyelesaikan USG nya.

Kulihat Mas Bram hanya diam dan serius memperhatikan kata kata dokter,"ini juga saya kasih resep untuk mengendalikan miomnya agar tidak tumbuh besar dan di operasi dan ada obat yang harus ditebus di apotik ..nanti kalau obatnya sudah habis kalian bisa kesini lagi untuk pengecekan USG lagi...kalau sudah hilang miomnya baru nanti saya atur jadwal promilnya ".ucap dokter memberikan selembar kertas kepada kami.

Dengan wajah kecewa aku melangkah keluar bersama mas Bram menuju kasir untuk membayar."jadi lima ratus ribu pak...dan ini obat yang harus ditebus nanti d apotik karena stocknya sedang kosong disini pak!"sahut perawat yang berjaga.

"mahal sekali harganya!"celetuk Mas Bram melihat rincian struk itu.

"terima kasih bapak ibu...!"ucap perawat itu setelah pembayaran.

"Mas kita tebus lainnya di apotik mana?"tanyaku sambil berjalan keluar.

"enggak usah di tebuslah...harganya mahal...udah lima ratus ribu duitku keluar!!"serunya menyalakan mesin motor.

"loh mas...ini kan juga demi kita biar cepet punya anak kok enggak jadi??"tanyaku merasa heran.

"kalau nanti duitku habis kita gimana nanti...paling juga obat biasa...mahal itu!!"ucapnya lagi.

Aku terdiam merasa kecewa dan sedih,bukan karena aku tidak mengerti mas Bram tapi ini demi kesehatan dan agar cepat punya momongan,apalagi kami masih punya uang untuk menebus obat itu yang seharga lima ratus ribu,bukankah kalau konsultasi kehamilan memang perlu biaya besar.

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!