NovelToon NovelToon
Ibu Dari Anakku

Ibu Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:214.4k
Nilai: 5
Nama Author: zulfa Laeli Ahlina

"Ais, menikahlah denganku." pinta Arthur, berjongkok di depan wanita cantik yang dua bulan lalu telah dia renggut kesuciannya.

Ais Atsila, wanita berumur dua puluh tahun itu harus merelakan mahkotanya diambil oleh pria yang tidak dikenalnya waktu di kota tempat ia akan mendaftar kerja.

Arthur Wiliam Leonardo, pria berusia hampir berkepala tiga. CEO di perusahaan Alison Group milik ayahnya. Memilih rela meninggalkan segala kemewahan dunia, demi wanita bernama Ais, yang sekarang sedang mengandung anaknya hasil dari malam kelam dua bulan yang lalu.

Seakan dunia terbalik, Arthur yang biasanya berada di ruangan ber-Ac, setelah menikah dengan Ais, Arthur bekerja dibawah teriknya matahari. Belajar hidup sederhana di desa terpencil. Mulai dari makan sederhana, bekerja, dan masih banyak lagi.

"Ais, cara nyangkulnya gimana?" Arthur berteriak pada wanita yang duduk di gubuk sawah. Dirinya benar-benar tidak tahu cara mencangkul yang benar.

Yukkk baca. Jangan sampai terlambat lhoo. Yuk lihat keseruan Arthur dan Ais.

Hanya UP di Hari Tertentu. Karena harus bagi waktu. Makasih...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zulfa Laeli Ahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran

"Aldo!!!"

Kirei berlari, memeluk pria yang sudah membuatnya hamil dan melakukan semua rencana licik Aldo. Sampai dia rela mengorbankan nyawa banyak orang.

Aldo dengan kasar melepas tangan yang melingkar dipinggangnya. Mendorong Kirei sampai jatuh ke lantai. Membuat wanita itu mengaduh.

Aldo mendekat, berjongkok tepat didepan Kirei. Dia berkata, "Dengerin aku baik-baik ya, selama ini aku cuma manfaatin kamu. Ngga lebih sampai mau menjadi ayah dari anak kamu. Bukannya itu anak Albert? Kenapa juga aku harus tanggung jawab hah??" gertak Aldo, dia mencengkram kasar lengan Kirei. Sampa kulit putih itu memerah.

"Ini anak kamu Aldo, bukan Albert. Kamu harus nikahin aku. Jangan bercanda, Do. Semua yang sekarang kamu rasakan itu juga karena aku. Kamu ngga boleh kaya gini sama aku, Do!" Kirei membalas, wajahnya basah oleh air mata. Berharap Aldo akan luluh seperti biasa.

Tak seperti yang Kirei harapkan, Aldo justru menyeringai. "Wanita bodoh! Selamanya aku ngga akan pernah nikahin wanita murahan kaya kamu. Udah jelas, anak yang kamu kandung itu anak Albert! Bukan aku! Jikalau itu anak aku, maka bayi itu harus kamu gugurin! Ngga sudi aku punya anak dari wanita murahan kaya kamu." Aldo mendorong tubuh Kirei sebelum dia masuk ke dalam rumah.

Sedangkan Kirei berteriak sembari menggedor pintu rumah yang dulu dengan mudahnya dia buka. Tapi mulai hari ini, semuanya berubah. Dia sadar, dia telah dimanfaatkan oleh Aldo untuk kepentingan balas dendam pria itu terhadap keluarga suaminya dan mantan pacarnya.

Dia terduduk, tertunduk dengan air mata yang mengalir deras dipipinya yang mulus. Dunianya hancur dalam sekejap. Kehilangan semuanya. Termasuk rencana awal mendapatkan Arthur kembali.

Mengingat nama itu, dia lantas berdiri. Mengusap air matanya yang mengalir. Mungkin semua rencananya pupus. Tapi tidak dengan Arthur. Dia harus bertemu pria itu. Memintanya untuk membalas perbutan Aldo.

"Aku akan membalas semua perbuatan kamu, Do. Tunggu aja." Kirei berjalan menuju gerbang rumah. Disusul oleh pria berbaju hitam yang tak lain adalah orang kepercayaannya.

"Mari ikut saya, nona."

***

Di hutan, Mr. Xan tengah sibuk meracik obat untuk luka yang berada ditubuh Albert.

"Kenapa kamu tidak membunuh ku saja? Bukankah seharusnya aku dibunuh agar cepat mati?"

Mr. Xan mendekat. Dia mendengar pertanyaan yang terlontar dengan lirih itu. Tapi tak dia gubris. Fokus mengobati luka yang parah itu dengan obat yang baru saja selesai diracik.

Walau bukan dokter, tapi dia bisa mengobati berbagai luka. Dia sudah berpengalaman. Ilmu itu dia dapat dari banyaknya pelatihan khusus untuk seorang agen rahasia ketika dalam bahaya atau keadaan darurat. Contohnya seperti sekarang.

"Jangan karena kasihan kamu menolongku." cibir Albert menahan perih ketika racikan mengenai luka-lukanya.

Mr. Xan menghela napas, "Aku tidak kasihan. Hanya saja ada yang membutuhkan kamu untuk tetap hidup." jawab Mr. Xan membuat Albert terdiam.

Ketua mafia itu berpikir, memang siapa yang membutuhkannya untuk hidup? Bukankah sekarang tidak ada yang peduli dengannya? Untuk apa dia hidup? Bukannnya mati lebih baik?

"Kebenaran." Mr. Xan yang bisa membaca pikiran seseorang bisa langsung menebak apa yang ada dipikiran ketua mafia yang kini tengah tengkurap diatas tikar tipis dalam sebuah gudang ditengah hutan.

Albert memiringkan badannya. Melihat Mr. Xan dengan penuh tanya. "Apa maksud kamu?"

"Ungkap kebenaran. Kamu pasti tahu kebenaran yang sebenarnya. Selamatkan nyawa keluargamu sebelum seseorang merenggutnya dengan paksa." jelas Mr. Xan.

Ah, Albert ingat. Dia menyadari semuanya. Kirei, istrinya berkhianat. Bahkan dirinya menghilang pun dia tidak peduli. Jahat.

Lalu, untuk apa dia membela wanita itu? Jika wanita itu ternyata berkhianat kepadanya?

"Kamu benar. Sudah waktunya aku mengungkap semuanya." ucap Albert dengan yakin.

***

Di rumah barunya, Ais tengah membersihkan piring yang baru saja dipakai untuk makan malam. Dibantu dengan Alea. Keduanya berbincang hangat seperti biasa.

"Kamu pengen kuliah lagi ngga, Lea?" Tanya Ais, sebenarnya dia tahu kalau adik iparnya itu ingin sekali melanjutkan kuliah demi cita-citanya. Namun dengan keadaan seperti ini sangat tidak dimungkinkan. Apalagi ekonomi sedang merosot.

"Pengen si, kak. Cuma kan udah ngga mungkin lagi. Semua udah berubah." Alea tersenyum. Dia paham dengan keadaannya dan saat ini. Tidak pantas dia menuntut pada kakaknya untuk tetap kuliah. Biaya kuliah mahal, apalagi jurusan yang dia ambil.

"Sabar ya, semoga kita bisa lalui masa-masa sulit ini bersama. Percaya sama kakak, setelah semua ini terlewati kamu pasti bakal kuliah lagi." Ais tersenyum membalas senyuman Alea. Memeluk gadis itu untuk menyalurkan semangat.

"Iya kak, makasih yaa. Maaf juga udah ngerepin kakak." balas Alea.

Di ruang tamu, Arthur dan Danu sedang membahas pekerjaan yang akan keduanya jalani kedepannya. Didalam buku tebal, mereka bersama menulis secara detail pekerjaan baru, mulai dari modal, laba, dan sebagainya.

Rencana besok mereka akan memulai pekerjaan itu bersama paman. Dengan modal yang sudah disiapkan semoga mencukupi. Jikalau kurang, mereka akan membobol tabungan. Kesepakatan bersama.

"Besok pagi semua udah harus siap." Arthur menutup buku dan bersandar disofa. Dia mengusap wajahnya yang mulus dengan kedua tangan. Berharap esok rejeki akan menghampiri.

Sedangkan Danu, dia menyeruput kopi panas yang dibuatkan oleh Ais. Mengambil sepotong roti kering dan memakannya. Dia juga berharap, dengan bekerjasamanya dengan Arthur yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis semua akan berjalan dengan lancar. Walau dia tahu, pastinya akan ada kerikil dalam perjalananya nanti. Tapi dia sudah mempersiapkan semuanya menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. Maka dari itu, dia tidak akan kaget lagi.

"Aku yakin, bakal banyak yang minat sama jualannya." ucap Danu dengan percaya diri.

Arthur duduk tegak, ikut mengambil sepotong roti dan memakannya. "Amin. Tapi kok percaya diri banget? Kan banyak penjual di Malioboro?"

"Iya harus percaya diri. Orang yang bakal membuat mereka minat itu yang jualan. Bukan jualannya. Hahaha." Danu tertawa, membayangkan bagaimana jika besok Arthur akan berdagang. Sedang dia menjaga delman.

Arthur ikut tertawa. Dia baru sadar ucapan Danu. Dulu dia mempunyai banyak fans waktu kuliah. Mungkin sekarang masih. Tapi tidak sebanyak dulu. Bisa saja, di Jogja ini ada salah satu fans-nya. Tidak bisa dia bayangkan jika fans-nya ternyata masih ada. Bisa dibayangkan juga, bukannya berjualan justru menjadi menjadi artis dadakan.

"Kak, mereka keliatan akur banget ya?" dari balik pintu Alea bertanya ketika mendengar suara tawa dari ruang tamu.

"Alhamdulillah kalau begitu. Ikut seneng aja. Akhirnya mereka bisa akur. Dan mau berjuang bareng." balas Ais, dia ikut senang mendengar suara tawa itu. Harapannya adalah dia bisa menyaksikan kedamaian keluarganya untuk selamanya.

*

*

*

Bersambung...

Gaes, akhirnya UP juga. Moga bisa ngurangin kegabutan kalian di rumah yaa. Sambil nungguin ban selanjutnya di UP, kalian bisa baca-baca novel on-going lainnya, judulnya :

1. Suara Hati Suami (Season 2)

2. Wilson Edel : The Explorer Of World History

Selamat membaca cerita receh ini. Ketemu bab selanjutnya. Jangan lupa like, koment dan favorite yaaa. Makasih semuaaa.

1
Della Riyanti
duh dasar si kera sakti kok GK sadar"
Zavier Satria Liyandro
anjay diculik santan kara alias kirei😂
Zavier Satria Liyandro
anjay😂😂ceritanya seru, sukses selalu
ZULFA L.A. 🐣: hehe makasih kak
total 1 replies
Bembi Arkana
ditunggu seson keduanya thor... 💪💪💪💪
ZULFA L.A. 🐣: Shapp kak bismillah yaa
total 1 replies
Fitriyani
pasti itu Albert..
Fitriyani
santet aja si kirei itu..🤭
Fitriyani
Arthur sih yg bodoh,knp g mau jelasin yg sbnrnya,tu org2 jd LBH prcya SM si kirei,,,
bobo
masyaallah keren..pria sejati mskipun pernah brbuat zina tpi dia mau brtaubat dan brtgung jwb
bobo
critay bguz thor
Anonim
mantan mafia, mantan CEO dan seorang agen rahasia kok bodoh
are you kidding?
Zavier Satria Liyandro: ya namanya juga anjay ka😂😂😂
total 2 replies
macil
di sini yang paling bodoh menurutku justru albert yang katanya mafia tapi tololnya minta ampun.. masih mending artur..
Simon Petrus Tumika
mantap menarik dan makin penasaran
bungaAaAaA
wkwk aneh
wind_ari
tak tunggu season 2
ZULFA L.A. 🐣: Siap kak, tunggu eps selanjutnya yaa
total 1 replies
wind_ari
lanjutkan kaka ceritanya
wind_ari
lanjutkan sampai end ceritanya kl ada wkt senggang ja
wind_ari
aku mah nunggu dr kapan tau br hr ni ja buka notif dan baca
Reyhana Fitria Syarif
bagus
Siti Tamzis
baru baca satu bab aku pencet tombol favorit
ZULFA L.A. 🐣: Makasih kak, gassin baca sampe tamat yaa
total 1 replies
Ruby Talabiu
makasi Thor season 2 nya di tunggu smangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!