Bukan hanya kisah cinta di antara dua anak manusia. Namun ... juga cinta seorang hamba kepada Tuhan-nya. ❤
🌹🌹🌹
Alya dan Abimana, sepasang kekasih yang terpisah karena takdir cinta tidak berpihak pada mereka berdua.
Alya memiliki dua orang putri yang bernama Alyra dan Raina. Kedua putri Alya mencintai pemuda yang sama. Pemuda yang mereka cintai ialah putra sulung Abimana. Ia bernama Keanu.
Lantas, siapa yang akan menjadi pelabuhan cinta terakhir bagi Keanu, bila hatinya dilema menentukan satu pilihan?
Akankah Mantan benar-benar menjadi Besan? Ikuti kisahnya ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Yang Menyelinap
"Oya San, bagaimana hubunganmu dengan Raina? Apa benar, kalian saling mencintai?" tanya Keanu sembari menyesap air kelapa muda yang sedari tadi hanya dianggurkannya.
"Sebenarnya, Raina mencintai pemuda lain, Kean. Bukan aku yang dicintai oleh Raina," jawab Ikhsan, lirih.
"Uhuk ... uhuk, uhuk..." Keanu tersedak tatkala mendengar jawaban Ikhsan. Entah, apa yang dipikirkan oleh pemuda itu, sehingga ia tersedak.
"Kean, hati-hati minumnya!" titah Ikhsan sembari menepuk-nepuk punggung Keanu.
"Eh, iya San. Makasih ya, Bro."
"Sama-sama."
"San, kamu bilang ... Raina mencintai pemuda lain. Siapa nama pemuda yang dicintai oleh Raina? Kenapa, Raina berdusta tentang siapa yang ia cintai pada kami, aku dan kak Alyra?" Keanu memberondong Ikhsan dengan pertanyaan. Entah mengapa, Keanu teramat penasaran, dan tidak sabar mendengar jawaban dari Ikhsan, mengenai siapa pemuda yang sebenarnya dicintai oleh Raina. Seingat Keanu, Raina tidak pernah dekat dengan pria manapun selain dengan dirinya dan Ikhsan.
Ikhsan menghirup nafas dalam-dalam sembari memejamkan mata sejenak sebelum menjawab pertanyaan Keanu. "Kean, kelak ... kamu akan tau siapa pemuda yang sangat dicintai oleh Raina ketika ia sudah pergi. Aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Tapi, jika kamu merasa sangat penasaran, tanyakan langsung pada Raina! Seharusnya, kamu yang lebih tau, siapa pemuda yang dicintai oleh Raina dari pada aku, Ke. Kalian begitu dekat, sampai-sampai, seolah tidak bisa terpisahkan."
Dada Keanu berdesir ketika mendengar jawaban dari Ikhsan. Hatinya tercubit. Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Ikhsan. Seharusnya yang lebih mengetahui segala hal tentang Raina, termasuk nama pemuda yang dicintai oleh sahabatnya itu, ialah ... Keanu sendiri. Bukan Ikhsan ataupun orang lain. Keanu merasa, bahwa dirinya bukanlah sahabat yang terbaik bagi Raina. Ia merasa bersalah dan kecewa pada dirinya, yang kurang peka dan tidak memahami Raina.
"Apa yang kamu ucapkan memang benar, San. Seharusnya ... aku yang lebih mengetahui segala hal tentang Raina dari pada kamu. Karena, kami sudah dekat sejak masih kecil. Mungkin, aku yang kurang peka dan tidak pernah memahami Raina." Raut wajah Keanu terlihat sendu. Bayangan kepergian Raina, menciptakan rasa nyeri di ulu hati. Keanu seakan tidak rela jika Raina benar-benar akan pergi meninggalkan kota yang dipenuhi kenangan indah saat mereka bersama. Meski kepergian Raina, mungkin ... hanya untuk sementara.
Mentari berpamitan untuk kembali ke peraduan. Sebagai tanda, hari telah berganti senja.
Keanu dan Ikhsan, beranjak dari posisi duduk. Mereka membersihkan butir-butir pasir yang menempel di celana sebelum melangkahkan kaki, di atas hamparan pasir pantai.
🌹🌹🌹
Setelah menjalankan ibadah sholat isya dan membaca kalam cinta, Raikhan dan keluarga kecilnya bercengkrama di ruang keluarga ditemani teh jahe buatan Alya, serta camilan berupa kentang krispi dan pisang goreng.
Ting tong ... ting tong ....
"Assalamu'alaikum." Terdengar suara bel pintu dan ucapan salam, membuyarkan suasana hangat yang tengah tercipta.
"Wa'alaikumsalam," jawab Raina sembari beranjak dari posisi duduknya. Gadis cantik berjilbab merah muda itu, berjalan menuju pintu.
CEKLEK
Perlahan, Raina membuka pintu. Matanya berotasi sempurna tatkala melihat pemuda yang berdiri di hadapannya.
"Kean," pekik Raina.
Keanu menarik kedua sudut bibirnya, hingga nampaklah senyuman yang begitu menawan. Degup jantung Raina terdengar tak beraturan, dadanya berdesir ketika Keanu melangkahkan kakinya, memangkas jarak di antara mereka.
"Rain, aku ingin bicara. Aku merindukan sahabatku yang comel ini." Keanu mengusap jilbab Raina. Raina ingin membalas ucapan pemuda tampan yang masih sangat dicintainya, dengan pelukan erat. Namun, itu tidak mungkin. Raina tidak mungkin bisa memeluk Keanu saat ini. Entah ... suatu saat nanti.
"Apa yang ingin kamu bicarakan, Kean?" Raina berusaha menahan gejolak rasa ketika berada di dekat Keanu.
"Kamu, tidak mempersilahkan sahabatmu ini untuk duduk dulu, Rain?"
"Maaf, aku lupa. Mau duduk di dalam atau di teras?"
"Di teras saja. Di dalam, pasti ada kak Alyra, om, tante, dan Dhava."
"Baiklah."
Keanu dan Raina mendudukan pantat mereka di atas kursi, sebelum memulai perbincangan.
"Rain, kamu ... jadi melanjutkan study ke LN?" tanya Keanu sembari menatap wajah sahabatnya lekat-lekat. Tetiba, Keanu merasakan desiran di dalam dada. Jantungnya berdetak tak seirama ketika memandang wajah Raina yang seolah semakin ayu.
Raina membuang nafas. Ia palingkan wajahnya, karena terlalu gugup mendapatkan tatapan yang tak biasa dari Keanu.
"A-aku ... mmm, tentu saja jadi melanjutkan study ke LN."
"Kamu ... benar-benar yakin, Rain?"
"Iya, aku sangat yakin, Kean."
"Kapan kamu berangkat?"
"Insya Allah, besok lusa."
"Negara mana yang menjadi tujuanmu, Rain?"
"Kamu tidak perlu tau, Kean."
"Loh, aku kan sahabatmu, Rain. Aku berhak tau."
"Ck. Meski seorang sahabat, kamu nggak berhak memaksaku. Lagi pula, ke mana pun aku pergi, kamu tidak akan menyusulku."
"Jika aku menyusulmu?"
"Tidak mungkin."
"Jika mungkin ...."
"Huffttt, sudahlah. Aku sedang malas berdebat denganmu, Kean."
"Jika kamu memang sedang malas berdebat, segeralah beri tau aku, negara mana yang menjadi tujuanmu! Atau ... cukup beri tau aku, nama universitasnya!" titah Keanu.
Raina memutar bola mata. Jengah. "Kean, kamu tidak perlu tau, ke mana aku akan melanjutkan study."
"Berarti, kamu sudah tidak menganggapku sebagai seorang sahabat, Rain. Kamu berubah. Dulu, kamu selalu terbuka dan mengatakan segala hal padaku, tetapi sekarang ... blas. Bahkan, seolah ... kamu selalu menghindariku, Rain." Keanu mengalihkan tatapannya dari wajah Raina. Ia pandangi rupa sang dewi malam, yang membentuk sabit.
Raut wajah Raina berubah sendu. Ada sayatan yang menggores hatinya tatkala melihat raut wajah Keanu yang menyiratkan kekecewaan.
"Kean, maaf. Aku tidak bermaksud ..."
"Keanu, Raina...." Tetiba terdengar suara lembut yang sangat familiar. Keanu dan Raina menoleh ke arah asal suara. Mereka terkesiap saat melihat siapa pemilik suara itu.
"Kak Alyra," sapa Keanu.
"Ya, Kean. Ayo masuk ke dalam!" titah Alyra disertai senyuman yang merekah.
"Kak, Kean di sini saja," tolak Keanu disertai seutas senyum.
"Kalian sedang ngobrolin apa? Kelihatannya cukup serius?" tanya Alyra penuh selidik.
"Keanu ingin tau, ke mana Raina akan melanjutkan study, Kak. Tapi ... Raina pelit. Dia nggak bersedia memberi tau."
"Hmmm, begitu ya?"
"Iya Kak. Oya Kak, kita bisa berbincang sebentar? Ada yang ingin Keanu bicarakan."
"Tentu saja bisa, Kean."
Raina yang menyadari dirinya tengah menjadi obat nyamuk, segera beranjak dari posisi duduk. Ia mempersilahkan sang kakak untuk duduk di kursi bersebelahan dengan Keanu.
"Kak Alyra, Kean, aku tinggal dulu ya!"
"Mau ke mana, Rain? Jangan pergi dulu! Temani kami!" Keanu berusaha mencegah Raina agar tidak berlalu pergi meninggalkannya dan Alyra. Sebenarnya, Keanu masih ingin berbincang dengan Raina lebih lama lagi. Ia merasakan ada sesuatu yang tetiba menyelinap di dalam kalbu. Entah apa, Keanu belum mampu mengilhami suara isi hatinya yang tengah berbisik.
"Mau ke kamar. Sudah ngantuk," dusta Raina.
🌹🌹🌹🌹
Ehemmmm, Alhamdulillah bisa UP ... maaf jika banyak typo. Because kejar-kejaran sama wifi 😅😅😅
Yups, jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍 Karena like itu geratis, tapi mempengaruhi mood author 😆😆
Beri komentar penyemangat 😍
Klik ❤ untuk fav karya
Trimakasih teruntuk readers yang telah memberikan percikan semangat dan dukungan melalui gift ataupun vote untuk mendukung MJB ❤❤❤🙏
So, happy reading
Makasih kak
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
SEMOGA KHANZA TDK TERGODA BIRRU LAGI, KRN DY SENDIRI SDH BERJANJI UNTUK TDK MAU BRBAGI SUAMI, SPERTI YG DIALAMI OLEH TANTE NABILA IBUNYA RANGGA.
BEDA DGN NOVEL OTHOR CINTYA, DEMI BISA MNJADI BESAN, DEMI MNYATUKAN ANAKNYA DGN ANAK MNTAN KEKASIHNYA, RELA NGANGKANG, RELA BERZINAH DGN MNTAN KKASIHNYA SMALAMN, DN SANGAT2 MNIKMATI PERZINAHAN MREKA, PADAHAL SI SUAMI PESAN TUNGGU DIA DN PUTRANYA DRI LUAR KOTA, SAMA2 BRTEMU DGN MNTAN ISTRINYA, TPI SI ANDINI, ALIAS ISTRI EGOIS, ISTRI DURHAKA, DN PENGHIANAT, DTG SNDIRIAN KE APART MNTAN KKASIHNYA, DN KBETULAN SIMNTAN LGI SENDIRI, KRN ISTRI SANG MNTAN LGI KLUAR, KRN HNY BRDUA DUA2AN, SI DEVA ANJING MNFAATKN KEADAAN SI ANDINI YG MMBUJUK SI DEVA ANJING MRESTUI HUBUNGAN ANAK2 MREKA, KRN MRASA DI ATAS ANGIN, MUNCULLH IDE DARI GODAAN SYAITHAN, YAITU HASRAT YG LMA TRPENDAM DARI ZAMAN MRK PACARAN SAAT SMA, HINGGA MSING2 BRMH TANGGA, TPI MSING2 MSH SALING CINTA, SI ANJING DEVA MINTA SYARAT KE ANDINI MNTANNYA AGAR MRESTUI HUBUNGN ANAK2 MRK, YAITU SYARAT BERZINAH DGN NYA.. MAKA TRJADILH DOSA LAKNAT SEPASANG MNTAN KKASIH YG MMG JDI BESAN..YG KASIAN SI ALDO SUAMI ANDINI, MARWAH ISTRINYA AKHIRNYA DICICIPI MNTAN KKASIH ISTRINYA, YG JUGA SAHABAT ALDO ZAMAN MRK SMA DULU.. DARI SEQUEL PERTAMA & SEQUEL KDUA, TOKOH ALDO JDI LKI2 PCUNDANG...