Note: karya ini murni hasil imajinasi author, tidak ada unsur jiplak menjiplak. kalau ada kesamaan nama, dan sifat karakter, author ucapkan "mohon maaf". itu hanya kebetulan!!!
~ ~ ~ ~
katie. seorang gadis cantik yg berprofesi sebagai tentara. katie merupakan seorang yg dingin, tak hanya dingin terkadang ia juga menjadi badgirl. sikapnya yg berubah ubah membuat orang orang berfikir bahwa dirinya mempunyai kepribadian ganda.
namun bagai mana jadinya jika katie harus mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel favoritnya. dan parahnya dia menjadi sang antagonisnya yg akan masuk penjara dan mati bunuh diri karna cinta yg tak terbalaskan. knp masuk penjara? dan kenapa bunuh diri?
bagai mana cara katie menghindari ending tragis ini? yodh langsung baca aja klo penasaran okee!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oh. gk nanya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diary karina
karin pulang lebih dulu dari pada key, ia memutuskan untuk menunggu key pulang. karin duduk di atas pagar sekolah key sambil sesekali menyesap ice creamnya yg baru di belinya. sebenarnya tak hanya menunggu key saja, tapi juga menunggu sang pujaan hatinya yg baru saja di temuinya tadi pagi.
beberapa kali satpam sekolah berteriak kencanng pada karin tapi tak di gubris sediktpun olehnya, membuat sang satpam menyerah menghadapi bocah nakal satu ini.
bel pulang berbunyi beberapa siswa siswi telah keluar dari kelasnya tapi tak ada tanda tanda kemunculan key, bahkan batang hidungnya saja belum terlihat. karin pun beberapa kali menggomabl para siswa yg lewat sambil memakan ice creamnya, membuat para siswa itu merona di gombalinya.
"abang abang, abang tau Gk bedanya abang sama jam itu apa?" tanya karin yg masih berada di atas pagar, menggombal beberapa siswa laki laki yg baru akan keluar.
"apa? " tanya para pria yg berkumpul itu bersamaan.
"kalau jam itukan menghitung waktu, nah kalo abang itu menghitung masa depannya aku" karin berkata sambil sedikit menunduk karna badannya yg berada di atas pagar sedangkan para pria itu di bawah, karina juga mengedipkan sebelah matanya genit dengan senyum merekah di bibir pinkinya. nampak wajah para pria itu langsung memerah semerah tomat, karina hanya cekikikan dalam hatinya menahan tawa, bahkan saat ini karin tengah di geromboli para pria.
"bang, tau gk sih sesusah susahnya bintang ada yg lebih susah di gapai loh"
"apa" tanya mereka serempak lagi dengan suara yg agak sedikit nyaring, membuat para siswa semakin banyak yg berkumpul.
"yg lebih susah di gapai itu adalah hati abang" karin berkata sambil memakan ice creamnya, ia sengaja membuat gombalan itu karna mengingat pria yg di temuinya tadi pagi. pastilah tidak mudah mendapatkan hatinya.
key yg Kala itu baru keluar dari jelasnya heran melihat sisi sebelah kiri pagar yg di penuhi para siswa laki laki, sesaat ia terkejut mendapati sesosok org yg paling di kenalnya sedang bersantai duduk di atas pagar dengan tidak sopannya, sesekali gadis itu menyesap ice creamnya santai.
buru buru key mendatangi karin yg tengah di gerombolin para pria itu, key menarik kasar kaki karib sehingga karib terjatuh dengan tidak elitnya.
'My Beby darlingggg'
'bidadari gak papakan'
'ohhh tidak hati abang terluka lihat adek terluka'
dan masih banyak seruan seruan para pria yg melihat sang pujiannya karin terjatuh. key mengernyit jijik mendengar perkataan mereka, ia kembali menatap karin tajam, sedangkan karin masih dalam mode kesalnya, menggembungkan kedua pipinya sambil membersihkan tangan dan pakaiannya yg kotor.
"abang ganteng kesayangannya karin, karina gkpp kok" karin kembali tersenyum pada para pria itu, kemudian beralih pada key.
"sakit tau, gk ada cara mulus apa? "dengus karina kesal.
"kamu it_" belum sempat key menyelesaikan perkataannya karin langsung melebarkan matanya dan berlari melewati key, membuatkey bingung serta jengkel akan sikap karina.
"kenapa pada belum pulang" dari arah belakang key Devan datang, membuat karin refleks berjalan kerahnya.
"anu bang ganteng...ehhh apa sihh ahhh.. ehh.. itu, emm.. bentar yakk" karin. terlihat gugup dan langsung berlari mengusir para pria yg masih bergerombol menunggunya.
"abang abang yg ganteng, kalian pulang yahh ntr di carian maknya loh.. muach karin sayang kalian, dah gihh sono pergi" karin berkata dengan pelan pada segerombol pria itu, takut sang pujaan hatinya mendengar, ia jua mendorong mereka semua keluar agar pulang, dan mereka pun bubar dengan pipi yg masih merona.
karin kembali mendatangi Devan dengan riangnya dan senyum yg masih terukir indah, mengabaikan key yg sudah merah padam menahan kesal.
"beresss... udh karin usir mereka semua bangg" karin berkata sambil tersenyum bangga dan membelakangkan kedua tangannya, bahkan wajahnya terlihat sangat imut sekarang.
Devan membalas senyum kari tak kalah manis, ia mengacak acak rambut karin pelan dan lembut, membuat karin melebarkan matanya, hatinya berdegub kencang, jiwanya merasakan senang yg luar biasa seperti ada kupu kupu yg menggelitiknya dan ia terbang ke atas awan.
key kesal akan kelakuan karin yg mengabaikannya, bukannya ia cemburu, tapi karin sangat nakal, bahkan pak sampan menceramahi key atas kesalahan yg di lakukan karin.
ehhhh.... karin terkejut karena tiba tiba tangannya di tarik paksa untuk menjauh
"bangga.. kita bakal ketemu lagi nanti, bayyyy... see you" karin berteriak sambil tetap melihat kerah belakang, Devan hanya tersenyum melihat tingkah lakunya
"apa key cemburu" ucap Devan lirih, seketika pipinya memanas merona jika memikirkan key. Ahh... bahkan sekarang ia telah gila
--------'
sesampainya di rumah karin langsung nyelonong takut mendengarkan omelan key yg panjang x lebar. persis rumus MTK
"ayinnnnnnnnnnnn........ " teriakan key menggema di seluruh ruangan
brakkk...
huftt...
karin menutup pintu kamrnya, netra hitamnya menangkap sebuah buku diary pemberian sang ibu. karin mendekat, mengambil buku itu dan memeluknya.
ia mengambil pulpen dari tasnya, menuliskan sesuatu dalam buku itu.
Diary Karina
hidungku mulai berdarah, jantungku selalu merasakan perih yg luar biasa. menandakan hidupku yg tak lagi panjang, bisa di bilang aku hanya perlu menunggu ajalku untuk datang, aku ingin menyerah, namun ibuku selalu bilang, bahwa aku tak boleh menyerah, ibu selalu berkata. kelak saat aku besar aku akan menemukan seseorang yg membuatku akan bersemangat dan terus berjuang untuk hidup dan melawan penyakit ini, kelak aku akan sembuh demi dirinya. aku tak tahu kapan itu semua akan terjadi, dan aku juga tak paham apa yg ibuku bicarakan, namun sekarang aku mengerti. aku menemukan seseorang yg akan membuat hidupku jauh lebih berwarna, aku menemukan seseorang yg membuatku ingin terus bersamanya. berjuang melawan sakit yg kuderita ini agar bisa melihatnya disetiap detikku, di setiap nafasku,dan selalu bersamanya di manapun ia berada, menghabiskan waktuku bersamanya seumur hidupku. aku ingin sembuh untuknya, demi dirinya dan demi org org yg menyayangiku. kalaupun aku tak dapat menghindari kematianku, aku berharap dia adalah org yg juga akan menemaniku di detik nafas terakhirku.
trus kevin sampaikan k wiliam klo keyla sudah meninggal dan jiwa yg nempati tbuh key balik k tubuhnya yg tentara