NovelToon NovelToon
Oh, My Queen!

Oh, My Queen!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah karya ke-4 ku, yang mana merupakan sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA


Ini kisah cinta tentang Kyra Queensha Dirgantara atau yang biasa di sapa Queen. Pertemuan pertamanya dengan seorang anak laki-laki bernama Raja Narendra Pradana Wijaya. Anak, sekaligus cucu seorang konglomerat. Mereka bertemu disaat Raja berusia 12 tahun dan Queen berusia 7 tahun. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat, sebuah persahabatan kecil, rupanya menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya ketika mereka mulai remaja. Meskipun terbentang antar benua, namun tak menyurutkan cinta keduanya. Sampai pada akhirnya Queen mendapat kabar dari negeri seberang, bahwa Raja telah tiada. Kabar itu membuat Queen sangat sedih dan hancur. Namun dengan sabar dan penuh harap, ia selalu menanti kehadiran Raja. Hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Raja masih hidup.


Lalu, bagaimanakah kisah cinta Queen tanpa Raja? apakah Queen akan melupakan cinta masa lalunya dan membuka hati untuk pria lain?

Inilah sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Couple

''Om Arka!" seru Queen saat baru saja tiba di rumah. Queen lalu berlari memeluk pamannya.

''I miss you my Queen,'' ucap Arka.

''I miss you too, Om. Si kembar Leon dan Liora mana? Juga tante Ailee.''

''Mereka masih di Beijing. Om disini cuma sebentar saja. Ada yang harus di periksa disini. Mungkin lusa sudah kembali, sekalian bisa jagain kamu sama Arsen.''

''Arsen dimana?'' tanya Queen.

''Ada di kamarnya baru saja naik.''

''Ya udah Om, aku ke kamar dulu ya.''

''Oke.''

-

''Om, sedang sibuk?'' tanya Queen pada Arka yang tengah membaca majalah di taman belakang rumah.

''Tidak. Ada apa Queen?''

''Om, apa Om sama sekali tidak mendengar kabar tentang Kak Raja?''

''Apa sampai detik ini kamu masih menunggunya?''

''Iya. Sejujurnya aku berharap dia masih bisa di temukan.''

''Queen, maafkan Om ya. Om dulu menyetujui permintaan Papa kamu untuk menutupi semuanya. Padahal sebenarnya Om tidak setuju dengan permintaan Papa kamu. Tapi percayalah, apa yang di lakukan Papa dan Mama kamu itu yang terbaik untuk kamu. Kamu masih muda, kamu cantik, baik dan pintar. Tidak akan ada laki-laki manapun yang menolak kamu. Om yakin pasti banyak laki-laki yanh menyukai kamu. Memangnya tidak ada di antara mereka yang membuat hati kamu bergetar dan membuat jantungmu berdebar?'' Mendapat pertanyaan dari pamannya, sejenak Queen diam dan berpikir.

''Cerita saja sama Om. Om tidak akan mengatakan apapun pada Papa dan Mama.'' Kata Arka sembari menggenggam tangan keponakannya.

''Mmmm sejujurnya ada seseorang yang bisa membuat hati Queen bergetar.''

''Apa Virgo?'' tebak Arka.

''Bukan! Ada orang lain, Om. Dari pertama kali aku bertemu dan sampai detik ini, aku merasa kalau kita seperti sudah saling mengenal lama.''

''Apa Papa dan Mama kamu tahu?''

''Tidak! Karena ini terjadi saat mereka sudah berada di Swiss. Om tahu sendiri kalau Papa sama Mama, selalu meminta Virgo untuk menemani aku.''

''Lalu, bagaimana perasaanmu pada Virgo?''

''Dari dulu sampai sekarang, aku hanya menganggapnya teman, Om. Tidak lebih.''

''Kalau begitu siapa laki-laki itu? Om jadi penasaran.''

''Tapi jangan bilang sama Mama dan Papa ya.''

''Baiklah. Rahasia kamu aman di tangan Om.''

''Nona Queen, ada tamu!" panggil Bi Darmi.

''Siapa, Bi?''

''Itu Mas yang kemarin,'' kata Bi Darmi.

''Vigo maksudanya?''

''Bukan, Non. Satunya lagi, Bibi lupa.''

''Ya udah, Bi. Suruh masuk aja dulu ya.''

''Baik, Non.'' Bi Darmi pun segera berlalu.

''Apa dia laki-laki itu?'' tanya Arka penuh selidik.

''Sepertinya iya, Om. Hehehe.''

''Ya sudah kamu temui saja dia dulu.''

''Ya udah, aku nemuin dia dulu ya, Om.'' Ucap Queen sembari berlalu.

...****************...

''Kak Nathan!" sapa Queen pada Nathan yang sedang duduk di ruang tamu.

''Sore, Queen. Maaf menganggu. Aku ingin mengajakmu keluar. Apakah kamu bisa keluar bersamaku?''

''Iya, Kak. Aku akan siap-siap sekarang.''

''Oke, aku tunggu kamu.'' Queen pun segera menuju kamarnya untuk bersiap. Arka yang penasaran pun keluar untuk melihat seseorang yang di sukai oleh keponakannya.

''Bukanya itu yang tadi nolongin aku tadi ya,'' gumam Arka. Arka kemudian menemui Nathan.

''Om, selamat sore,'' sapa Nathan.

''Selamat sore.''

''Perkenalkan nama saya, Nathan.'' Ucap Nathan sembari mengulurkan tangannya.

''Saya Arka, Om-nya Queen.'' Balas Arka sembari menerima uluran tangan Nathan. Tiba-tiba Arka merasakan sesuatu yang berbeda.

''Kamu bukanya yang tadi nolongin saya ya?''

''Maksudnya? nolongin apa ya, Om?''

''Tadi pagi mobil saya mogok dan kamu nolongin saya panggil montir.'' Mendengar ucapan Arka, Nathan pun berusaha mengingatnya.

''Oh iya-iya. Jadi tadi itu anda. Maaf ya Om, kalau saya lupa.''

''Tidak apa-apa. Tadi kamu juga buru-buru mau kerja kan. Kalau boleh tahu kamu kerja dimana? dari wajah kamu, sepertinya kamu masih muda. Apa tidak kuliah?''

''Saya bekerja sebagai dosen, Om. Kebetulan di kampus tempat Queen kuliah.''

''Wow hebat sekali kamu. Memangnya berapa usia kamu?''

''Saya 22 tahun, Om.''

''Wah, kamu benar-benar hebat sekali ya. Sudah menjadi dosen di usia yang sangat muda. Memangnya dulu kamu kuliah dimana?''

''Di Amerika, Om. Setelah lulus tiga tahun lalu, saya mendapat kesempatan mengajar disini.''

''Hmmm kalau aku sih milih Nathan daripada Virgo itu. Sepertinya dia anak yang baik dan aku lebih sreg aja sama dia padahal baru pertama kali bertemu,'' gumam Arka dalam hati.

''Kamu masih muda, tampan dan berprestasi, hebat sekali,'' puji Arka.

''Sepertinya anda juga masih muda, Om.''

''Iya kamu benar. Saya dulu saat berusia 17 tahun jadi asisten dosen dan setahun kemudian lulus terus menikah. Jadi saya menikah di usia yang masih muda.''

''Wah, berarti usia kita tidak terlalu jauh.''

''Iya kamu benar.''

''Sepertinya Om lebih pantas di panggil Kakak.''

''Kamu bisa saja, Nathan. Anak saya juga sudah dua. Mereka sekarang berusia 4 tahun. Kami sengaja menunda kehamilan karena usia kami terlalu muda. Sekalinya di kasih langsung kembar.''

''Apa yang membuat Om berani berkomitmen di usia muda?''

''Cinta. Kami sudah bersama sejak kecil jadi akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Daripada lama-lama. Iya kan?''

''Keputusan yang sangat besar di usia yang masih sangat muda. Anda luar biasa sekali.''

''Lagi ngobrolin apa nih? seru banget,'' sahut Queen.

''Jadi ini yang kamu ceritain sama Om tadi?'' Queen hanya menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.

''Oh ya, Om. Saya mau ijin mengajak Queen keluar.''

''Iya boleh. Tapi jangan larut malam ya. Dan hati-hati.''

''Iya, Om. Terima kasih untuk ijinnya,'' ucap Nathan.

''Om, aku pergi dulu ya. Titi Arsen.''

''Iya kalian hati-hati ya.'' Queen kemudian mencium punggung tangan Arka begitu juga dengan Nathan.

''Kenapa aku merasa tidak asing ya? Kenapa aku seperti dekat sekali dengannya?'' gumam Arka dalam hati.

-

Nathan dan Queen kini sudah sampai di mall. Mall terbesar di kota tersebut.

''Kak, kita kok kesini.''

''Aku mau beliin kamu sesuatu. Karena nanti malam aku akan berangkat.''

''Secepat itu.''

''Iya.'' Nathan kemudian menggandeng tangan Queen dan segera mengajaknya masuk ke dalam. Nathan kemudian mengajak Queen masuk ke sebuah toko sepatu. Sebuah sepatu sneakers couple.

''Coba kamu pakai? apakah ukurannya pas?''

''Lucu banget. Ini untukku?''

''Iya. Dan ini untuk aku. Aku juga akan memakainya.'' Mereka berdua kemudian mencoba sepatu couple tersebut.

''Gimana? kebesaran atau kekecilan?'' tanya Nathan.

''Ini pas kok. Makasih ya, Kak.''

''Kamu jaga baik-baik ya. Aku ingin sepatu ini selalu menemani kemanapun kaki kamu melangkah, sekalipun tidak ada aku disamping kamu.'' Queen dengan segera menutup bibir Nathan dengan jari telunjuknya.

''Jangan bicara seperti itu, Kak. Kakak harus selalu ada disamping ku.'' Nathan pun tersenyum mendengar ucapan Queen.

''Ya udah ayo sekarang kita lanjutkan perjalanan kita. Kamu tidak usah lepas sepatu itu begitu juga dengan ku. Aku akan memakainya saat aku berangkat nanti. Setiap kaki ku melangkah, aku akan selalu berusaha mengingatmu.''

''Aku akan memotret sepasang kaki kita dengan sepatu ini.''

''Baiklah. Sekalian kita foto bersama.'' Kata Nathan. Queen kemudian memotret sepasang kakinya dan kaki Nathan dengan memakai sepatu couple itu. Tak lupa Queen juga mengambil foto mereka berdua dengan gaya mereka yang menggemaskan. Queen dan Nathan pun tak peduli jika mereka menjadi pusat perhatian di toko sepatu itu.

Bersambung....

1
Dahlia Anwar
engga bisa move on dari kisah mereka
Dahlia Anwar
ikut nangis aku
Dahlia Anwar
🥰🥰🥰🥰 engga bisa berkata kata
Dahlia Anwar
🤪🤪🥰🥰😘😘😘
Dahlia Anwar
sellu yang terbaik
Dahlia Anwar
cerita nya keren
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
hadir lagi Thor kangen Ama queen
Dahlia Anwar: apa lagi papa mama nya Dira and Keenan cerita yang luar biasa.
total 2 replies
Miss Kece
Hadeuuh jadi cewek kok bego dan cengeng quin
mamah cantikk
trs perusahaan yg d indo sp yg pegang thor
mamah cantikk
bukannya punya kampus ya thor tmpt dira dlu kuliah
mamah cantikk
laura salah nyari musuh, udh d baikin ngelunjak
mamah cantikk
jd mls klo ada si virgo
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Alya Safira
keren bgt..bagus..romantis... dan persahabatan tulus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!