Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28."Acara Keluarga Ramatha"
***
Daniel dan sekretarisnya sudah sampai di hotel bintang lima dan mereka langsung disambut oleh pelayan yang ada disana lalu mereka langsung diarahkan diruangan yang sudah dipesan.
Setelah sampai mereka melihat lelaki setengah baya dan beberapa bodyguardnya yang sudah menunggu didalam.
“Selamat siang pak Daniel.” Sambut lelaki setengah baya itu dengan senyum merekahnya
“Selamat siang Pak Marteen maaf sudah menunggu tadi saya terkena sedikit kendala”
“Ohhh tidak apa-apa saya juga baru sampai. Silahkan-silahkan..” sambut ramah Marteen.
Daniel pun duduk bersebrangan dengan Marteen.
Tak lama setelah Daniel duduk para pelayan mengantarkan makanan mereka. Semua memang sudah disiapkan dari pihak Daniel baik tempat maupun menu.
“Silahkan dinikmati Pak Marteen”
“Wahh wahh trimakasih trimaksih pak Daniel.”
Mereka menikmati makanan mereka masing-masing. Marteen adalah pendiri dari perusahaan greenice sudah bisa ditebak cara kotor apa yang dilakukan oleh Daniel untuk merebut proyek ini.
“Bapak masih ingat pembicaraan kita ditelfon kemarin lusa kan ya pak?” tanya Daniel disela-sela mereka makan.
“Ohiyaaa, jelas saya masih sangat ingat pak Daniel saya akan mengusahakan semuanya berjalan dengan baik-baik saja.”
“Baguss saya percayakan semua kepada bapak.” Daniel tersenyum penuh kemenangan.
Mereka menikmati hidangan makan siang ini dan sedikit berbincang-bincang tipis baik tentang saham maupun proyek dengan riang.
***
^^^‘Saya sudah akan sampai dirumah bapak’^^^
Ale mengirimkan pesan itu kepada Andrian.
Drrrt!
Dia membuka hanphonenya karena itu pasti balasan dari bossnya.
‘Baiklah kau tau apa yang harus kau lakukan’
^^^‘Baik pak’^^^
Ale menghembuskan nafasnya dengan sangat pasrah. Ini adalah pertemuan pertamanyanya dengan tante Widya setelah kejadain dirumah sakit waktu itu.
Sampai didepan rumah utama keluarga Ramatha Ale langung disambut oleh beberapa pelayan. Ternyata diruamah Andrian masih sepi dan keluarganya yang lain belum datang.
“Silahkan masuk mbak Ale.”
“Oiya makasih, tante Widya dimana ya?”
“Ada diteras belakang mbak, sedang menunggu tamu datang.”
Ale yang mendengar itu langsung pergi ke teras belakang untuk menemui Widya.
“Hallo tante...” Sapa Ale menghampiri Widya yang duduk diteras belakang.
“Ehhh Ale sayang sudah sampai..” Sapa Widya dengan sangat ramah.
“Iya tante,”
“Sini duduk...” Ajak Widya menunuk kursi disampingnya.
Ale duduk disamping Widya yang menceritakan banyak hal tentang putranya, tentang masa kecil Andrian yang sangat nakal dan lucu, sikap angkuhnya sekarang dan hal terburuknya ketika satu-satunya pahlawan dalam hidupnya meninggalkan dia yang mulai tumbuh dewasa. Ale sangat faham kesedihan macam apa yang dirasakan oleh Andrian saat itu karena diapun mengalami hal yang sama, hanya saja bedanya Andrian masih punya bidadari berwujud Widya yang sangat menyayanginya sampai sekarang sedangkan Ale hanya sebatang kara sampai sekarang.
“Tante masih tidak menyangka kalau anak tante sekarang sudah sangat bijaksana dan akan segera membangun rumah tangga” Ucap Widya sambil berbinar bahagia memandang Ale.
“Iya tante..” Jawab Ale canggung karna sebenarnya dia masih terkesima dengan cerita widya tentang putranya.
“Nyonya.. keluarga yang lain sudah mulai berdatangan diruang keluarga.” Ucap pelayan yang mendatangi mereka di teras belakang.
“Oiya.. saya dan Ale akan segera kesana.”
“Ayo sayang..” Ajak Widya kepada Ale.
Lalu mereka pun berjalan kedepan untuk menemui keluarga lain yang telah datang. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan Widya setelah kejadian waktu dirumah sakit waktu itu.
Widya memang sangat baik sejak Ale menjadi sekretaris Andrian namun setelah pernyataan putranya waktu itu rasanya Widya menjadi sangat baik sekali terhadapnya sangat bahkan Ale melihat Widya seperti mamahnya sendiri sekarang namun Ale tetap merasa canggung dia tidak tega menjalani pernikhan kontrak ini rasanya seperti menghianati kebaikan calon mertuanya.
Para keluarga yang lain sudah mulai berdatangan dan sebentar lagi acara sudah akan dimulai. Selama keluarga berdatangan Widya selalu mengenalkan kepada semuanya bahwa Ale adalah calon menantunya. Dari awal dia memang sudah mencari tahu tentang Ale dan keluarganya yang sudah lama tiada walaupun Ale dari keluarga yang sederhana Widya tidak mempermasalahkannya yang dia sangat bangga adalah Ale anak yang sangat kuat dan mandiri sehingga Widya tidak perlu khawatir ketika putranya bersanding dengan Ale.
Sepanjang Acara Widya sangat bersyukur karena kebahagiaannya terus bertambah walaupun putranya tidak ada disini tapi dengan dia mengizinkan Ale mengikuti acara ini itu tandanya bahwa Andrian tidak menutup diri rapat-rapat dihadapan Ale.
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa