NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 28

Hari sudah pagi. Matahari sudah merangkak naik. Sinarnya tak mampu menerangi kamar Rara, karena terhalang tirai jendela yang belum dibuka.

Rara mengerjapkan mata, berusaha membuka matanya. Ia lalu bangun dan beranjak dari kasur. Setelah itu membuka jendela balkon, menyambut sinar matahari dan udara pagi yang berhembus pelan.

Rara terduduk ke kursi balkon. Ia ingin menikmati suasana pagi hari yang menyegarkan. Seketika ia mengalihkan pandangannya saat melihat mobil yang tak asing baginya. Itu adalah mobil Pajero putih milik Rio. Kakak iparnya itu baru pulang dari jaga malam di rumah sakit.

Rara lalu teringat kejadian semalam. Saat ia menangis ditaman, orang yang menolongnya adalah Rio. Ternyata ia baru sadar kalau kakak iparnya ini pria yang lembut. Setiap ia bicara rasanya hati terasa tenang. Apalagi saat menatap matanya, rasanya seperti melihat perhatian yang sangat tulus.

"kakak beruntung punya suami seperti Mas Rio, udah baik, lembut dan perhatian," gumamnya sambil memandang langit biru.

"seandainya aja pria yang aku kenal, seperti Mas Rio, pasti hidupku selalu bahagia. Haaaah..nasib..nasib," gumamnya lagi sambil menghela napas.

Tidak mau terlalu lama meratapi nasib, Rara pergi melangkah untuk mandi. Ia sudah bawa pakaian ganti dan alat mandinya. Saat hampir dekat dengan pintu kamar mandi, ia berpapasan dengan Rio yang ingin minum didapur.

"ra gimana pipi kamu masih sakit ?" tanya Rio setelah minum seteguk air putih.

"hmmm udah nggak sakit," jawab Rara sambil mengusap pipinya yang ditampar Bramantyo tadi malam.

"kamu udah cerita ke Nadia soal semalam ?. Ingat ya, mas nggak bisa janji sampai kapan bisa jaga rahasia ini," kata Rio. Ia menatap Rara.

"nanti aku bakal cerita ke kakak. Tapi tunggu waktu yang tepat," jawab Rara.

Obrolan mereka berhenti, setelah Nadia keluar dari kamar. Ia bersiap untuk interview jadi pengajar sekolah dasar.

Rara melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Sementara Rio menghabiskan segelas air putih.

Beberapa menit berlalu, Rara sudah berganti pakaian dan keluar kamar mandi. Saat akan berjalan menapaki tangga, ia bertemu Nadia.

"ra doain kakak ya. Semoga interviewnya lancar dan kakak diterima," kata Nadia. Penampilannya sudah sangat rapi dan ada hawa optimis di dirinya.

"iya kak. Semoga dilancarkan," jawab Rara. Lalu kakaknya berjalan keluar bersama Rio. Saat pintu sudah tertutup, ia melanjutkan langkahnya menuju kamar.

Rara terduduk di pinggir kasur sambil membuka aplikasi order makanan. Ia memilih hidangan apa yang rasanya cocok untuk sarapan pagi.

Sebuah notifikasi pesan masuk, tiba-tiba muncul. Ternyata pesan dari Bramantyo.

Rara. Aku minta maaf soal kejadian tadi malam. Itu semua salahku, aku tidak bisa menahan emosiku. Aku menyesal. Tolong maafkan aku.

Kata maaf yang dikirim Bramantyo, rasanya tidak mempan untuk meluluhkan hati Rara. Bayangan kejadian semalam terputar lagi di otaknya jelas sekali. Ia melihat bagaimana raut wajah pria itu yang dipenuhi amarah, setelah melayangkan tamparan keras ke pipinya.

Rasanya sakit sekali bagi Rara. Satu kalimat yang diucapkan dihatinya sekarang, apakah pria kasar seperti ini layak untuk dimaafkan ?. Ia memilih mengabaikan pesan itu dan melanjutkan mencari makanan untuk sarapan pagi.

Sesaat kemudian masuk lagi pesan baru. Tenyata pesan yang dikirim Bramantyo lagi.

"kenapa lagi nih Bram ?" gumam Rara sambil mengklik pesan.

Tolong maafkan aku ya. Aku sangat menyesal. Aku janji tidak akan mengulangi hal yang sama.

Rara menghela napas. Rasanya berat sekali untuk memaafkan Bramantyo. Apalagi tamparan keras itu tak hanya menyakiti pipinya tapi juga menyakiti batinnya. Ia pun tetap mengabaikan pesannya.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!