NovelToon NovelToon
Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.

Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.

Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.

Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.

Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Seru

"Siapa wanita yang kau nikahi Ethan Cole ?" tanya Kakek Michael saat Ethan baru saja tiba di ruang keluarga.

Hanya ada Kakek disana. Dan ia baru saja mendengar berita jika satu-satunya cucunya yang belum menikah sudah menikahi seorang wanita beberapa waktu yang lalu.

Kabar itu ia dapatkan dari kepala catatan sipil yang mengenal Kakek Michael. Dan Ethan memang membiarkan pernikahan nya terdengar oleh keluarganya setelah mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan.

Kakek memperhatikan penampilan Iris. Wajah itu, Kakek ingat itu adalah sekretaris Ethan yang kemarin tidak bicara sama sekali.

"Perkenalkan, namanya adalah Iris Quinn. Sekarang dia adalah Nyonya Ethan. Aku harap Kakek menerimanya tanpa mempersoalkan apapun" kata Ethan tegas dihadapan Kakek. Sebelah tangannya menggenggam tangan Iris dan Iris pun tidak keberatan.

"Tanganmu kasar sekali. Kau itu sekretaris atau kuli batu ?" bisik Ethan. Sebenarnya ia ingin mulutnya untuk tidak bicara tapi bagaimana lagi, tangan Iris memang tidak enak digenggam.

"Ini adalah bukti dari sebuah perjuangan. Kau mana tau" balas Iris berbisik pula.

"Perjuangan ? Perjuangan apa ? Mengusir penjajah ?"

"Perjuangan hidup. Orang kaya seperti mu tidak akan tau susahnya bekerja keras. Kau hanya tau memegang pulpen. Dan kalau tidak suka dengan tanganku ini, setelah ini kau bisa beri aku uang yang banyak supaya aku bisa pergi ke salon bukannya menghinanya"

Keduanya saling berbisik untuk beberapa menit hingga melupakan Kakek Michael yang kini berada tepat di depan mereka. Keduanya saling berbisik mesra di pandangan Kakek.

"Ekhem. Apa aku ini sekarang sudah menjadi benda tak terlihat ?" tanya Kakek dengan suara keras seraya menghentakkan tongkat nya kelantai.

Keduanya sedikit terkejut lalu kembali menatap Kakek. Ethan hanya berdehem agar tidak canggung sementara Iris masih tersenyum manis.

"Kakek, perkenalkan. Namaku Iris. Aku cucu menantu Kakek. Kedepannya kalau Kakek butuh apa-apa, jangan sungkan bilang padaku " kata Iris sembari membungkukkan sedikit tubuhnya.

"Begitu ya ? Kalau misalnya aku ingin kau memanjat pohon mangga apa kau bisa ?" goda Kakek.

"Tentu bisa. Dimana pohonnya ? Akan kuambilkan untuk Kakek" jawab Iris tegas seperti mendapatkan perintah dari sang raja.

"Haha tidak tidak. Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku menyuruh gadis seanggun kau untuk memanjat pohon. Kau lucu sekali" kata Kakek dengan tawa kecil dan mengelus pelan lengan Iris. Ia pandangi wajah Iris, cantik. Dan terlihat lembut.

Dia mungkin bukan dari kalangan atas seperti keluarga Cole. Tapi mungkin gadis seperti inilah yang di butuhkan oleh Ethan yang kaku dan dingin.

Ia lebih baik melihat Ethan menikah dengan wanita pilihannya dari pada Ethan tidak menikah seumur hidup atau justru menjalin hubungan yang tidak sesuai dengan norma.

"Ayo duduk. Jangan hanya berdiri" kata Kakek mempersilahkan keduanya duduk. Ia duduk lebih dulu di kursi kebesarannya.

"Apa Kakekmu baik ?" tanya Iris dengan berbisik lagi.

"Menurut mu ?" balas Ethan.

"Dia tidak sebaik itu. Tapi dia cukup pengertian. Mungkin dia tidak menyukai ku, tapi dia terpaksa daripada kau menjalin hubungan dengan sesama pria"

Mendengar ucapan Iris, Ethan langsung menoleh. Wajahnya di tekuk lirikannya tajam. Hampir Iris tertawa jika tidak ingat sedang bersama siapa.

"Apa yang kalian bicarakan ? Kenapa main rahasia-rahasiaan ?" tanya Kakek yang melihat ekspresi keduanya.

"Tidak ada, Kek. Kami hanya saling memuji saja. Suamiku selalu salah tingkah saat aku memujinya " balas Iris dengan senyumnya.

Lagi-lagi Ethan hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar jawaban Iris yang konyol. Apa iya ia seperti itu di mata Iris ?

Mereka bertiga mengobrol santai. Kakek juga menanyakan apa rencana Ethan dan Iris untuk resepsi pernikahan mereka. Dan keduanya mengatakan masih tidak ada rencana.

Obrolan mereka terhenti saat mendengar suara tawa dari dua wanita yang saling bersahutan. Suara langkah sepatu juga terdengar nyaring mendekati arah ruang keluarga.

Nyonya Eva dan Ellen segera menghentikan langkah saat melihat ada Ethan dan wanita yang mereka yakini sebagai sekretaris yang Ethan bawa beberapa waktu lalu. Tapi kenapa mereka duduk sedekat itu ? Bukannya Ethan tidak suka berdekatan dengan wanita ?

"Ethan, kau datang ? Kenapa tidak memberitahu Ibu " Nyonya Eva meletakkan tas belanja nya yang banyak dan segera menyongsong kearah Ethan.

"Memangnya siapa kau ?" kata Ethan dengan pandangan yang menusuk hingga sanggup menghentikan langkah Nyonya Eva.

Ellen mengamati kedekatan Ethan dengan Iris. Matanya menyala tajam. Hatinya langsung terbakar. Apa yang ia lihat ini ? Kenapa ada wanita yang bisa menaklukkan Ethan ?

"Eva, kenalkan dia adalah istri Ethan. Aku harap kau dan Ares menerima pilihan Ethan" kata Kakek Michael. Ia tidak banyak bicara jika bersama Nyonya Eva. Sama seperti Ethan yang tidak menyukainya, Kakek Michael pun tidak menyukai menantunya juga. Ia hanya menerima pilihan dari putranya.

"Apa istri ? Sejak kapan ? Kenapa Ethan menikah tidak memberitahu keluarga ? Apa Ares sudah tau hal ini ?" teriak Nyonya Eva amat terkejut. Ia tidak menyangka jika Ethan akhirnya menikah.

"Kenapa kau begitu terkejut ? Bukannya selama ini kau rajin mencarikan calon istri untuknya ? Jadi tidak heran kan kalau dia akhirnya menikah ?" seru Kakek Michael.

"Bukan begitu, Ayah. Tapi kita juga harus mendengarkan persetujuan dari Ares" kata Nyonya Eva gugup. Ia melirik Iris dengan tatapan permusuhan. Jika istri Ethan bukan pilihannya, maka akan sulit mengendalikan nya. Dan rencananya untuk menguasai harta Cole sepenuhnya akan sulit.

"Ethan, kau sungguh sudah menikah ?" kali ini Ellen yang maju dan menanyakan hal konyol. Bukankah Kakek dengan jelas mengatakannya, kenapa malah bertanya lagi. Pikir Ethan dan Iris.

Ellen menatap Ethan dengan tatapan terluka yang bisa Iris rasakan. Namun bibirnya mencoba tersenyum dan mengucapkan selamat.

"Aku senang akhirnya kau menemukan wanita yang mau menerimamu. Semua kelebihan dan kekurangan mu. Aku ikut senang" katanya selembut mungkin agar terdengar tulus.

Ethan tidak menjawab apa-apa. Melirik pun tidak. Ia hanya menatap ke depan tanpa ekspresi apapun.

Iris melihat kearah keduanya. Ucapan Ellen sangat berbanding terbalik dengan gestur tubuhnya. Dan gelagat Ethan pun juga terlihat tidak nyaman.

"Oh iya, adik ipar, aku harap setelah ini kita bisa lebih akrab. Kau bisa bertanya apa saja padaku tentang Ethan. Aku pasti akan memberitahu mu" kata Ellen yang terdengar ambigu.

"Ellen. Kenapa kau malah menerima wanita itu ?" bisik Nyonya Eva sebal. Ia marah karena putrinya tidak berada di kubunya.

"Aku hanya senang melihat Ethan bahagia " jawabnya tanpa menolehkan pandangannya dari Ethan.

Sedangkan Kakek hanya diam sembari meminum teh yang disiapkan oleh pelayan pribadinya. Ia hanya tinggal menunggu kedatangan Ares dan ia yakin suasana akan lebih ramai.

..

Happy reading 🥰

1
Noey Aprilia
Hhhmmm.....
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘
Noey Aprilia: sama2...😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!