NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Hari ini Devan membawa Andriana datang ke rumah besar keluarga Collin setelah mendengar kabar kalau papa dan omanya sudah kembali dari luar negeri.

Mereka berdua sudah berdiri di depan pintu.

Ceklek

"Tuan muda, anda sudah datang?" Tanya pelayan rumah tangga yang membukakan pintu.

"Iya bi, papa dan oma di mana?"

"Mereka menunggu anda di meja makan, mari tuan silahkan masuk".

Devan pun melangkah memasuki ruangan itu dengan menggenggam erat tangan Andriana yang ikut masuk bersamanya.

Begitu tiba di ruangan tengah terlihat oma dan Dimas sedang duduk santai sambil melihat televisi.

"Oma, papa"

Mendengar suara itu, kedua orang yang tadinya fokus pada acara di televisi pun menoleh bersamaan.

"Devan" Panggil oma dengan senyum lembutnya.

Devan melepaskan genggaman tangan Andriana dan berjalan mendekati Oma lalu memeluknya erat.

Begitu juga dengan Dimas yang seperti lupa dengan putranya sendiri saat masih menjadi suami Sonia.

"Devan, papa kangen sama kamu, syukurlah semua masih bisa diselamatkan nak, harta kekayaan Collin yang seharusnya menjadi hakmu kini telah kembali padamu " Ucap Dimas dengan sangat bahagia bisa memeluk kembali putranya.

Oma mengalihkan pandangannya pada sosok wanita cantik yang berdiri di belakang Devan.

"Dia siapa Van?"

Devan pun memanggil Andriana perlahan

" Sayang, kemarilah?"

Andriana pun berjalan mendekat dan salim dengan oma dan Dimas.

"Oma, papa, dia Andriana kekasih Devan".

Ucap Devan dengan bangganya memperkenalkan kekasih hatinya yang cantik dan lembut.

Deg

Seketika itu Oma dan Dimas tersentak kaget dan saling melemparkan pandangannya.

"K-kekasihmu ?" Tanya Dimas dengan gugup.

Devan mengangguk.

"Nama kamu Andriana?" Tanya Oma.

Andriana pun mengangguk perlahan.

"Devan, ajak Andriana ngobrol dulu sambil makan cemilan di depan ya?" Titah Dimas.

Devan tersenyum tipis lalu beranjak dan kembali menggenggam tangan Andriana

"Pa, Oma, kita tidak bisa lama lama di sini karena ada urusan di rumah sakit, kamu harus segera pergi, lain kali kita bisa ngobrol lebih lama".

Oma dan Dimas mengangguk perlahan, membiarkan Devan dan Andriana pergi.

Oma dan Dimas saling melemparkan tatapan tajam.

"Dimas! Kamu ingat nama itu!"

"Iya ma, Andriana adalah istrinya Arnold Wijaya yang memiliki skandal perselingkuhan hingga harus dikeluarkan dari kedokteran hingga melibatkan Devan" Jawab Dimas.

"Jadi bagaimana menurutmu? Apa kamu akan membiarkan cucuku, pewaris Collin group menikahi wanita sembarangan?Apalagi dia masih berstatus istri, aduh di mana sih otaknya Devan bisa bisanya mencintai istri orang " Oma pun memegangi kepalanya yang pusing tiba tiba.

Dimas menarik nafas dalam-dalam lalu mencoba untuk menenangkan mamanya

"Tenang saja ma, Devan akan segera menikahi Agatha, dia gadis yang sudah dijodohkan dengannya sejak kecil".

"Kamu benar Dimas, lebih baik percepat saja rencana pernikahannya, aku tidak ingin cucuku terjebak oleh cinta istrinya orang meskipun dia sudah menjadi janda tetap saja dia bukan wanita baik baik. Hmph tidak ada wanita baik baik yang selingkuh dari suaminya" .

"Oma benar aku juga tidak setuju Devan ku menikahi wanita sembarangan apalagi bekas istrinya orang" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari luar pintu utama yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Sarah!" Panggil Dimas.

Sarah tersenyum tipis lalu berjalan mendekati Oma dan memeluknya erat.

Begitu juga dengan Dimas, ia diam dan pasrah ketika Sarah memeluknya sebentar.

"Mas Dimas, apa kabarnya? Syukurlah mas Dimas sudah sembuh dari struk, aku dengar kabar terakhir kamu terkena struk mas, tapi aku tidak berani menjengukmu karena ada Sonia " Ucap Sarah yang merupakan mantan istrinya Dimas dan ibu kandungnya Devan.

"Sar, kamu makin cantik?" Puji Dimas yang membuat Sarah tersipu.

"Sar, maafkan aku ya aku khilaf hingga tega menceraikanmu dan mengusirmu dari keluarga Collin, sebenarnya aku masih sayang sama kamu" Ucap Dimas.

Sarah pun tersenyum dan menggenggam tangan Dimas " Mas, akupun sebenarnya masih sayang sama kamu".

"Kalau kalian masih sama sama sayang, balikan saja? Nikah lagi" Sahut Oma.

Dimas dan Sarah pun menunduk sambil senyum senyum sendiri.

"Apa kamu mau sar? menikah kembali denganku?" Pinta Dimas.

Sarah mengangguk perlahan membuat Dimas dan Oma sangat bahagia.

Dan yang tidak mereka duga, ternyata Andriana berada di ambang pintu, ia menghentikan langkahnya begitu mendengar penolakan keras dari semua keluarga Devan.

(Ia kembali ke rumah untuk mengambil jepit rambutnya yang ketinggalan di rumah Devan karena tidak sengaja menaruhnya di atas meja).

Andriana membeku seketika, ia menunduk dan mulai menitikkan air mata.

Devan yang berada di dalam mobil pun mulai tak sabar dan hendak turun untuk menyusul Andriana, namun belum sempat ia turun, Andriana sudah berjalan ke arahnya dengan mata merah seperti baru saja menangis.

Devan terdiam sejenak, ia bertanya dengan perlahan pada Andriana ketika wanita itu sudah duduk di sampingnya.

"Sayang, ada apa? Kamu menangis?" Tanya Devan lembut sambil mengusap wajah wanitanya itu.

Andriana menunduk sesaat untuk menahan tangisannya, ia berusaha berpura-pura tersenyum agar Devan tidak khawatir padanya.

"Enggak Van, tadi mataku kemasukan debu, benar tidak ada apa apa kok" Jawab Andriana dengan senyumnya yang menawan.

Devan pun tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya ke arah depan bersiap untuk melajukan mobilnya memecah kemacetan kota.

Selama di perjalanan Andriana hanya diam dengan pandangan ke arah luar jendela, Devan menjadi khawatir dan menepikan mobilnya di pinggir jalan tepatnya di depan tanan kota yang sejuk dan banyak tanaman bunga.

Andriana menegakkan posisi duduknya dan menatap ke arah taman lalu beralih pada kekasihnya.

"Van, ngapain kita kemari?"

Devan tersenyum tipis lalu mengusap wajah mulus Andriana dan mencium singkat bibir merahnya yang selalu membuatnya candu.

"Kita duduk dulu sebentar di sana, itung itung pacaran beneran seperti anak muda" Jawab Devan lembut dan nakal.

Andriana menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengangguk " Tapi jangan lama lama ya, aku capek Van aku mau berbaring saja di atas ranjang pasti nikmat".

"Kamu mau menggodaku lagi?"

Andriana mengernyitkan keningnya "Idih siapa juga yang menggodamu"

"Terus tadi itu apa?"

"Ya memangnya salah aku ingin berbaring di ranjang, memangnya di mana lagi kalau tidak di ranjang".

"Di sini saja ya ?" Goda Devan yang membuat Andriana melotot tajam lalu mencubit pinggang Devan.

"Au , oke oke kita pulang ke apartemen saja, tapi harus janji ".

"Janji apa! Dasar mesum!" Gertak Andriana yang membuat Devan tertawa lepas karena gemas.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!